Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kapolda Jabar Pimpin Aksi Bersih-bersih Pantai Pangandaran

Kapolda Jabar Pimpin Aksi Bersih-bersih Pantai Pangandaran

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Semangat menjaga kelestarian pesisir kembali menggema di kawasan wisata unggulan Jawa Barat. Aksi bersih-bersih Pantai Pangandaran yang melibatkan unsur kepolisian, pemerintah daerah, tokoh nasional, hingga masyarakat menjadi bukti nyata bahwa laut adalah masa depan yang harus dijaga bersama.

Kegiatan yang digelar pada Jumat, 6 Februari 2026 ini dipimpin langsung Kapolda Jawa Barat. Ia hadir bersama Kapolres Pangandaran, Bupati Pangandaran, serta sejumlah elemen masyarakat yang sejak pagi telah memadati titik kegiatan di sepanjang pesisir.

Sejak awal kegiatan, peserta tampak antusias memungut sampah yang tersebar di area pantai. Selain botol dan kemasan plastik, puntung rokok menjadi salah satu jenis sampah yang paling banyak ditemukan. Kondisi ini menjadi perhatian serius aparat dan pemerintah daerah.

Kapolda Jabar, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa Pangandaran memiliki kekayaan alam luar biasa yang tidak boleh diabaikan.

“Pangandaran mempunyai 91 kilometer panjang pantai. Ini suatu anugerah dan harus kita jaga. Umumnya pantai ini sudah bisa dikatakan bersih, cuma kami banyak menemukan puntung rokok dan sampah berbahan plastik yang dibuang sembarangan. Mari kita jaga laut, jaga masa depan dengan menjaga kebersihannya,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga pantai bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif. Karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membangun kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan, terutama saat berwisata.

Baca juga: Surat Pembaca: Ruang Aman untuk Keluhan Warga. Gratis!

Kolaborasi Aparat dan Warga

Aksi bersih pantai ini tidak berdiri sendiri. Berbagai instansi bergabung, mulai dari TNI-Polri, dinas lingkungan hidup, relawan komunitas, pelaku wisata, hingga warga lokal. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan telah menjadi gerakan bersama.

Bupati Pangandaran dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya kesadaran wisatawan. Ia tidak melarang aktivitas wisata, termasuk merokok di area pantai, namun menuntut tanggung jawab pengunjung terhadap sampah yang dihasilkan.

“Kepada masyarakat maupun pengunjung yang datang ke pantai diperbolehkan untuk merokok, hanya buanglah puntung rokok pada tempat sampah. Mari kita jaga kebersihan Pantai Pangandaran,” tegasnya.

Ajakan tersebut dinilai penting karena lonjakan wisatawan setiap musim liburan kerap berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah. Oleh sebab itu, edukasi langsung di lapangan terus diperkuat.

Selain memungut sampah, petugas juga memberikan imbauan persuasif, membagikan kantong sampah, serta mengingatkan pengunjung agar tidak meninggalkan limbah di pasir maupun laut.

Susi Pudjiastuti: Harus Ada Denda

Kehadiran mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, menambah gaung kegiatan ini. Tokoh yang dikenal vokal terhadap isu kelautan itu menyampaikan pandangan tegas mengenai penanganan sampah di destinasi wisata.

Menurutnya, edukasi saja tidak cukup tanpa diiringi aturan yang memiliki daya paksa.

“Harus ada aturan denda bagi pembuang sampah sembarangan di Pangandaran ini,” ujarnya.

Susi menilai, kebijakan denda akan menimbulkan efek jera sekaligus membangun disiplin publik. Ia juga mengingatkan bahwa kerusakan laut berdampak langsung pada ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pelaku wisata.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kebersihan pantai merupakan wajah daerah. Jika pantai kotor, maka citra wisata ikut tercoreng.

Jaga Wisata, Jaga Masa Depan

Pangandaran selama ini dikenal sebagai salah satu magnet wisata bahari di Jawa Barat. Garis pantai sepanjang 91 kilometer menghadirkan potensi besar, mulai dari pariwisata, perikanan, hingga ekonomi kreatif.

Baca juga: Janji Allah di Jalan Syukur

Karena itu, menjaga kebersihannya berarti menjaga sumber penghidupan masyarakat.

Aksi bersih pantai ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman terbesar ekosistem laut saat ini berasal dari sampah plastik sekali pakai. Jika tidak dikendalikan, limbah tersebut akan merusak biota laut, mencemari rantai makanan, bahkan mengancam kesehatan manusia.

Melalui kegiatan kolaboratif seperti ini, pemerintah daerah berharap kesadaran publik terus tumbuh. Apalagi, gerakan bersih pantai tidak berhenti pada seremoni, tetapi diharapkan menjadi budaya.

Kapolda Jabar menutup kegiatan dengan pesan kuat yang menjadi semangat bersama:

“Jaga laut, jaga masa depan.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa laut bukan hanya ruang wisata, melainkan warisan yang harus diserahkan dalam kondisi terbaik kepada generasi mendatang.

Dengan keterlibatan aparat, tokoh nasional, dan masyarakat, Pangandaran mengirim sinyal optimistis: pesisir bersih bukan mimpi, melainkan gerakan nyata yang wajib terus dijaga. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kekerasan Anak

    Polres Sukabumi Kota Tangkap Ayah Tiri Pelaku Kekerasan Anak

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Unit PPA Polres Sukabumi Kota menangkap ayah tiri pelaku kekerasan anak dengan video sebagai alat pemerasan. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus kekerasan anak kembali mencuat di Sukabumi. Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi Kota menangkap DIA (44), seorang ayah tiri asal Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, atas dugaan eksploitasi seksual terhadap anak perempuan berusia 10 tahun. Bukan hanya […]

  • penyakit pascabencana

    Kemenkes Tegaskan Lonjakan Penyakit Pascabencana di Sumatera

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Kemenkes mencatat peningkatan penyakit pascabencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut dengan risiko penyebaran yang membesar. Kemenkes Laporkan Lonjakan Penyakit Pascabencana dan Peringatkan Risiko Meluas albadarpost.com, LENSA – Kasus penyakit pascabencana mulai meningkat di tiga provinsi terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Lonjakan ini menjadi perhatian pemerintah karena wilayah tersebut […]

  • Kawasan Tanpa Rokok

    Satpol PP Cirebon Tindak Warga Langgar Kawasan Tanpa Rokok, Denda Rp17 Ribu Berlaku Tegas

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Satpol PP Cirebon tindak pelanggar kawasan tanpa rokok, tujuh warga didenda Rp17 ribu untuk tegakkan Perda KTR. Penegakan Kawasan Tanpa Rokok Kian Diperketat albadarpost.com, LENSA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam menegakkan aturan kawasan tanpa rokok (KTR). Dalam operasi yang digelar pada Sabtu pagi, 1 November 2025, petugas […]

  • pemangkasan pohon

    BPBD Tasikmalaya Percepat Pemangkasan Pohon di Jalan Nasional

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    BPBD Kabupaten Tasikmalaya percepat pemangkasan pohon di jalan nasional untuk mengurangi ancaman saat cuaca ekstrem. albadarpost.com, LENSA – Hujan yang kian sering turun dalam beberapa pekan terakhir mendorong BPBD Kabupaten Tasikmalaya mempercepat pemangkasan pohon di sepanjang ruas jalan nasional. Langkah ini diputuskan setelah keluhan warga semakin banyak, terutama mengenai pohon-pohon besar yang dinilai rawan tumbang […]

  • “Ibu ditandu warga melewati jalan rusak di Sukabumi demi menyelamatkan bayinya yang kritis menuju fasilitas kesehatan”

    Kisah Heroik Tapi Tragis: Ibu Ditandu Demi Selamatkan Bayinya

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tangis pecah di sebuah pelosok Sukabumi, tepatnya di di Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah. Bukan sekadar tangis kehilangan, melainkan jerit pilu dari sebuah perjuangan panjang yang berakhir duka. Inilah kisah heroik tapi tragis seorang ibu yang rela ditandu ratusan meter demi menyelamatkan bayinya yang kritis. Peristiwa memilukan itu bermula saat […]

  • Makna Kurban

    Idul Adha Kini Makin Ramai, Tapi Makna Kurban Justru Mulai Sepi

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menjelang Idul Adha, pembicaraan tentang makna kurban, ibadah kurban, dan hewan kurban kembali ramai di tengah masyarakat. Namun di balik semarak itu, ada sesuatu yang perlahan berubah. Banyak orang kini lebih fokus pada harga sapi, ukuran hewan, hingga unggahan media sosial dibanding memahami pesan keikhlasan dan pengorbanan yang menjadi inti kurban dalam […]

expand_less