Relawan Bakti BUMN 2026 Dibuka, Siap Mengabdi dari Aceh hingga Miangas
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Program Relawan Bakti BUMN 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HUMANIORA – Program Relawan Bakti BUMN 2026 resmi dibuka dan langsung menarik perhatian banyak pegawai BUMN di berbagai daerah. Program kerelawanan nasional ini mengajak insan BUMN turun langsung ke masyarakat, terutama di wilayah kepulauan, perbatasan, hingga daerah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar.
Relawan Bakti BUMN 2026 menjadi bagian dari gerakan sosial yang membawa semangat gotong royong dan kepedulian nyata. Tidak hanya berbicara soal angka pertumbuhan ekonomi, BUMN juga mencoba hadir lebih dekat dengan rakyat.
Tahun ini, program akan berlangsung pada 16–19 Agustus 2026 di 11 lokasi Indonesia. Mulai dari Aceh Tamiang, Samosir, Lampung Selatan, hingga Miangas di ujung utara Sulawesi.
Dan justru lokasi-lokasi itu yang membuat program ini terasa berbeda.
Di beberapa daerah timur Indonesia, perjalanan menuju desa masih harus menunggu cuaca laut bersahabat. Kadang kapal kayu baru berangkat setelah ombak mulai tenang menjelang siang. Ada juga wilayah yang sinyal teleponnya hilang muncul ketika angin berubah arah.
Hal-hal kecil seperti itu mungkin tidak pernah terlihat di ruang rapat kantor.
BUMN Ingin Hadir Lebih Dekat dengan Masyarakat
Melalui program ini, pegawai BP BUMN, BPI Danantara, dan BUMN Group diajak ikut terlibat langsung dalam kegiatan sosial bersama masyarakat.
Pemerintah juga terus menegaskan pentingnya kehadiran negara hingga ke titik paling luar Indonesia. Karena itu, Relawan Bakti BUMN 2026 hadir bukan sekadar agenda simbolis tahunan.
“BUMN harus hadir untuk rakyat, bukan hanya di pusat kota,” tulis salah satu narasi dalam pengumuman program tersebut.
Kalimat itu memang singkat. Tetapi terasa cukup kuat.
Sebab hari ini masih banyak daerah yang jarang tersentuh perhatian nasional. Ada wilayah yang listriknya belum stabil. Ada sekolah yang berada jauh dari pusat kota. Bahkan di beberapa tempat, anak-anak masih berjalan cukup jauh hanya untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Kadang orang mengenal Indonesia hanya dari peta digital di layar ponsel. Padahal kenyataan di lapangan jauh lebih luas, lebih rumit, dan sering kali lebih sunyi.
Ini Daftar Lokasi Relawan Bakti BUMN 2026
Sebanyak 11 wilayah menjadi lokasi pengabdian tahun ini, yaitu:
- Aceh Tamiang, Aceh
- Samosir, Sumatera Utara
- Tanah Datar, Sumatera Barat
- Lampung Selatan, Lampung
- Boyolali, Jawa Tengah
- Probolinggo, Jawa Timur
- Denpasar, Bali
- Pulau Seram, Maluku
- Tidore, Maluku Utara
- Ruteng, Manggarai, NTT
- Miangas, Sulawesi Utara
Lokasi tersebut dipilih untuk memperkuat semangat pengabdian sosial di berbagai penjuru Indonesia.
Selain itu, beberapa titik memang berada di kawasan strategis nasional dan daerah perbatasan. Kehadiran relawan di lokasi seperti Miangas, Pulau Seram, dan Ruteng juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menekankan pemerataan hingga wilayah terluar.
Ada pegawai yang sehari-hari terbiasa bekerja dengan pendingin ruangan dan layar presentasi. Tetapi Agustus nanti mereka mungkin harus berjalan di jalan tanah basah sambil berbincang langsung dengan warga desa.
Dan mungkin justru di situ rasa “Indonesia” terasa lebih nyata.
Jadwal Pendaftaran dan Tahapan Seleksi
Pendaftaran Relawan Bakti BUMN 2026 dibuka pada 18–26 Mei 2026.
Peserta wajib berasal dari BP BUMN, BPI Danantara, atau BUMN Group serta memiliki semangat kepedulian sosial dan komitmen pengabdian.
Berikut tahapan seleksinya:
Tahap 1
- 18–26 Mei 2026: Seleksi Administrasi
- 8 Juni 2026: Pengumuman Tahap 1
Tahap 2
- 9–16 Juni 2026: Submission Video
- 22 Juni 2026: Pengumuman Tahap 2
Tahap 3
- 23 Juni–3 Juli 2026: Wawancara
- 9 Juli 2026: Pengumuman Tahap 3
Informasi lengkap program dapat diakses melalui BUMN Indonesia.
Pengabdian yang Mungkin Akan Mengubah Cara Pandang
Relawan Bakti BUMN 2026 bukan hanya soal kegiatan sosial beberapa hari. Program ini juga menjadi ruang pertemuan antara pegawai BUMN dengan realitas masyarakat yang selama ini mungkin hanya terdengar lewat laporan dan angka statistik.
Lucunya, sebagian orang hari ini lebih sering melihat wajah Indonesia lewat video pendek media sosial dibanding datang langsung ke desa-desa di pelosok negeri.
Padahal suasananya berbeda sekali.
Ada suara genset kecil saat malam mulai gelap. Ada dermaga kayu yang licin setelah hujan. Ada anak-anak yang tetap berlari sambil tertawa meski jalan kampungnya penuh lumpur tipis sehabis sore diguyur hujan.
Indonesia ternyata luas sekali. Dan kadang baru terasa setelah seseorang benar-benar datang ke ujungnya.
Negeri ini tidak selalu membutuhkan orang paling hebat.
Kadang Indonesia hanya membutuhkan lebih banyak orang yang mau datang, melihat sendiri, lalu memilih untuk peduli. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar