Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Hadis tentang Utang Ini Kini Menusuk di Tengah Hidup yang Makin Berat

Hadis tentang Utang Ini Kini Menusuk di Tengah Hidup yang Makin Berat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 366
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam itu rumah sebenarnya tenang.

Televisi masih menyala kecil di ruang tamu. Anak-anak sudah tidur. Namun seorang ayah belum juga memejamkan mata. Tangannya memegang ponsel. Berkali-kali ia membuka aplikasi mobile banking, lalu menutupnya lagi pelan-pelan.

Besok cicilan jatuh tempo.

Situasi seperti itu hari ini semakin sering terjadi di banyak keluarga Indonesia.

Hadis hutang yang dulu hanya terdengar sebagai nasihat agama kini terasa sangat nyata. Di tengah tekanan ekonomi, gaya hidup modern, dan budaya ingin terlihat sukses, banyak rumah tangga perlahan kehilangan ketenangan karena utang.

Awalnya mungkin hanya satu cicilan.

Lalu bertambah menjadi beberapa tagihan sekaligus.

Rumah masih berdiri. Keluarga masih terlihat baik-baik saja. Tetapi suasana di dalamnya mulai berubah sedikit demi sedikit.

Rasulullah SAW Sudah Mengingatkan tentang Bahaya Utang

Rasulullah SAW ternyata sering berdoa agar dijauhkan dari lilitan utang.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Nabi Muhammad SAW berdoa:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan lilitan utang.”

(HR. Bukhari)

Ketika sahabat bertanya mengapa beliau begitu sering meminta perlindungan dari utang, Rasulullah menjelaskan bahwa orang yang terlilit utang mudah berkata dusta dan ingkar janji.

Hari ini, nasihat itu terasa semakin dekat dengan kehidupan banyak orang.

Sebab tekanan utang sering mengubah perilaku seseorang tanpa disadari.

Ada yang mulai menghindari telepon. Ada yang takut bertemu teman karena pernah meminjam uang. Bahkan ada pasangan suami istri yang perlahan kehilangan kehangatan hanya karena terlalu sering memikirkan tagihan bulanan.

Rumah Tangga Tidak Selalu Hancur karena Orang Ketiga

Banyak orang mengira keretakan keluarga selalu datang karena perselingkuhan atau konflik besar.

Padahal kenyataannya, masalah ekonomi sering menjadi api kecil yang membesar diam-diam.

Awalnya hanya pembicaraan sederhana:
“Uang belanja masih ada?”
“Tagihan listrik sudah dibayar?”
“Cicilan motor jatuh tempo kapan?”

Namun ketika penghasilan tidak lagi cukup menutup kebutuhan, percakapan kecil mulai berubah menjadi ketegangan.

Suara anak-anak yang dulu menghangatkan rumah perlahan tergantikan oleh suasana cemas.

Bahkan ada keluarga yang tetap tersenyum di depan tetangga, tetapi diam-diam tidur dengan pikiran berat setiap malam.

Gaya Hidup Modern Membuat Banyak Orang Terjebak

Dulu orang tua membeli barang setelah benar-benar punya uang.

Sekarang banyak orang membeli dulu, memikirkan bayarnya belakangan.

Media sosial ikut memperbesar tekanan itu.

Setiap hari orang melihat teman memamerkan mobil baru, liburan, atau gaya hidup mewah. Lama-lama muncul perasaan tertinggal.

Padahal belum tentu semua yang terlihat indah di media sosial benar-benar nyaman dalam kehidupan nyata.

Karena ingin terlihat berhasil, sebagian orang akhirnya memaksakan diri mengambil cicilan di luar kemampuan.

Rasulullah SAW sebenarnya sudah mengingatkan agar umatnya hidup sederhana dan tidak berlebihan.

Beliau bersabda:

“Sebaik-baik urusan adalah yang pertengahan.”

(HR. Baihaqi)

Nasihat itu terasa sederhana. Namun di zaman sekarang, menjalani hidup secukupnya justru menjadi sesuatu yang berat bagi banyak orang.

Utang Bukan Sekadar Angka

Yang paling melelahkan dari utang sering kali bukan jumlahnya.

Melainkan rasa takut yang datang setiap hari.

Takut ponsel berbunyi. Takut ditagih. Dan takut anak meminta kebutuhan sekolah saat uang sedang kosong.

Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda:

“Jiwa seorang mukmin masih tergantung karena utangnya sampai utang itu dilunasi.”

(HR. Tirmidzi)

Karena itu, Islam memandang utang bukan perkara ringan.

Utang memang boleh dalam kondisi tertentu. Namun Islam mengajarkan tanggung jawab dan kehati-hatian.

Allah SWT juga berfirman:

“Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.”

(QS. Al-Baqarah: 282)

Ayat itu menunjukkan bahwa urusan utang harus dijaga dengan serius, jelas, dan penuh tanggung jawab.

Banyak Orang Baru Paham Setelah Mengalaminya

Ada nasihat orang tua zaman dulu yang sekarang terasa masuk akal:
“Kalau belum mampu, jangan dipaksakan.”

Kalimat itu mungkin terdengar kuno. Namun hari ini banyak orang mulai memahami maksudnya setelah merasakan sendiri beratnya hidup dengan cicilan yang terus berjalan.

Sebab ketenangan ternyata bukan datang dari banyaknya barang yang dimiliki.

Melainkan dari hati yang tidak terus-menerus dibebani tagihan.

Kadang yang paling membuat rumah terasa dingin bukan bocornya atap atau sempitnya ruangan — tetapi utang yang diam-diam menghilangkan tenang, tawa, dan rasa nyaman di dalam keluarga. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Lahan Ciamis

    Kebakaran Lahan Ancam SMPN 2 Banjarsari

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran lahan Ciamis menghanguskan sekitar dua hektare lahan di Dusun Cicapar, Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026). Peristiwa lahan terbakar Ciamis itu sempat memicu kepanikan karena kobaran api berada sangat dekat dengan SMPN 2 Banjarsari dan berpotensi merembet ke bangunan sekolah. Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.05 WIB. Angin […]

  • jalur evakuasi Sukabumi

    Rambu Evakuasi Sudah Dipasang, PMI Ingatkan Hal Ini

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalur evakuasi Sukabumi diperkuat dengan pemasangan rambu evakuasi di tiga desa pesisir selatan yang memiliki risiko gempa bumi dan tsunami. PMI Kabupaten Sukabumi bersama Japanese Red Cross Society (JRCS) memasang rambu tersebut di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, serta Desa Cikahuripan dan Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok, Minggu, 16 Agustus 2026. Berdasarkan informasi […]

  • pemberantasan judi online

    Pemerintah Perkuat Pemberantasan Judi Online di Jawa Barat

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Pemerintah pusat dan Jawa Barat memperkuat koordinasi pemberantasan judi online setelah data PPATK mencatat 2,6 juta pemain. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah pusat menegaskan langkah pemberantasan judi online di Jawa Barat setelah laporan terbaru menunjukkan 2,6 juta warga terlibat sepanjang 2025. Tekanan meningkat karena sebagian pelaku berasal dari keluarga penerima bantuan sosial, menandakan perluasan masalah hingga […]

  • Gaji Guru Rp5 Juta

    DPR Dorong Gaji Layak Guru Minimal Rp5 Juta

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kesejahteraan guru kembali menjadi perhatian nasional. Usulan gaji guru Rp5 juta yang didorong Komisi X DPR RI muncul setelah berbagai data menunjukkan bahwa penghasilan tenaga pendidik, terutama guru honorer, masih jauh dari kategori layak. Dikutip dari laman resmi DPR RI, usulan peningkatan kesejahteraan guru tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam […]

  • Anggaran MBG

    Resmi! MK Larang Dana MBG Masuk Anggaran Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anggaran MBG atau anggaran Program Makan Bergizi Gratis resmi menjadi perhatian publik setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan penting yang mengubah arah penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Melalui Putusan MK Nomor 40/PUU-XXIV/2026, hakim konstitusi menegaskan bahwa anggaran MBG yang bukan merupakan komponen utama pendidikan wajib dipisahkan dari anggaran operasional pendidikan […]

  • Padakembang Maju

    Padakembang Bersatu di 1 Muharram 1448 H, Satu Keinginan Menuju Kemajuan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Menjelang datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, suasana berbeda mulai terasa di berbagai pelosok Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Dari jalan lingkungan hingga halaman masjid, perbincangan warga mengarah pada satu agenda yang sama: peringatan 1 Muharram yang tahun ini mengusung semangat “Satu Keinginan Padakembang Maju.” Tema tersebut bukan sekadar slogan kegiatan, melainkan ajakan […]

expand_less