Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Pemerintah Lalai Awasi Alkohol Medis, Dua Remaja Sukaresik Tewas

Pemerintah Lalai Awasi Alkohol Medis, Dua Remaja Sukaresik Tewas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: Kematian remaja akibat miras oplosan menuntut penegakan regulasi dan tanggung jawab negara.

Kematian yang Terjadi di Halaman Kita

albadarpost.com, EDITORIAL – Dua remaja Sukaresik, Tasikmalaya, meninggal setelah meminum miras oplosan berbasis alkohol medis 70 persen. Peristiwa ini bukan sekadar kegagalan pengawasan orang tua atau kenakalan remaja. Kasus ini adalah cermin rapuhnya perlindungan negara terhadap generasi mudanya: alkohol medis dibeli bebas secara daring, lalu dikonsumsi tanpa kendali. Dua nyawa hilang sebelum usia dewasa, sementara negara kembali sibuk menjelaskan prosedur alih-alih bertanggung jawab pada pencegahan.


Kronologi Miras Oplosan dan Korban

Pada Jumat malam, 21 November 2025, tujuh remaja berkumpul di rumah seorang teman berinisial R. Mereka meracik miras oplosan dari alkohol medis 70 persen, minuman energi, dan air mineral. Aktivitas berlangsung sekitar tiga jam, sebelum pindah ke pos ronda hingga menjelang pagi.

Gejala keracunan mulai muncul keesokan harinya. Korban muntah, lemas, dan tidak mampu makan. Pada Minggu 23 November, dua remaja berinisial I (16) dan IR (16) meninggal dalam perawatan. Tiga lainnya masih dirawat intensif. Dua remaja pulih, tetapi semua membawa trauma fisik dan sosial.

Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yayu Wahyudi, mengonfirmasi kejadian tersebut:

“Kami telah mendapatkan laporan tentang kejadian meninggalnya dua orang yang diakibatkan oleh minuman racikan,” ujar Yayu pada 24 November 2025.
Yayu menyebut alkohol medis dibeli secara online dan dicampur tanpa takaran.

Fakta ini menunjukkan dua hal: kemudahan akses terhadap zat berbahaya, dan ketiadaan filter usia dalam jual-beli produk kimia.


Negara yang Absen di Ruang Publik

Editorial Albadarpost menilai kematian akibat miras oplosan ini bukan kecelakaan individual, melainkan kegagalan sistemik. Negara terlalu sibuk mengatur moral, tetapi lalai menyediakan mekanisme perlindungan yang konkret. Di lapangan, remaja bisa membeli alkohol medis dengan satu klik—tanpa verifikasi umur, tanpa intervensi platform.

Baru setelah korban meninggal, aparat turun tangan. Langkah ini terlambat. Tradisi penanganan reaktif telah menjadi kebiasaan birokrasi: menunggu korban jatuh, lalu membuat konferensi pers.

Untuk remaja di Sukaresik, pos ronda bukan lagi tempat menjaga keamanan lingkungan. Ia menjadi ruang sosial tanpa kontrol, yang memfasilitasi eksperimen berbahaya. Kematian ini mengajarkan bahwa ruang publik di desa-desa kita kosong dari pembinaan dan pengawasan. Tidak ada pendidikan publik, tidak ada kehadiran negara—yang ada hanya pembiaran.

Negara tidak boleh hanya mengendus jejak penjual alkohol medis daring. Negara wajib mengatur platform digital seperti mengatur apotek. Pembelian zat berbahaya harus melalui verifikasi umur dan identitas. Semua pihak yang membiarkan celah ini—platform e-commerce, distributor alkohol medis, pejabat daerah—ikut menanggung beban moral.


Konteks Historis dan Cermin Daerah Lain

Kasus ini bukan yang pertama. Jawa Barat beberapa kali diguncang tragedi miras oplosan dalam satu dekade terakhir. Pada 2018, puluhan orang meninggal akibat konsumsi minuman oplosan di Bandung dan Cicalengka. Pola korban selalu sama: kelompok muda, akses murah, campuran alkohol medis, dan minim edukasi publik. Negara hanya hadir sebagai aparat penindak, bukan penjaga keselamatan warganya.

Di banyak negara, peredaran alkohol memiliki batas usia, verifikasi identitas, dan edukasi risiko sebagai bagian dari kebijakan publik. Regulasi bukan hanya soal pidana; ia melindungi hidup. Indonesia masih memandang konsumsi alkohol sebagai persoalan moral, padahal fakta lapangan menunjukkan ini adalah persoalan kesehatan publik.


Sikap Redaksi dan Seruan

Redaksi berpihak pada kehidupan warga—bukan pada kenyamanan aparat atau keuntungan platform. Pemerintah daerah harus memulai langkah-langkah konkret: penyuluhan remaja, pengawasan ruang publik, dan sistem pembelian produk kimia yang ketat.

E-commerce wajib diminta tanggung jawab. Produk berbahaya harus memiliki filter usia, prosedur verifikasi identitas, dan pelabelan risiko. Pemerintah pusat sudah seharusnya mengintervensi. Pembelian bahan kimia tidak bisa diperlakukan seperti belanja pakaian.

Remaja tidak boleh dibiarkan belajar tentang bahaya alkohol melalui kematian teman mereka. Pendidikan publik harus hadir, bukan sekadar formalitas kurikulum. Sekolah, puskesmas, hingga komunitas desa perlu menjadikan penyalahgunaan alkohol sebagai isu prioritas.


Reflektif

Kematian dua remaja Sukaresik bukan kecelakaan di pinggir statistik. Ia adalah pesan bahwa ketika negara tidak hadir, anak-anak bereksperimen dengan bahan kimia. Kita berutang masa depan pada generasi muda—bukan sekadar belasungkawa di akhir pekan. (Ds)


Artikel disusun berdasarkan informasi kasus yang beredar di media lokal dan keterangan resmi Polres Tasikmalaya Kota per 24 November 2025.


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langit Hong Kong Meledak: Malam Pesta Kembang Api di Disneyland Memukau Ribuan Pengunjung!

    Langit Hong Kong Meledak: Malam Pesta Kembang Api di Disneyland Memukau Ribuan Pengunjung!

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Malam pesta kembang api di Hong Kong Disneyland mengguncang langit Hong Kong, ribuan pengunjung terpukau. albadarpost.com, HUMANIORA – Sekitar pukul 19.30 waktu setempat pada Senin, 27 Oktober 2025, langit Hong Kong tiba-tiba “meledak” dalam warna-warna spektakuler di Hong Kong Disneyland. Ribuan pengunjung terdiam terpukau selama hampir 15 menit, menyaksikan salah satu malam pesta kembang api […]

  • Lebaran Yatim Ciamis

    Lebaran Yatim Ciamis Hadirkan Harapan Baru

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Senyum mulai merekah di wajah anak-anak ketika nama mereka dipanggil satu per satu di Aula Kelurahan Ciamis, Kamis (25/6/2026). Pada momentum Lebaran Yatim Ciamis yang bertepatan dengan Hari Asyura 10 Muharam 1448 Hijriah, sebanyak 100 anak yatim menerima santunan melalui kegiatan Gebyar Muharam 2026. Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini […]

  • Dikira Begal

    Polisi Tasikmalaya Bongkar Fakta Viral Pria Dikira Begal

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dikira begal yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Tasikmalaya akhirnya terungkap. Polisi memastikan pria yang viral karena diamuk massa di Kecamatan Bojonggambir bukan pelaku pembegalan, melainkan korban kecelakaan tunggal yang diduga kehilangan kesadaran setelah mengonsumsi obat batuk secara berlebihan. Fakta ini menjadi pengingat bahwa pria dikira begal belum tentu merupakan pelaku kejahatan, […]

  • relaksasi pajak PPN media

    Era Digital Himpit Media Lokal, Relaksasi Pajak PPN Menguat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tekanan terhadap industri media nasional kian menguat seiring perubahan lanskap ekonomi digital. Di tengah dominasi platform global dan penurunan pendapatan iklan, wacana relaksasi pajak PPN media kembali mengemuka sebagai salah satu opsi perlindungan bagi media nasional. Sejumlah organisasi pers dan pelaku industri menilai relaksasi pajak PPN media bukan sekadar insentif fiskal, […]

  • Mayat di Sumur

    Warga Mangkubumi Geger, Mayat Perempuan Ditemukan di Sumur Tua

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Suasana tenang di kawasan Babakan Domba, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, mendadak berubah menjadi duka. Warga digegerkan oleh penemuan mayat di sumur atau jasad perempuan yang ditemukan di sebuah sumur tua pada Minggu (21/6/2026). Korban diketahui berinisial EH (63), seorang warga setempat. Hingga Minggu malam, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian […]

  • admin OPD

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Admin OPD, Standarisasi Informasi Publik

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya melatih admin OPD untuk menyatukan komunikasi publik dan memperkuat transparansi layanan pemerintah. Pemerintah Daerah Dorong Tata Kelola Informasi yang Seragam albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menata ulang pengelolaan informasi publik di lingkungan birokrasi. Melalui pelatihan pengelolaan informasi bagi admin perangkat daerah, pemerintah daerah berupaya menyatukan pola komunikasi publik agar lebih […]

expand_less