Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Saat Sedekah Jadi Konten: Kita Membantu atau Sekadar Terlihat Peduli?

Saat Sedekah Jadi Konten: Kita Membantu atau Sekadar Terlihat Peduli?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Hari ini, istilah manusia bermanfaat terdengar di mana-mana. Frasa khoirunnas anfauhum linnas dikutip, dibagikan, bahkan dijadikan caption. Namun, di saat yang sama, muncul pertanyaan yang lebih jujur: apakah kita benar-benar memberi manfaat bagi sesama, atau hanya sibuk terlihat peduli?

Coba perhatikan sekeliling. Ada orang yang membantu sambil menyalakan kamera. Ada yang berbagi sambil memastikan sudut pengambilan gambar terlihat dramatis. Bahkan, ada yang menolong sambil menunggu komentar “MasyaAllah” berdatangan.

Kita tidak sedang kekurangan orang baik. Kita sedang kelebihan orang yang ingin terlihat baik.

Hadis yang Kini Terasa Menampar

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruquthni)

Hadis ini sederhana, tetapi justru karena itu sering disalahartikan. Banyak yang mengira “bermanfaat” berarti melakukan sesuatu yang besar, spektakuler, dan—kalau bisa—viral.

Padahal tidak begitu.

Manfaat dalam Islam tidak menuntut sorotan. Ia menuntut ketulusan. Bahkan, sering kali, manfaat terbaik justru tidak pernah diketahui orang lain.

Allah juga berfirman:

“Jika kamu berbuat baik, maka sesungguhnya kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.”
(QS. Al-Isra: 7)

Ayat ini menggeser fokus kita: kebaikan bukan tentang bagaimana orang lain melihat kita, tetapi bagaimana Allah menilai kita.

Realita yang Sedikit Menyakitkan: Kebaikan yang Berisik

Sekarang kita masuk ke bagian yang agak tidak nyaman.

Di media sosial, kebaikan berubah menjadi tontonan. Sedekah direkam. Bantuan didokumentasikan. Bahkan, air mata penerima bantuan pun kadang ikut menjadi bagian dari konten.

Memang tidak semua salah. Namun, ketika dokumentasi menjadi lebih penting daripada manfaat itu sendiri, ada sesuatu yang mulai bergeser.

Kita mulai membantu bukan karena peduli, tetapi karena ingin diakui.

Dan di titik itu, makna manusia bermanfaat mulai kabur.

Manfaat yang Sunyi Justru Lebih Jujur

Bandingkan dengan sosok yang tidak pernah tampil.

Seorang ibu yang diam-diam menahan lelah demi anaknya. Seorang guru honorer yang tetap mengajar meski gajinya tidak seberapa. Tetangga yang membantu tanpa pernah bercerita ke siapa pun.

Mereka tidak viral. Tidak trending. Bahkan tidak dianggap “luar biasa”.

Namun, justru di situlah letak kejujurannya.

Allah menggambarkan orang seperti ini:

“Mereka memberi makanan yang disukainya kepada orang miskin… seraya berkata: ‘Kami memberi ini hanya karena mengharap wajah Allah.’”
(QS. Al-Insan: 8-9)

Tidak ada kamera. Tidak ada panggung. Dan tidak ada pencitraan.

Hanya niat.

Kenapa Kita Mudah Tergelincir?

Jujur saja, kita hidup di zaman yang aneh.

Segala sesuatu diukur dari apa yang terlihat. Bahkan kebaikan pun ikut dinilai dari seberapa banyak orang yang menyaksikan.

Selain itu, algoritma media sosial tidak peduli pada ketulusan. Ia hanya peduli pada interaksi. Akibatnya, kebaikan yang “sunyi” kalah dengan kebaikan yang “viral”.

Lalu tanpa sadar, kita ikut arus.

Awalnya hanya berbagi. Lama-lama ingin dipuji. Akhirnya, kita kehilangan arah.

Kembali ke Makna yang Sebenarnya

Jika kita benar-benar ingin menjadi manusia bermanfaat, maka ukurannya harus diubah.

Bukan:

  • Berapa banyak yang melihat
  • Berapa banyak yang memuji

Tetapi:

  • Siapa yang terbantu
  • Apa dampaknya
  • Dan untuk siapa kita melakukannya

Mulailah dari hal kecil yang tidak menarik perhatian:
menolong tanpa diumumkan, memberi tanpa direkam, dan peduli tanpa perlu validasi.

Karena di situlah letak nilai yang sebenarnya.

Jadi, kalau kebaikan masih butuh penonton, mungkin itu bukan kebaikan—itu pertunjukan!

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upacara Lanud Wiriadinata Tasikmalaya April 2026 soroti disiplin prajurit TNI dan ancaman hoaks digital

    Panglima TNI Ingatkan Bahaya Hoaks di Upacara Lanud Wiriadinata Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upacara Lanud Wiriadinata menjadi panggung penting penyampaian pesan strategis Panglima TNI terkait disiplin, hoaks, dan dinamika global. Dalam upacara bendera TNI tersebut, isu integritas prajurit hingga ancaman informasi digital kembali ditegaskan sebagai perhatian utama di tengah perubahan lingkungan strategis yang kian kompleks. Upacara 17-an bulan April digelar di Lapangan Jupiter Lanud […]

  • Kebakaran Rumah Tasikmalaya

    Rumah Terbakar Saat Salat Jumat, Warga Cipedes Tasikmalaya Berhamburan

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran Rumah di Kota Tasikmalaya kembali terjadi dan menggegerkan warga permukiman padat di Kecamatan Cipedes. Insiden kebakaran rumah di Kelurahan Panglayungan itu terjadi tepat ketika sebagian besar kaum laki-laki sedang menunaikan salat Jumat. Akibatnya, kepulan asap tebal yang membumbung dari atap rumah langsung memicu kepanikan di lingkungan sekitar. Peristiwa berlangsung sekitar […]

  • umrah mandiri

    Umrah Mandiri Resmi Dilegalkan Pemerintah, Regulasi Disesuaikan dengan Arab Saudi

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Pemerintah resmi melegalkan umrah mandiri demi perlindungan jemaah dan penyesuaian regulasi dengan Arab Saudi. albadarpost.com, LENSA – Kebijakan umrah mandiri kini resmi dilegalkan oleh pemerintah Indonesia setelah melalui penyesuaian dengan Undang-Undang terbaru mengenai penyelenggaraan haji dan umrah. Keputusan ini diumumkan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang menyebut bahwa legalisasi tersebut dilakukan untuk […]

  • Kisah Hasan dan Husain

    7 Kisah Hasan dan Husain, Nomor 4 Membuat Rasulullah Turun dari Mimbar

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Hasan dan Husain selalu menarik untuk dipelajari karena keduanya merupakan cucu Rasulullah SAW yang sangat beliau cintai. Namun, di balik sejarah besar tersebut, terdapat banyak kisah Hasan dan Husain yang jarang diketahui oleh umat Islam. Cerita tentang keteladanan Hasan dan Husain, cucu Nabi Muhammad SAW, tidak hanya menggambarkan kedekatan mereka dengan […]

  • Tumpahan Batu Bara Pangandaran

    Laut Pangandaran Tercemar Batu Bara, DPRD Minta Penanganan Darurat

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tumpahan batu bara Pangandaran kembali menjadi sorotan setelah material batu bara diduga mencemari perairan sekitar Karangtirta. Pencemaran laut di Pangandaran ini tidak hanya mengancam ekosistem pesisir, tetapi juga berpotensi mengguncang sektor perikanan, pariwisata, hingga pertanian yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat. Kekhawatiran tersebut menguat setelah Ketua DPRD Pangandaran, Asep […]

  • putusan Mahkamah Agung

    Putusan MA dan Sikap Negara terhadap Kepala Daerah Terpidana

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Putusan Mahkamah Agung menegaskan batas negara melindungi pemerintahan dari pejabat terpidana narkotika. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menolak gugatan mantan bupati terkait pemberhentiannya karena perkara narkotika bukan sekadar penegasan hukum administratif. Ia menyentuh wilayah yang lebih sensitif: bagaimana negara menjaga keberlanjutan pemerintahan tanpa terjebak pada prosedur yang justru merugikan warga. Di tengah tuntutan […]

expand_less