Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bupati Garut Soroti Darurat Obat Keras, Disebut Sudah Menyasar Anak SD

Bupati Garut Soroti Darurat Obat Keras, Disebut Sudah Menyasar Anak SD

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 57 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Garut mulai menaruh perhatian serius terhadap persoalan obat keras Garut yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Bahkan, indikasi penyalahgunaan obat-obatan tertentu disebut sudah menyentuh kalangan anak sekolah dasar.

Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Pembentukan Regulasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Obat Keras yang digelar Garut Human Movement di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan itu dihadiri langsung Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, unsur Forkopimda, BBPOM, BNN, hingga perwakilan pondok pesantren dan masyarakat.

Dan suasana diskusi terasa cukup serius sejak awal kegiatan dimulai.

Penyalahgunaan Obat Disebut Sudah Masuk Lingkungan Anak

Ketua Garut Human Movement, Aam Muhammad Jalaludin, menyebut keresahan masyarakat terhadap peredaran obat keras kini semakin meluas.

Menurutnya, laporan dan temuan di lapangan menunjukkan indikasi penyalahgunaan obat tertentu tidak lagi terbatas pada kalangan remaja atau orang dewasa.

“Nah, kasih ruang, kami kasih tempat, yuk diskusi. Ini sudah darurat,” ujar Aam.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan tersebut bahkan mulai menyentuh lingkungan anak sekolah dasar.

Pernyataan itu langsung menjadi perhatian banyak peserta FGD.

Apalagi kegiatan tersebut mempertemukan berbagai unsur penting mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, BBPOM Jawa Barat, hingga komunitas pesantren.

Aam menilai kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap persoalan kecil.

Karena jika dibiarkan, dampaknya bisa merusak generasi muda dalam jangka panjang.

Bupati Garut Tekankan Pentingnya Peran Orang Tua

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut baik inisiatif Garut Human Movement yang dinilai berani mengangkat isu sensitif sebelum menjadi kondisi lebih darurat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan mental dan kualitas generasi muda.

“Tentu saja tantangan kita bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga yang tidak kalah penting adalah pembangunan mental atau jiwa masyarakat kita,” ujar Syakur.

Ia menilai penyalahgunaan obat keras menjadi ancaman serius karena sangat rentan menyasar generasi muda yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri.

Karena itu, Syakur menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam pengawasan anak.

“Sehingga, ya sebaiknya orang tua hadir bersama anaknya, generasi mudanya, sehingga ketika ada masalah itu bisa dibantu,” katanya.

Menurutnya, banyak anak muda akhirnya mencari pelarian yang salah ketika tidak mendapatkan ruang komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga.

Dan persoalan seperti itu sering muncul diam-diam.

Dorongan Pembentukan Regulasi Khusus

Salah satu poin penting dalam FGD tersebut adalah dorongan pembentukan regulasi khusus terkait pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan obat keras di Kabupaten Garut.

Garut Human Movement berharap ada payung hukum yang lebih jelas agar penanganan persoalan tersebut tidak berjalan setengah-setengah.

Aam menyebut regulasi tersebut bisa berbentuk Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup).

“Yang penting ada yang menaungi. Jangan sampai masyarakat turun langsung disalahkan,” tuturnya.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama peningkatan kewaspadaan terhadap peredaran obat-obatan tertentu.

Penandatanganan melibatkan Bupati Garut, BBPOM, BNN, unsur Forkopimda, hingga perwakilan masyarakat.

Langkah tersebut menjadi simbol bahwa persoalan penyalahgunaan obat keras tidak bisa ditangani satu pihak saja.

FGD pencegahan penyalahgunaan obat keras di Pendopo Garut dihadiri Bupati Garut, BBPOM, BNN, dan Forkopimda, Selasa (19/5/2026).

FGD pencegahan penyalahgunaan obat keras di Pendopo Garut dihadiri Bupati Garut, BBPOM, BNN, dan Forkopimda, Selasa (19/5/2026).

Pondok Pesantren Ikut Soroti Ancaman Obat Keras

Keterlibatan perwakilan pondok pesantren dalam kegiatan tersebut juga menjadi perhatian tersendiri.

Sebab keresahan terhadap peredaran obat keras ternyata tidak hanya dirasakan pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga lingkungan pendidikan keagamaan.

Beberapa peserta menilai penyalahgunaan obat kini mulai bergerak lebih dekat ke lingkungan sosial masyarakat.

Tidak lagi tersembunyi seperti dulu.

Karena itu, pendekatan pencegahan dinilai harus dimulai dari edukasi sejak dini.

Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas masyarakat.

Di sisi lain, perkembangan media sosial dan akses informasi yang semakin terbuka juga dinilai mempermudah penyebaran pengaruh negatif terhadap anak muda.

Dan tantangan seperti itu semakin sulit dihadapi jika masyarakat berjalan sendiri-sendiri.

Penyalahgunaan Obat Jadi Ancaman Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Garut menilai persoalan penyalahgunaan obat keras harus dipandang sebagai ancaman serius terhadap masa depan generasi muda.

Karena dampaknya bukan hanya pada kesehatan fisik.

Tetapi juga bisa memengaruhi kondisi mental, perilaku sosial, hingga masa depan pendidikan anak-anak.

Apalagi sebagian penyalahgunaan obat terjadi karena rasa penasaran, tekanan lingkungan, hingga kurangnya pengawasan.

Di tengah diskusi berlangsung, beberapa peserta tampak mencatat poin-poin penting terkait langkah pencegahan yang perlu diperkuat.

Ada yang mengusulkan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi obat tertentu. Ada pula yang mendorong edukasi rutin di sekolah dan pesantren.

Hal-hal seperti itu mungkin terlihat sederhana.

Tetapi justru bisa menjadi benteng pertama sebelum masalah berkembang lebih besar.

Kolaborasi Jadi Kunci Pencegahan

Bupati Garut menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ini membutuhkan kolaborasi semua pihak.

Tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum atau pemerintah daerah.

Peran keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat dinilai sama pentingnya dalam mencegah generasi muda terjerumus ke penyalahgunaan obat.

Karena pada akhirnya, ancaman terbesar bukan hanya obat itu sendiri.

Tetapi ketika masyarakat mulai menganggap persoalan ini sebagai hal biasa.

Diskusi di Pendopo Garut hari itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam.

Tetapi pesan yang muncul terasa jauh lebih panjang: jika generasi muda mulai kehilangan arah karena obat-obatan… maka yang sedang dipertaruhkan bukan cuma masa depan satu anak, melainkan masa depan satu daerah. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencurian Sepatu di Masjid Cirebon

    Pencurian Sepatu di Masjid Cirebon: Anak Mantan Wali Kota Tertangkap CCTV

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Anak mantan Wali Kota Cirebon tertangkap mencuri sepatu jemaah di Masjid At-Taqwa. Aksi terekam CCTV dan jadi sorotan publik. Aksi Pencurian yang Mengejutkan Jemaah albadarpost.com, HUMANIORA. Kasus pencurian sepatu di Masjid Cirebon menghebohkan warga, Senin siang (6/10/2025). Di tengah suasana khusyuk ibadah, seorang pria terekam kamera CCTV mengambil sepatu milik jemaah di halaman Masjid Raya […]

  • hadis kejujuran

    Hadis Kejujuran: Rahasia Sukses di Era Digital yang Jarang Disadari

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hadis kejujuran menjadi pedoman penting dalam kehidupan, terutama di era modern yang serba cepat dan digital. Nilai kejujuran dalam Islam, integritas, serta kepercayaan publik kini semakin diuji, baik di media sosial, bisnis online, maupun kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, memahami hadis tentang kejujuran bukan hanya penting, tetapi juga sangat relevan untuk menjaga […]

  • akhlak mulia

    Ibadah Tinggi Tapi Akhlak Nol? Hadis Ini Menampar Keras

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Akhlak mulia, akhlak terpuji, dan budi pekerti luhur sering dikutip dalam ceramah maupun konten dakwah. Namun, realitanya justru berbanding terbalik. Di era media sosial, banyak orang tampak religius, tetapi mudah menghina, merendahkan, bahkan menyakiti lewat kata-kata. Di sinilah hadis Nabi tentang akhlak mulia menjadi relevan—bukan sekadar ajaran, melainkan cermin yang menampar realitas hari ini. […]

  • Ka’bah

    Ini 3 Mekanisme Prioritas Keberangkatan Haji yang Resmi dan Legal

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Antrean haji reguler di Indonesia yang terus memanjang membuat informasi soal percepatan porsi haji semakin banyak dicari masyarakat. Tidak sedikit calon jemaah berharap bisa berangkat lebih cepat, terutama mereka yang ingin mendampingi orang tua lanjut usia atau berangkat bersama pasangan. Di sejumlah daerah, masa tunggu haji bahkan sudah mencapai lebih dari […]

  • Nasabah PNM Mekaar menerima penghargaan Women’s Inspiration Awards 2026 atas keberhasilan mengembangkan usaha UMKM perempuan.

    Dulu Usaha Kecil, Kini Raih Penghargaan Nasional Berkat PNM Mekaar

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Program PT Permodalan Nasional Madani melalui PNM Mekaar kembali menunjukkan dampaknya terhadap pemberdayaan perempuan dan pengembangan UMKM Indonesia. Lewat pendampingan usaha, pelatihan, hingga dukungan sosial berbasis kelompok, sejumlah nasabah PNM Mekaar berhasil tumbuh dari usaha kecil menjadi inspirasi baru bagi perempuan Indonesia. Perjalanan para pelaku UMKM perempuan ini bahkan mengantarkan mereka […]

  • Ilustrasi edukasi hukum publik tentang perbedaan tindak pidana pencurian, penganiayaan, dan kepemilikan senjata tajam yang diproses terpisah

    Korban Pencurian Jadi Tersangka, Publik Perlu Paham Hukumnya

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus korban pencurian jadi tersangka kembali menyulut emosi publik. Banyak orang merasa hukum kehilangan nurani ketika korban (pemilik toko HP) justru diproses pidana. Namun, kemarahan itu sering lahir bukan dari fakta hukum, melainkan dari cara pandang yang keliru terhadap mekanisme hukum pidana. Di sinilah persoalan utama bermula. Publik kerap mengira hukum […]

expand_less