Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » MBG di Tasikmalaya Viral Lagi, Menu Diduga Berisi Ulat Bikin Publik Geram

MBG di Tasikmalaya Viral Lagi, Menu Diduga Berisi Ulat Bikin Publik Geram

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 190
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Tasikmalaya atau Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik setelah video temuan ulat dalam menu makanan viral di media sosial, Selasa (19/5/2026). Hidangan yang diduga berasal dari program MBG di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, itu memicu kemarahan warga karena dianggap mencoreng program yang selama ini digadang-gadang untuk mendukung generasi emas Indonesia.

Dalam video yang beredar, tampak menu makanan lengkap berisi telur goreng, sayuran, dan buah.

Namun perhatian publik langsung tertuju pada satu hal.

Seekor ulat mati terlihat berada di dalam oseng jagung muda yang sudah dibagikan kepada penerima manfaat.

Dan dalam hitungan jam, video tersebut langsung menyebar luas.

Warga Sebut Kejadian Bukan Pertama Kali

Temuan ulat di menu MBG itu mendapat sorotan keras dari berbagai pihak, termasuk Pengurus ICMI Kabupaten Tasikmalaya, Roni Romansyah.

Menurutnya, kasus seperti ini bukan kejadian pertama.

Hanya saja, sebagian besar sebelumnya tidak sampai viral atau terekspos ke publik.

“Kali ini ada di pelosok Bojongkapol, Bojonggambir. Hari ini terjadi kejadian sangat memprihatinkan, sajian MBG ada uletnya. Bukan kejadian pertama, sebelumnya juga ada,” ujar Roni saat dihubungi Selasa malam.

Ia menilai lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama kualitas makanan bisa lolos dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Padahal program MBG menggunakan anggaran besar dan menjadi salah satu program prioritas nasional.

“Jangan mentang-mentang dapurnya di pelosok, pengelolaannya jadi sembarangan. Masakan tidak higienis,” tegasnya.

Pernyataan itu langsung memicu diskusi luas di media sosial.

Banyak warga mempertanyakan standar pengawasan dapur penyedia makanan MBG, terutama di wilayah pelosok.

Polisi dan Satgas MBG Langsung Turun Tangan

Setelah video viral, aparat kepolisian langsung bergerak melakukan penelusuran.

Kapolsek Bojonggambir Iptu Agus Sukmana membenarkan pihaknya sedang menyelidiki video yang beredar.

“Memang kami akan telusuri. Video yang beredar ada hidangan diduga MBG ada uletnya,” ujarnya.

Selain kepolisian, Ketua Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya, Ruby Azhara, juga menyatakan pihaknya sudah menurunkan tim ke lapangan.

Menurutnya, tim akan mengecek langsung SPPG atau dapur penyedia makanan yang diduga terkait dengan hidangan tersebut.

“Terima kasih atas informasinya. Kami akan turunkan tim untuk menelusuri dan mendeteksi laporan ini,” katanya singkat.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan kebenaran video sekaligus mengevaluasi sistem distribusi makanan MBG.

Program Generasi Emas Kini Dipertanyakan

Program Makan Bergizi Gratis selama ini digagas untuk mendukung kualitas kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia.

Karena itu, kasus seperti ini dinilai sangat sensitif.

Apalagi makanan yang dibagikan menyasar kelompok penerima manfaat seperti anak-anak dan masyarakat tertentu.

Roni Romansyah menilai jika pengawasan tidak diperketat, kepercayaan masyarakat terhadap program MBG bisa menurun.

“Presiden sudah gelontorkan program untuk anak bangsa. Tapi pengelola di bawah diduga asal-asalan dalam menyalurkan gizinya ke KPM,” katanya.

Ia bahkan mendesak agar aparat penegak hukum ikut memeriksa pihak dapur penyedia jika terbukti lalai dalam menjaga kualitas makanan.

Menurutnya, audit harus dilakukan agar ada efek jera dan perbaikan sistem ke depan.

Higienitas Dapur Jadi Sorotan

Kasus ini juga memunculkan perhatian terhadap standar kebersihan dapur penyedia makanan program pemerintah.

Di sejumlah komentar media sosial, warga mulai mempertanyakan:

  • bagaimana proses pengolahan makanan,
  • siapa yang melakukan pengecekan kualitas,
  • dan bagaimana sistem distribusinya.

Karena bagi masyarakat, persoalannya bukan hanya soal satu ulat.

Tetapi soal kepercayaan.

Ada orang tua yang mulai khawatir terhadap kualitas makanan yang diterima anak-anak mereka. Ada pula warga yang mempertanyakan apakah pemeriksaan bahan makanan dilakukan secara rutin atau tidak.

Dan keresahan seperti itu tumbuh cepat setelah video viral.

“Jangan Sampai Merasa Kebal”

Roni juga menegaskan bahwa pengelola program tidak boleh merasa kebal hukum hanya karena membawa nama program nasional.

Ia meminta momentum ini menjadi titik evaluasi serius.

“Saya minta hari ini. Presiden sudah instruksi, dapurnya harus diaudit. Perlu ke ranah hukum agar ada perbaikan,” tegasnya.

Menurutnya, program sebesar MBG harus dijaga kualitasnya sejak tingkat paling bawah.

Karena tujuan utama program tersebut adalah menyiapkan generasi sehat, bukan justru memunculkan masalah baru akibat kelalaian pengelolaan makanan.

Warga Soroti Pengawasan di Pelosok

Kasus di Bojongkapol juga membuka diskusi soal pengawasan program pemerintah di wilayah pelosok.

Sebagian warga menilai standar pengawasan kadang berbeda antara kota dan daerah terpencil.

Padahal kualitas makanan seharusnya tetap sama.

Di lokasi pelosok, distribusi makanan memang sering menghadapi tantangan tersendiri. Mulai dari akses jalan, penyimpanan bahan makanan, hingga keterbatasan fasilitas dapur.

Namun masyarakat menilai kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas layanan.

Karena makanan yang dibagikan menyangkut kesehatan generasi bangsa.

Dan satu kelalaian kecil bisa berdampak besar terhadap kepercayaan publik.

Program Makan Bergizi Gratis seharusnya memberi rasa aman bagi masyarakat.

Karena ketika makanan untuk generasi masa depan mulai dipertanyakan kualitasnya, yang rusak bukan cuma menu di atas piring… tetapi juga kepercayaan publik terhadap program itu sendiri. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana budaya Sunda dalam peringatan Hari Tatar Sunda di Jawa Barat sebagai simbol pelestarian identitas dan warisan leluhur.

    18 Mei Resmi Jadi Hari Tatar Sunda, Jabar Perkuat Identitas Budaya

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil satu langkah yang sarat makna budaya. Mulai tahun ini, setiap 18 Mei resmi diperingati sebagai Hari Tatar Sunda. Bagi sebagian orang, keputusan itu mungkin terlihat seperti agenda seremonial biasa. Namun bagi masyarakat Sunda, penetapan tersebut menyimpan pesan yang jauh lebih […]

  • “Ibu ditandu warga melewati jalan rusak di Sukabumi demi menyelamatkan bayinya yang kritis menuju fasilitas kesehatan”

    Kisah Heroik Tapi Tragis: Ibu Ditandu Demi Selamatkan Bayinya

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tangis pecah di sebuah pelosok Sukabumi, tepatnya di di Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah. Bukan sekadar tangis kehilangan, melainkan jerit pilu dari sebuah perjuangan panjang yang berakhir duka. Inilah kisah heroik tapi tragis seorang ibu yang rela ditandu ratusan meter demi menyelamatkan bayinya yang kritis. Peristiwa memilukan itu bermula saat […]

  • Striker Spanyol Sergio Castel resmi bergabung dengan Persib Bandung dan berpotensi mengubah komposisi pemain asing Maung Bandung musim 2025/2026

    Efek Sergio Castel: Persib Harus Rombak Slot Pemain Asing

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 241
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keputusan Persib Bandung mendatangkan striker asal Spanyol, Sergio Castel, bukan sekadar langkah tambal sulam di lini depan. Di balik transfer ini, tersimpan dampak besar terhadap komposisi pemain asing Maung Bandung yang kini memasuki fase krusial musim kompetisi. Manajemen Persib bergerak cepat di bursa transfer paruh musim. Klub menilai kebutuhan akan penyerang […]

  • Dikira Begal

    Polisi Tasikmalaya Bongkar Fakta Viral Pria Dikira Begal

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dikira begal yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Tasikmalaya akhirnya terungkap. Polisi memastikan pria yang viral karena diamuk massa di Kecamatan Bojonggambir bukan pelaku pembegalan, melainkan korban kecelakaan tunggal yang diduga kehilangan kesadaran setelah mengonsumsi obat batuk secara berlebihan. Fakta ini menjadi pengingat bahwa pria dikira begal belum tentu merupakan pelaku kejahatan, […]

  • PORSADIN Indihiang

    815 Santri Meriahkan PORSADIN XI Indihiang 2026

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana berbeda terlihat di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Misbah, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, halaman madrasah sudah dipenuhi ratusan santri yang datang untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) XI tingkat Kecamatan Indihiang. PORSADIN Indihiang 2026 yang mengusung tema “Mupuk Ukhwah Meraih […]

  • Forsesdasi Jawa Barat

    Sekda Ciamis Dorong Forsesdasi Jawa Barat Perkuat Kolaborasi Daerah

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sekda Ciamis menilai Forsesdasi Jawa Barat penting untuk kolaborasi kebijakan dan pemerataan pelayanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman, menegaskan bahwa Forum Sekretaris Daerah (Forsesdasi) Jawa Barat harus diposisikan sebagai ruang kolaborasi antardaerah, bukan arena persaingan yang saling menonjolkan keunggulan masing-masing. Pernyataan ini disampaikan usai pelantikan pengurus Forsesdasi Jawa Barat […]

expand_less