Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Pemda Tempel Stiker Keluarga Miskin untuk Tekan Penerima Bansos Ilegal

Pemda Tempel Stiker Keluarga Miskin untuk Tekan Penerima Bansos Ilegal

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Inisiatif stiker keluarga miskin jadi strategi daerah menekan penerima bansos tidak tepat sasaran.

albadarpost.com, LENSA – Langkah beberapa pemerintah daerah menempel stiker keluarga miskin pada rumah penerima bantuan sosial menjadi sorotan publik. Kebijakan ini bukan perintah Kementerian Sosial, tetapi murni inisiatif daerah untuk menekan jumlah penerima bansos tidak tepat sasaran. Penempelan stiker keluarga miskin dimaksudkan sebagai tekanan moral agar warga yang sebenarnya mampu keluar dari daftar penerima bansos secara sukarela.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan posisi Kemensos tidak terlibat dalam kebijakan stiker tersebut. “Itu inisiatif dari daerah. Kementerian Sosial sendiri tidak memberikan instruksi,” kata Agus usai Pembukaan Evaluasi Desa Sejahtera Mandiri di Kota Semarang, Kamis (27/11/2025). Menurutnya, pemerintah daerah mencoba menertibkan data penerima bantuan dan mendorong warga mampu berhenti menerima bansos.


Motivasi Penempelan Stiker

Agus menyatakan evaluasi lapangan menunjukkan banyak penerima bansos bukan dari kelompok miskin. Di sejumlah desa, keluarga dengan pendapatan stabil mengandalkan bantuan rutin dari negara. “Kami berharap saudara-saudara kita yang mampu dan sebenarnya tidak berhak menerima bansos segera keluar, supaya bisa digantikan oleh yang benar-benar berhak,” ujar Agus.

Penempelan stiker keluarga miskin dianggap efektif karena menimbulkan rasa malu bagi penerima tak layak. Cara ini dipakai sebagai alat sosial berbasis tekanan psikologis, bukan hukuman administratif. Pemerintah daerah menganggap pendekatan tersebut mempercepat pemutakhiran data tanpa menunggu proses birokratis yang panjang.

Kementerian Sosial tidak menutup ruang inovasi daerah. Namun Agus menekankan kebijakan yang bersifat simbolik seperti stiker tidak pernah dirumuskan Kemensos. Daerah diperbolehkan menguji berbagai pendekatan selama tidak menyebabkan diskriminasi atau pelanggaran hukum.


Transisi Data Bansos Nasional

Penanganan data penerima bantuan sosial memasuki fase baru. Pemerintah sedang berada di masa transisi dari Data Tunggal Kesejahteraan Sosial (DTKS) menuju Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Perubahan ini bertujuan meminimalkan exclusion error—penerima yang layak tetapi tidak terdata—dan inclusion error—penerima yang tidak layak tetapi menikmati bansos.

Agus menjelaskan DTSEN menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya seluruh kementerian menyerahkan data ke satu basis yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS). BPS bertugas merumuskan variabel obyektif untuk menentukan kelayakan penerima bantuan. “Supaya objektif, BPS yang merumuskan. Kemensos membantu melakukan pemutakhiran, salah satunya melalui ground check,” ujarnya.

Proses pemutakhiran data dilakukan berlapis. Musyawarah desa dan kelurahan menjadi mekanisme verifikasi langsung. Warga dapat melakukan pengecekan melalui aplikasi Cek Bansos, menghubungi call center, hingga kanal pengaduan WhatsApp. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) juga diwajibkan rutin memantau kondisi penerima di lapangan.


Analisis dan Dampak bagi Warga

Kebijakan stiker keluarga miskin menjadi perdebatan publik. Di satu sisi, pendekatan ini menekan penerima bansos tidak layak yang kerap sulit teridentifikasi. Di sisi lain, metode ini berpotensi menimbulkan stigma pada keluarga miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan. Sentimen sosial dapat memicu diskriminasi di lingkungan mereka.

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya Musnahkan Rokok Ilegal

Namun pemerintah memilih ruang inovasi daerah sebagai laboratorium kebijakan. Selama transisi menuju DTSEN, negara perlu mekanisme korektif cepat yang tidak bergantung penuh pada pembaruan basis data. Penempelan stiker keluarga miskin menjadi alat temporer untuk mendorong literasi moral penerima bantuan.

Kemensos sendiri berhati-hati mengambil sikap. Tanpa regulasi pusat, daerah bebas menguji terobosan. Tetapi otoritas pusat tetap menekankan validitas data sebagai kunci penyaluran bansos. Transparansi berbasis data dan verifikasi sosial lapangan dianggap formula paling aman dibanding tekanan sosial yang berpotensi salah sasaran.

Ke depan, sukses DTSEN akan menentukan apakah metode seperti stiker keluarga miskin masih relevan. Jika sistem integrasi data menghasilkan akurasi tinggi, instrumen stigmatisasi tidak lagi diperlukan. Pemerintah daerah diharapkan mengalihkan fokus pada perlindungan sosial berbasis kondisi ekonomi aktual warga.

Stiker keluarga miskin muncul sebagai strategi sementara daerah untuk menekan penerima bansos tidak tepat sambil menunggu akurasi data nasional. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadwal Haji 2026

    Jadwal Haji 2026 Resmi, Wukuf Arafah Jadi Puncak Ibadah

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jadwal Haji 2026 resmi menjadi perhatian jutaan calon jemaah di Indonesia. Pemerintah telah merilis rangkaian lengkap perjalanan ibadah haji 1447 H/2026 M, mulai dari keberangkatan di Tanah Air, puncak ibadah di Arafah, hingga kepulangan kembali ke Indonesia. Jadwal Haji 2026 atau rangkaian ibadah haji 1447 H ini bukan sekadar agenda tahunan. […]

  • Ilustrasi bakwan jagung renyah berwarna keemasan di atas piring dengan cabai rawit dan suasana dapur rumahan.

    Resep Bakwan Jagung Renyah Anti Lembek, Dingin Pun Tetap Krispi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bakwan jagung renyah masih jadi salah satu gorengan favorit di banyak rumah Indonesia. Rasanya gurih, teksturnya kriuk, dan aromanya sering langsung membuat orang berkumpul ke dapur bahkan sebelum matang sempurna. Karena itu, resep bakwan jagung anti lembek kini semakin banyak dicari, terutama oleh pecinta gorengan rumahan yang ingin hasilnya tetap renyah meski […]

  • Ilustrasi suasana Ramadan dengan umat Muslim beribadah dan merenungi makna puasa menurut Al-Qur’an dan hadis.

    Makna Ramadan dan Tiga Tingkatan Puasa

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Makna Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadan berasal dari kata ar-romadh yang berarti membakar. Artinya, bulan suci ini diharapkan mampu membakar dosa dan menyucikan jiwa. Pemahaman tentang hakikat puasa Ramadan atau makna puasa dalam Islam menjadi penting agar ibadah tidak berhenti pada rutinitas tahunan semata. Allah SWT berfirman dalam […]

  • Denda BPJS Kesehatan

    Jangan Sampai Salah Paham, Begini Cara Kerja Denda BPJS Saat Rawat Inap

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL– Denda BPJS Kesehatan kembali menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku terkejut saat masih harus mengeluarkan biaya tambahan untuk layanan rawat inap. Padahal, status kepesertaan mereka sudah aktif kembali. Situasi ini memunculkan pertanyaan sekaligus kebingungan di kalangan peserta yang mengira seluruh biaya perawatan otomatis ditanggung setelah kartu JKN […]

  • Isra Nabi

    Isra Mikraj Sebagai Penguatan Iman dan Dakwah

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Peristiwa Isra Nabi Muhammad SAW ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Isra ayat 1. Ayat ini bukan sekadar narasi perjalanan malam, tetapi pernyataan teologis yang memiliki dampak besar bagi keimanan umat Islam. Di tengah tekanan dakwah dan penolakan keras kaum Quraisy, Al-Qur’an menempatkan Nabi Muhammad SAW pada posisi yang dimuliakan oleh Allah […]

  • santri mengikuti ngaji pasaran kitab kuning di pesantren saat Ramadan

    Jarang Diketahui, Ini Tradisi Ngaji Pasaran di Pesantren Saat Ramadan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Bulan Ramadan selalu membawa suasana berbeda di pesantren. Salah satu tradisi yang paling khas adalah ngaji pasaran. Tradisi ngaji pasaran di pesantren ini menghadirkan pengajian kitab kuning secara intensif selama bulan Ramadan. Para santri, alumni, bahkan masyarakat umum berkumpul untuk mengikuti ngaji pasaran yang dipimpin langsung oleh para kiai. Tradisi ini sudah […]

expand_less