Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » 7 Kisah Umar bin Khattab yang Jarang Dibahas, Tapi Menggetarkan

7 Kisah Umar bin Khattab yang Jarang Dibahas, Tapi Menggetarkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 233
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Angin malam gurun Madinah berembus dingin ketika seorang pria bertubuh tinggi berjalan menyusuri lorong-lorong kota tanpa pengawal. Pakaiannya sederhana. Tidak ada tanda kemewahan. Di pundaknya, tergantung karung gandum yang tampak berat.

Pria itu adalah Umar bin Khattab.

Nama Umar bin Khattab selama ini dikenal sebagai simbol ketegasan dalam sejarah Islam. Namun di balik keberaniannya sebagai khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq, tersimpan banyak kisah yang memperlihatkan sisi lain seorang pemimpin: keras kepada dirinya sendiri, tetapi sangat lembut kepada rakyat kecil.

Dalam catatan sejarah Islam, Umar memimpin Kekhalifahan Islam pada 634–644 Masehi. Pada masa itu, wilayah Islam berkembang pesat hingga mencakup Persia, Syam, Mesir, dan sebagian besar Jazirah Arab. Meski memimpin wilayah luas, Umar justru hidup sangat sederhana.

Sejarawan Muslim Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah bahkan menyebut Umar sebagai pemimpin yang kerap turun langsung memeriksa kondisi rakyat pada malam hari.

1. Memikul Gandum Sendiri Saat Madinah Dilanda Kelaparan

Peristiwa itu terjadi saat Madinah mengalami krisis pangan besar yang dikenal sebagai Tahun Ramadah, sekitar tahun 18 Hijriah.

Malam itu Umar berjalan bersama ajudannya, Aslam. Dari kejauhan, terlihat api kecil menyala di dekat sebuah tenda lusuh. Umar mendengar suara anak-anak menangis.

Ketika didekati, seorang ibu terlihat mengaduk periuk berisi batu dan air. Ia sengaja melakukannya agar anak-anaknya mengira makanan sedang dimasak.

Umar terdiam cukup lama.

Dalam riwayat yang dicatat Imam Ath-Thabari, Umar langsung menuju Baitul Mal lalu mengangkat sendiri karung gandum dan minyak di punggungnya. Aslam mencoba membantu, tetapi Umar menolak.

“Apakah kau akan memikul dosaku di hari kiamat nanti?” kata Umar.

Sesampainya di tenda, Umar memasak sendiri makanan untuk keluarga itu. Asap kayu bakar membumbung tipis ke udara malam Madinah.

Ia baru pergi setelah melihat anak-anak itu tertidur dalam keadaan kenyang.

2. Tidur di Bawah Pohon Tanpa Pengawal

Kisah ini tercatat dalam banyak literatur sejarah Islam klasik.

Suatu hari, seorang utusan Romawi datang ke Madinah untuk menemui Umar bin Khattab. Ia membayangkan khalifah besar dengan istana megah dan penjagaan ketat.

Namun yang ditemukannya justru seorang pria tidur di bawah pohon kurma, berbantalkan tanah, tanpa pedang terhunus di sekelilingnya.

Utusan itu dikabarkan berkata:
“Engkau berlaku adil, maka engkau merasa aman.”

Kalimat tersebut kemudian terkenal dalam sejarah kepemimpinan Islam.

3. Memadamkan Lampu Negara untuk Urusan Pribadi

Di masa Umar bin Khattab, minyak lampu termasuk fasilitas penting negara.

Karena itu, Umar sangat berhati-hati menggunakannya.

Dalam kitab Sirah Umar bin Khattab karya Ali Muhammad Ash-Shallabi disebutkan, Umar pernah memadamkan lampu milik negara ketika pembicaraan beralih ke urusan pribadi.

Lalu ia menyalakan lampu miliknya sendiri.

Hal kecil itu menunjukkan satu hal penting: Umar takut mempertanggungjawabkan amanah negara, bahkan untuk setetes minyak.

4. Menolak Hidup Mewah Saat Rakyat Susah

Pada masa paceklik, Umar tidak mau menikmati makanan enak.

Ia menolak makan daging dan minyak samin sampai kondisi rakyat membaik. Wajahnya disebut berubah lebih pucat dan tubuhnya terlihat lebih kurus.

Beberapa riwayat menyebut Umar hanya makan roti kasar dicampur minyak biasa selama masa krisis berlangsung.

Ia tidak ingin rakyat lapar sementara pemimpinnya hidup nyaman.

5. Menghukum Anak Sendiri Tanpa Pandang Bulu

Ketegasan Umar bukan hanya berlaku kepada rakyat biasa.

Ketika putranya melanggar aturan, Umar tetap menjatuhkan hukuman sesuai hukum yang berlaku.

Ia tidak memakai kekuasaan untuk melindungi keluarga sendiri.

Karena itulah banyak ahli sejarah menyebut Umar sebagai salah satu simbol keadilan paling kuat dalam sejarah pemerintahan Islam.

6. Membentuk Sistem Administrasi Modern

Tidak banyak yang tahu, Umar bin Khattab juga dikenal sebagai administrator ulung.

Ia membentuk:

  • sistem penggajian tentara,
  • administrasi pajak,
  • pencatatan keuangan negara,
  • hingga kalender Hijriah yang masih digunakan umat Islam sampai hari ini.

Dalam buku The 100 karya Michael H. Hart, Umar disebut sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah dunia karena keberhasilannya membangun fondasi pemerintahan Islam yang kuat.

7. Memberi Ruang Rakyat untuk Mengkritik Pemimpin

Suatu ketika Umar ditegur seorang rakyat karena kain pakaiannya terlihat lebih panjang dibanding jatah umum.

Bukannya marah, Umar justru menjelaskan bahwa putranya memberikan bagian kain miliknya agar pakaian tersebut cukup panjang untuk tubuhnya yang tinggi.

Peristiwa itu menunjukkan satu hal penting: rakyat tidak takut berbicara di depan pemimpin.

Dan Umar tidak anti kritik.

Umar bin Khattab dan Warisan Kepemimpinan yang Masih Relevan

Hingga hari ini, nama Umar bin Khattab tetap hidup dalam banyak diskusi tentang kepemimpinan, keadilan sosial, dan integritas pejabat publik.

Bukan karena ia memiliki istana besar.

Bukan pula karena luas wilayah kekuasaannya.

Melainkan karena Umar memahami satu hal yang sering hilang dari banyak pemimpin: kekuasaan bukan alat untuk dihormati, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan sampai akhir hayat.

Umar bin Khattab tidak dikenang karena meninggalkan gedung pencakar langit atau singgasana emas. Ia hidup abadi dalam sejarah karena berani memikul lapar rakyat di pundaknya sendiri—sesuatu yang bahkan terlalu berat bagi banyak pemimpin hari ini. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Latja Akpol Tasikmalaya

    Polres Tasikmalaya Jadi Kawah Candradimuka Taruna Akpol 2026

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Latja Akpol Tasikmalaya resmi dimulai. Namun bagi para Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian Tingkat II/59 Batalyon Bhayangkara Dharma, kegiatan ini bukan sekadar agenda pendidikan rutin. Mereka kini memasuki fase yang berbeda: belajar langsung dari dinamika pelayanan kepolisian yang sesungguhnya di tengah masyarakat. Senin pagi, 8 Juni 2026, suasana di Gedung Pertemuan Warga […]

  • miras oplosan

    Pemerintah Lalai Awasi Alkohol Medis, Dua Remaja Sukaresik Tewas

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Kematian remaja akibat miras oplosan menuntut penegakan regulasi dan tanggung jawab negara. Kematian yang Terjadi di Halaman Kita albadarpost.com, EDITORIAL – Dua remaja Sukaresik, Tasikmalaya, meninggal setelah meminum miras oplosan berbasis alkohol medis 70 persen. Peristiwa ini bukan sekadar kegagalan pengawasan orang tua atau kenakalan remaja. Kasus ini adalah cermin rapuhnya perlindungan negara […]

  • takdir Allah

    Batas Ikhtiar Manusia dalam Takdir Allah

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Ulama menegaskan batas ikhtiar manusia dalam takdir Allah dengan rujukan Al-Qur’an dan literatur klasik Islam. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pandangan bahwa manusia sepenuhnya menentukan nasibnya kembali dikritisi para ulama. Di tengah budaya kerja keras dan kompetisi tanpa henti, mereka menegaskan bahwa ikhtiar manusia memiliki batas yang tidak bisa melampaui takdir Allah Swt. Penegasan ini dinilai penting […]

  • Pj Sekda Tasikmalaya

    Hanya 22 Hari Menjabat, Ini Misi Berat Pj Sekda Tasikmalaya Hanafi

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Masa jabatan yang hanya berlangsung sekitar 22 hari ternyata tidak membuat tugas Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya menjadi ringan. Justru dalam waktu yang relatif singkat itu, Hanafi SH MH mendapat sejumlah pekerjaan rumah yang akan memengaruhi arah kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya hingga tahun depan. Pj Sekda Tasikmalaya Hanafi resmi dilantik […]

  • Kendangers Tasikmalaya

    Diky Candranegara Ikut Menabuh Kendang di Dadaha

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara puluhan kendang bersahut-sahutan memecah malam di Selasar Gedung Creative Centre Dadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (21/6/2026). Dentuman ritmis yang menggetarkan itu menjadi penanda lahirnya Kendangers Tasikmalaya, sebuah komunitas penabuh kendang yang kini menghimpun ratusan seniman dari wilayah Priangan Timur. Peluncuran komunitas pecinta kendang Sunda tersebut berlangsung dalam acara bertajuk Gaung Kendang. […]

  • Karnaval Budaya Kalipucang

    Karnaval Budaya SMPN 1 Kalipucang, Kreativitas Siswa Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kemeriahan Karnaval Budaya Kalipucang mewarnai suasana Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan yang digelar keluarga besar SMPN 1 Kalipucang itu menghadirkan kreativitas siswa melalui beragam tampilan seni dan budaya Nusantara dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari pemerintah kecamatan. Camat Kalipucang […]

expand_less