Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Saat Sedekah Jadi Konten: Kita Membantu atau Sekadar Terlihat Peduli?

Saat Sedekah Jadi Konten: Kita Membantu atau Sekadar Terlihat Peduli?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 170
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Hari ini, istilah manusia bermanfaat terdengar di mana-mana. Frasa khoirunnas anfauhum linnas dikutip, dibagikan, bahkan dijadikan caption. Namun, di saat yang sama, muncul pertanyaan yang lebih jujur: apakah kita benar-benar memberi manfaat bagi sesama, atau hanya sibuk terlihat peduli?

Coba perhatikan sekeliling. Ada orang yang membantu sambil menyalakan kamera. Ada yang berbagi sambil memastikan sudut pengambilan gambar terlihat dramatis. Bahkan, ada yang menolong sambil menunggu komentar “MasyaAllah” berdatangan.

Kita tidak sedang kekurangan orang baik. Kita sedang kelebihan orang yang ingin terlihat baik.

Hadis yang Kini Terasa Menampar

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruquthni)

Hadis ini sederhana, tetapi justru karena itu sering disalahartikan. Banyak yang mengira “bermanfaat” berarti melakukan sesuatu yang besar, spektakuler, dan—kalau bisa—viral.

Padahal tidak begitu.

Manfaat dalam Islam tidak menuntut sorotan. Ia menuntut ketulusan. Bahkan, sering kali, manfaat terbaik justru tidak pernah diketahui orang lain.

Allah juga berfirman:

“Jika kamu berbuat baik, maka sesungguhnya kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.”
(QS. Al-Isra: 7)

Ayat ini menggeser fokus kita: kebaikan bukan tentang bagaimana orang lain melihat kita, tetapi bagaimana Allah menilai kita.

Realita yang Sedikit Menyakitkan: Kebaikan yang Berisik

Sekarang kita masuk ke bagian yang agak tidak nyaman.

Di media sosial, kebaikan berubah menjadi tontonan. Sedekah direkam. Bantuan didokumentasikan. Bahkan, air mata penerima bantuan pun kadang ikut menjadi bagian dari konten.

Memang tidak semua salah. Namun, ketika dokumentasi menjadi lebih penting daripada manfaat itu sendiri, ada sesuatu yang mulai bergeser.

Kita mulai membantu bukan karena peduli, tetapi karena ingin diakui.

Dan di titik itu, makna manusia bermanfaat mulai kabur.

Manfaat yang Sunyi Justru Lebih Jujur

Bandingkan dengan sosok yang tidak pernah tampil.

Seorang ibu yang diam-diam menahan lelah demi anaknya. Seorang guru honorer yang tetap mengajar meski gajinya tidak seberapa. Tetangga yang membantu tanpa pernah bercerita ke siapa pun.

Mereka tidak viral. Tidak trending. Bahkan tidak dianggap “luar biasa”.

Namun, justru di situlah letak kejujurannya.

Allah menggambarkan orang seperti ini:

“Mereka memberi makanan yang disukainya kepada orang miskin… seraya berkata: ‘Kami memberi ini hanya karena mengharap wajah Allah.’”
(QS. Al-Insan: 8-9)

Tidak ada kamera. Tidak ada panggung. Dan tidak ada pencitraan.

Hanya niat.

Kenapa Kita Mudah Tergelincir?

Jujur saja, kita hidup di zaman yang aneh.

Segala sesuatu diukur dari apa yang terlihat. Bahkan kebaikan pun ikut dinilai dari seberapa banyak orang yang menyaksikan.

Selain itu, algoritma media sosial tidak peduli pada ketulusan. Ia hanya peduli pada interaksi. Akibatnya, kebaikan yang “sunyi” kalah dengan kebaikan yang “viral”.

Lalu tanpa sadar, kita ikut arus.

Awalnya hanya berbagi. Lama-lama ingin dipuji. Akhirnya, kita kehilangan arah.

Kembali ke Makna yang Sebenarnya

Jika kita benar-benar ingin menjadi manusia bermanfaat, maka ukurannya harus diubah.

Bukan:

  • Berapa banyak yang melihat
  • Berapa banyak yang memuji

Tetapi:

  • Siapa yang terbantu
  • Apa dampaknya
  • Dan untuk siapa kita melakukannya

Mulailah dari hal kecil yang tidak menarik perhatian:
menolong tanpa diumumkan, memberi tanpa direkam, dan peduli tanpa perlu validasi.

Karena di situlah letak nilai yang sebenarnya.

Jadi, kalau kebaikan masih butuh penonton, mungkin itu bukan kebaikan—itu pertunjukan!

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • cuaca ekstrem

    Pemprov Jabar Tingkatkan Mitigasi Hadapi Cuaca Ekstrem di Puncak Hujan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar meminta warga meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem pada puncak musim hujan 2025–2026. albadarpost.com, LENSA – Peringatan resmi mengenai cuaca ekstrem kembali dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. BPBD Jabar menyebut puncak musim hujan yang diprediksi BMKG akan berlangsung pada Desember 2025 serta Februari hingga Maret 2026 berpotensi memicu banjir, longsor, dan pergerakan tanah. Situasi […]

  • https://albadarpost.com/category/berita-daerah/

    Nyaris Jadi Tragedi, Sekolah Tasikmalaya Berpacu dengan Waktu

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sekolah rusak Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah kondisi bangunan di sejumlah sekolah dilaporkan mengalami kerusakan berat. Misalnya di SMPN 1 Bantarkalong dan SDN 2 Bojonggambir. Informasi yang telah dipublikasikan berbagai media menunjukkan adanya ruang kelas dengan atap lapuk, bagian bangunan yang ambruk, hingga konstruksi yang dinilai tidak lagi layak digunakan. Beruntung, […]

  • pemerintahan digital

    Era Baru Birokrasi Dimulai: Tasikmalaya Dorong Digitalisasi Layanan Publik

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintahan digital mulai dipacu lebih serius di Kabupaten Tasikmalaya. Transformasi digital, sistem layanan berbasis elektronik, serta adaptasi teknologi kini tidak lagi diposisikan sebagai rencana jangka panjang, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera dijalankan. Nada itu terasa jelas dalam sosialisasi pemerintahan digital yang digelar Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) pada Rabu, 22 […]

  • Monyet Liar Ciamis

    Monyet Liar Ciamis Rusak Kebun, Petani Kian Resah

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Monyet liar Ciamis kembali meresahkan warga setelah puluhan ekor satwa tersebut memasuki area perkebunan di Dusun Sukamanah, Desa Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kawanan monyet dilaporkan merusak tanaman jagung, kacang tanah, dan singkong yang sebagian besar sudah mendekati masa panen. Peristiwa ini bukan hanya menimbulkan kerugian ekonomi […]

  • Tim SAR mengevakuasi korban pemancing tenggelam di Sungai Blok Bong Indramayu setelah pencarian dua hari.

    Operasi SAR Berakhir Duka, Pemancing Tenggelam Ditemukan di Sungai Indramayu

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pemancing tenggelam Indramayu kembali memicu perhatian publik. Insiden pemancing tenggelam di Indramayu ini berujung duka setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan, Senin (4/5/2026). Korban diketahui bernama Agus Gunawan (24), warga yang dilaporkan hilang saat memancing di aliran sungai kawasan Sungai Blok Bong, tepatnya di Desa […]

  • pasokan BBM

    Kilang Balongan Jaga Pasokan BBM Jawa Barat Aman Hingga 2025

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Pasokan BBM Kilang Balongan dipastikan aman hingga 2025 dengan operasi optimal dan pengamanan ketat. albadarpost.com, LENSA – Energi yang stabil bukan sekadar angka di dashboard industri. Kilang Balongan di Indramayu menjadi salah satu garda depan yang menyuplai kebutuhan BBM untuk Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat. Di penghujung 2025, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit […]

expand_less