Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Negeri Orang, Mereka Menangis Diam-Diam Saat Lebaran

Di Negeri Orang, Mereka Menangis Diam-Diam Saat Lebaran

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
  • visibility 182
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Lebaran tanpa pulang bukan sekadar cerita, tetapi luka yang terus dipeluk diam-diam oleh para pekerja migran. Saat gema takbir menggema di kampung halaman, mereka justru terdiam di kamar sempit di negeri orang. Lebaran tanpa pulang, atau tidak mudik saat Lebaran, bukan pilihan ringan—ini adalah harga yang harus dibayar demi keluarga yang mereka cintai dari jauh.

Air Mata yang Disembunyikan di Balik Senyum Video Call

Di pagi hari raya, sebagian orang saling berpelukan. Namun di sudut lain dunia, seorang pekerja migran hanya menatap layar ponsel. Ia tersenyum, mencoba terlihat kuat, meski air mata hampir jatuh saat melihat wajah ibu yang menua.

Setelah itu, panggilan berakhir. Sunyi kembali datang. Tidak ada suara tawa, tidak ada aroma masakan khas Lebaran. Hanya ada ruang sepi dan dada yang terasa penuh.

Namun demikian, mereka tetap bertahan. Mereka memilih menyembunyikan kesedihan agar keluarga di rumah tidak ikut merasa hancur.

Rindu yang Ditahan Demi Sepiring Nasi di Rumah

Tidak mudik saat Lebaran sering kali berarti menahan rindu yang tak terucap. Para pekerja migran memahami betul bahwa kepulangan mereka mungkin membawa kebahagiaan sesaat, tetapi kepergian mereka kembali bekerja adalah yang menjaga dapur tetap menyala.

Karena itu, mereka menukar momen berharga dengan penghasilan. Mereka mengirim uang, pakaian baru, dan harapan. Sementara itu, mereka sendiri merayakan Lebaran dengan sederhana, bahkan sering kali tanpa siapa pun di sisi mereka.

Lebih dari itu, ada yang sudah bertahun-tahun tidak pulang. Mereka melewatkan banyak hal: kelahiran, pernikahan, bahkan kepergian orang tercinta.

Lebaran yang Hanya Tinggal Kenangan

Bagi sebagian pekerja migran, Lebaran kini hanya hidup dalam ingatan. Mereka mengingat suara takbir di masjid kampung, tangan ibu yang menyuapi, dan hangatnya kebersamaan yang dulu terasa biasa.

Kini, semua itu terasa begitu jauh. Bahkan untuk sekadar mencium tangan orang tua, mereka harus menunggu waktu yang belum pasti.

Sementara itu, dunia di sekitar mereka tetap berjalan seperti hari biasa. Tidak ada suasana hari raya. Tidak ada yang benar-benar mengerti betapa beratnya menahan rindu di hari yang seharusnya penuh bahagia.

Kesunyian yang Tidak Terlihat

Lebaran tanpa pulang menyimpan kesunyian yang sering diabaikan. Dari luar, mereka terlihat kuat. Namun di dalam, ada perasaan yang terus bergolak—antara ingin pulang dan harus bertahan.

Selain itu, tekanan mental juga tidak kecil. Rasa bersalah karena tidak bisa bersama keluarga sering kali menghantui. Tetapi mereka tetap melangkah, karena menyerah bukan pilihan.

Di titik ini, Lebaran berubah menjadi ujian paling sunyi.

Pulang yang Selalu Ditunda

Setiap tahun, mereka berkata, “tahun depan pasti pulang.” Namun kenyataan tidak selalu sejalan dengan harapan. Biaya, kontrak kerja, dan kebutuhan hidup membuat rencana itu terus tertunda.

Meski begitu, harapan tidak pernah benar-benar padam. Mereka terus bekerja, terus bertahan, dan terus bermimpi tentang satu hal sederhana: pulang.

Karena pada akhirnya, Lebaran bukan hanya tentang hari raya. Lebaran adalah tentang rumah—dan bagi mereka, rumah adalah rindu yang belum selesai. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pakistan tempat perundingan Amerika Iran

    Dunia Kaget: Pakistan Jadi Kunci Negosiasi Amerika Iran

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Fenomena Pakistan tempat perundingan Amerika Iran langsung menyita perhatian global. Banyak pihak awalnya memprediksi negosiasi akan berlangsung di negara netral seperti Eropa. Namun, realitas justru berbeda. Pakistan, yang sering dianggap pemain regional, kini tampil sebagai pusat diplomasi penting. Dalam konteks ini, lokasi negosiasi Amerika Iran, peran Pakistan dalam geopolitik, dan diplomasi […]

  • Hari Bakti TNI AU

    Lanud Wiriadinata Ziarah Jelang Hari Bakti TNI AU

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hari Bakti TNI AU ke-79 di Tasikmalaya diawali dengan ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa Karoeng, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang dipimpin Komandan Lanud Wiriadinata Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto, S.E., M.M., M.Han. itu menjadi rangkaian menjelang puncak peringatan Hari Bakti TNI AU pada 29 Juli 2026 sekaligus bentuk […]

  • Nafkah Pasca Perceraian

    Sudah Cerai, Masih Wajib Nafkah? Ini Putusan MA

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Apakah setelah bercerai seorang mantan suami masih wajib memberikan nafkah kepada mantan istri dan anak? Pertanyaan ini kerap muncul di tengah masyarakat, terutama ketika hubungan rumah tangga telah berakhir secara hukum. Nafkah pasca perceraian, kewajiban nafkah mantan suami, dan nafkah anak setelah perceraian ternyata masih menjadi tanggung jawab yang dapat dituntut melalui […]

  • lelang kapal Iran

    Iran Bereaksi, Indonesia Lelang Kapal Tanker dan 1,2 Juta Barel Minyak

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Lelang kapal Iran mendadak menjadi sorotan setelah Indonesia memutuskan melepas kapal tanker Iran MT Arman 114 bersama muatan minyak mentahnya. Kapal raksasa itu dilelang dengan nilai limit sekitar Rp1,17 triliun, menjadikannya salah satu aset maritim paling mahal yang pernah dilepas negara. Kasus kapal Iran disita Indonesia ini tidak hanya menyangkut persoalan […]

  • Santriwati Hilang Garut

    Berangkat ke Pesantren, Dua Santriwati asal Garut Tak Kunjung Tiba

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 236
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabar mengenai dua santriwati hilang asal Garut menjadi perhatian warga media sosial sejak Sabtu (23/5/2026). Informasi tentang santriwati hilang Garut tersebut menyebar luas melalui Facebook dan grup percakapan warga setelah keluarga membuat laporan resmi ke Polsek Bayongbong. Redaksi albadarpost.com telah melakukan klarifikasi langsung kepada pihak keluarga terkait kebenaran informasi tersebut. Selain […]

  • Operasi Knalpot Brong

    Operasi Knalpot Brong Cisompet, 8 Motor Langsung Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Operasi knalpot brong kembali digelar untuk menjaga ketenangan masyarakat. Dalam penertiban yang berlangsung di Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, polisi menemukan delapan sepeda motor yang memakai knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau yang lebih dikenal sebagai knalpot brong. Langkah ini menjadi respons atas keluhan warga yang selama ini merasa terganggu oleh kebisingan […]

expand_less