Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bupati Garut Soroti Darurat Obat Keras, Disebut Sudah Menyasar Anak SD

Bupati Garut Soroti Darurat Obat Keras, Disebut Sudah Menyasar Anak SD

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 129
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Garut mulai menaruh perhatian serius terhadap persoalan obat keras Garut yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Bahkan, indikasi penyalahgunaan obat-obatan tertentu disebut sudah menyentuh kalangan anak sekolah dasar.

Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Pembentukan Regulasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Obat Keras yang digelar Garut Human Movement di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan itu dihadiri langsung Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, unsur Forkopimda, BBPOM, BNN, hingga perwakilan pondok pesantren dan masyarakat.

Dan suasana diskusi terasa cukup serius sejak awal kegiatan dimulai.

Penyalahgunaan Obat Disebut Sudah Masuk Lingkungan Anak

Ketua Garut Human Movement, Aam Muhammad Jalaludin, menyebut keresahan masyarakat terhadap peredaran obat keras kini semakin meluas.

Menurutnya, laporan dan temuan di lapangan menunjukkan indikasi penyalahgunaan obat tertentu tidak lagi terbatas pada kalangan remaja atau orang dewasa.

“Nah, kasih ruang, kami kasih tempat, yuk diskusi. Ini sudah darurat,” ujar Aam.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan tersebut bahkan mulai menyentuh lingkungan anak sekolah dasar.

Pernyataan itu langsung menjadi perhatian banyak peserta FGD.

Apalagi kegiatan tersebut mempertemukan berbagai unsur penting mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, BBPOM Jawa Barat, hingga komunitas pesantren.

Aam menilai kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap persoalan kecil.

Karena jika dibiarkan, dampaknya bisa merusak generasi muda dalam jangka panjang.

Bupati Garut Tekankan Pentingnya Peran Orang Tua

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut baik inisiatif Garut Human Movement yang dinilai berani mengangkat isu sensitif sebelum menjadi kondisi lebih darurat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan mental dan kualitas generasi muda.

“Tentu saja tantangan kita bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga yang tidak kalah penting adalah pembangunan mental atau jiwa masyarakat kita,” ujar Syakur.

Ia menilai penyalahgunaan obat keras menjadi ancaman serius karena sangat rentan menyasar generasi muda yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri.

Karena itu, Syakur menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam pengawasan anak.

“Sehingga, ya sebaiknya orang tua hadir bersama anaknya, generasi mudanya, sehingga ketika ada masalah itu bisa dibantu,” katanya.

Menurutnya, banyak anak muda akhirnya mencari pelarian yang salah ketika tidak mendapatkan ruang komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga.

Dan persoalan seperti itu sering muncul diam-diam.

Dorongan Pembentukan Regulasi Khusus

Salah satu poin penting dalam FGD tersebut adalah dorongan pembentukan regulasi khusus terkait pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan obat keras di Kabupaten Garut.

Garut Human Movement berharap ada payung hukum yang lebih jelas agar penanganan persoalan tersebut tidak berjalan setengah-setengah.

Aam menyebut regulasi tersebut bisa berbentuk Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup).

“Yang penting ada yang menaungi. Jangan sampai masyarakat turun langsung disalahkan,” tuturnya.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama peningkatan kewaspadaan terhadap peredaran obat-obatan tertentu.

Penandatanganan melibatkan Bupati Garut, BBPOM, BNN, unsur Forkopimda, hingga perwakilan masyarakat.

Langkah tersebut menjadi simbol bahwa persoalan penyalahgunaan obat keras tidak bisa ditangani satu pihak saja.

FGD pencegahan penyalahgunaan obat keras di Pendopo Garut dihadiri Bupati Garut, BBPOM, BNN, dan Forkopimda, Selasa (19/5/2026).

FGD pencegahan penyalahgunaan obat keras di Pendopo Garut dihadiri Bupati Garut, BBPOM, BNN, dan Forkopimda, Selasa (19/5/2026).

Pondok Pesantren Ikut Soroti Ancaman Obat Keras

Keterlibatan perwakilan pondok pesantren dalam kegiatan tersebut juga menjadi perhatian tersendiri.

Sebab keresahan terhadap peredaran obat keras ternyata tidak hanya dirasakan pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga lingkungan pendidikan keagamaan.

Beberapa peserta menilai penyalahgunaan obat kini mulai bergerak lebih dekat ke lingkungan sosial masyarakat.

Tidak lagi tersembunyi seperti dulu.

Karena itu, pendekatan pencegahan dinilai harus dimulai dari edukasi sejak dini.

Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas masyarakat.

Di sisi lain, perkembangan media sosial dan akses informasi yang semakin terbuka juga dinilai mempermudah penyebaran pengaruh negatif terhadap anak muda.

Dan tantangan seperti itu semakin sulit dihadapi jika masyarakat berjalan sendiri-sendiri.

Penyalahgunaan Obat Jadi Ancaman Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Garut menilai persoalan penyalahgunaan obat keras harus dipandang sebagai ancaman serius terhadap masa depan generasi muda.

Karena dampaknya bukan hanya pada kesehatan fisik.

Tetapi juga bisa memengaruhi kondisi mental, perilaku sosial, hingga masa depan pendidikan anak-anak.

Apalagi sebagian penyalahgunaan obat terjadi karena rasa penasaran, tekanan lingkungan, hingga kurangnya pengawasan.

Di tengah diskusi berlangsung, beberapa peserta tampak mencatat poin-poin penting terkait langkah pencegahan yang perlu diperkuat.

Ada yang mengusulkan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi obat tertentu. Ada pula yang mendorong edukasi rutin di sekolah dan pesantren.

Hal-hal seperti itu mungkin terlihat sederhana.

Tetapi justru bisa menjadi benteng pertama sebelum masalah berkembang lebih besar.

Kolaborasi Jadi Kunci Pencegahan

Bupati Garut menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ini membutuhkan kolaborasi semua pihak.

Tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum atau pemerintah daerah.

Peran keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat dinilai sama pentingnya dalam mencegah generasi muda terjerumus ke penyalahgunaan obat.

Karena pada akhirnya, ancaman terbesar bukan hanya obat itu sendiri.

Tetapi ketika masyarakat mulai menganggap persoalan ini sebagai hal biasa.

Diskusi di Pendopo Garut hari itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam.

Tetapi pesan yang muncul terasa jauh lebih panjang: jika generasi muda mulai kehilangan arah karena obat-obatan… maka yang sedang dipertaruhkan bukan cuma masa depan satu anak, melainkan masa depan satu daerah. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengawasan Wajib Pajak

    DJP Ubah Cara Awasi Wajib Pajak, Ini Aturan Terbarunya

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pengawasan wajib pajak memasuki babak baru. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi menerapkan pedoman terbaru melalui Surat Edaran (SE) Nomor SE-8/PJ/2026 tentang Pedoman Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak. Aturan ini mengubah pendekatan pengawasan pajak dengan mengombinasikan pengumpulan data di lapangan dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kepatuhan perpajakan. Melalui pedoman tersebut, DJP menjelaskan […]

  • Apel pagi ASN Tasikmalaya 2026

    ASN Tasikmalaya Didorong Perkuat Kinerja dan Integritas

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Apel pagi ASN Tasikmalaya 2026 menegaskan komitmen wali kota membangun pelayanan publik dan kota yang maju. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya mengawali tahun kerja 2026 dengan menggelar Apel Pagi Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Bale Kota Tasikmalaya, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya agenda pemerintahan di awal tahun sekaligus momentum […]

  • Bupati Tasikmalaya menandatangani kesepakatan pinjaman daerah untuk perbaikan 32 ruas jalan rusak di Kabupaten Tasikmalaya.

    Pemkab Tasikmalaya Kucurkan Rp230 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai mempercepat program perbaikan jalan Tasikmalaya setelah kesepakatan pinjaman daerah resmi diteken, Kamis (30/4/2026). Dana senilai Rp230,25 miliar disiapkan untuk membiayai pembangunan dan perbaikan 32 ruas jalan rusak yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Program jalan rusak Tasikmalaya itu menjadi salah satu langkah yang paling dinantikan masyarakat, […]

  • Korupsi Pengadaan

    Terungkap! Korupsi Pengadaan Sudah Diatur Sejak Awal

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Korupsi pengadaan kembali menunjukkan wajah aslinya. Data Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap bahwa sekitar 25 persen perkara korupsi berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa (PBJ). Namun, temuan ini bukan sekadar angka. Di baliknya, ada pola yang berulang dan terstruktur. Dalam kurun 2004 hingga 2025, KPK menangani 1.782 perkara korupsi. Dari jumlah itu, 446 […]

  • Bendera Merah Putih

    Bendera Merah Putih, Ini Aturan Pengibarannya

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bendera Merah Putih mulai menghiasi jalan, perkantoran, sekolah, hingga permukiman warga menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Memasuki Agustus 2026, pemerintah kembali mengimbau masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai simbol penghormatan kepada para pahlawan sekaligus wujud cinta kepada Tanah Air. Namun, tidak sedikit warga yang masih […]

  • Ilustrasi dramatis Perang Uhud dengan pasukan bertempur dan pemanah meninggalkan posisi strategis di bukit

    Perang Uhud: Saat Kemenangan di Depan Mata Jadi Kekalahan Menyakitkan

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perang Uhud bukan sekadar kisah pertempuran biasa. Dalam Perang Uhud, atau pertempuran Uhud ini, kemenangan yang sudah hampir diraih justru berubah menjadi kekalahan yang menyakitkan. Peristiwa Perang Uhud menghadirkan satu realitas pahit: satu celah kecil bisa meruntuhkan segalanya dalam hitungan menit. Bayangkan situasinya—pasukan sudah unggul, lawan mulai mundur, dan harapan kemenangan terbuka […]

expand_less