Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Satpol PP Tasikmalaya Tertibkan Aksi, KRPL Ancam Buka Data

Satpol PP Tasikmalaya Tertibkan Aksi, KRPL Ancam Buka Data

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tenda KRPL Tasikmalaya yang berdiri di depan Bale Kota akhirnya dibongkar oleh Satpol PP. Penertiban ini memicu polemik karena berada di persimpangan antara penegakan aturan dan kebebasan menyampaikan aspirasi.

Selasa (21/4/2026), area yang sebelumnya dipenuhi tenda dan atribut aksi kini terlihat bersih. Aktivitas di sekitar Bale Kota kembali normal. Namun, perdebatan belum benar-benar reda.

Situasi sempat memanas.

Aksi Berawal dari Protes, Berujung Penertiban

Komunitas Rakyat Peduli Lingkungan (KRPL) memulai aksi sejak 6 April 2026. Mereka mendirikan tenda sebagai bentuk protes terhadap kinerja pemerintah daerah.

Awalnya, kegiatan berlangsung seperti unjuk rasa pada umumnya. Namun seiring waktu, fungsi tenda berubah. Area tersebut mulai digunakan layaknya tempat tinggal sementara.

Petugas menemukan berbagai perlengkapan pribadi, termasuk jemuran pakaian yang dipasang di pagar dan taman Bale Kota. Kondisi ini memicu keluhan karena dinilai mengganggu estetika dan fungsi kawasan pemerintahan.

Di titik inilah penertiban mulai dipertimbangkan.

Satpol PP: Ada Batas antara Aspirasi dan Ketertiban

Kepala Satpol PP Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah, menegaskan bahwa pembongkaran tidak dilakukan secara tiba-tiba. Pemerintah, menurutnya, tetap memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan pendapat.

Namun, batas itu dinilai terlampaui.

“Kami tidak langsung bertindak. Tapi setelah lebih dari dua minggu, aktivitas di lokasi berubah menjadi pemukiman non-permanen,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut melanggar norma etika dan tata nilai masyarakat setempat. Selain itu, citra pusat perkantoran pemerintah juga terdampak.

Penertiban, lanjutnya, mengacu pada Perda Ketertiban Umum, Perda Reklame, serta Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

KRPL: Pembongkaran Dinilai Sepihak

Di sisi lain, KRPL menilai langkah tersebut tidak mencerminkan komunikasi yang baik. Koordinator KRPL, Iwan Restiawan, menyebut pembongkaran dilakukan tanpa koordinasi yang jelas.

Menurutnya, sebelumnya sudah ada komitmen dengan pihak pemerintah daerah.

“Seharusnya ada komunikasi. Ini terlihat sepihak,” katanya.

Iwan juga menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan di tingkat kota. Ia menilai pemerintah belum cukup responsif terhadap aspirasi warga.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menuntut hal di luar kewajaran. Fokus utama, kata dia, adalah membuka ruang dialog.

Ancaman Buka Data, Tensinya Meningkat

Pernyataan KRPL tidak berhenti pada kritik. Iwan bahkan mengisyaratkan akan membuka data yang selama ini belum disampaikan ke publik.

“Yang kami sampaikan selama ini baru sebagian kecil. Ke depan akan kami buka lebih luas,” ujarnya.

Pernyataan ini memunculkan dinamika baru. Publik kini menunggu sejauh mana langkah tersebut akan direalisasikan.

Namun hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan langsung dari pihak Wali Kota Tasikmalaya terkait pernyataan tersebut.

Garis Tipis antara Hak dan Aturan

Kasus ini memperlihatkan garis tipis antara hak menyampaikan pendapat dan kewajiban menjaga ketertiban umum.

Di satu sisi, aksi KRPL merupakan bagian dari kebebasan berekspresi. Di sisi lain, penggunaan ruang publik tetap memiliki batas yang harus dipatuhi.

Ketika dua kepentingan ini bertemu, gesekan sulit dihindari.

Karena itu, komunikasi menjadi faktor penting. Tanpa dialog, potensi konflik akan terus muncul dalam bentuk yang berbeda.

Dialog Jadi Kunci Meredakan Ketegangan

Pembongkaran tenda memang telah selesai. Namun akar persoalan belum sepenuhnya terselesaikan.

Pemerintah menekankan ketertiban. KRPL menuntut ruang aspirasi.

Di antara keduanya, masyarakat menunggu solusi.

Ke depan, ruang dialog yang terbuka menjadi kunci. Tanpa itu, polemik serupa bisa kembali terjadi. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Garut Juara Ketahanan Pangan

    Polres Garut Raih Juara Ketahanan Pangan 2026

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polres Garut Juara Ketahanan Pangan menjadi salah satu capaian yang menyita perhatian dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa peran kepolisian kini tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga berkembang melalui berbagai inovasi yang mendukung program strategis pemerintah, termasuk di sektor pangan. Penghargaan itu diberikan […]

  • OJK program 3 juta rumah

    Kabar Baik untuk Pejuang Rumah: Aturan SLIK Diubah, KPR Kini Lebih Mudah

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Punya rumah sering terasa seperti mimpi yang sulit dijangkau. Banyak orang sudah menabung bertahun-tahun, tetapi gagal di tahap pengajuan KPR. Penyebabnya sering sama: riwayat kredit di SLIK. Namun kini, angin segar datang. OJK dukung akselerasi program 3 juta rumah dengan mulai menunjukkan perubahan nyata setelah aturan SLIK diperbarui. Sistem yang dulu […]

  • Bulan Allah

    Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah? Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang datangnya Muharram, suasana di banyak kampung mulai berubah. Selepas Magrib, halaman masjid terlihat lebih ramai. Anak-anak berlarian membawa obor yang akan digunakan untuk pawai Tahun Baru Islam. Di sudut lain, para orang tua berbincang sambil menyiapkan pengajian dan santunan yatim. Pemandangan seperti itu juga mudah ditemukan di berbagai daerah Priangan Timur. […]

  • Guru Bukan Lagi Pengajar Biasa, Ini Peran Baru yang Mengejutkan!

    Guru Bukan Lagi Pengajar Biasa, Ini Peran Baru yang Mengejutkan!

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Peran guru motivator kini semakin penting dalam dunia pendidikan. Guru tidak lagi cukup hanya mengajar, tetapi juga harus menjadi inspirator, pembimbing, dan pendorong semangat belajar. Konsep guru motivator, pengajar inspiratif, dan pendidik yang membangun karakter mulai menjadi sorotan utama di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Perubahan ini tidak muncul tanpa alasan. […]

  • Pelabuhan dan kawasan wisata Singapura ramai wisatawan internasional sebagai dampak target 18 juta pelawat pada 2026

    Singapura Tancap Gas Menuju Target Wisata 2026

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Singapura kembali menunjukkan ambisinya sebagai magnet wisata global. Negeri kota itu secara terbuka membidik 17 hingga 18 juta wisatawan internasional pada 2026, dengan proyeksi pendapatan pariwisata mencapai S$31–32,5 miliar. Target ini tidak lahir dari optimisme kosong. Sebaliknya, ia bertumpu pada data, tren, dan strategi yang terukur. Dalam tiga kuartal pertama 2025 […]

  • Sensus Ekonomi 2026

    Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Bongkar Arah Baru Ekonomi Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sensus Ekonomi 2026 resmi memasuki tahap penting di Kota Tasikmalaya. Di balik proses pendataan yang akan menjangkau ribuan pelaku usaha, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya mulai menyiapkan pasukan lapangan melalui pelatihan intensif. Program ini tidak hanya membahas teknik pendataan usaha, tetapi juga mengupas ekonomi digital dan ekonomi lingkungan yang kini […]

expand_less