Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kenapa Rasulullah Melarang Tertawa Berlebihan? Ini Penjelasannya

Kenapa Rasulullah Melarang Tertawa Berlebihan? Ini Penjelasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Suara tawa pecah di sebuah warung kopi kecil selepas magrib. Beberapa orang duduk melingkar sambil menatap layar ponsel. Video lucu lewat. Disusul video lain. Lalu tawa kembali meledak.

Kadang keras sekali.

Sampai ada yang menepuk meja.

Pemandangan seperti itu sekarang terasa biasa. Di media sosial pun sama. Orang tertawa hampir tanpa jeda. Timeline dipenuhi candaan, meme, parodi, dan hiburan cepat yang terus bergerak. Semua tampak ringan. Semua tampak menyenangkan.

Namun di tengah suasana seperti itu, ada satu hadis Nabi Muhammad SAW yang sering membuat banyak orang tiba-tiba diam.

“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa dapat mematikan hati.”
(HR Tirmidzi)

Kalimat itu pendek. Tetapi entah kenapa terasa menancap.

Sebagian orang mungkin langsung bertanya-tanya. Apakah Islam melarang tertawa? Apakah menjadi ceria dianggap buruk?

Ternyata bukan itu maksudnya.

Rasulullah SAW bukan sosok yang dingin. Beliau justru dikenal ramah dan lembut. Wajahnya sering dihiasi senyum. Para sahabat bahkan merasa nyaman berada di dekat beliau karena sikapnya hangat.

Tetapi Rasulullah memahami sesuatu yang sering luput disadari manusia: hati bisa perlahan keras tanpa terasa.

Dan salah satu tandanya kadang muncul dari tawa yang berlebihan.

Ketika Tawa Tidak Lagi Sekadar Tawa

Dalam kehidupan sehari-hari, tertawa memang terasa menenangkan. Orang yang sedang penat biasanya mencari hiburan. Itu manusiawi.

Namun masalahnya mulai muncul ketika seseorang terlalu tenggelam dalam hiburan sampai kehilangan ruang untuk merenung.

Hari-harinya penuh candaan. Pikirannya sibuk mencari lucu. Hatinya terlalu ramai oleh gelak tawa, tetapi anehnya terasa kosong saat sendirian.

Di situlah para ulama menjelaskan makna hadis tersebut.

Yang diperingatkan Rasulullah bukan senyumnya. Bukan juga kebahagiaannya. Melainkan kondisi hati yang perlahan lalai karena terlalu banyak tertawa tanpa arah.

Imam Al-Ghazali pernah menjelaskan bahwa hati manusia membutuhkan keseimbangan. Ada waktu untuk bergembira, tetapi ada juga waktu untuk diam dan mengingat akhirat.

Sebab hati yang terus-menerus dipenuhi hiburan biasanya sulit peka.

Nasihat masuk sebentar, lalu hilang lagi.

Rasulullah SAW Juga Pernah Bercanda

Menariknya, Rasulullah SAW beberapa kali bercanda dengan para sahabat. Namun candaan beliau tidak pernah berlebihan.

Tidak menyakiti.

Tidak menghina.

Dan tidak dusta.

Dalam sebuah kisah, ada seorang perempuan tua meminta didoakan masuk surga. Rasulullah lalu berkata bahwa di surga tidak ada nenek-nenek. Perempuan itu sempat sedih. Beliau kemudian tersenyum dan menjelaskan bahwa semua penghuni surga akan kembali muda.

Para sahabat tertawa. Tetapi dari candaan itu tetap ada kelembutan.

Ada adab.

Ada pelajaran.

Karena itu, Islam sebenarnya tidak memusuhi kebahagiaan. Islam hanya menjaga agar manusia tidak kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Hari ini, orang bisa tertawa berjam-jam di depan layar, tetapi sulit menangis saat mendengar ayat Al-Qur’an. Itu yang membuat hadis tentang tertawa berlebihan terasa begitu relevan.

Hati yang Sibuk Tertawa Kadang Lupa Pulang

Ada momen ketika seseorang pulang malam setelah seharian sibuk dengan hiburan dan media sosial. Badannya lelah, tetapi pikirannya masih penuh suara.

Video lucu.

Candaan.

Komentar.

Potongan-potongan tawa.

Namun saat suasana mulai sunyi, muncul rasa hampa yang sulit dijelaskan.

Islam melihat hati manusia lebih dalam dari sekadar ekspresi wajah.

Karena itu Allah SWT berfirman:

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?”
(QS Al-Hadid: 16)

Ayat ini sering membuat banyak orang tersentak. Sebab yang dinilai bukan seberapa sering seseorang tertawa, melainkan apakah hatinya masih hidup ketika mengingat Allah.

Kadang manusia terlihat paling ramai di luar, tetapi paling sepi di dalam.

Bahagia dalam Islam Tidak Dilarang

Islam tidak meminta umatnya menjadi muram sepanjang waktu.

Tidak.

Rasulullah SAW tetap tersenyum. Para sahabat juga bercanda. Anak-anak tetap bermain. Kehidupan tetap berjalan hangat.

Namun Islam mengajarkan satu hal penting: jangan sampai hati mati pelan-pelan hanya karena terlalu sibuk mencari hiburan.

Sebab hati yang hidup biasanya mudah tersentuh.

Mudah bersyukur.

Mudah meminta maaf.

Dan masih bisa menangis dalam doa.

Sedangkan hati yang terlalu keras sering merasa semua baik-baik saja, bahkan ketika dirinya mulai jauh dari Allah.

Mungkin itu sebabnya Rasulullah SAW mengingatkan umatnya tentang tertawa berlebihan.

Bukan karena Islam anti bahagia.

Tetapi karena beliau tahu, manusia yang terlalu sibuk tertawa kadang lupa mendengar suara hatinya sendiri.

Dan ketika hati sudah terlalu lama bising, manusia perlahan kehilangan arah tanpa sadar.

Sebab pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling keras tertawa.

Melainkan siapa yang hatinya tetap hidup saat dunia sedang ramai-ramainya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • korupsi dana desa

    Mengapa Dana Desa Rentan Diselewengkan?

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Korupsi dana desa berulang karena pengawasan lemah, desain kebijakan timpang, dan tata kelola yang tidak solid. Dana Besar di Level Terkecil albadarpost.com, PERSPEKTIF – Penetapan Kepala Desa Mancagar sebagai tersangka korupsi dana desa kembali membuka satu pertanyaan mendasar: mengapa kebijakan dana desa sejak diluncurkan pada 2015 masih sangat rentan terhadap penyimpangan? Kasus Kuningan bukan insiden […]

  • Lomba Jurnalistik Bhayangkara 2026

    Hadiah Puluhan Juta Menanti! Lomba Jurnalistik Bhayangkara 2026 Resmi Dibuka

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polda Jawa Barat resmi membuka Lomba Jurnalistik HUT Bhayangkara Tahun 2026 yang ditujukan bagi wartawan media cetak, online, dan elektronik. Kompetisi yang mengusung tema besar “Polri Presisi untuk Masyarakat” ini berlangsung hingga 27 Juni 2026 dan menawarkan total hadiah puluhan juta rupiah bagi karya terbaik yang mengangkat kisah inspiratif pelayanan kepolisian […]

  • Pengurus dan Manajer Koperasi

    Peran Pengurus dan Manajer Masih Tertukar, Ini Penyebab Koperasi Jalan di Tempat

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengurus dan manajer koperasi Tasikmalaya ternyata masih sering dipahami secara keliru oleh masyarakat. Padahal, perbedaan peran keduanya menjadi pondasi penting dalam membangun koperasi modern yang sehat, profesional, dan mampu berkembang di tengah persaingan usaha yang makin ketat. Fenomena itu disoroti Pimpinan Administrasi DenLegal (Perusahaan Jasa Pengurusan Izin Usaha dan Legal) Tasikmalaya, […]

  • Hari Arafah

    Hari Arafah Disebut Waktu Mustajab, Ini Dalil dan Keutamaannya

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak sedikit umat Islam yang merasa suasana Hari Arafah berbeda dibanding hari-hari biasa. Ada yang mendadak lebih tenang. Ada juga yang tiba-tiba ingin memperbanyak doa tanpa tahu kenapa. Padahal secara kasat mata, harinya tetap sama. Matahari tetap terbit. Jalanan tetap ramai. Notifikasi ponsel tetap berbunyi. Namun bagi banyak orang, Hari Arafah memang […]

  • Muscab PPP Tasikmalaya

    Muscab PPP Tasikmalaya Memanas, Otong Koswara Angkat Suara

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya mulai memanas jelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang tinggal menghitung hari, dijadwalkan pada 18 April 2026. Empat nama kini mencuat dan bersaing ketat memperebutkan kursi Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya periode 2026–2031. Mereka adalah Hilman Wiranata, Riko Restu Wijaya, Tedi Gunandi, dan Enjang Bilawini. Kontestasi […]

  • OTT Bupati Cilacap

    Kronologi OTT Bupati Cilacap: Dari Operasi Senyap hingga Pemeriksaan KPK

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus OTT Bupati Cilacap menjadi sorotan nasional setelah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan terhadap Syamsul Auliya Rachman. Operasi senyap itu memicu perhatian publik karena melibatkan kepala daerah aktif di Cilacap. Dalam perkembangan terbaru, penangkapan tersebut berkaitan dengan dugaan transaksi proyek pemerintah daerah. Sejak awal operasi, penyidik bergerak dengan strategi […]

expand_less