Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Jemaah Haji Tasikmalaya 2026 Berangkat, Suasana Penuh Haru

Jemaah Haji Tasikmalaya 2026 Berangkat, Suasana Penuh Haru

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana pelepasan jemaah haji Tasikmalaya 2026 terasa berbeda sejak pagi. Udara di sekitar Gedung Dakwah Islam (GDI) seperti dipenuhi campuran rasa haru, bangga, dan cemas. Ratusan keluarga datang lebih awal, sebagian memilih duduk diam, sementara yang lain sibuk memastikan koper dan dokumen tidak tertinggal.

Di tengah keramaian itu, satu hal terasa sama: semua orang tahu momen ini tidak akan mudah dilewati.

Tangis yang Tak Bisa Ditahan

Ketika para jemaah mulai berkumpul dengan seragam batik haji, suasana perlahan berubah. Pelukan terjadi di banyak sudut. Ada yang berusaha tersenyum, tapi tak sedikit yang akhirnya menyerah pada air mata.

Seorang ibu tampak menggenggam tangan anaknya lebih lama dari biasanya. Di sisi lain, seorang ayah menepuk bahu keluarganya, seolah ingin terlihat tegar, meski matanya mulai berkaca-kaca.

Momen seperti ini selalu berulang setiap musim haji. Namun, bagi mereka yang menjalaninya, rasanya tetap baru—dan tetap berat.

Pesan yang Tidak Sekadar Formalitas

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candranagara, secara resmi melepas keberangkatan jemaah. Namun, sambutannya tidak terdengar seperti seremoni biasa.

Ia berbicara pelan, dengan penekanan yang terasa personal. Ia mengingatkan soal kesehatan, kekompakan, dan yang paling penting—niat.

“Bapak Ibu adalah tamu Allah. Jalankan ibadah dengan khusyuk. Dan jangan lupa, kami titip doa untuk Tasikmalaya,” ucapnya.

Kalimat itu sederhana, tetapi langsung menyentuh. Beberapa jemaah terlihat mengangguk pelan, seolah menyimpan pesan tersebut dalam hati.

Suasana pelepasan jemaah haji Tasikmalaya 2026 di GDI penuh haru dengan keluarga menangis dan pelukan perpisahan.

Suasana pelepasan jemaah haji Tasikmalaya 2026 di GDI.

Lebih dari Sekadar Perjalanan Ibadah

Ibadah haji memang urusan pribadi. Namun dalam konteks ini, ada makna yang lebih luas. Para jemaah membawa nama daerah, bahkan identitas masyarakatnya.

Itulah sebabnya, sikap selama di Tanah Suci ikut menjadi sorotan. Bukan untuk dinilai, tetapi sebagai cerminan bagaimana warga Tasikmalaya hadir di ruang global umat Islam.

Karena itu, perjalanan ini tidak hanya soal berangkat dan pulang. Ada tanggung jawab moral yang ikut menyertainya.

Persiapan yang Sudah Dilalui

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Aslim, memastikan seluruh jemaah berada dalam kondisi siap. Proses panjang sudah mereka lalui, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga manasik haji.

Persiapan itu tidak selalu mudah. Beberapa jemaah harus menyesuaikan kondisi fisik, bahkan ada yang menjalani pengobatan agar tetap bisa berangkat.

Namun kini, semua proses itu terasa terbayar. Mereka berdiri di titik keberangkatan, siap melangkah lebih jauh.

Selain itu, tim pendamping dan tenaga kesehatan juga telah disiapkan. Kehadiran mereka menjadi penopang penting selama perjalanan berlangsung.

Doa Bersama yang Menggetarkan

Menjelang keberangkatan, suasana kembali hening. Doa bersama digelar, dan hampir semua yang hadir ikut menundukkan kepala.

Tidak ada suara keras, hanya lantunan doa yang mengalir perlahan. Justru di situlah letak kekuatannya.

Beberapa orang terlihat mengusap wajah, sebagian lagi menahan tangis. Waktu seakan berjalan lebih lambat.

Namun begitu bus mulai bergerak menuju Embarkasi Bekasi, suasana berubah drastis. Tangan melambai, tangis pecah, dan nama-nama dipanggil untuk terakhir kali sebelum berangkat.

Harapan yang Ikut Diberangkatkan

Pelepasan jemaah haji Tasikmalaya 2026 akhirnya bukan sekadar agenda tahunan. Ada harapan yang ikut dikirim bersama rombongan tersebut.

Harapan agar perjalanan berjalan lancar. Harapan agar semua kembali dengan selamat. Dan tentu saja, harapan untuk pulang dengan predikat haji mabrur.

Di balik itu semua, terselip doa untuk kota yang mereka tinggalkan—agar tetap aman, damai, dan dijauhkan dari bencana.

Perjalanan ini baru dimulai. Namun bagi banyak orang yang ditinggalkan, penantian justru baru terasa sekarang. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ikan kembung sayur asin

    Ikan Kembung Sayur Asin, Menu Praktis Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Ikan kembung sayur asin jadi menu keluarga hemat, bergizi, dan mudah diolah untuk konsumsi harian. albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah tekanan harga bahan pangan, keluarga kian dituntut cermat memilih menu harian yang bergizi, terjangkau, dan mudah diolah. Salah satu pilihan yang relevan adalah ikan kembung sayur asin ala Chinese, menu rumahan sederhana yang menggabungkan sumber […]

  • Hakordia 2025

    KPK Gelar Hakordia 2025 untuk Perkuat Gerakan Antikorupsi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KPK gelar Hakordia 2025 di Yogyakarta dengan agenda kolaborasi antikorupsi lintas sektor selama empat hari. albadarpost.com, LENSA – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Hakordia 2025 sebagai gerakan kolaborasi nasional yang dipusatkan di Yogyakarta pada 6–9 Desember. Agenda empat hari ini bukan seremoni tahunan, tetapi ruang inklusif yang dirancang untuk memperluas partisipasi publik dalam pencegahan korupsi. Penetapan […]

  • Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025

    Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025, Momentum Santri untuk Negeri

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025: dari Ithlaq Tebuireng hingga Expo dan Award, bukti nyata pesantren berkontribusi pada bangsa dan lingkungan. albadarpost.com, LENSA. Kementerian Agama mengumumkan Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025 sebagai rangkaian kegiatan nasional yang berlangsung mulai 22 September hingga puncaknya pada 25 Oktober. Agenda ini bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk nyata kontribusi […]

  • Timnas Indonesia

    Timnas Indonesia, 5 Fakta Terbaru yang Bikin Lawan Waspada

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Performa skuad Garuda menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa pertandingan terakhir. Oleh karena itu, antusiasme suporter meningkat, sementara lawan mulai memperhitungkan kekuatan baru yang dimiliki tim ini. Performa Terbaru Timnas Indonesia Makin Menjanjikan Dalam beberapa laga terakhir, tim Garuda tampil lebih solid. Lini pertahanan terlihat lebih […]

  • pembunuhan taksi online

    Polisi Telusuri Dugaan Pembunuhan Pengemudi Taksi Online di Tol Jagorawi

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Polisi selidiki kasus pembunuhan pengemudi taksi online yang ditemukan tewas di Tol Jagorawi. albadarpost.com, HUMANIORA – Suasana duka masih menyelimuti rumah Iffah Muhtianah di kawasan Pancoran Mas, Depok. Sejak Senin malam, 10 November 2025, kabar kematian suaminya, Ujang Adiwijaya (57), pengemudi taksi online, membuat keluarga terpukul. Ujang ditemukan tewas di pinggir Tol Jagorawi, dengan luka […]

  • peran guru

    Di Era AI, Peran Guru Justru Makin Penting. Ini Alasannya

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Peran guru di era digital tidak pernah benar-benar hilang, justru semakin terasa penting. Saat internet menyediakan hampir semua jawaban, banyak orang mengira keberadaan guru akan tergeser. Namun kenyataannya, kemudahan akses informasi justru membuat siswa semakin membutuhkan arahan yang tepat. Faktanya, belajar bukan hanya soal menemukan jawaban, tetapi memahami makna di baliknya. Di […]

expand_less