15 UMKM Naik Kelas, Ciamis Bangun Pusat Ekonomi Halal Baru
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Zona KHAS Karangkamulyan Ciamis 2026, UMKM halal binaan Bank Indonesia Tasikmalaya, ekonomi syariah dan QRIS Priangan Timur, Jumat (5/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Zona KHAS Ciamis resmi hadir di Karangkamulyan. Kehadiran kawasan kuliner halal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi syariah sekaligus membuka peluang baru bagi UMKM halal di Priangan Timur.
Peluncuran tersebut berlangsung dalam rangkaian Jalinan Sinergi Ekonomi Syariah (JAZIRAH) x Ciamis Creative Expo (CCE) 2026 yang digelar pada 5–7 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 sekaligus perayaan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis.
Bagi masyarakat, Zona KHAS atau Kuliner Halal, Aman, dan Sehat bukan sekadar deretan kios makanan. Kawasan ini menjadi simbol perubahan. Di tengah meningkatnya kebutuhan produk halal dan tren wisata berbasis pengalaman, Karangkamulyan mulai menempatkan diri sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah baru di Jawa Barat.
Karangkamulyan Diproyeksikan Jadi Percontohan Nasional
Rest Area Karangkamulyan kini memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar tempat singgah perjalanan.
Bank Indonesia Tasikmalaya bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan mendorong kawasan tersebut menjadi pionir Zona KHAS pada rest area non-tol pertama di Indonesia. Jika berhasil, model pengembangan ini berpeluang direplikasi di berbagai daerah lain.
Kepala BI Tasikmalaya Laura Rulida Eka mengatakan JAZIRAH x CCE 2026 bertujuan memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di Priangan Timur.
Karena itu, kegiatan tidak hanya berfokus pada promosi produk. Sebaliknya, agenda disusun untuk memperkuat rantai nilai halal, memperluas akses pembiayaan syariah, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta mempercepat digitalisasi ekonomi masyarakat.
UMKM Halal Didorong Naik Kelas
Sebelum peluncuran Zona KHAS berlangsung, Bank Indonesia Tasikmalaya telah melakukan pendampingan terhadap 15 UMKM di kawasan Karangkamulyan.
Pendampingan tersebut mencakup sertifikasi halal, peningkatan kualitas produk, penguatan tata kelola usaha, hingga pengembangan kapasitas produksi.
Langkah ini menjadi penting karena persaingan pasar saat ini tidak lagi hanya bergantung pada rasa atau harga produk. Konsumen juga semakin memperhatikan aspek legalitas, keamanan pangan, dan jaminan halal.
Dengan sertifikasi halal yang dimiliki, pelaku usaha memperoleh peluang lebih besar untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Selain itu, keberadaan Zona KHAS membuka kesempatan bagi UMKM lokal untuk tampil dalam ekosistem yang lebih terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
QRIS dan Ekonomi Digital Jadi Penggerak Baru
Di sisi lain, transformasi digital juga menjadi perhatian utama dalam gelaran JAZIRAH x CCE 2026.
Bank Indonesia terus mendorong perluasan penggunaan QRIS agar transaksi masyarakat berlangsung lebih cepat, aman, dan efisien.
Karena itu, berbagai sesi edukasi transaksi digital turut hadir selama kegiatan berlangsung.
Pengunjung tidak hanya melihat produk UMKM, tetapi juga dapat memahami bagaimana teknologi keuangan membantu usaha kecil berkembang lebih cepat.
Melalui pendekatan tersebut, pelaku UMKM memperoleh dua keuntungan sekaligus. Mereka mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan sistem pembayaran yang lebih modern.
Tiga Hari Penuh Aktivitas dan Kolaborasi
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku usaha, komunitas, akademisi, lembaga keuangan syariah, serta masyarakat umum.
Rangkaian acara mencakup showcase UMKM halal, pameran ekonomi kreatif, business matching pembiayaan syariah, booth keuangan sosial syariah, workshop UMKM go digital, workshop go halal, talkshow ekonomi syariah, hingga berbagai perlombaan edukatif.
Suasana kolaboratif menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan ini.
Pelaku usaha bertemu calon investor. Komunitas bertukar gagasan. Masyarakat mendapatkan literasi baru. Sementara itu, pemerintah dan lembaga keuangan memperkuat dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itulah JAZIRAH x CCE 2026 tidak hanya menjadi agenda pameran tahunan. Kegiatan ini menghadirkan ruang pertemuan yang mempercepat lahirnya peluang usaha, kerja sama, dan inovasi baru.
Pada akhirnya, keberhasilan Zona KHAS Ciamis tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung atau nilai transaksi yang tercipta selama acara berlangsung.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kawasan ini mampu melahirkan UMKM yang lebih kuat, memperluas ekonomi halal, serta menciptakan pertumbuhan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Jika langkah besar ekonomi halal nasional dimulai dari daerah, maka Karangkamulyan sedang membuktikan bahwa perubahan itu tidak selalu lahir dari kota besar. Kadang, ia tumbuh dari rest area sederhana yang berani bermimpi lebih jauh. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar