Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » MBG di Saat Ramadhan, Pengawasan Tak Boleh Libur

MBG di Saat Ramadhan, Pengawasan Tak Boleh Libur

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: MBG di Ramadhan harus diawasi ketat agar tak berubah jadi proyek simbolik.

Program Jalan, Pengawasan Jangan Libur

albadarpost.com, EDITORIAL – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadhan, dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Keputusan ini diumumkan sebagai bentuk komitmen negara menekan stunting.

Namun bagi publik, keputusan tersebut bukan akhir cerita. Justru di sinilah pengawasan harus diperketat. Program berskala raksasa yang berjalan di bulan ibadah tidak boleh berlindung di balik niat baik.


Fakta Dasar: Program Masif, Dampaknya Menentukan

Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan MBG menyasar kelompok paling krusial dalam siklus kehidupan manusia, khususnya 1.000 hari pertama kehidupan. Fokus ini akan diperkuat pada 2026, mengingat periode tersebut menentukan perkembangan otak dan kesehatan jangka panjang anak.

Hingga akhir 2025, MBG telah menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini dijalankan melalui 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menyerap sekitar 700.000 tenaga kerja langsung.

Baca juga: Menggugat Sistem Perlindungan Negara

Di atas kertas, ini terlihat impresif. Namun semakin besar skala program, semakin besar pula risiko kegagalan tata kelola. Publik berhak tahu: bagaimana kualitas makanan dijaga, bagaimana data penerima diverifikasi, dan bagaimana anggaran diawasi.


MBG di Ramadhan, Antara Kepedulian dan Kerentanan

Editorial Albadarpost menilai keberlanjutan MBG selama Ramadhan sebagai keputusan yang benar secara prinsip. Gizi ibu dan anak tidak boleh ditunda oleh kalender apa pun.

Tetapi keputusan benar tidak otomatis menjelma kebijakan efektif. MBG kini berada di zona rawan: besar, cepat, dan politis. Di titik ini, narasi keberhasilan mudah dikapitalisasi, sementara masalah di lapangan kerap luput dari sorotan.

Program yang menyasar 55,1 juta orang membutuhkan sistem pengawasan berlapis. Tanpa transparansi menu, standar gizi yang terukur, dan laporan distribusi yang terbuka, MBG berisiko berubah menjadi rutinitas administratif yang mahal tetapi minim dampak.

Lebih berbahaya lagi, keberlanjutan program saat Ramadhan bisa dijadikan tameng moral untuk meredam kritik. Padahal justru pada situasi inilah publik harus lebih kritis.


Pelajaran Lama yang Terlalu Sering Dilupakan

Sejarah kebijakan pangan di Indonesia penuh dengan program besar yang melemah di tengah jalan. Masalahnya jarang terletak pada niat, melainkan pada pengawasan dan konsistensi.

Baca juga: Batas Ikhtiar Manusia dalam Takdir Allah

Pengalaman negara lain menunjukkan, intervensi gizi hanya efektif bila disertai integrasi layanan kesehatan, data kependudukan yang akurat, serta evaluasi independen. Tanpa itu, bantuan makanan hanya menunda masalah, bukan menyelesaikannya.

MBG tidak boleh mengulang pola lama: ramai di awal, sunyi evaluasi.


Negara Harus Siap Diawasi, Bukan Hanya Dipuji

Albadarpost menegaskan sikapnya: mendukung MBG sebagai kebijakan publik strategis, sekaligus menuntut akuntabilitas penuh.

BGN dan pemerintah harus membuka ruang audit publik, memperkuat pelibatan puskesmas dan kader kesehatan, serta memastikan tidak ada kompromi terhadap standar gizi demi kecepatan distribusi.

Program ini dibiayai uang publik. Maka publik berhak tahu dan mengawasi.


Kepedulian Tanpa Pengawasan Adalah Risiko

Menjaga gizi ibu dan anak adalah kewajiban negara. Tetapi kewajiban itu tidak cukup ditegaskan lewat pernyataan. Ia harus dibuktikan lewat data, transparansi, dan keberanian diaudit.

Program sebesar MBG hanya akan bermakna jika negara berani diawasi sekeras niatnya untuk dipuji. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prediksi Persija vs Persebaya

    Duel Panas Persija vs Persebaya, Ini Skor yang Paling Masuk Akal

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya pada 11 April 2026 menjadi salah satu laga paling dinanti di Liga 1. Prediksi Persija vs Persebaya langsung menarik perhatian karena mempertemukan dua tim besar dengan karakter berbeda. Selain itu, banyak penggemar juga mencari prediksi skor Persija vs Persebaya serta analisis kekuatan kedua tim jelang […]

  • OTT KPK Kejari

    Saat Alarm Penegakan Hukum Kembali Berbunyi

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: OTT KPK di Kejari Hulu Sungai Utara menguji integritas hukum dan menuntut pembenahan serius. albadarpost.com, EDITORIAL – Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan pemerasan. Peristiwa ini bukan sekadar perkara pidana individual. Ia menyentuh langsung jantung penegakan hukum. Dampaknya merembet ke kepercayaan publik yang […]

  • Rincian pembagian Dana Desa 2026 sebesar Rp 60,57 triliun sesuai PMK Nomor 7 Tahun 2025.

    Dana Desa 2026 Resmi Rp 60,57 Triliun, Ini Skemanya

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah memastikan Dana Desa 2026 mencapai Rp 60,57 triliun untuk Tahun Anggaran 2026. Kebijakan anggaran desa 2026 atau pagu dana desa nasional tersebut menjadi salah satu instrumen utama dalam memperkuat pembangunan berbasis desa. Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7 Tahun 2025, pemerintah menetapkan tata kelola, skema pembagian, serta prioritas penggunaan Dana […]

  • Sukwan Kebersihan

    Kalau Sukwan Kebersihan Hilang, Tasikmalaya Bisa Berantakan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Nasib sukwan kebersihan di Kota Tasikmalaya akhirnya mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah. Di tengah kondisi anggaran yang sedang ketat, isu petugas kebersihan honorer atau sukwan kebersihan justru masuk dalam daftar prioritas yang diperjuangkan untuk tahun 2026-2027. Pernyataan itu disampaikan Plh yang menangani persoalan tersebut, Rd Diky Candranegara, saat menjelaskan bahwa […]

  • Pelabuhan dan kawasan wisata Singapura ramai wisatawan internasional sebagai dampak target 18 juta pelawat pada 2026

    Singapura Tancap Gas Menuju Target Wisata 2026

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Singapura kembali menunjukkan ambisinya sebagai magnet wisata global. Negeri kota itu secara terbuka membidik 17 hingga 18 juta wisatawan internasional pada 2026, dengan proyeksi pendapatan pariwisata mencapai S$31–32,5 miliar. Target ini tidak lahir dari optimisme kosong. Sebaliknya, ia bertumpu pada data, tren, dan strategi yang terukur. Dalam tiga kuartal pertama 2025 […]

  • Jamaah Muslim membaca Al-Quran bersama di masjid pada malam Ramadhan sebagai bagian dari amalan Nuzulul Quran.

    5 Amalan Utama Saat Nuzulul Quran yang Jangan Dilewatkan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Amalan Nuzulul Quran menjadi bagian penting dalam menghidupkan peringatan Nuzulul Quran, yaitu peristiwa turunnya Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhan. Momen turunnya wahyu pertama ini bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai ibadah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan mengisi malam Nuzulul […]

expand_less