Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Demo di Disdik Tasikmalaya Memanas, Massa Singgung “Kapitalisme Pendidikan”

Demo di Disdik Tasikmalaya Memanas, Massa Singgung “Kapitalisme Pendidikan”

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Demo Disdik Tasikmalaya pecah pada Rabu (20/05/2026) ketika puluhan massa dari Aliansi Rakyat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menyuarakan kritik keras terhadap dugaan praktik pungutan liar, penyimpangan program pendidikan, hingga isu dugaan “persentase proyek” dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah.

Aksi berlangsung di depan kantor dinas dengan pengawalan aparat keamanan. Massa membawa spanduk, pengeras suara, dan bergantian menyampaikan orasi terkait kondisi dunia pendidikan yang mereka nilai semakin jauh dari semangat pemerataan dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Suasana sempat memanas ketika massa mulai menyinggung dugaan praktik “kapitalisme pendidikan” di lingkungan kekuasaan.

Dan itu langsung menarik perhatian warga yang melintas.

Massa Soroti Dugaan “Persentase Program” Pendidikan

Salah satu peserta aksi, Indra Maulana, menyebut demonstrasi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan sejumlah program pendidikan.

Menurutnya, pihaknya menerima berbagai informasi dari satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, hingga SMP terkait dugaan adanya praktik pembagian persentase kepada pihak tertentu yang dianggap mengondisikan program.

“Aksi demonstrasi yang kami lakukan hari ini membahas tentang kapitalisme program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam lingkungan kekuasaan,” ujar Indra dalam orasinya.

Ia menilai dugaan praktik semacam itu mencederai tujuan utama pendidikan yang seharusnya fokus pada peningkatan kualitas belajar siswa dan pembangunan fasilitas sekolah secara sehat.

“Kami mendapatkan informasi bahwa sebelum dan sesudah program revitalisasi berjalan sering kali ada persentase pembagian terhadap pihak luar,” tambahnya.

Pernyataan itu langsung memancing sorakan massa aksi lain yang hadir di lokasi.

Pendidikan Dinilai Mulai Kalah oleh Politik Anggaran

Selain isu dugaan pungli dan penyimpangan program, massa aksi juga menyoroti arah kebijakan pemerintah dalam sektor pendidikan nasional.

Massa aksi bernama Raffi Faza menyampaikan kritik terhadap prioritas anggaran pemerintah yang dinilai lebih fokus pada program tertentu dibanding pembangunan kualitas pendidikan jangka panjang.

“Saya menilai pemerintah hari ini lebih mementingkan isi perut daripada isi kepala,” ujarnya dalam orasi.

Menurut Raffi, cita-cita Indonesia Emas akan sulit tercapai apabila sektor pendidikan tidak ditempatkan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Ia menyinggung kebijakan Belanja Pemerintah Pusat tahun anggaran 2026 yang dinilai lebih menonjolkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibanding penguatan kualitas pendidikan.

“Kita ketahui bersama bahwa pemerintah pusat memprioritaskan MBG sebagai program utama dan sektor pendidikan menjadi program pendukung,” katanya.

Pernyataan itu memicu diskusi panjang di tengah massa aksi yang hadir.

Belakangan, percakapan soal kualitas pendidikan memang semakin sering muncul di media sosial maupun ruang publik. Dari persoalan fasilitas sekolah, kesejahteraan tenaga pendidik, hingga kekhawatiran soal arah kebijakan pendidikan nasional. Karena itu, aksi di depan Disdik Tasikmalaya sore itu terasa lebih dari sekadar demonstrasi biasa.

Dan keresahan itu terasa nyata.

Massa Datang Membawa Kekhawatiran tentang Masa Depan Pendidikan

Sejak siang, kawasan kantor Disdik Kabupaten Tasikmalaya mulai dipadati peserta aksi.

Sebagian massa datang menggunakan almamater organisasi, sementara yang lain membawa poster bertuliskan kritik terhadap dugaan praktik pungli dan lemahnya pengawasan program pendidikan.

Di sela orasi, beberapa peserta terlihat berdiskusi serius tentang kondisi sekolah di daerah mereka masing-masing. Ada yang menyinggung fasilitas pendidikan yang belum merata. Ada pula yang mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran revitalisasi sekolah.

Tidak sedikit warga yang berhenti sejenak di pinggir jalan hanya untuk mendengarkan isi tuntutan massa.

Dan suasana itu terasa cukup emosional.

Pendidikan Disebut Harus Jadi Prioritas Utama

Massa aksi menilai pendidikan tidak boleh hanya menjadi program pelengkap pembangunan.

Menurut mereka, kualitas bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh sejauh mana pemerintah serius membangun sektor pendidikan sejak hari ini.

Karena itu, mereka meminta pemerintah daerah maupun pusat lebih terbuka terhadap kritik dan memperkuat pengawasan terhadap program-program pendidikan yang menggunakan anggaran negara.

Selain itu, massa juga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek pendidikan agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan di lapangan.

Hingga aksi berakhir, massa tetap menyampaikan tuntutan secara bergantian di bawah pengawasan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.

Publik Menunggu Transparansi dan Respons Pemerintah

Aksi demonstrasi di depan Disdik Kabupaten Tasikmalaya menambah daftar sorotan publik terhadap tata kelola pendidikan di daerah.

Di tengah harapan besar menuju Indonesia Emas, masyarakat kini tidak hanya menuntut pembangunan fisik sekolah.

Tetapi juga transparansi, integritas, dan keberanian memperbaiki sistem pendidikan dari dalam.

Karena sekolah bukan sekadar bangunan.

Tetapi tempat masa depan bangsa dibentuk setiap hari.

Bangsa ini mungkin bisa membangun gedung sekolah yang megah.

Namun tanpa pendidikan yang bersih, adil, dan benar-benar berpihak pada masa depan anak-anak…

Indonesia hanya sedang membangun tembok, bukan peradaban. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemarau 2026

    Ancaman Kemarau Panjang 2026, Ini Strategi Pemkab Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kemarau 2026 mulai diantisipasi serius oleh pemerintah. Melalui rapat koordinasi nasional, strategi menghadapi kemarau panjang 2026 dibahas dengan fokus utama pada ketersediaan air dan keberlanjutan produksi pangan. Pertemuan yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026), mempertemukan berbagai kepala daerah dari seluruh Indonesia. Agenda utamanya jelas: memastikan […]

  • efisiensi anggaran DPRD

    Efisiensi Anggaran DPRD, Akankah Tasikmalaya Ambil Langkah Berani?

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Tasikmalaya di Persimpangan Keputusan albadapost.com, EDITORIAL – Efisiensi anggaran DPRD kembali menjadi isu publik di Tasikmalaya. Saat Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis memangkas tunjangan legislatif sebagai respon tekanan fiskal, DPRD Tasikmalaya belum menunjukkan sikap tegas. Keraguan ini bukan sekadar soal kebijakan anggaran, tetapi menyentuh dimensi moral dan kepercayaan rakyat. Publik bertanya dengan wajar. Ketika beban […]

  • Ketua Umum PBNU Gus Yahya menyampaikan pesan konsolidasi NU menjelang abad kedua dalam peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama

    Konsolidasi NU Menjelang Abad Kedua

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nahdlatul Ulama resmi melangkah ke fase baru sejarahnya. Seratus tahun perjalanan NU bukan hanya penanda usia, melainkan titik refleksi sekaligus penentuan arah. Dalam momentum Harlah ke-100, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan pesan kunci yang tegas: konsolidasi organisasi menjadi syarat utama memasuki NU abad kedua. Pesan itu bukan sekadar seruan […]

  • Ilustrasi Luqman al-Hakim menasihati anaknya tentang tauhid, akhlak mulia, dan tanggung jawab sosial dalam Al-Qur’an Surat Luqman.

    Pesan Abadi Luqman al-Hakim untuk Generasi Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari di masa depan, ketika dunia bergerak semakin cepat dan nilai-nilai kerap tergeser oleh ambisi, seorang anak mungkin akan bertanya: apa yang bisa menjadi pegangan hidup di tengah kebisingan zaman? Jawabannya ternyata telah lama hadir dalam Al-Qur’an, melalui wasiat Luqman al-Hakim kepada anaknya, yang terabadikan dalam Surat Luqman ayat 13–19. Luqman […]

  • strategi UMKM

    Jarang Diketahui! Ini Cara UMKM Kalahkan Produk Raksasa

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Strategi UMKM menjadi kunci utama bagi pelaku usaha kecil untuk bersaing di pasar yang didominasi brand besar. Banyak yang mengira usaha kecil sulit menang, padahal dengan strategi UMKM cerdas, taktik bisnis kecil, dan cara bersaing UMKM yang tepat, peluang justru terbuka lebar. Oleh karena itu, memahami strategi UMKM yang jarang diketahui […]

  • modus penipuan AI

    OJK Jabar Ingatkan Modus Penipuan AI yang Makin Canggih

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    OJK Jabar memperingatkan peningkatan modus penipuan AI dan meminta warga lebih waspada menjaga data pribadi. albadarpost.com, PELITA – Peringatan baru dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menyusul kenaikan kasus kejahatan digital berbasis kecerdasan buatan. Modus penipuan AI kini berkembang pesat, menghadirkan risiko serius bagi keamanan data dan aktivitas keuangan masyarakat. Peringatan ini penting mengingat […]

expand_less