Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Pemda Tempel Stiker Keluarga Miskin untuk Tekan Penerima Bansos Ilegal

Pemda Tempel Stiker Keluarga Miskin untuk Tekan Penerima Bansos Ilegal

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • visibility 207
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Inisiatif stiker keluarga miskin jadi strategi daerah menekan penerima bansos tidak tepat sasaran.

albadarpost.com, LENSA – Langkah beberapa pemerintah daerah menempel stiker keluarga miskin pada rumah penerima bantuan sosial menjadi sorotan publik. Kebijakan ini bukan perintah Kementerian Sosial, tetapi murni inisiatif daerah untuk menekan jumlah penerima bansos tidak tepat sasaran. Penempelan stiker keluarga miskin dimaksudkan sebagai tekanan moral agar warga yang sebenarnya mampu keluar dari daftar penerima bansos secara sukarela.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan posisi Kemensos tidak terlibat dalam kebijakan stiker tersebut. “Itu inisiatif dari daerah. Kementerian Sosial sendiri tidak memberikan instruksi,” kata Agus usai Pembukaan Evaluasi Desa Sejahtera Mandiri di Kota Semarang, Kamis (27/11/2025). Menurutnya, pemerintah daerah mencoba menertibkan data penerima bantuan dan mendorong warga mampu berhenti menerima bansos.


Motivasi Penempelan Stiker

Agus menyatakan evaluasi lapangan menunjukkan banyak penerima bansos bukan dari kelompok miskin. Di sejumlah desa, keluarga dengan pendapatan stabil mengandalkan bantuan rutin dari negara. “Kami berharap saudara-saudara kita yang mampu dan sebenarnya tidak berhak menerima bansos segera keluar, supaya bisa digantikan oleh yang benar-benar berhak,” ujar Agus.

Penempelan stiker keluarga miskin dianggap efektif karena menimbulkan rasa malu bagi penerima tak layak. Cara ini dipakai sebagai alat sosial berbasis tekanan psikologis, bukan hukuman administratif. Pemerintah daerah menganggap pendekatan tersebut mempercepat pemutakhiran data tanpa menunggu proses birokratis yang panjang.

Kementerian Sosial tidak menutup ruang inovasi daerah. Namun Agus menekankan kebijakan yang bersifat simbolik seperti stiker tidak pernah dirumuskan Kemensos. Daerah diperbolehkan menguji berbagai pendekatan selama tidak menyebabkan diskriminasi atau pelanggaran hukum.


Transisi Data Bansos Nasional

Penanganan data penerima bantuan sosial memasuki fase baru. Pemerintah sedang berada di masa transisi dari Data Tunggal Kesejahteraan Sosial (DTKS) menuju Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Perubahan ini bertujuan meminimalkan exclusion error—penerima yang layak tetapi tidak terdata—dan inclusion error—penerima yang tidak layak tetapi menikmati bansos.

Agus menjelaskan DTSEN menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya seluruh kementerian menyerahkan data ke satu basis yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS). BPS bertugas merumuskan variabel obyektif untuk menentukan kelayakan penerima bantuan. “Supaya objektif, BPS yang merumuskan. Kemensos membantu melakukan pemutakhiran, salah satunya melalui ground check,” ujarnya.

Proses pemutakhiran data dilakukan berlapis. Musyawarah desa dan kelurahan menjadi mekanisme verifikasi langsung. Warga dapat melakukan pengecekan melalui aplikasi Cek Bansos, menghubungi call center, hingga kanal pengaduan WhatsApp. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) juga diwajibkan rutin memantau kondisi penerima di lapangan.


Analisis dan Dampak bagi Warga

Kebijakan stiker keluarga miskin menjadi perdebatan publik. Di satu sisi, pendekatan ini menekan penerima bansos tidak layak yang kerap sulit teridentifikasi. Di sisi lain, metode ini berpotensi menimbulkan stigma pada keluarga miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan. Sentimen sosial dapat memicu diskriminasi di lingkungan mereka.

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya Musnahkan Rokok Ilegal

Namun pemerintah memilih ruang inovasi daerah sebagai laboratorium kebijakan. Selama transisi menuju DTSEN, negara perlu mekanisme korektif cepat yang tidak bergantung penuh pada pembaruan basis data. Penempelan stiker keluarga miskin menjadi alat temporer untuk mendorong literasi moral penerima bantuan.

Kemensos sendiri berhati-hati mengambil sikap. Tanpa regulasi pusat, daerah bebas menguji terobosan. Tetapi otoritas pusat tetap menekankan validitas data sebagai kunci penyaluran bansos. Transparansi berbasis data dan verifikasi sosial lapangan dianggap formula paling aman dibanding tekanan sosial yang berpotensi salah sasaran.

Ke depan, sukses DTSEN akan menentukan apakah metode seperti stiker keluarga miskin masih relevan. Jika sistem integrasi data menghasilkan akurasi tinggi, instrumen stigmatisasi tidak lagi diperlukan. Pemerintah daerah diharapkan mengalihkan fokus pada perlindungan sosial berbasis kondisi ekonomi aktual warga.

Stiker keluarga miskin muncul sebagai strategi sementara daerah untuk menekan penerima bansos tidak tepat sambil menunggu akurasi data nasional. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Ketupat 2026

    Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Polisi Waspadai Gelombang Kedua Arus Balik

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Libur Lebaran hampir berakhir, tetapi Operasi Ketupat 2026 belum benar-benar selesai dalam arti pengamanan di lapangan. Meski Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup, kepolisian masih menyiagakan personel untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada gelombang kedua arus balik Lebaran. Bagi jutaan pemudik, perjalanan kembali ke kota tujuan masih berlangsung. Karena itu, Polri memastikan pengamanan […]

  • Musda KNPI molor

    Musda KNPI Tasikmalaya Molor, Kritik Halus yang Menyentil Keras

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelaksanaan Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya molor menjadi perbincangan dalam agenda Musyawarah Daerah XVI Komite Nasional Pemuda Indonesia. Keterlambatan pembukaan forum ini memicu kritik dari peserta yang menilai disiplin waktu menjadi cerminan profesionalisme organisasi. Musda KNPI yang terlambat, atau keterlambatan forum pemuda ini, langsung memunculkan pertanyaan soal kesiapan panitia dan manajemen acara. […]

  • Amerika vs Paraguay

    Amerika vs Paraguay, Tuan Rumah Tak Aman

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Los Angeles mungkin akan bergemuruh ketika Amerika Serikat melangkah ke lapangan SoFi Stadium untuk memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Namun di balik sorak-sorai puluhan ribu suporter, tersimpan satu kenyataan yang tak selalu nyaman bagi tuan rumah: harapan sering kali lebih berat daripada tekanan lawan. Pertandingan Amerika Serikat vs Paraguay […]

  • UMKM ramai pembeli

    5 Rahasia UMKM Kecil yang Tak Pernah Sepi Pembeli

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira UMKM ramai pembeli hanya terjadi karena lokasi strategis atau modal besar. Padahal, usaha kecil yang laris biasanya punya pola yang sama. UMKM laris, usaha kecil ramai pelanggan, dan toko yang selalu dipenuhi pembeli umumnya menjalankan strategi sederhana, tetapi konsisten setiap hari. Ada warung kopi yang selalu penuh sejak pagi. […]

  • Rokok Ilegal Tasikmalaya

    Wali Kota Tasikmalaya Musnahkan Rokok Ilegal

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Pemkot Tasikmalaya memusnahkan 5,5 juta batang rokok ilegal untuk melindungi penerimaan negara. Penindakan besar terhadap peredaran Rokok Ilegal Tasikmalaya dilakukan pemerintah daerah bersama Bea Cukai. Sebanyak 5,5 juta batang rokok ilegal dari 114 merek dimusnahkan di Bale Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (27/11/2025). Nilai potensi kerugian negara mencapai Rp4,1 miliar. Angka itu menunjukkan skala pelanggaran […]

  • Kaligrafi Bismillahirrahmanirrahim dengan nuansa reflektif tasawuf dan cahaya lembut Islami.

    Membaca Bismillah Setiap Hari, Tapi 4 Rahasia Ini Jarang Disadari

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di banyak rumah muslim, basmalah atau Bismillahirrahmanirrahim sering menjadi kalimat pertama yang diajarkan kepada anak-anak sebelum mereka mengenal surat-surat panjang Al-Qur’an. Sebagian orang mengucapkannya sebelum menyalakan kendaraan, membuka toko, memulai pekerjaan, bahkan sebelum mengirim pesan penting melalui ponsel. Karena terlalu sering diucapkan, tidak sedikit orang yang akhirnya menganggap basmalah sebagai kalimat biasa. […]

expand_less