Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bakesbangpol Ciamis Dorong Literasi Politik Desa untuk Perkuat Demokrasi

Bakesbangpol Ciamis Dorong Literasi Politik Desa untuk Perkuat Demokrasi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penguatan literasi politik desa di Ciamis dipandang krusial untuk menjaga kualitas demokrasi dan partisipasi warga.

albadarpost.com, PELITA – Perbincangan mengenai literasi politik desa kembali mencuat di Ciamis. Kepala Bakesbangpol Ciamis, DR. R. Yadi Tisyadi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kualitas demokrasi di tingkat lokal bergantung pada sejauh mana warga desa memahami hak dan peran mereka dalam pemerintahan. Baginya, demokrasi yang sehat tidak lahir dari prosedur semata, tetapi dari warga yang paham bagaimana kebijakan disusun dan apa dampaknya bagi kehidupan sehari-hari.

Ia menilai, desa merupakan ruang pertama tempat nilai-nilai demokrasi diuji. Di sinilah warga berhadapan langsung dengan musyawarah, pelayanan publik, hingga pengelolaan anggaran. Tanpa literasi politik desa yang memadai, ruang partisipasi bisa menyempit. Warga mudah tersisih dan hanya menjadi penonton dalam proses pengambilan keputusan yang mestinya melibatkan mereka.

Kepala Bakesbangpol itu mengingatkan bahwa hubungan antara pemahaman politik dan kualitas kebijakan sangat erat. Ketika warga memahami cara kerja pemerintahan, proses aspirasi berjalan lebih tepat. Mereka bisa mengawasi jalannya program dan memastikan pembangunan desa tidak melenceng dari kebutuhan publik.


Tantangan Informasi di Era Digital

Dalam penjelasannya, Yadi menyoroti tantangan baru yang dihadapi desa. Arus informasi yang cepat membuat warga rentan terhadap kabar palsu, opini menyesatkan, dan isu politik tanpa sumber yang jelas. Demokrasi desa yang sehat, katanya, hanya mungkin tumbuh bila warganya mampu menilai informasi secara kritis.

Baca juga: Di Hari Pahlawan, Disporabudpar Dorong Pemuda Tasikmalaya Perkuat Daya Saing Ekonomi Digital

Ia menjelaskan bahwa literasi politik desa tidak selalu harus dibungkus bahasa teknis. Pendekatan yang rumit justru menjauhkan warga dari proses politik. Pemerintah desa, menurutnya, perlu menghadirkan komunikasi yang sederhana dan mudah dicerna, baik melalui diskusi warga, forum musyawarah, maupun sosialisasi rutin.

Transparansi juga mendapat penekanan. Ketika warga memahami alur kebijakan dan mekanisme pemerintahan desa, ruang kontrol publik semakin terbuka. Interaksi antara pemerintah dan masyarakat menjadi lebih seimbang. Ia menyebut bahwa demokrasi bertumpu pada hubungan yang setara antara pengambil kebijakan dan masyarakat yang mengawasi.


Forum Desa Kaso dan Pesan yang Lebih Luas

Pernyataan itu disampaikan dalam forum dialog di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, pada 14 November 2025. Acara tersebut mempertemukan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemuda untuk membahas strategi meningkatkan partisipasi politik menjelang berbagai agenda pemerintahan desa.

Meski digelar di satu desa, Yadi menekankan bahwa pesan tersebut berlaku untuk seluruh wilayah di Ciamis. Setiap desa, katanya, memiliki dinamika politik dan sosial yang berbeda. Beberapa menghadapi tantangan rendahnya partisipasi, sementara yang lain masih berhadapan dengan minimnya pemahaman terhadap prosedur pemerintahan.

Baca juga: KJRI Guangzhou Pulangkan Korban Pengantin Pesanan dan Dorong Penindakan TPPO

Diskusi berlangsung hidup. Para peserta menanyakan langkah-langkah praktis untuk mendorong kesadaran politik, mulai dari metode sosialisasi hingga cara menarik keikutsertaan kelompok muda. Pertanyaan-pertanyaan itu, menurut Yadi, menunjukkan bahwa kebutuhan penguatan literasi politik desa semakin mendesak.

Ia menutup penyampaiannya dengan ajakan agar ruang dialog tetap dibuka. Demokrasi, katanya, tumbuh melalui percakapan yang terus berjalan. Warga perlu membiasakan diskusi politik tidak hanya di forum formal, tetapi juga dalam obrolan sehari-hari di warung kopi, pertemuan RT, dan ruang-ruang interaksi sosial lainnya.

Yadi menyebut bahwa desa yang warganya melek politik akan menjadi ruang belajar bersama. Partisipasi tumbuh, kebijakan lebih tepat, dan pengawasan berjalan lebih kuat. Dari desa, kualitas demokrasi Ciamis dibangun secara perlahan namun terarah.

Penguatan literasi politik desa di Ciamis dinilai penting untuk memperkuat partisipasi warga dan menjaga stabilitas demokrasi lokal. (Red/Arrian)


.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • manajemen sekolah

    Strategi Manajemen Sekolah Efektif di Tengah Anggaran Terbatas

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Sekolah dengan keterbatasan anggaran tetap dapat menjaga mutu pendidikan jika menerapkan manajemen sekolah yang efektif dan terukur. Di tengah tekanan biaya operasional, tuntutan kualitas pembelajaran, serta ekspektasi publik, pengelolaan sekolah tidak lagi bisa bertumpu pada dana semata, melainkan pada ketepatan strategi dan disiplin tata kelola. Fakta ini terlihat dari praktik sejumlah sekolah […]

  • Suasana muslim berdoa dan membaca Al-Qur'an di masjid pada malam Ramadhan yang penuh ketenangan

    Rahasia Besar di Balik Bulan Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bulan suci selalu datang membawa harapan baru bagi umat Islam. Namun di balik euforia ibadah dan tradisi yang meriah, makna Ramadhan sering kali tidak benar-benar dipahami secara mendalam. Banyak orang fokus pada rutinitas puasa, sahur, dan berbuka, tetapi lupa pada hakikat Ramadhan, esensi puasa, serta tujuan spiritual Ramadhan yang sebenarnya. Padahal […]

  • cinta dunia

    Cinta Dunia, Sumber Berbagai Dosa

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Umat Islam kembali diingatkan agar tidak terjebak pada cinta dunia yang berlebihan karena berpotensi merusak amal dan membuka pintu dosa. Peringatan ini merujuk pada Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW yang secara tegas menyebut dunia sebagai ujian, bukan tujuan utama kehidupan manusia. Pesan tersebut relevan di tengah kehidupan modern yang menempatkan harta, […]

  • Khutbah Arafah

    Arab Saudi Siarkan Khutbah Arafah ke 35 Bahasa Dunia

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pelaksanaan Khutbah Arafah pada musim haji 2026 dipastikan akan terasa lebih dekat bagi umat Islam dunia, termasuk jamaah asal Indonesia. Pemerintah Arab Saudi resmi menghadirkan layanan penerjemahan khutbah Hari Arafah ke dalam 35 bahasa internasional dan menyiarkannya secara global melalui platform digital resmi. Langkah ini langsung mendapat perhatian luas karena khutbah […]

  • wisata Garut Nataru

    Garut Dominasi Kunjungan Wisata Nataru Priangan Timur

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    BPS Jawa Barat memproyeksikan Garut menjadi tujuan wisata utama Priangan Timur saat libur Nataru 2026. albadarpost.com, FOKUS – Kabupaten Garut diproyeksikan menjadi tujuan utama wisatawan nusantara di wilayah Priangan Timur pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Proyeksi ini penting karena mencerminkan arah pergerakan wisata akhir tahun yang berdampak langsung pada kesiapan layanan […]

  • Tokoh Quraisy

    Quraisy: Musuh Awal Islam yang Justru Jadi Penentu Sejarah

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bangsa Quraisy, suku Quraisy, atau kaum Quraisy selama ini sering ditempatkan dalam satu posisi: penentang awal dakwah Nabi Muhammad. Namun, benarkah sesederhana itu? Fakta sejarah justru menunjukkan gambaran yang jauh lebih kompleks—bahkan penuh ironi. Di satu sisi, mereka menjadi kelompok yang paling keras menolak Islam. Namun di sisi lain, dari tangan merekalah […]

expand_less