Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Kriminolog UI: Penjarahan Rumah Anggota DPR Dipicu Rasa Ketidakadilan Kolektif

Kriminolog UI: Penjarahan Rumah Anggota DPR Dipicu Rasa Ketidakadilan Kolektif

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 207
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kriminolog UI sebut penjarahan rumah anggota DPR dipicu rasa ketidakadilan kolektif dan dipicu ajakan di media sosial.

albadarpost.com, LENSA – Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menilai aksi penjarahan terhadap rumah sejumlah anggota DPR dan menteri pada gelombang demonstrasi 25–31 Agustus lalu bukanlah tindakan spontan. Menurutnya, peristiwa itu merupakan akumulasi dari rasa ketidakadilan yang dirasakan masyarakat, diperkuat oleh narasi di media sosial yang kemudian berujung pada tindakan kolektif yang terorganisir.


Rasa Ketidakadilan Jadi Pemicu Penjarahan DPR

Adrianus hadir sebagai saksi ahli dalam sidang pendahuluan kasus dugaan pelanggaran etik lima anggota DPR nonaktif di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada Senin (3/11). Dalam kesaksiannya, ia menilai bahwa fenomena penjarahan DPR mencerminkan kondisi sosial yang lebih dalam, yakni akumulasi kekecewaan publik terhadap para pejabat dan institusi negara.

Menurut Adrianus, berbagai faktor memang bisa menjadi pemicu aksi massa. Namun, satu hal yang paling menonjol adalah sense of injustice atau rasa ketidakadilan kolektif yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat.

“Ada satu hal yang saya duga kuat menjadi pemicu yaitu adanya collective feeling atau perasaan bersama berupa sense of injustice di tengah masyarakat,” ujar Adrianus di depan majelis MKD.

Ia menambahkan, dalam literatur kriminologi, peristiwa penjarahan DPR yang terjadi di akhir Agustus itu termasuk dalam kategori limited looting atau penjarahan terbatas. Namun, seiring berkembangnya situasi dan narasi sosial, fenomena tersebut berubah menjadi targeted looting — penjarahan yang sudah ditentukan sasarannya.

“Penjarahan ini bukan spontan, tapi direncanakan. Dalam istilah lain disebut predestined looting,” jelasnya.


Peran Media Sosial dan Narasi Publik dalam Aksi Massa

Adrianus menilai penjarahan DPR tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kuat media sosial. Narasi-narasi yang berkembang secara masif memperkuat rasa ketidakadilan kolektif itu. Ia menjelaskan, perasaan tersebut kemudian memperoleh trigger atau pemicu melalui ajakan-ajakan daring yang beredar luas di berbagai platform.

“Ajakan seperti ‘kumpul di sini’, ‘bakar Monas’, atau ‘serang Mabes Polri’ menjadi pemantik emosional. Itulah yang saya sebut sebagai trigger factor,” ujarnya.

Situasi kian memanas setelah muncul korban jiwa akibat tindakan aparat kepolisian. Momen itu, kata Adrianus, menjadi titik balik di mana kemarahan publik meledak dalam bentuk kekerasan dan penjarahan terarah.

“Tanpa adanya rasa ketidakadilan kolektif, kerusuhan tidak akan terjadi. Aksi-aksi itu kemudian memenuhi unsur perencanaan dan berdampak fatal,” katanya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Pastikan Pekerja Tambang Bogor Terima Kompensasi Rp9 Juta dari Pemprov Jabar

Adrianus menegaskan, dari perspektif kriminologi, aksi seperti penjarahan DPR ini bukan semata tindakan kriminal individual, melainkan ekspresi sosial dari kekecewaan publik terhadap sistem yang dianggap timpang. Dalam konteks itu, masyarakat bukan sekadar pelaku, tapi juga korban dari ketidakadilan struktural yang menumpuk.


Rumah Anggota DPR Jadi Sasaran Penjarahan

Dalam peristiwa tersebut, setidaknya lima rumah pejabat publik menjadi sasaran. Empat di antaranya milik anggota DPR, yaitu Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Partai NasDem, serta Eko Patrio dan Uya Kuya dari PAN. Satu lagi adalah kediaman mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kelima tokoh itu kini tengah menjalani proses etik di MKD, sementara empat di antaranya sudah dinonaktifkan dari jabatannya di DPR. Menurut Adrianus, pola sasaran tersebut menunjukkan bahwa penjarahan bukan tindakan acak, melainkan bentuk protes yang diarahkan kepada simbol-simbol kekuasaan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

“Targetnya bukan toko atau rumah warga biasa, melainkan rumah figur publik yang diasosiasikan dengan kekuasaan dan ketimpangan. Ini bentuk simbolik dari perlawanan,” terang Adrianus.


Analisis Kriminologis: Dari Ketidakadilan ke Kekerasan

Dalam analisisnya, Adrianus menggambarkan bagaimana rasa ketidakadilan sosial dapat bertransformasi menjadi tindakan kolektif destruktif. Ia menyebut, fenomena penjarahan DPR menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih empatik dan preventif dari negara terhadap potensi ledakan sosial.

Menurut dia, negara perlu membaca gejala sosial dengan lebih dini agar tidak hanya merespons setelah kerusuhan terjadi. “Ketika masyarakat merasa tidak didengar, ruang protes berubah menjadi ruang kekerasan,” ucapnya.

Adrianus mengingatkan bahwa kasus penjarahan DPR menjadi cermin penting bagi pemerintah dan aparat hukum untuk menata ulang hubungan dengan publik. Penegakan hukum harus berjalan sejajar dengan keadilan sosial agar masyarakat tidak lagi merasa terpinggirkan.

Aksi penjarahan DPR yang terjadi pada akhir Agustus bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan cerminan akumulasi rasa ketidakadilan sosial yang terpendam. Analisis kriminolog UI Adrianus Meliala memperlihatkan bahwa kemarahan publik dapat meledak ketika kepercayaan terhadap sistem runtuh. Kasus ini menjadi pengingat bahwa keadilan sosial adalah fondasi utama stabilitas demokrasi.

Penjarahan rumah anggota DPR mencerminkan akumulasi rasa ketidakadilan publik yang dipicu narasi sosial dan lemahnya kepercayaan pada sistem. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sup jamur creamy

    Sup Jamur Creamy Jadi Pilihan Menu Rumahan Praktis

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sup jamur creamy berbahan sederhana jadi pilihan menu hangat, bergizi, dan mudah dibuat di rumah. albadarpost.com, FOKUS – Sup jamur creamy menjadi salah satu menu rumahan yang banyak dipilih karena rasanya ringan, bergizi, dan mudah diolah. Menu ini memadukan jamur portobello dengan kaldu ayam dan krim, menghasilkan sup hangat yang cocok dikonsumsi bersama keluarga. Selain […]

  • Wakil Bupati Garut Putri Karlina meninjau operasi gabungan pajak kendaraan bermotor di Bundaran SMKN 2 Garut.

    178 Ribu Warga Garut Tunggak Pajak Kendaraan, Potensinya Capai Rp100 Miliar

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wakil Bupati Garut Putri Karlina turun langsung meninjau operasi gabungan pajak kendaraan Garut yang digelar di kawasan Bundaran SMKN 2 Garut, Jalan Suherman, Kecamatan Tarogong Kaler, Selasa (19/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut menemukan fakta mencolok: sebanyak 178 ribu wajib pajak tercatat masih menunggak pembayaran pajak kendaraan bermotor. Nilai potensi […]

  • banjir tahunan

    Banjir Tahunan dan Laporan yang Selalu Rapi

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti anggaran drainase besar yang gagal menghentikan banjir tahunan dan dampaknya bagi publik. albadarpost.com, EDITORIAL – Setiap kali musim hujan datang, kota kembali menghadapi ujian yang tak pernah benar-benar berubah: banjir yang berulang. Air menggenang di lokasi yang sama, ruas jalan lumpuh, dan rutinitas warga terganggu. Padahal, dalam dokumen anggaran, belanja untuk drainase […]

  • Ilustrasi tangki penyimpanan bahan bakar minyak yang menunjukkan stok BBM Indonesia dan cadangan energi nasional

    Kenapa Stok BBM Indonesia Cuma 26 Hari? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bayangkan sebuah negara yang memiliki cadangan minyak cukup untuk puluhan tahun ke depan. Di sisi lain, ada negara lain yang hanya memiliki stok BBM untuk beberapa minggu. Perbandingan inilah yang kini memicu perhatian publik terhadap stok BBM Indonesia dan ketahanan energi nasional. Data terbaru menunjukkan cadangan minyak Rusia diperkirakan mampu bertahan […]

  • Evakuasi Ular Ciamis

    Kobra Jawa Masuk Kamar, Damkar Ciamis Bergerak Cepat

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Evakuasi ular Ciamis kembali dilakukan setelah seekor kobra jawa (Naja sputatrix) ditemukan bersembunyi di dalam kamar rumah seorang warga di Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Berkat laporan cepat dari pemilik rumah, UPTD Damkar Ciamis segera turun ke lokasi dan berhasil mengevakuasi ular berbisa tersebut tanpa menimbulkan korban. Peristiwa itu terjadi […]

  • data pribadi guru online

    Hoaks Mengintai, Data Pribadi Guru Online Jadi Target

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Gelombang hoaks yang menyasar guru kembali menunjukkan wajah aslinya: bukan sekadar informasi palsu, tetapi ancaman serius terhadap data pribadi guru online. Dalam beberapa pekan terakhir, beredar tautan pendaftaran bantuan, seleksi PPPK, hingga program insentif yang mencatut nama lembaga pendidikan resmi. Di balik tampilan yang meyakinkan, hoaks ini menyimpan risiko kebocoran data yang […]

expand_less