Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Perjalanan Dinas: Pos Favorit Anggaran yang Minim Dampak Publik

Perjalanan Dinas: Pos Favorit Anggaran yang Minim Dampak Publik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: perjalanan dinas terus membebani anggaran publik tanpa dampak layanan yang jelas.

Perjalanan Dinas yang Tak Pernah Sepi

albadarpost.com, EDITORIAL – Perjalanan dinas kembali menjadi sorotan. Bukan karena prestasinya, melainkan karena ketahanannya sebagai pos anggaran yang nyaris tak tersentuh kritik serius. Dari pusat hingga daerah, pos ini terus tumbuh dan nyaris selalu habis terserap.

Masalahnya bukan sekadar angka. Perjalanan dinas menyedot anggaran publik dalam jumlah besar, sementara dampaknya terhadap pelayanan warga sering kali tak terlihat. Ketika anggaran sosial dipangkas dan layanan publik berjalan tertatih, perjalanan dinas justru tampil rapi di laporan keuangan.

Di titik ini, perjalanan dinas bukan lagi urusan administratif. Ia telah menjadi isu moral dan kebijakan publik.


Fakta Lama yang Terus Terulang

Fakta kebocoran anggaran perjalanan dinas bukan cerita baru. Lebih dari satu dekade lalu, Menteri Keuangan RI secara terbuka menyebut potensi kebocoran pos ini mencapai 30–40 persen. Pernyataan itu disampaikan di ruang publik, bukan dalam laporan tertutup.

Sejak saat itu, pola yang sama terus berulang. Setiap tahun muncul kasus korupsi perjalanan dinas di berbagai daerah. Modusnya hampir seragam: laporan fiktif, manipulasi kwitansi, hingga perjalanan yang hanya ada di atas kertas.

Dalam beberapa hari terakhir, dugaan korupsi perjalanan dinas kembali mencuat. DPRD Sulawesi Barat dan Bengkulu sedang diperiksa aparat penegak hukum. Ini bukan arsip lama. Ini kejadian hari ini.


Masalah Utama: Anggaran Jalan, Manfaat Tak Bergerak

Redaksi melihat persoalan utama bukan pada aktivitas bepergian itu sendiri. Perjalanan dinas bisa penting jika berdampak langsung pada kinerja dan pelayanan publik. Masalahnya, hubungan antara biaya dan manfaat sering kali kabur.

Anggaran besar dianggap prestasi karena terserap tinggi. Padahal, serapan anggaran tidak identik dengan keberhasilan kebijakan. Dalam banyak kasus, perjalanan dinas menjadi rutinitas yang aman secara administratif, tetapi miskin evaluasi substantif.

Baca juga: Belanja Internet “Siluman” di AMEL Kominfo Tasikmalaya

Ketika pengawasan longgar dan ukuran kinerja tidak jelas, perjalanan dinas berubah menjadi ruang nyaman bagi pemborosan. Bahkan, dalam praktik terburuk, menjadi pintu masuk korupsi yang berulang.


Tasikmalaya dan Fenomena Daerah

Kota Tasikmalaya bisa dijadikan contoh reflektif. Anggaran perjalanan dinas di kota ini tergolong besar untuk wilayah dengan 10 kecamatan dan bentang geografis yang relatif kecil. Penyerapan anggarannya nyaris sempurna, di atas 90 persen.

Di atas kertas, ini tampak rapi. Namun, pertanyaan publik justru berada di luar laporan keuangan: apa dampak konkret dari perjalanan dinas tersebut terhadap layanan warga?

Perbandingan dengan daerah lain yang wilayah dan bebannya lebih besar menjadi relevan. Jika ukuran keberhasilan hanya serapan anggaran, maka akuntabilitas publik kehilangan makna.


Pola Nasional yang Sulit Diputus

Pengalaman daerah lain menunjukkan satu pola yang konsisten. Perjalanan dinas baru benar-benar berhenti ketika penyidikan dimulai. Bukan karena kesadaran, tetapi karena keterpaksaan.

Ini menunjukkan lemahnya pencegahan. Aparat penegak hukum sebenarnya tidak kekurangan contoh. Skema dan modus korupsi perjalanan dinas sudah terbongkar di banyak daerah. Polanya berulang dan relatif sederhana.

Yang sering absen justru kemauan politik dan keberanian institusional untuk memeriksa pos anggaran yang dianggap sensitif.


Sikap Redaksi: Hentikan Normalisasi Pemborosan

Albadarpost berpandangan bahwa perjalanan dinas harus ditempatkan kembali sebagai instrumen kebijakan, bukan fasilitas. Setiap rupiah yang dibelanjakan wajib terhubung dengan dampak layanan publik yang terukur.

Pemerintah daerah perlu membuka data perjalanan dinas secara transparan. DPRD wajib menjalankan fungsi pengawasan, bukan sekadar menyetujui anggaran. Aparat penegak hukum harus berhenti menunggu laporan dan mulai membaca pola.

Selama perjalanan dinas dibiarkan normal tanpa evaluasi, kebocoran akan terus dianggap kelaziman.


Anggaran Bukan Sekadar Angka

Editorial ini bukan vonis hukum. Ini pengingat publik. Karena sejarah sudah memberi peringatan. Bahwa pola berulang bukan kebetulan. Dan bahwa perjalanan dinas tidak berhenti karena sadar, melainkan karena terpaksa.

Pada saat tabir telah tersingkap, pada titik itulah musafir akan sampai pada maqam hisab. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pancake sayur

    Pancake Sayur Korea Pola Konsumsi Sehat Perkotaan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Pancake sayur ala Korea menawarkan alternatif pangan sehat, praktis, dan terjangkau bagi keluarga urban. albadarpost.com, LIFESTYLE – Pancake sayur ala Korea menjadi salah satu menu rumahan yang kian diminati karena memadukan kepraktisan, nilai gizi, dan fleksibilitas bahan. Olahan ini relevan di tengah meningkatnya kesadaran keluarga perkotaan terhadap pola konsumsi sehat yang mudah diterapkan di dapur […]

  • Tes Kemampuan Akademik

    Tes Kemampuan Akademik Digelar Serentak, Kemenag Modernisasi Evaluasi Pendidikan Madrasah

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Kemenag gelar Tes Kemampuan Akademik 2025 di 9.636 madrasah dan pesantren sebagai langkah modernisasi evaluasi pendidikan. Kemenag Gelar Tes Kemampuan Akademik di 9.636 Madrasah dan Pesantren albadarpost.com, HUMANIORA – Kementerian Agama (Kemenag) mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik madrasah dan santri di seluruh Indonesia. Uji kompetensi ini menjadi bagian dari upaya besar […]

  • principal agent

    Membenahi Relasi Principal–Agent agar Bansos Tidak Terus Menyimpang

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Bantuan sosial selalu hadir dengan narasi niat baik negara. Pemerintah merancang bansos sebagai instrumen korektif untuk mengurangi ketimpangan dan melindungi kelompok rentan. Namun berulang kali, publik menyaksikan bagaimana kebijakan tersebut menyimpang dari tujuan awalnya. Masalah ini tidak dapat lagi dipahami sekadar sebagai kesalahan individu, melainkan sebagai kegagalan sistemik dalam relasi principal–agent. Dalam […]

  • istikharah dan musyawarah

    Menguatkan Istikharah dan Musyawarah dalam Keputusan Krusial

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Prinsip istikharah dan musyawarah kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam pengambilan keputusan krusial umat Islam. Ungkapan hadis, “Ma khoba manistakhoro wa ma nadima manistasyaro”, kerap dijadikan rujukan karena menegaskan satu pesan utama: keputusan yang ditempuh dengan doa dan pertimbangan bersama akan meminimalkan penyesalan serta risiko kerugian. Bagi masyarakat, prinsip ini memiliki dampak […]

  • ayah perkosa anak

    Terungkap! Ayah di Garut Diduga Perkosa Anak Kandung

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus ayah perkosa anak menggemparkan publik setelah aparat kepolisian mengungkap dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Garut. Peristiwa ayah melakukan kekerasan terhadap anak kandung ini terungkap setelah keluarga korban melapor ke pihak berwajib. Polisi bergerak cepat dan langsung mengamankan pelaku berinisial S (43), warga Tarogong Kidul. Dugaan ayah perkosa anak […]

  • Grafik Indeks Daya Saing Daerah 2025 yang dirilis BRIN untuk mengukur produktivitas dan inovasi 38 provinsi serta 508 kabupaten/kota.

    BRIN Ukur Daya Saing 508 Daerah, Siapa Terdepan?

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) kembali menjadi sorotan setelah BRIN merilis edisi 2025. IDSD atau indeks daya saing wilayah itu berfungsi mengukur produktivitas, kemandirian, serta kemajuan daerah secara komprehensif. Melalui instrumen tersebut, pemerintah dapat menilai performa pembangunan sekaligus merumuskan kebijakan berbasis data. BRIN menyusun IDSD dengan mengacu pada empat aspek utama […]

expand_less