Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Demo di Disdik Tasikmalaya Memanas, Massa Singgung “Kapitalisme Pendidikan”

Demo di Disdik Tasikmalaya Memanas, Massa Singgung “Kapitalisme Pendidikan”

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 206
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Demo Disdik Tasikmalaya pecah pada Rabu (20/05/2026) ketika puluhan massa dari Aliansi Rakyat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menyuarakan kritik keras terhadap dugaan praktik pungutan liar, penyimpangan program pendidikan, hingga isu dugaan “persentase proyek” dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah.

Aksi berlangsung di depan kantor dinas dengan pengawalan aparat keamanan. Massa membawa spanduk, pengeras suara, dan bergantian menyampaikan orasi terkait kondisi dunia pendidikan yang mereka nilai semakin jauh dari semangat pemerataan dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Suasana sempat memanas ketika massa mulai menyinggung dugaan praktik “kapitalisme pendidikan” di lingkungan kekuasaan.

Dan itu langsung menarik perhatian warga yang melintas.

Massa Soroti Dugaan “Persentase Program” Pendidikan

Salah satu peserta aksi, Indra Maulana, menyebut demonstrasi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan sejumlah program pendidikan.

Menurutnya, pihaknya menerima berbagai informasi dari satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, hingga SMP terkait dugaan adanya praktik pembagian persentase kepada pihak tertentu yang dianggap mengondisikan program.

“Aksi demonstrasi yang kami lakukan hari ini membahas tentang kapitalisme program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam lingkungan kekuasaan,” ujar Indra dalam orasinya.

Ia menilai dugaan praktik semacam itu mencederai tujuan utama pendidikan yang seharusnya fokus pada peningkatan kualitas belajar siswa dan pembangunan fasilitas sekolah secara sehat.

“Kami mendapatkan informasi bahwa sebelum dan sesudah program revitalisasi berjalan sering kali ada persentase pembagian terhadap pihak luar,” tambahnya.

Pernyataan itu langsung memancing sorakan massa aksi lain yang hadir di lokasi.

Pendidikan Dinilai Mulai Kalah oleh Politik Anggaran

Selain isu dugaan pungli dan penyimpangan program, massa aksi juga menyoroti arah kebijakan pemerintah dalam sektor pendidikan nasional.

Massa aksi bernama Raffi Faza menyampaikan kritik terhadap prioritas anggaran pemerintah yang dinilai lebih fokus pada program tertentu dibanding pembangunan kualitas pendidikan jangka panjang.

“Saya menilai pemerintah hari ini lebih mementingkan isi perut daripada isi kepala,” ujarnya dalam orasi.

Menurut Raffi, cita-cita Indonesia Emas akan sulit tercapai apabila sektor pendidikan tidak ditempatkan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Ia menyinggung kebijakan Belanja Pemerintah Pusat tahun anggaran 2026 yang dinilai lebih menonjolkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibanding penguatan kualitas pendidikan.

“Kita ketahui bersama bahwa pemerintah pusat memprioritaskan MBG sebagai program utama dan sektor pendidikan menjadi program pendukung,” katanya.

Pernyataan itu memicu diskusi panjang di tengah massa aksi yang hadir.

Belakangan, percakapan soal kualitas pendidikan memang semakin sering muncul di media sosial maupun ruang publik. Dari persoalan fasilitas sekolah, kesejahteraan tenaga pendidik, hingga kekhawatiran soal arah kebijakan pendidikan nasional. Karena itu, aksi di depan Disdik Tasikmalaya sore itu terasa lebih dari sekadar demonstrasi biasa.

Dan keresahan itu terasa nyata.

Massa Datang Membawa Kekhawatiran tentang Masa Depan Pendidikan

Sejak siang, kawasan kantor Disdik Kabupaten Tasikmalaya mulai dipadati peserta aksi.

Sebagian massa datang menggunakan almamater organisasi, sementara yang lain membawa poster bertuliskan kritik terhadap dugaan praktik pungli dan lemahnya pengawasan program pendidikan.

Di sela orasi, beberapa peserta terlihat berdiskusi serius tentang kondisi sekolah di daerah mereka masing-masing. Ada yang menyinggung fasilitas pendidikan yang belum merata. Ada pula yang mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran revitalisasi sekolah.

Tidak sedikit warga yang berhenti sejenak di pinggir jalan hanya untuk mendengarkan isi tuntutan massa.

Dan suasana itu terasa cukup emosional.

Pendidikan Disebut Harus Jadi Prioritas Utama

Massa aksi menilai pendidikan tidak boleh hanya menjadi program pelengkap pembangunan.

Menurut mereka, kualitas bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh sejauh mana pemerintah serius membangun sektor pendidikan sejak hari ini.

Karena itu, mereka meminta pemerintah daerah maupun pusat lebih terbuka terhadap kritik dan memperkuat pengawasan terhadap program-program pendidikan yang menggunakan anggaran negara.

Selain itu, massa juga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek pendidikan agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan di lapangan.

Hingga aksi berakhir, massa tetap menyampaikan tuntutan secara bergantian di bawah pengawasan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.

Publik Menunggu Transparansi dan Respons Pemerintah

Aksi demonstrasi di depan Disdik Kabupaten Tasikmalaya menambah daftar sorotan publik terhadap tata kelola pendidikan di daerah.

Di tengah harapan besar menuju Indonesia Emas, masyarakat kini tidak hanya menuntut pembangunan fisik sekolah.

Tetapi juga transparansi, integritas, dan keberanian memperbaiki sistem pendidikan dari dalam.

Karena sekolah bukan sekadar bangunan.

Tetapi tempat masa depan bangsa dibentuk setiap hari.

Bangsa ini mungkin bisa membangun gedung sekolah yang megah.

Namun tanpa pendidikan yang bersih, adil, dan benar-benar berpihak pada masa depan anak-anak…

Indonesia hanya sedang membangun tembok, bukan peradaban. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kebakaran Garut

    Dua Kebakaran Garut, Rp885 Juta Aset Berhasil Diselamatkan

    • calendar_month 16 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran Garut terjadi dua kali dalam sehari pada Senin, 31 Agustus 2026. Dua insiden tersebut berlangsung di Kecamatan Wanaraja dan Singajaya. Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut, petugas bergerak menangani kedua lokasi dengan pengerahan armada dan personel sesuai kondisi di lapangan. Dua kejadian itu tidak menimbulkan korban […]

  • penipuan online

    Penipuan Online Kian Canggih, Polisi Bongkar Modus Love Scam dan Rekayasa AI

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Polisi ungkap modus penipuan online dengan rekayasa AI dan love scam, rugikan masyarakat hingga triliunan. Penipuan Online Kian Canggih: Polisi Bongkar Modus Love Scam dan Rekayasa AI albadarpost.com, LENSA — Kepolisian mengungkap wajah baru kejahatan siber yang kian canggih. Penipuan online kini tidak lagi hanya berbentuk pesan palsu atau tautan jebakan, melainkan sudah melibatkan rekayasa […]

  • Pemilihan BPD Kujangsari

    Demokrasi Desa Memanas, 31 Kandidat Ramaikan Pemilihan BPD Kujangsari

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana demokrasi desa terasa hidup dalam Pemilihan BPD Kujangsari periode 2026–2034 yang berlangsung meriah di Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Pemilihan BPD Kujangsari langsung menarik perhatian warga karena menghadirkan 31 calon anggota Badan Permusyawaratan Desa yang memperebutkan tujuh kursi keterwakilan. Sejak pagi, warga mulai berdatangan dari berbagai dusun. Sebagian datang […]

  • Knalpot Brong

    Jelang Persib Juara, Razia Knalpot Brong Gencar di Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Razia knalpot brong kembali digelar Polresta Tasikmalaya menjelang euforia pertandingan Persib Bandung melawan Persijap. Dalam operasi yang berlangsung Kamis 21 Mei 2026, petugas berhasil mengamankan 13 kendaraan yang memakai knalpot tidak standar atau knalpot bising yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat. Penertiban knalpot brong tersebut dilakukan di sejumlah titik rawan pelanggaran […]

  • Sengketa Waris

    Salah Akta Bisa Picu Konflik Keluarga, Ini Peringatan Notaris

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sengketa waris semakin menjadi persoalan yang menguras waktu, biaya, dan hubungan kekeluargaan. Di tengah meningkatnya kompleksitas hukum waris dan pembagian harta, peran notaris kini tidak lagi sebatas menyusun akta, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh kepastian hukum sebelum persoalan berkembang menjadi konflik. Pesan itu mengemuka dalam seminar hukum waris yang digelar Pengda INI […]

  • Konsolidasi kader PKS Tasikmalaya dengan pembentukan PJRW untuk pemenangan Pemilu 2029 di tingkat RW

    PKS Tasik Ngebut! 160 PJRW Disiapkan, Target Menang Besar 2029

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PJRW PKS Tasikmalaya menjadi kunci strategi baru dalam pemenangan politik menuju 2029. Skema penanggung jawab pemenangan di tingkat RW ini langsung digerakkan sebagai tulang punggung mesin partai. Selain itu, strategi akar rumput PKS Tasikmalaya semakin diperkuat untuk menjaga kedekatan dengan konstituen. DPD PKS Kota Tasikmalaya tidak menunggu waktu mendekat ke pemilu. […]

expand_less