Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bupati Garut Soroti Darurat Obat Keras, Disebut Sudah Menyasar Anak SD

Bupati Garut Soroti Darurat Obat Keras, Disebut Sudah Menyasar Anak SD

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Garut mulai menaruh perhatian serius terhadap persoalan obat keras Garut yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Bahkan, indikasi penyalahgunaan obat-obatan tertentu disebut sudah menyentuh kalangan anak sekolah dasar.

Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Pembentukan Regulasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Obat Keras yang digelar Garut Human Movement di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan itu dihadiri langsung Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, unsur Forkopimda, BBPOM, BNN, hingga perwakilan pondok pesantren dan masyarakat.

Dan suasana diskusi terasa cukup serius sejak awal kegiatan dimulai.

Penyalahgunaan Obat Disebut Sudah Masuk Lingkungan Anak

Ketua Garut Human Movement, Aam Muhammad Jalaludin, menyebut keresahan masyarakat terhadap peredaran obat keras kini semakin meluas.

Menurutnya, laporan dan temuan di lapangan menunjukkan indikasi penyalahgunaan obat tertentu tidak lagi terbatas pada kalangan remaja atau orang dewasa.

“Nah, kasih ruang, kami kasih tempat, yuk diskusi. Ini sudah darurat,” ujar Aam.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan tersebut bahkan mulai menyentuh lingkungan anak sekolah dasar.

Pernyataan itu langsung menjadi perhatian banyak peserta FGD.

Apalagi kegiatan tersebut mempertemukan berbagai unsur penting mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, BBPOM Jawa Barat, hingga komunitas pesantren.

Aam menilai kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap persoalan kecil.

Karena jika dibiarkan, dampaknya bisa merusak generasi muda dalam jangka panjang.

Bupati Garut Tekankan Pentingnya Peran Orang Tua

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut baik inisiatif Garut Human Movement yang dinilai berani mengangkat isu sensitif sebelum menjadi kondisi lebih darurat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan mental dan kualitas generasi muda.

“Tentu saja tantangan kita bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga yang tidak kalah penting adalah pembangunan mental atau jiwa masyarakat kita,” ujar Syakur.

Ia menilai penyalahgunaan obat keras menjadi ancaman serius karena sangat rentan menyasar generasi muda yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri.

Karena itu, Syakur menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam pengawasan anak.

“Sehingga, ya sebaiknya orang tua hadir bersama anaknya, generasi mudanya, sehingga ketika ada masalah itu bisa dibantu,” katanya.

Menurutnya, banyak anak muda akhirnya mencari pelarian yang salah ketika tidak mendapatkan ruang komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga.

Dan persoalan seperti itu sering muncul diam-diam.

Dorongan Pembentukan Regulasi Khusus

Salah satu poin penting dalam FGD tersebut adalah dorongan pembentukan regulasi khusus terkait pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan obat keras di Kabupaten Garut.

Garut Human Movement berharap ada payung hukum yang lebih jelas agar penanganan persoalan tersebut tidak berjalan setengah-setengah.

Aam menyebut regulasi tersebut bisa berbentuk Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup).

“Yang penting ada yang menaungi. Jangan sampai masyarakat turun langsung disalahkan,” tuturnya.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama peningkatan kewaspadaan terhadap peredaran obat-obatan tertentu.

Penandatanganan melibatkan Bupati Garut, BBPOM, BNN, unsur Forkopimda, hingga perwakilan masyarakat.

Langkah tersebut menjadi simbol bahwa persoalan penyalahgunaan obat keras tidak bisa ditangani satu pihak saja.

FGD pencegahan penyalahgunaan obat keras di Pendopo Garut dihadiri Bupati Garut, BBPOM, BNN, dan Forkopimda, Selasa (19/5/2026).

FGD pencegahan penyalahgunaan obat keras di Pendopo Garut dihadiri Bupati Garut, BBPOM, BNN, dan Forkopimda, Selasa (19/5/2026).

Pondok Pesantren Ikut Soroti Ancaman Obat Keras

Keterlibatan perwakilan pondok pesantren dalam kegiatan tersebut juga menjadi perhatian tersendiri.

Sebab keresahan terhadap peredaran obat keras ternyata tidak hanya dirasakan pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga lingkungan pendidikan keagamaan.

Beberapa peserta menilai penyalahgunaan obat kini mulai bergerak lebih dekat ke lingkungan sosial masyarakat.

Tidak lagi tersembunyi seperti dulu.

Karena itu, pendekatan pencegahan dinilai harus dimulai dari edukasi sejak dini.

Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas masyarakat.

Di sisi lain, perkembangan media sosial dan akses informasi yang semakin terbuka juga dinilai mempermudah penyebaran pengaruh negatif terhadap anak muda.

Dan tantangan seperti itu semakin sulit dihadapi jika masyarakat berjalan sendiri-sendiri.

Penyalahgunaan Obat Jadi Ancaman Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Garut menilai persoalan penyalahgunaan obat keras harus dipandang sebagai ancaman serius terhadap masa depan generasi muda.

Karena dampaknya bukan hanya pada kesehatan fisik.

Tetapi juga bisa memengaruhi kondisi mental, perilaku sosial, hingga masa depan pendidikan anak-anak.

Apalagi sebagian penyalahgunaan obat terjadi karena rasa penasaran, tekanan lingkungan, hingga kurangnya pengawasan.

Di tengah diskusi berlangsung, beberapa peserta tampak mencatat poin-poin penting terkait langkah pencegahan yang perlu diperkuat.

Ada yang mengusulkan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi obat tertentu. Ada pula yang mendorong edukasi rutin di sekolah dan pesantren.

Hal-hal seperti itu mungkin terlihat sederhana.

Tetapi justru bisa menjadi benteng pertama sebelum masalah berkembang lebih besar.

Kolaborasi Jadi Kunci Pencegahan

Bupati Garut menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ini membutuhkan kolaborasi semua pihak.

Tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum atau pemerintah daerah.

Peran keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat dinilai sama pentingnya dalam mencegah generasi muda terjerumus ke penyalahgunaan obat.

Karena pada akhirnya, ancaman terbesar bukan hanya obat itu sendiri.

Tetapi ketika masyarakat mulai menganggap persoalan ini sebagai hal biasa.

Diskusi di Pendopo Garut hari itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam.

Tetapi pesan yang muncul terasa jauh lebih panjang: jika generasi muda mulai kehilangan arah karena obat-obatan… maka yang sedang dipertaruhkan bukan cuma masa depan satu anak, melainkan masa depan satu daerah. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SOP barang hilang

    KAI Evaluasi SOP Barang Hilang Usai Kasus Tumbler Penumpang

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    KAI menelusuri dugaan pelanggaran SOP barang hilang setelah kasus tumbler penumpang viral di media sosial. albadarpost.com, LENSA – Seorang penumpang KRL kehilangan tumbler yang tertinggal di Commuter Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung, dan kejadian ini berbuntut evaluasi prosedur operasional standar (SOP barang hilang) oleh PT KAI. Peristiwa tersebut memicu diskusi publik mengenai akuntabilitas layanan transportasi massal […]

  • Fakta Bulan Muharram

    5 Fakta Muharram, Nomor 4 Mengubah Cara Pandang Hidup

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang datangnya Muharram, suasana di banyak kampung muslim biasanya mulai terasa berbeda. Di halaman masjid, sejumlah anak terlihat berlatih pawai obor. Sementara itu, para pengurus DKM sibuk menyiapkan pengajian, santunan yatim, atau kegiatan menyambut Tahun Baru Islam. Namun di tengah berbagai tradisi tersebut, masih banyak orang yang belum mengetahui sejumlah fakta Bulan […]

  • UMKM menarik pelanggan

    9 Cara Cerdas UMKM Dapat Pelanggan Baru, Nomor 7 Bikin Kaget!

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – UMKM menarik pelanggan menjadi tantangan utama di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Banyak pelaku usaha kecil mencoba berbagai cara, namun belum tentu efektif. Padahal, strategi menarik pelanggan baru bisa dilakukan dengan pendekatan kreatif, berbeda, dan jarang diketahui. Karena itu, memahami teknik unik dalam pemasaran UMKM akan membuka peluang besar untuk meningkatkan […]

  • perjalanan dinas

    Perjalanan Dinas: Pos Favorit Anggaran yang Minim Dampak Publik

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: perjalanan dinas terus membebani anggaran publik tanpa dampak layanan yang jelas. Perjalanan Dinas yang Tak Pernah Sepi albadarpost.com, EDITORIAL – Perjalanan dinas kembali menjadi sorotan. Bukan karena prestasinya, melainkan karena ketahanannya sebagai pos anggaran yang nyaris tak tersentuh kritik serius. Dari pusat hingga daerah, pos ini terus tumbuh dan nyaris selalu habis terserap. […]

  • Kereta Jakarta-Pangandaran

    Aplikasi Nyari Gawe Permudah Warga Jawa Barat Cari Kerja, Langkah Nyata Digitalisasi Ketenagakerjaan

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Aplikasi Nyari Gawe bantu warga Jawa Barat mencari kerja lebih cepat, transparan, dan tanpa biaya tambahan. albadarpost.com, HUMANIORA – Warga Jawa Barat kini punya harapan baru dalam mencari pekerjaan. Aplikasi Nyari Gawe, inovasi digital besutan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hadir sebagai solusi konkret untuk mempertemukan pencari kerja dan perusahaan dalam satu platform daring. Dengan sistem […]

  • lokal kereta

    Tampilan Beda Kereta pada Nataru 2025–2026

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Kolaborasi Kementerian Ekraf dan KAI hadirkan IP lokal di kereta Nataru untuk perkuat ekonomi kreatif nasional. albadarpost.com, HUMANIORA – Libur Natal dan Tahun Baru biasanya identik dengan koper besar, jadwal padat, dan kursi kereta yang penuh. Namun bagi sebagian penumpang kereta api pada Nataru 2025–2026, perjalanan kali ini menghadirkan kejutan kecil yang menyenangkan: rangkaian kereta […]

expand_less