Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Demo di Disdik Tasikmalaya Memanas, Massa Singgung “Kapitalisme Pendidikan”

Demo di Disdik Tasikmalaya Memanas, Massa Singgung “Kapitalisme Pendidikan”

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 152
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Demo Disdik Tasikmalaya pecah pada Rabu (20/05/2026) ketika puluhan massa dari Aliansi Rakyat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menyuarakan kritik keras terhadap dugaan praktik pungutan liar, penyimpangan program pendidikan, hingga isu dugaan “persentase proyek” dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah.

Aksi berlangsung di depan kantor dinas dengan pengawalan aparat keamanan. Massa membawa spanduk, pengeras suara, dan bergantian menyampaikan orasi terkait kondisi dunia pendidikan yang mereka nilai semakin jauh dari semangat pemerataan dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Suasana sempat memanas ketika massa mulai menyinggung dugaan praktik “kapitalisme pendidikan” di lingkungan kekuasaan.

Dan itu langsung menarik perhatian warga yang melintas.

Massa Soroti Dugaan “Persentase Program” Pendidikan

Salah satu peserta aksi, Indra Maulana, menyebut demonstrasi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan sejumlah program pendidikan.

Menurutnya, pihaknya menerima berbagai informasi dari satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, hingga SMP terkait dugaan adanya praktik pembagian persentase kepada pihak tertentu yang dianggap mengondisikan program.

“Aksi demonstrasi yang kami lakukan hari ini membahas tentang kapitalisme program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam lingkungan kekuasaan,” ujar Indra dalam orasinya.

Ia menilai dugaan praktik semacam itu mencederai tujuan utama pendidikan yang seharusnya fokus pada peningkatan kualitas belajar siswa dan pembangunan fasilitas sekolah secara sehat.

“Kami mendapatkan informasi bahwa sebelum dan sesudah program revitalisasi berjalan sering kali ada persentase pembagian terhadap pihak luar,” tambahnya.

Pernyataan itu langsung memancing sorakan massa aksi lain yang hadir di lokasi.

Pendidikan Dinilai Mulai Kalah oleh Politik Anggaran

Selain isu dugaan pungli dan penyimpangan program, massa aksi juga menyoroti arah kebijakan pemerintah dalam sektor pendidikan nasional.

Massa aksi bernama Raffi Faza menyampaikan kritik terhadap prioritas anggaran pemerintah yang dinilai lebih fokus pada program tertentu dibanding pembangunan kualitas pendidikan jangka panjang.

“Saya menilai pemerintah hari ini lebih mementingkan isi perut daripada isi kepala,” ujarnya dalam orasi.

Menurut Raffi, cita-cita Indonesia Emas akan sulit tercapai apabila sektor pendidikan tidak ditempatkan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Ia menyinggung kebijakan Belanja Pemerintah Pusat tahun anggaran 2026 yang dinilai lebih menonjolkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibanding penguatan kualitas pendidikan.

“Kita ketahui bersama bahwa pemerintah pusat memprioritaskan MBG sebagai program utama dan sektor pendidikan menjadi program pendukung,” katanya.

Pernyataan itu memicu diskusi panjang di tengah massa aksi yang hadir.

Belakangan, percakapan soal kualitas pendidikan memang semakin sering muncul di media sosial maupun ruang publik. Dari persoalan fasilitas sekolah, kesejahteraan tenaga pendidik, hingga kekhawatiran soal arah kebijakan pendidikan nasional. Karena itu, aksi di depan Disdik Tasikmalaya sore itu terasa lebih dari sekadar demonstrasi biasa.

Dan keresahan itu terasa nyata.

Massa Datang Membawa Kekhawatiran tentang Masa Depan Pendidikan

Sejak siang, kawasan kantor Disdik Kabupaten Tasikmalaya mulai dipadati peserta aksi.

Sebagian massa datang menggunakan almamater organisasi, sementara yang lain membawa poster bertuliskan kritik terhadap dugaan praktik pungli dan lemahnya pengawasan program pendidikan.

Di sela orasi, beberapa peserta terlihat berdiskusi serius tentang kondisi sekolah di daerah mereka masing-masing. Ada yang menyinggung fasilitas pendidikan yang belum merata. Ada pula yang mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran revitalisasi sekolah.

Tidak sedikit warga yang berhenti sejenak di pinggir jalan hanya untuk mendengarkan isi tuntutan massa.

Dan suasana itu terasa cukup emosional.

Pendidikan Disebut Harus Jadi Prioritas Utama

Massa aksi menilai pendidikan tidak boleh hanya menjadi program pelengkap pembangunan.

Menurut mereka, kualitas bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh sejauh mana pemerintah serius membangun sektor pendidikan sejak hari ini.

Karena itu, mereka meminta pemerintah daerah maupun pusat lebih terbuka terhadap kritik dan memperkuat pengawasan terhadap program-program pendidikan yang menggunakan anggaran negara.

Selain itu, massa juga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek pendidikan agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan di lapangan.

Hingga aksi berakhir, massa tetap menyampaikan tuntutan secara bergantian di bawah pengawasan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.

Publik Menunggu Transparansi dan Respons Pemerintah

Aksi demonstrasi di depan Disdik Kabupaten Tasikmalaya menambah daftar sorotan publik terhadap tata kelola pendidikan di daerah.

Di tengah harapan besar menuju Indonesia Emas, masyarakat kini tidak hanya menuntut pembangunan fisik sekolah.

Tetapi juga transparansi, integritas, dan keberanian memperbaiki sistem pendidikan dari dalam.

Karena sekolah bukan sekadar bangunan.

Tetapi tempat masa depan bangsa dibentuk setiap hari.

Bangsa ini mungkin bisa membangun gedung sekolah yang megah.

Namun tanpa pendidikan yang bersih, adil, dan benar-benar berpihak pada masa depan anak-anak…

Indonesia hanya sedang membangun tembok, bukan peradaban. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tugu Koperasi Tasikmalaya

    Tugu Koperasi Tasikmalaya Simpan Sejarah dan Cerita Mistis

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali menjadi perhatian menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional. Monumen bersejarah yang menjadi lokasi Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada 12 Juli 1947 itu tidak hanya menyimpan jejak penting perjalanan ekonomi kerakyatan, tetapi juga menyisakan berbagai cerita mistis yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat. Berada di Jalan Mohammad Hatta, […]

  • larangan rokok Maladewa

    Maladewa Larang Rokok Nasional, Langkah Berani Lindungi Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Maladewa resmi berlakukan larangan rokok nasional mulai 1 November 2025 untuk lindungi generasi muda. Maladewa Resmi Berlakukan Larangan Rokok Nasional Mulai November albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Maladewa mencatat sejarah baru dalam kebijakan kesehatan publik dunia. Mulai Sabtu, 1 November 2025, negara kepulauan di Samudra Hindia itu resmi menerapkan larangan rokok Maladewa secara nasional. Langkah ini […]

  • Harkitnas Tasikmalaya

    Harkitnas 2026 di Tasikmalaya Soroti Ancaman Digital terhadap Generasi Muda

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan Harkitnas Tasikmalaya atau Hari Kebangkitan Nasional ke-118 berlangsung khidmat di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (20/5/2026). Upacara yang dipimpin langsung Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, itu tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi menghadapi tantangan besar di era digital. Tema nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa […]

  • Ilustrasi Nabi Sulaiman memimpin kerajaan besar dengan pasukan manusia, jin, dan hewan dalam suasana megah

    Keajaiban Nabi Sulaiman yang Jarang Diketahui, Bikin Takjub

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang tertarik dengan kisah Nabi Sulaiman karena keajaiban kerajaannya yang luar biasa. Kisah ini juga dikenal sebagai cerita Nabi Sulaiman dengan mukjizat besar, termasuk kemampuan mengendalikan jin dan berbicara dengan hewan. Selain itu, kekuasaan yang dimiliki Nabi Sulaiman bukan sekadar kekuatan, tetapi juga amanah yang sarat hikmah. Keistimewaan Nabi Sulaiman yang […]

  • Dugaan Dana Nasabah Hilang

    Kasus Rp165 Juta Jadi Sorotan, GIBAS Tasikmalaya Minta Penjelasan

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aktivitas pagi di Kota Tasikmalaya pada Selasa, 23 Juni 2026, berlangsung sedikit berbeda. Sejumlah warga tampak memperhatikan pergerakan massa yang mendatangi beberapa kantor perbankan di kota tersebut. Perhatian publik mengarah pada satu isu yang belakangan ramai diperbincangkan, yakni dugaan dana nasabah hilang senilai sekitar Rp165 juta. Kasus dugaan dana nasabah hilang […]

  • Pelecehan Guru Ciamis

    Polisi Dalami Dugaan Pelecehan Oknum Guru di Ciamis

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dugaan pelecehan guru Ciamis yang menimpa seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, kini memasuki proses penanganan kepolisian. Kasus dugaan pelecehan terhadap guru tersebut telah dilaporkan ke Polres Ciamis, sementara penyidik menyatakan akan menindaklanjuti laporan sesuai prosedur yang berlaku. Korban […]

expand_less