Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Negeri Orang, Mereka Menangis Diam-Diam Saat Lebaran

Di Negeri Orang, Mereka Menangis Diam-Diam Saat Lebaran

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Lebaran tanpa pulang bukan sekadar cerita, tetapi luka yang terus dipeluk diam-diam oleh para pekerja migran. Saat gema takbir menggema di kampung halaman, mereka justru terdiam di kamar sempit di negeri orang. Lebaran tanpa pulang, atau tidak mudik saat Lebaran, bukan pilihan ringan—ini adalah harga yang harus dibayar demi keluarga yang mereka cintai dari jauh.

Air Mata yang Disembunyikan di Balik Senyum Video Call

Di pagi hari raya, sebagian orang saling berpelukan. Namun di sudut lain dunia, seorang pekerja migran hanya menatap layar ponsel. Ia tersenyum, mencoba terlihat kuat, meski air mata hampir jatuh saat melihat wajah ibu yang menua.

Setelah itu, panggilan berakhir. Sunyi kembali datang. Tidak ada suara tawa, tidak ada aroma masakan khas Lebaran. Hanya ada ruang sepi dan dada yang terasa penuh.

Namun demikian, mereka tetap bertahan. Mereka memilih menyembunyikan kesedihan agar keluarga di rumah tidak ikut merasa hancur.

Rindu yang Ditahan Demi Sepiring Nasi di Rumah

Tidak mudik saat Lebaran sering kali berarti menahan rindu yang tak terucap. Para pekerja migran memahami betul bahwa kepulangan mereka mungkin membawa kebahagiaan sesaat, tetapi kepergian mereka kembali bekerja adalah yang menjaga dapur tetap menyala.

Karena itu, mereka menukar momen berharga dengan penghasilan. Mereka mengirim uang, pakaian baru, dan harapan. Sementara itu, mereka sendiri merayakan Lebaran dengan sederhana, bahkan sering kali tanpa siapa pun di sisi mereka.

Lebih dari itu, ada yang sudah bertahun-tahun tidak pulang. Mereka melewatkan banyak hal: kelahiran, pernikahan, bahkan kepergian orang tercinta.

Lebaran yang Hanya Tinggal Kenangan

Bagi sebagian pekerja migran, Lebaran kini hanya hidup dalam ingatan. Mereka mengingat suara takbir di masjid kampung, tangan ibu yang menyuapi, dan hangatnya kebersamaan yang dulu terasa biasa.

Kini, semua itu terasa begitu jauh. Bahkan untuk sekadar mencium tangan orang tua, mereka harus menunggu waktu yang belum pasti.

Sementara itu, dunia di sekitar mereka tetap berjalan seperti hari biasa. Tidak ada suasana hari raya. Tidak ada yang benar-benar mengerti betapa beratnya menahan rindu di hari yang seharusnya penuh bahagia.

Kesunyian yang Tidak Terlihat

Lebaran tanpa pulang menyimpan kesunyian yang sering diabaikan. Dari luar, mereka terlihat kuat. Namun di dalam, ada perasaan yang terus bergolak—antara ingin pulang dan harus bertahan.

Selain itu, tekanan mental juga tidak kecil. Rasa bersalah karena tidak bisa bersama keluarga sering kali menghantui. Tetapi mereka tetap melangkah, karena menyerah bukan pilihan.

Di titik ini, Lebaran berubah menjadi ujian paling sunyi.

Pulang yang Selalu Ditunda

Setiap tahun, mereka berkata, “tahun depan pasti pulang.” Namun kenyataan tidak selalu sejalan dengan harapan. Biaya, kontrak kerja, dan kebutuhan hidup membuat rencana itu terus tertunda.

Meski begitu, harapan tidak pernah benar-benar padam. Mereka terus bekerja, terus bertahan, dan terus bermimpi tentang satu hal sederhana: pulang.

Karena pada akhirnya, Lebaran bukan hanya tentang hari raya. Lebaran adalah tentang rumah—dan bagi mereka, rumah adalah rindu yang belum selesai. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi strategi Khalid bin Walid dalam Perang Uhud

    Sahabat Khalid bin Walid Kalahkan Nabi di Uhud? Ini Faktanya

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari Khalid bin Walid Uhud dan bertanya: siapakah sahabat Khalid bin Walid yang mengalahkan Nabi di Perang Uhud? Pertanyaan ini terdengar meyakinkan, bahkan sering beredar di media sosial. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, sejarah justru menyimpan fakta yang berbeda. Apakah benar ada sahabat Nabi yang bersama Khalid bin Walid saat […]

  • Ilustrasi keluarga muslim harmonis sedang berdoa bersama di rumah dengan suasana hangat dan penuh kebahagiaan

    Amalkan! Doa Agar Rumah Tangga Selalu Bahagia dan Penuh Cinta

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa keluarga harmonis menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika kehidupan modern. Banyak pasangan mencari doa rumah tangga bahagia, doa agar keluarga sakinah, serta amalan islami yang mampu menjaga cinta tetap hangat. Oleh karena itu, memahami dan mengamalkan doa-doa ini bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga. Di era yang penuh […]

  • korban TPPO

    Pemkab Tasikmalaya Percepat Pemulangan Korban TPPO

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya ajukan pemulangan tujuh warga diduga korban TPPO di Kamboja dan perkuat pencegahan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan tujuh warganya diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Pemerintah daerah langsung mengajukan permohonan pemulangan dan berkoordinasi lintas instansi untuk memastikan perlindungan warga berjalan sesuai prosedur. Langkah cepat ini penting […]

  • takbiran di Bali saat Nyepi

    Idul Fitri Bertepatan Nyepi, Begini Cara Takbiran di Bali Penuh Toleransi

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Fenomena takbiran di Bali saat Nyepi kembali menarik perhatian publik. Momen ini menunjukkan bagaimana umat Islam menjalankan malam takbiran dengan tetap menghormati suasana hening Hari Raya Nyepi. Praktik takbiran saat Nyepi di Bali, atau pelaksanaan takbir Idul Fitri yang disesuaikan dengan tradisi Nyepi, sering dipandang sebagai contoh nyata toleransi antarumat beragama di […]

  • Pelaku UMKM Kota Tasikmalaya mengikuti program pendampingan usaha untuk meningkatkan daya saing dan pemasaran digital.

    UMKM Tasikmalaya yang Aktif di Medsos Berpeluang Ikut Program Naik Kelas

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peluang bagi pelaku UMKM Kota Tasikmalaya untuk berkembang semakin terbuka. Program UMKM Naik Kelas resmi hadir sebagai upaya mendorong usaha kecil agar lebih kompetitif, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perubahan pasar yang semakin cepat. Program pendampingan usaha tersebut digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Koperasi, […]

  • Botol jamu modern berisi kunyit asam dan jahe lemon dalam kemasan estetik dengan latar minimalis kekinian.

    Jamu Modern: Herbal Tradisional yang Bertransformasi

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Jamu modern kini hadir sebagai wajah baru dari minuman herbal tradisional. Jika dulu jamu identik dengan rasa pahit dan botol sederhana, sekarang jamu modern—atau minuman herbal kekinian—tampil estetik, segar, dan digemari generasi muda. Transformasi ini bukan sekadar perubahan kemasan; ia mencerminkan pergeseran gaya hidup sehat yang semakin populer. Saat tren wellness global […]

expand_less