Desk Ketenagakerjaan Polri Jadi Harapan Baru Buruh di Pangandaran
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H.,S.I.K., M.S,i., M.I.K️.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Desk Ketenagakerjaan Polri mulai mendapat perhatian luas setelah dinilai mampu menjadi jembatan antara pekerja dan perusahaan dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan. Momentum Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau Hari K3 Sedunia yang diperingati setiap 28 April pun dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara serikat pekerja, kepolisian, dan pemerintah daerah di Pangandaran.
Dalam suasana penuh keakraban, jajaran SPSI Pangandaran melakukan silaturahmi bersama Polres Pangandaran. Pertemuan tersebut tidak hanya membahas keselamatan kerja, tetapi juga memperkuat perlindungan terhadap hak-hak pekerja di tengah tantangan dunia industri yang terus berubah.
Desk Ketenagakerjaan Polri Jadi Ruang Pengaduan Buruh
Desk Ketenagakerjaan Polri merupakan unit khusus yang diluncurkan pada Januari 2025. Kehadiran unit tersebut bertujuan membantu memitigasi dampak pemutusan hubungan kerja atau PHK, menyelesaikan sengketa industrial, hingga memberikan perlindungan hukum bagi pekerja.
Melalui desk tersebut, pekerja dapat menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari persoalan gaji, pesangon, hingga konflik hubungan industrial dengan perusahaan.
Selain menerima laporan, Desk Ketenagakerjaan Polri juga membuka ruang mediasi agar persoalan bisa diselesaikan secara kekeluargaan sebelum masuk ke proses hukum.
Langkah ini dinilai penting karena banyak konflik ketenagakerjaan sebenarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara kedua pihak.
Tidak hanya itu, Desk Ketenagakerjaan Polri juga bersinergi dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA untuk menangani kasus kekerasan terhadap buruh perempuan.
Kapolres Pangandaran Tegaskan Polisi Jadi Fasilitator
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H.,S.I.K., M.S,i., M.I.K️. menegaskan bahwa kepolisian hadir sebagai fasilitator dalam membantu penyelesaian persoalan ketenagakerjaan di daerah.
Menurutnya, komunikasi menjadi langkah utama sebelum persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Kalau kita bisa bereskan di sini, kita bereskan. Kalau tidak bisa dan perlu tindak lanjut bersama pemerintah daerah, nanti bisa didiskusikan dengan bupati. Kita adalah fasilitator,” ujar Ikrar.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari kalangan pekerja karena menunjukkan adanya ruang dialog yang lebih terbuka antara buruh, perusahaan, dan pemerintah.
Selain itu, Kapolres Pangandaran juga menilai pekerja memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.
Ia mengatakan bahwa kemajuan sebuah kabupaten tidak lepas dari kontribusi para pekerja yang setiap hari menjalankan aktivitas di berbagai sektor.
“Di balik berdirinya sebuah kabupaten, ada kerja keras dan dedikasi para pekerja,” katanya.
Hari K3 Jadi Momentum Perkuat Sinergi
Peringatan Hari K3 Sedunia tahun ini tidak hanya berfokus pada keselamatan kerja di lingkungan industri. Di Pangandaran, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang lebih kuat antara aparat, serikat pekerja, dan pemerintah daerah.

Silaturahmi SPSI Pangandaran bersama Polres Pangandaran. (28/4/2026).
Dalam dunia kerja modern, keselamatan kerja memang menjadi salah satu aspek penting. Namun di sisi lain, perlindungan hak pekerja juga tidak kalah penting untuk dijaga.
Karena itu, kehadiran Desk Ketenagakerjaan Polri dianggap mampu menjadi solusi baru dalam menghadapi persoalan ketenagakerjaan yang semakin kompleks.
Melalui mekanisme pelayanan yang dimiliki, pekerja dapat menyampaikan laporan secara langsung. Setelah itu, petugas melakukan asesmen dan gelar perkara untuk memahami duduk persoalan.
Jika memungkinkan, proses mediasi akan dilakukan terlebih dahulu agar kedua pihak mencapai kesepakatan bersama. Namun apabila mediasi tidak berhasil, langkah penegakan hukum menjadi pilihan terakhir.
Pekerja Jadi Pilar Penting Pembangunan Daerah
Dalam setiap proses pembangunan, pekerja selalu memiliki peran besar. Karena itu, hubungan yang sehat antara perusahaan, pekerja, dan pemerintah harus terus dijaga.
SPSI Pangandaran menilai sinergi yang terbangun bersama Polres Pangandaran menjadi langkah positif untuk menciptakan iklim kerja yang aman dan kondusif.
Selain memperjuangkan kesejahteraan pekerja, serikat pekerja juga memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas hubungan industrial agar pembangunan daerah tetap berjalan baik.
Melalui peringatan Hari K3 Sedunia, pesan yang ingin disampaikan terlihat jelas. Keselamatan kerja, perlindungan hak pekerja, dan komunikasi yang sehat harus berjalan beriringan.
Ketika pekerja merasa aman dan dihargai, produktivitas akan meningkat. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan daerah dan kesejahteraan masyarakat secara luas. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar