Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » MBG di Tasikmalaya Viral Lagi, Menu Diduga Berisi Ulat Bikin Publik Geram

MBG di Tasikmalaya Viral Lagi, Menu Diduga Berisi Ulat Bikin Publik Geram

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 136
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Tasikmalaya atau Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik setelah video temuan ulat dalam menu makanan viral di media sosial, Selasa (19/5/2026). Hidangan yang diduga berasal dari program MBG di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, itu memicu kemarahan warga karena dianggap mencoreng program yang selama ini digadang-gadang untuk mendukung generasi emas Indonesia.

Dalam video yang beredar, tampak menu makanan lengkap berisi telur goreng, sayuran, dan buah.

Namun perhatian publik langsung tertuju pada satu hal.

Seekor ulat mati terlihat berada di dalam oseng jagung muda yang sudah dibagikan kepada penerima manfaat.

Dan dalam hitungan jam, video tersebut langsung menyebar luas.

Warga Sebut Kejadian Bukan Pertama Kali

Temuan ulat di menu MBG itu mendapat sorotan keras dari berbagai pihak, termasuk Pengurus ICMI Kabupaten Tasikmalaya, Roni Romansyah.

Menurutnya, kasus seperti ini bukan kejadian pertama.

Hanya saja, sebagian besar sebelumnya tidak sampai viral atau terekspos ke publik.

“Kali ini ada di pelosok Bojongkapol, Bojonggambir. Hari ini terjadi kejadian sangat memprihatinkan, sajian MBG ada uletnya. Bukan kejadian pertama, sebelumnya juga ada,” ujar Roni saat dihubungi Selasa malam.

Ia menilai lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama kualitas makanan bisa lolos dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Padahal program MBG menggunakan anggaran besar dan menjadi salah satu program prioritas nasional.

“Jangan mentang-mentang dapurnya di pelosok, pengelolaannya jadi sembarangan. Masakan tidak higienis,” tegasnya.

Pernyataan itu langsung memicu diskusi luas di media sosial.

Banyak warga mempertanyakan standar pengawasan dapur penyedia makanan MBG, terutama di wilayah pelosok.

Polisi dan Satgas MBG Langsung Turun Tangan

Setelah video viral, aparat kepolisian langsung bergerak melakukan penelusuran.

Kapolsek Bojonggambir Iptu Agus Sukmana membenarkan pihaknya sedang menyelidiki video yang beredar.

“Memang kami akan telusuri. Video yang beredar ada hidangan diduga MBG ada uletnya,” ujarnya.

Selain kepolisian, Ketua Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya, Ruby Azhara, juga menyatakan pihaknya sudah menurunkan tim ke lapangan.

Menurutnya, tim akan mengecek langsung SPPG atau dapur penyedia makanan yang diduga terkait dengan hidangan tersebut.

“Terima kasih atas informasinya. Kami akan turunkan tim untuk menelusuri dan mendeteksi laporan ini,” katanya singkat.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan kebenaran video sekaligus mengevaluasi sistem distribusi makanan MBG.

Program Generasi Emas Kini Dipertanyakan

Program Makan Bergizi Gratis selama ini digagas untuk mendukung kualitas kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia.

Karena itu, kasus seperti ini dinilai sangat sensitif.

Apalagi makanan yang dibagikan menyasar kelompok penerima manfaat seperti anak-anak dan masyarakat tertentu.

Roni Romansyah menilai jika pengawasan tidak diperketat, kepercayaan masyarakat terhadap program MBG bisa menurun.

“Presiden sudah gelontorkan program untuk anak bangsa. Tapi pengelola di bawah diduga asal-asalan dalam menyalurkan gizinya ke KPM,” katanya.

Ia bahkan mendesak agar aparat penegak hukum ikut memeriksa pihak dapur penyedia jika terbukti lalai dalam menjaga kualitas makanan.

Menurutnya, audit harus dilakukan agar ada efek jera dan perbaikan sistem ke depan.

Higienitas Dapur Jadi Sorotan

Kasus ini juga memunculkan perhatian terhadap standar kebersihan dapur penyedia makanan program pemerintah.

Di sejumlah komentar media sosial, warga mulai mempertanyakan:

  • bagaimana proses pengolahan makanan,
  • siapa yang melakukan pengecekan kualitas,
  • dan bagaimana sistem distribusinya.

Karena bagi masyarakat, persoalannya bukan hanya soal satu ulat.

Tetapi soal kepercayaan.

Ada orang tua yang mulai khawatir terhadap kualitas makanan yang diterima anak-anak mereka. Ada pula warga yang mempertanyakan apakah pemeriksaan bahan makanan dilakukan secara rutin atau tidak.

Dan keresahan seperti itu tumbuh cepat setelah video viral.

“Jangan Sampai Merasa Kebal”

Roni juga menegaskan bahwa pengelola program tidak boleh merasa kebal hukum hanya karena membawa nama program nasional.

Ia meminta momentum ini menjadi titik evaluasi serius.

“Saya minta hari ini. Presiden sudah instruksi, dapurnya harus diaudit. Perlu ke ranah hukum agar ada perbaikan,” tegasnya.

Menurutnya, program sebesar MBG harus dijaga kualitasnya sejak tingkat paling bawah.

Karena tujuan utama program tersebut adalah menyiapkan generasi sehat, bukan justru memunculkan masalah baru akibat kelalaian pengelolaan makanan.

Warga Soroti Pengawasan di Pelosok

Kasus di Bojongkapol juga membuka diskusi soal pengawasan program pemerintah di wilayah pelosok.

Sebagian warga menilai standar pengawasan kadang berbeda antara kota dan daerah terpencil.

Padahal kualitas makanan seharusnya tetap sama.

Di lokasi pelosok, distribusi makanan memang sering menghadapi tantangan tersendiri. Mulai dari akses jalan, penyimpanan bahan makanan, hingga keterbatasan fasilitas dapur.

Namun masyarakat menilai kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas layanan.

Karena makanan yang dibagikan menyangkut kesehatan generasi bangsa.

Dan satu kelalaian kecil bisa berdampak besar terhadap kepercayaan publik.

Program Makan Bergizi Gratis seharusnya memberi rasa aman bagi masyarakat.

Karena ketika makanan untuk generasi masa depan mulai dipertanyakan kualitasnya, yang rusak bukan cuma menu di atas piring… tetapi juga kepercayaan publik terhadap program itu sendiri. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Daycare Jogja

    53 Anak Jadi Korban! Kasus Daycare Jogja Bisa Dijerat KUHP Terbaru

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Kasus daycare Jogja mengguncang publik tanah air. Dugaan pemberian obat penenang dan kekerasan seksual dalam kasus daycare Jogja ini langsung memicu kemarahan luas. Skandal daycare di Yogyakarta tersebut kini tidak hanya menjadi isu sosial, tetapi juga berpotensi menjadi perkara pidana berat di bawah KUHP terbaru dan undang-undang perlindungan anak. Yang membuat publik […]

  • kontes bonsai Tasikmalaya

    Kontes Bonsai Tasik Meledak, Harga Tanaman Tembus Fantastis

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kontes bonsai Tasikmalaya berubah jadi magnet nasional ketika 548 bonsai memenuhi area parkir Asia Plaza, Sabtu (25/4/2026). Ajang pameran bonsai nasional ini tidak hanya menghadirkan ratusan peserta, tetapi juga menegaskan posisi Tasikmalaya dalam peta event bonsai nasional dan geliat bonsai Indonesia. Area parkir yang biasanya dipadati kendaraan kini berubah seperti galeri […]

  • Operasi Patuh 2026

    Bukan Sekadar Tilang, Ini Pesan Penting di Balik Operasi Patuh 2026

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi hari di sebuah persimpangan kota biasanya selalu sama. Lampu lalu lintas berganti dari merah ke hijau. Deretan sepeda motor mulai bergerak perlahan. Suara knalpot bercampur dengan bunyi klakson pendek yang sesekali terdengar dari belakang antrean. Di sisi jalan, seorang pengendara terlihat buru-buru mengenakan helm sambil sesekali melirik jam di layar […]

  • kesbangpol ciamis

    Bakesbangpol Ciamis Dorong Literasi Politik Desa untuk Perkuat Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Penguatan literasi politik desa di Ciamis dipandang krusial untuk menjaga kualitas demokrasi dan partisipasi warga. albadarpost.com, PELITA – Perbincangan mengenai literasi politik desa kembali mencuat di Ciamis. Kepala Bakesbangpol Ciamis, DR. R. Yadi Tisyadi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kualitas demokrasi di tingkat lokal bergantung pada sejauh mana warga desa memahami hak dan peran mereka dalam […]

  • Madrasah Ramah Anak

    Lawan Bullying, Polresta Tasikmalaya Masuk ke Madrasah

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas kekerasan memasuki babak baru di Kota Tasikmalaya. Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tasikmalaya meluncurkan program Madrasah Ramah Anak, sebuah gerakan kolaboratif untuk membangun sekolah ramah anak, mencegah bullying, serta menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Deklarasi tersebut […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin memimpin apel pagi dan halal bihalal Pemkab Tasikmalaya setelah Idulfitri 1447 H.

    Suasana Haru di Apel Perdana Pemkab Tasikmalaya Usai Lebaran, Ini Pesan Bupati Cecep

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam Halal Bihalal Pemkab Tasikmalaya yang digelar bersamaan dengan apel pagi perdana setelah Idulfitri 1447 H. Kegiatan halal bihalal Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ini dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi di halaman utama Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Rabu […]

expand_less