Banjir Aduan Orang Tua, DPRD Soroti Rekrutmen Siswa Baru SMAN 1 Tasikmalaya
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. H. Denny Romdony, Senin (8/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penetapan SMAN 1 Kota Tasikmalaya sebagai salah satu Sekolah MAUNG di Jawa Barat membawa kebanggaan sekaligus harapan besar dari masyarakat. Namun di tengah tingginya antusiasme tersebut, proses PPDB SMAN 1 Tasikmalaya kini ikut menjadi perhatian publik.
Sorotan itu datang dari Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PDI Perjuangan, Drs. H. Denny Romdony. Menurutnya, status Sekolah MAUNG menempatkan SMAN 1 Tasikmalaya pada posisi yang lebih strategis sehingga setiap tahapan penerimaan peserta didik baru perlu berjalan secara terbuka dan mudah dipahami masyarakat.
Bagi banyak orang tua, SMAN 1 Tasikmalaya bukan sekadar sekolah negeri favorit. Dalam beberapa hari terakhir, pembahasan mengenai PPDB juga ramai muncul dalam percakapan masyarakat, termasuk di lingkungan orang tua calon peserta didik yang tengah mengikuti perkembangan proses seleksi.
Karena itu, menurut Denny, keterbukaan informasi menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Status Sekolah MAUNG Membawa Tanggung Jawab Lebih Besar
Program Sekolah MAUNG merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong lahirnya sekolah-sekolah unggulan yang mampu mencetak lulusan berdaya saing tinggi.
Dengan status tersebut, ekspektasi masyarakat terhadap SMAN 1 Tasikmalaya ikut meningkat.
Denny menilai, kepercayaan yang diberikan kepada sekolah harus diimbangi dengan tata kelola yang baik, termasuk dalam proses penerimaan siswa baru.
Menurutnya, semakin tinggi reputasi sebuah sekolah, semakin besar pula kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai mekanisme seleksi yang diterapkan.
“SMAN 1 Tasikmalaya adalah ikon pendidikan Kota Tasikmalaya. Ketika sekolah ini ditunjuk menjadi Sekolah MAUNG, tentu masyarakat menaruh harapan yang besar,” ujar Denny dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
DPRD Soroti Pentingnya Keterbukaan Informasi
Denny mengaku menerima berbagai pertanyaan dan masukan dari masyarakat terkait pelaksanaan PPDB tahun ini.
Beberapa orang tua, kata dia, meminta penjelasan lebih rinci mengenai mekanisme seleksi, pembagian kuota, serta penerapan jalur penerimaan yang tersedia.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penyampaian informasi yang mudah diakses dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Karena itu, ia mendorong agar data pelaksanaan PPDB dapat disampaikan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.
Informasi yang dimaksud antara lain jumlah pendaftar, kapasitas penerimaan, pembagian kuota per jalur, hingga hasil seleksi yang memang dapat dipublikasikan sesuai aturan yang berlaku.
Denny menilai langkah tersebut dapat membantu mengurangi kesalahpahaman sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses yang sedang berjalan.
Usulan Pengawasan yang Melibatkan Masyarakat
Selain mendorong transparansi, Denny juga mengusulkan adanya penguatan fungsi pengawasan dengan melibatkan berbagai unsur pendidikan dan masyarakat.
Menurutnya, dewan pendidikan, komite sekolah, serta unsur masyarakat dapat menjadi mitra dalam mengawal pelaksanaan PPDB agar berjalan sesuai regulasi.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan seluruh proses berlangsung secara akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya pendidikan yang sehat dan terbuka.
Kepercayaan Publik Menjadi Modal Utama
Penerimaan peserta didik baru hampir selalu menjadi perhatian masyarakat setiap tahun. Tingginya minat terhadap sekolah tertentu sering kali membuat proses seleksi mendapat sorotan lebih besar dibandingkan bidang lainnya.
Kondisi serupa kini terjadi di SMAN 1 Tasikmalaya.
Status Sekolah MAUNG membuat perhatian publik terhadap setiap tahapan pelaksanaan PPDB semakin tinggi. Karena itu, keterbukaan informasi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Bagi banyak orang tua, yang dibutuhkan bukan hanya hasil seleksi, melainkan juga pemahaman mengenai bagaimana proses tersebut berjalan.
Kepercayaan publik pada akhirnya tidak hanya dibangun melalui prestasi akademik. Kepercayaan juga tumbuh dari proses yang transparan, komunikasi yang baik, dan keterbukaan informasi yang dapat diakses oleh semua pihak.
Hingga berita ini ditulis, AlbadarPost masih berupaya meminta tanggapan dari pihak SMAN 1 Tasikmalaya maupun pihak terkait mengenai pernyataan dan usulan yang disampaikan anggota DPRD tersebut.
Sekolah unggul tidak hanya lahir dari siswa-siswa terbaik. Sekolah unggul juga tumbuh dari proses yang mampu menjawab setiap pertanyaan publik dengan terbuka dan jujur. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar