Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kewajiban Ibadah di Tengah Jaminan Rezeki dari Allah

Kewajiban Ibadah di Tengah Jaminan Rezeki dari Allah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ulama mengingatkan kewajiban ibadah di tengah jaminan rezeki Allah agar masyarakat lebih tenang dan berimbang.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat agar tidak terjebak dalam kecemasan berlebihan soal urusan dunia. Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan produktivitas, mereka menegaskan bahwa jaminan rezeki telah ditetapkan Allah Swt, sementara kewajiban utama manusia adalah menunaikan amanah ibadah dan tanggung jawab moral. Pesan ini dinilai relevan karena kegelisahan ekonomi kerap menggerus ketenangan spiritual masyarakat.

Dalam berbagai kajian keislaman, ulama merujuk pandangan Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam Kitab Al-Hikam yang menempatkan ketenangan hati sebagai fondasi iman. Menurut mereka, kerisauan berlebih atas hal-hal yang telah dijamin justru menjadi tanda melemahnya keyakinan.

Ulama Menegaskan Batas Ikhtiar dan Jaminan Rezeki

Syekh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam secara tegas mengingatkan agar manusia tidak menghabiskan energi batin untuk mengatur sesuatu yang sudah dijamin Allah Swt. Ia menulis, manusia diperintahkan untuk “mengistirahatkan hati dan pikiran” dari kegelisahan duniawi, sebab apa yang telah ditetapkan tidak akan luput.

Baca juga: Istri Gugat Cerai, Ini Batasan dan Tujuannya Dalam Islam

“Keraguan terhadap jaminan Allah Swt adalah tanda kurangnya iman,” tulis Ibnu Athaillah dalam salah satu aforismenya.

Ulama menjelaskan, manusia sering kali terbalik dalam memprioritaskan hidup. Banyak yang bersungguh-sungguh mengejar rezeki yang sudah dijamin, tetapi justru lalai terhadap kewajiban yang diperintahkan. Sikap ini, menurut Ibnu Athaillah, mencerminkan “kebutaan mata hati”.

Konsep jaminan rezeki dalam Islam tidak dimaksudkan untuk melemahkan ikhtiar. Sebaliknya, ia berfungsi sebagai pengingat bahwa usaha tidak boleh mengorbankan kewajiban utama kepada Allah Swt.

Rujukan Al-Qur’an tentang Jaminan Rezeki

Pandangan ulama ini berdasar pada Al-Qur’an. Dalam Surah Al-Ankabut ayat 60, Allah Swt berfirman:

“Dan berapa banyak makhluk bergerak yang tidak dapat membawa rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan juga kepadamu.”

Ayat ini kerap dijadikan rujukan oleh para ulama untuk menegaskan bahwa jaminan rezeki bukan semata teori teologis, melainkan prinsip dasar kehidupan. Hewan yang tidak menyimpan bekal pun tetap hidup karena ketentuan Allah Swt. Manusia, dengan akal dan usaha, justru sering terjebak dalam kecemasan berlebih.

Dalam kerangka ini, Islam mengajarkan pembagian peran yang jelas: manusia menjalankan kewajiban, sementara Allah Swt menjamin rezeki dan hasil.

Menjaga Keseimbangan antara Amanah dan Tawakal

Syekh Al-Hawas, salah satu ulama sufi yang juga sering dikutip dalam kajian tasawuf, menegaskan prinsip serupa. Ia mengingatkan agar manusia tidak memaksakan diri mengejar apa yang telah dicukupi oleh Allah Swt, tetapi juga tidak menyia-nyiakan amanah yang dibebankan kepadanya.

Baca juga: Takdir Allah Menentukan Ikhtiar, Ulama Ingatkan Batas Kehendak

Pesan ini menegaskan dua prinsip utama. Pertama, terhadap apa yang telah dijamin Allah Swt, manusia dilarang berburuk sangka. Kedua, terhadap apa yang dituntut Allah Swt, manusia tidak boleh lalai.

Ulama menilai, ketidakseimbangan dalam memahami dua hal ini berpotensi melahirkan kelelahan mental. Masyarakat menjadi mudah cemas, merasa selalu kurang, dan kehilangan orientasi spiritual. Dalam jangka panjang, kondisi ini berdampak pada relasi sosial dan kualitas ibadah.

Pemahaman Jaminan Rezeki

Pemahaman yang utuh tentang jaminan rezeki dinilai dapat membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dengan lebih tenang. Kesadaran bahwa rezeki telah diatur tidak membuat seseorang pasif, tetapi mendorongnya bekerja dengan niat yang lebih jernih dan etis.

Di sisi lain, konsep ini juga mencegah sikap rakus dan praktik tidak adil dalam mencari penghidupan. Ulama menilai, ketika kewajiban ibadah ditempatkan di atas kepentingan dunia, solidaritas sosial dan kejujuran lebih mudah tumbuh.

Ulama menegaskan bahwa ketenangan hidup terletak pada keseimbangan antara kewajiban dan jaminan rezeki. Manusia diminta fokus menjalankan amanah, sementara hasil diserahkan kepada Allah Swt. Prinsip ini dinilai semakin relevan di tengah tekanan hidup modern. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rusa Cagar Alam Pangandaran

    Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Sering Masuk Permukiman, BKSDA Pangandaran Lakukan Patroli Ketat

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Rusa Cagar Alam Pangandaran sering masuk ke permukiman warga, BKSDA tingkatkan patroli untuk jaga ekosistem. Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Dekat dengan Warga albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena unik kembali terjadi di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Sejumlah rusa dari Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran kerap terlihat keluar dari area konservasi dan berkeliaran hingga […]

  • santri mengikuti ngaji pasaran kitab kuning di pesantren saat Ramadan

    Jarang Diketahui, Ini Tradisi Ngaji Pasaran di Pesantren Saat Ramadan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Bulan Ramadan selalu membawa suasana berbeda di pesantren. Salah satu tradisi yang paling khas adalah ngaji pasaran. Tradisi ngaji pasaran di pesantren ini menghadirkan pengajian kitab kuning secara intensif selama bulan Ramadan. Para santri, alumni, bahkan masyarakat umum berkumpul untuk mengikuti ngaji pasaran yang dipimpin langsung oleh para kiai. Tradisi ini sudah […]

  • larangan jilbab Austria

    Larangan Jilbab Austria Berlaku 2026, Kritik HAM Menguat

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Austria melarang jilbab siswi di bawah 14 tahun. Kebijakan diuji HAM dan berpotensi digugat ke Mahkamah Konstitusi. Larangan Jilbab Disahkan, Ribuan Siswi Terdampak albadarpost.com, BERITA DUNIA – Parlemen Austria menyetujui kebijakan larangan penggunaan jilbab bagi siswi perempuan di bawah usia 14 tahun. Keputusan ini diambil Dewan Nasional Austria pada Kamis (11/12/2025) dan akan berlaku mulai […]

  • korupsi pengadaan

    Perspektif: Pola Putusan MA dan Arah Penindakan Korupsi Pengadaan

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Putusan MA dalam perkara pengadaan menunjukkan pergeseran arah penegakan hukum korupsi yang lebih substantif. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung dalam perkara korupsi pengadaan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) di sekolah dasar Kabupaten Gresik tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari pola yang kian konsisten dalam beberapa tahun terakhir: MA memperketat tafsir hukum atas korupsi […]

  • Ilustrasi catering diet rumahan dengan piring seimbang berisi nasi merah, ayam panggang, dan sayuran saat bulan puasa.

    Catering Diet Rumahan Saat Puasa, Tetap Nikmat Tanpa Kalori Berlebih

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bulan puasa sering identik dengan sajian melimpah saat berbuka. Namun, kini tren catering diet rumahan semakin diminati karena membantu mengontrol porsi dan kalori tanpa mengorbankan rasa. Konsep ini mirip layanan catering sehat, tetapi seluruh proses dilakukan dari dapur sendiri. Dengan strategi tepat, diet puasa tetap terjaga, berat badan stabil, dan energi harian […]

  • korban love scam

    Korban Love Scam Kehilangan Rp2,1 Miliar, Pelaku Masih Buron

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Kasus korban love scam Rp2,1 miliar asal Surabaya mandek setahun. Pelaku dan istrinya masih buron. albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang korban love scam asal Surabaya berinisial WS kembali menyuarakan tuntutan keadilan setelah kehilangan uang Rp2,1 miliar. Setahun sejak laporan dibuat, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat belum menemukan terduga pelaku, yakni pria keturunan Kamerun bernama Heric Simphorien […]

expand_less