Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kewajiban Ibadah di Tengah Jaminan Rezeki dari Allah

Kewajiban Ibadah di Tengah Jaminan Rezeki dari Allah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 136
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ulama mengingatkan kewajiban ibadah di tengah jaminan rezeki Allah agar masyarakat lebih tenang dan berimbang.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat agar tidak terjebak dalam kecemasan berlebihan soal urusan dunia. Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan produktivitas, mereka menegaskan bahwa jaminan rezeki telah ditetapkan Allah Swt, sementara kewajiban utama manusia adalah menunaikan amanah ibadah dan tanggung jawab moral. Pesan ini dinilai relevan karena kegelisahan ekonomi kerap menggerus ketenangan spiritual masyarakat.

Dalam berbagai kajian keislaman, ulama merujuk pandangan Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam Kitab Al-Hikam yang menempatkan ketenangan hati sebagai fondasi iman. Menurut mereka, kerisauan berlebih atas hal-hal yang telah dijamin justru menjadi tanda melemahnya keyakinan.

Ulama Menegaskan Batas Ikhtiar dan Jaminan Rezeki

Syekh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam secara tegas mengingatkan agar manusia tidak menghabiskan energi batin untuk mengatur sesuatu yang sudah dijamin Allah Swt. Ia menulis, manusia diperintahkan untuk “mengistirahatkan hati dan pikiran” dari kegelisahan duniawi, sebab apa yang telah ditetapkan tidak akan luput.

Baca juga: Istri Gugat Cerai, Ini Batasan dan Tujuannya Dalam Islam

“Keraguan terhadap jaminan Allah Swt adalah tanda kurangnya iman,” tulis Ibnu Athaillah dalam salah satu aforismenya.

Ulama menjelaskan, manusia sering kali terbalik dalam memprioritaskan hidup. Banyak yang bersungguh-sungguh mengejar rezeki yang sudah dijamin, tetapi justru lalai terhadap kewajiban yang diperintahkan. Sikap ini, menurut Ibnu Athaillah, mencerminkan “kebutaan mata hati”.

Konsep jaminan rezeki dalam Islam tidak dimaksudkan untuk melemahkan ikhtiar. Sebaliknya, ia berfungsi sebagai pengingat bahwa usaha tidak boleh mengorbankan kewajiban utama kepada Allah Swt.

Rujukan Al-Qur’an tentang Jaminan Rezeki

Pandangan ulama ini berdasar pada Al-Qur’an. Dalam Surah Al-Ankabut ayat 60, Allah Swt berfirman:

“Dan berapa banyak makhluk bergerak yang tidak dapat membawa rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan juga kepadamu.”

Ayat ini kerap dijadikan rujukan oleh para ulama untuk menegaskan bahwa jaminan rezeki bukan semata teori teologis, melainkan prinsip dasar kehidupan. Hewan yang tidak menyimpan bekal pun tetap hidup karena ketentuan Allah Swt. Manusia, dengan akal dan usaha, justru sering terjebak dalam kecemasan berlebih.

Dalam kerangka ini, Islam mengajarkan pembagian peran yang jelas: manusia menjalankan kewajiban, sementara Allah Swt menjamin rezeki dan hasil.

Menjaga Keseimbangan antara Amanah dan Tawakal

Syekh Al-Hawas, salah satu ulama sufi yang juga sering dikutip dalam kajian tasawuf, menegaskan prinsip serupa. Ia mengingatkan agar manusia tidak memaksakan diri mengejar apa yang telah dicukupi oleh Allah Swt, tetapi juga tidak menyia-nyiakan amanah yang dibebankan kepadanya.

Baca juga: Takdir Allah Menentukan Ikhtiar, Ulama Ingatkan Batas Kehendak

Pesan ini menegaskan dua prinsip utama. Pertama, terhadap apa yang telah dijamin Allah Swt, manusia dilarang berburuk sangka. Kedua, terhadap apa yang dituntut Allah Swt, manusia tidak boleh lalai.

Ulama menilai, ketidakseimbangan dalam memahami dua hal ini berpotensi melahirkan kelelahan mental. Masyarakat menjadi mudah cemas, merasa selalu kurang, dan kehilangan orientasi spiritual. Dalam jangka panjang, kondisi ini berdampak pada relasi sosial dan kualitas ibadah.

Pemahaman Jaminan Rezeki

Pemahaman yang utuh tentang jaminan rezeki dinilai dapat membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dengan lebih tenang. Kesadaran bahwa rezeki telah diatur tidak membuat seseorang pasif, tetapi mendorongnya bekerja dengan niat yang lebih jernih dan etis.

Di sisi lain, konsep ini juga mencegah sikap rakus dan praktik tidak adil dalam mencari penghidupan. Ulama menilai, ketika kewajiban ibadah ditempatkan di atas kepentingan dunia, solidaritas sosial dan kejujuran lebih mudah tumbuh.

Ulama menegaskan bahwa ketenangan hidup terletak pada keseimbangan antara kewajiban dan jaminan rezeki. Manusia diminta fokus menjalankan amanah, sementara hasil diserahkan kepada Allah Swt. Prinsip ini dinilai semakin relevan di tengah tekanan hidup modern. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abon Sapi

    Daging Kurban Menumpuk? Begini Rahasia Membuat Abon yang Enak

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Suara spatula yang beradu dengan wajan mulai terdengar sejak pagi dari dapur rumah. Di atas meja, potongan daging sapi kurban masih tersimpan dalam plastik bening yang sedikit berembun karena baru keluar dari kulkas. Aroma bawang putih goreng perlahan memenuhi ruangan, bercampur dengan wangi santan yang mulai mendidih di atas kompor. Sebagian ibu-ibu […]

  • Ilustrasi arus mudik Lebaran 2026 dengan jutaan kendaraan dan pemudik menuju kampung halaman di berbagai jalur transportasi Indonesia

    Arus Mudik 2026 Diprediksi Rekor, 144 Juta Orang Pulang Kampung

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Suasana Lebaran di Indonesia selalu identik dengan satu tradisi besar: mudik Lebaran. Namun tahun ini skalanya jauh lebih masif. Data terbaru memperkirakan sekitar 144 juta orang akan melakukan mudik Lebaran 2026, menjadikannya salah satu pergerakan manusia terbesar di dunia dalam waktu singkat. Gelombang mudik Lebaran 2026 tersebut berarti lebih dari separuh […]

  • Ilustrasi seorang muslim membaca doa keselamatan perjalanan sebelum memulai perjalanan jauh.

    Doa Safar Lengkap dengan Dalil, Amalan Penting Sebelum Bepergian

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa keselamatan perjalanan merupakan amalan penting yang dianjurkan dalam Islam ketika seseorang hendak bepergian. Doa memohon keselamatan di perjalanan atau doa safar menjadi bentuk ikhtiar spiritual agar perjalanan berlangsung aman, lancar, dan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Sejak zaman Rasulullah SAW, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa perjalanan sebelum memulai safar. Selain […]

  • takbiran di Bali saat Nyepi

    Idul Fitri Bertepatan Nyepi, Begini Cara Takbiran di Bali Penuh Toleransi

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Fenomena takbiran di Bali saat Nyepi kembali menarik perhatian publik. Momen ini menunjukkan bagaimana umat Islam menjalankan malam takbiran dengan tetap menghormati suasana hening Hari Raya Nyepi. Praktik takbiran saat Nyepi di Bali, atau pelaksanaan takbir Idul Fitri yang disesuaikan dengan tradisi Nyepi, sering dipandang sebagai contoh nyata toleransi antarumat beragama di […]

  • Anak perempuan berhijab berdiri di trotoar pusat Kota Tasikmalaya pada malam hari, kisah pengemis anak Tasikmalaya yang viral.

    Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengemis Anak Tasikmalaya mendadak menjadi sorotan publik setelah kisah seorang siswi SD berprestasi terungkap. Bocah bernama Nisa itu viral karena fakta yang mengusik nurani: di siang hari ia pelajar ranking dua, namun pada malam hari ia turun ke jalan sebagai pengemis anak di Kota Tasikmalaya. Peristiwa ini terjadi di pusat Kota […]

  • Ilustrasi jam pasir dengan kutipan Surat Al-‘Ashr tentang waktu, iman, amal saleh, dan kesabaran.

    Demi Waktu! Teguran Keras Surat Al-‘Ashr untuk Generasi Rebahan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Surat Al-‘Ashr sering kita baca cepat, bahkan hafal di luar kepala. Namun, justru karena terlalu akrab, banyak orang lupa bahwa Surat Al-‘Ashr adalah deklarasi kerugian massal. Dalam tiga ayat pendek dari Al-Qur’an, Allah membongkar ilusi kesibukan, produktivitas semu, dan gaya hidup yang tampak penuh pencapaian tetapi kosong makna. Surah ini bukan sekadar […]

expand_less