Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Saat Sedekah Jadi Konten: Kita Membantu atau Sekadar Terlihat Peduli?

Saat Sedekah Jadi Konten: Kita Membantu atau Sekadar Terlihat Peduli?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Hari ini, istilah manusia bermanfaat terdengar di mana-mana. Frasa khoirunnas anfauhum linnas dikutip, dibagikan, bahkan dijadikan caption. Namun, di saat yang sama, muncul pertanyaan yang lebih jujur: apakah kita benar-benar memberi manfaat bagi sesama, atau hanya sibuk terlihat peduli?

Coba perhatikan sekeliling. Ada orang yang membantu sambil menyalakan kamera. Ada yang berbagi sambil memastikan sudut pengambilan gambar terlihat dramatis. Bahkan, ada yang menolong sambil menunggu komentar “MasyaAllah” berdatangan.

Kita tidak sedang kekurangan orang baik. Kita sedang kelebihan orang yang ingin terlihat baik.

Hadis yang Kini Terasa Menampar

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruquthni)

Hadis ini sederhana, tetapi justru karena itu sering disalahartikan. Banyak yang mengira “bermanfaat” berarti melakukan sesuatu yang besar, spektakuler, dan—kalau bisa—viral.

Padahal tidak begitu.

Manfaat dalam Islam tidak menuntut sorotan. Ia menuntut ketulusan. Bahkan, sering kali, manfaat terbaik justru tidak pernah diketahui orang lain.

Allah juga berfirman:

“Jika kamu berbuat baik, maka sesungguhnya kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.”
(QS. Al-Isra: 7)

Ayat ini menggeser fokus kita: kebaikan bukan tentang bagaimana orang lain melihat kita, tetapi bagaimana Allah menilai kita.

Realita yang Sedikit Menyakitkan: Kebaikan yang Berisik

Sekarang kita masuk ke bagian yang agak tidak nyaman.

Di media sosial, kebaikan berubah menjadi tontonan. Sedekah direkam. Bantuan didokumentasikan. Bahkan, air mata penerima bantuan pun kadang ikut menjadi bagian dari konten.

Memang tidak semua salah. Namun, ketika dokumentasi menjadi lebih penting daripada manfaat itu sendiri, ada sesuatu yang mulai bergeser.

Kita mulai membantu bukan karena peduli, tetapi karena ingin diakui.

Dan di titik itu, makna manusia bermanfaat mulai kabur.

Manfaat yang Sunyi Justru Lebih Jujur

Bandingkan dengan sosok yang tidak pernah tampil.

Seorang ibu yang diam-diam menahan lelah demi anaknya. Seorang guru honorer yang tetap mengajar meski gajinya tidak seberapa. Tetangga yang membantu tanpa pernah bercerita ke siapa pun.

Mereka tidak viral. Tidak trending. Bahkan tidak dianggap “luar biasa”.

Namun, justru di situlah letak kejujurannya.

Allah menggambarkan orang seperti ini:

“Mereka memberi makanan yang disukainya kepada orang miskin… seraya berkata: ‘Kami memberi ini hanya karena mengharap wajah Allah.’”
(QS. Al-Insan: 8-9)

Tidak ada kamera. Tidak ada panggung. Dan tidak ada pencitraan.

Hanya niat.

Kenapa Kita Mudah Tergelincir?

Jujur saja, kita hidup di zaman yang aneh.

Segala sesuatu diukur dari apa yang terlihat. Bahkan kebaikan pun ikut dinilai dari seberapa banyak orang yang menyaksikan.

Selain itu, algoritma media sosial tidak peduli pada ketulusan. Ia hanya peduli pada interaksi. Akibatnya, kebaikan yang “sunyi” kalah dengan kebaikan yang “viral”.

Lalu tanpa sadar, kita ikut arus.

Awalnya hanya berbagi. Lama-lama ingin dipuji. Akhirnya, kita kehilangan arah.

Kembali ke Makna yang Sebenarnya

Jika kita benar-benar ingin menjadi manusia bermanfaat, maka ukurannya harus diubah.

Bukan:

  • Berapa banyak yang melihat
  • Berapa banyak yang memuji

Tetapi:

  • Siapa yang terbantu
  • Apa dampaknya
  • Dan untuk siapa kita melakukannya

Mulailah dari hal kecil yang tidak menarik perhatian:
menolong tanpa diumumkan, memberi tanpa direkam, dan peduli tanpa perlu validasi.

Karena di situlah letak nilai yang sebenarnya.

Jadi, kalau kebaikan masih butuh penonton, mungkin itu bukan kebaikan—itu pertunjukan!

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jual trenggiling

    Sadis! Trenggiling Diburu dan Dijual Online di Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus jual trenggiling kembali mencuat setelah polisi membongkar praktik perdagangan satwa dilindungi di Tasikmalaya. Aksi jual trenggiling ini melibatkan dua buruh harian lepas yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana transaksi. Modus jual satwa dilindungi tersebut akhirnya terungkap setelah polisi menangkap salah satu pelaku saat membawa tas mencurigakan. Peristiwa ini langsung menyita […]

  • NasDem demo Tempo

    NasDem Geruduk Tempo: Batas Kebebasan Pers Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Aksi NasDem demo Tempo ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ada emosi, ada kekecewaan—dan mungkin juga ada luka yang belum reda. Di di depan Kantor Redaksi Tempo, di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/4/2026) ini, sebagian kader menyampaikan bahwa pemberitaan terbaru Tempo sudah melewati batas. Awalnya dari Sampul, Berujung Gelombang […]

  • Persit tanam pohon saat HUT ke-80 dengan kegiatan penghijauan dan penanaman pohon buah untuk lingkungan dan ketahanan pangan

    HUT Persit ke-80 Berbeda: Tanam Pohon, Tanam Masa Depan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persit tanam pohon menjadi sorotan dalam peringatan HUT ke-80 tahun ini. Gerakan ini menghadirkan makna baru, jauh dari seremoni kaku. Aksi nyata seperti penanaman pohon, penghijauan, dan kepedulian lingkungan justru menjadi inti perayaan. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Persit tanam pohon bukan sekadar simbolik, tetapi strategi berkelanjutan untuk masa depan. Jumat […]

  • Ilustrasi penggeledahan polisi dalam kasus TPPU emas ilegal bernilai puluhan triliun rupiah di Jawa Timur.

    Terkuak Sindikat Emas Ilegal, Rp 25,8 T Menjalar di Jatim

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – TPPU emas ilegal dengan nilai fantastis terungkap di Jawa Timur. Kepolisian membongkar sindikat pencucian uang emas ilegal senilai Rp 25,8 triliun setelah menggeledah sejumlah lokasi strategis. Kasus ini menunjukkan skala besar kejahatan ekonomi yang melibatkan peredaran emas tanpa izin dan aliran dana mencurigakan lintas wilayah. Pengungkapan pencucian uang emas ilegal tersebut […]

  • Selat Hormuz dibuka

    Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dunia Langsung Bereaksi: Harga Minyak Rontok

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Selat Hormuz dibuka kembali dan dalam hitungan jam, dunia langsung bereaksi. Jalur minyak paling krusial di planet ini akhirnya kembali dilalui kapal komersial setelah sempat mencekam akibat konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pembukaan Selat Hormuz ini, yang juga disebut sebagai kembalinya jalur energi global, langsung menekan harga minyak dan meredakan […]

  • Karya Jurnalistik

    Putusan MA: Karya Jurnalistik Bukan Objek Gugatan Perdata

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menolak gugatan perdata terhadap sebuah pemberitaan kembali menegaskan satu prinsip penting dalam negara hukum: sengketa atas karya jurnalistik tidak diselesaikan di ruang perdata umum, melainkan melalui mekanisme yang diatur Undang-Undang Pers. Putusan ini relevan dibaca ulang hari ini, ketika kritik publik kerap berhadapan dengan upaya hukum yang berpotensi […]

expand_less