Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Hari Kesaktian Pancasila: Merayakan Keragaman dalam Persatuan

Hari Kesaktian Pancasila: Merayakan Keragaman dalam Persatuan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober jadi momentum merayakan keanekaragaman budaya Indonesia dalam persatuan.”

albadarpost.com, PERSPEKTIF. Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat atas nilai-nilai dasar yang mempersatukan keragaman suku, agama, bahasa, budaya, dan wilayah. Di tengah pluralisme yang kaya, peringatan tahun ini kembali menegaskan bahwa perbedaan budaya bukan penghalang, melainkan fondasi kekuatan Persatuan Indonesia.

Pancasila Sebagai Perekat Budaya Nusantara

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 mengangkat tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, yang memberi warna baru terhadap cara kita menautkan nilai luhur Pancasila dengan keanekaragaman budaya di Tanah Air.

Dalam sambutan resmi, Pemerintah menekankan bahwa Pancasila tidak hanya soal dasar negara, melainkan alat pemersatu bagi masyarakat yang majemuk. Tema tersebut menyiratkan harapan bahwa Pancasila mampu menyatukan ragam suku, adat istiadat, bahasa, serta seni budaya di Indonesia yang plural.

Dalam praktiknya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di berbagai daerah seringkali dirangkaikan dengan penampilan seni tradisional lokal seperti tari daerah, musik tradisi, batik khas, hingga kuliner nusantara. Hal ini memperlihatkan bahwa keragaman budaya justru menjadi medium hidupnya nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Implementasi Nilai Kebhinekaan dalam Peringatan

Pemerintah pusat dan daerah menyelenggarakan upacara resmi sebagai inti peringatan. Rangkaian kegiatan meliputi penghormatan kepada pahlawan, pembacaan Pancasila dan UUD 1945, hingga penandatanganan ikrar bela bangsa.

Selain itu, banyak daerah memanfaatkan momen ini untuk mengadakan dialog budaya antar etnis, lomba karya seni lokal, pameran kerajinan tradisional, dan pelatihan seni budaya. Dengan cara demikian, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi seremoni politik, tetapi pengalaman nyata yang memperkuat kesadaran kebhinekaan.

Beberapa sekolah menyelenggarakan lomba pakaian adat, bahasa daerah, dan pertunjukan seni warisan budaya. Guru dan siswa diminta untuk mengaitkan materi pelajaran Pancasila dengan cerita budaya lokal. Hal ini mendorong generasi muda menyadari bahwa nilai-nilai nasional bisa tumbuh dari akar budaya mereka sendiri.

Tantangan dan Harapan dalam Konteks Modern

Meskipun begitu, negara menghadapi tantangan serius: arus globalisasi dan ideologi asing bisa mengikis kesadaran lokal. Untuk itu, Pancasila sebagai landasan ideologi harus terus diperkuat agar budaya lokal tidak terpinggirkan oleh modernitas yang homogen.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila memberi kesempatan untuk meneguhkan bahwa keragaman budaya tidak boleh menjadi sumber konflik, melainkan titik temu persatuan. Keberhasilan integrasi budaya dalam upacara dan kegiatan lokal menjadi tolok ukur seberapa dalam nilai Pancasila berhasil dijadikan “perekat bangsa.”

Pemerintah pun menginstruksikan bahwa segala bentuk upaya ekstremisme, radikalisme, atau separatisme harus dihadapi bersama dengan landasan kultur dan nilai Pancasila.

Melalui instrumen pendidikan — mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi — nilai Pancasila dan penghargaan terhadap budaya lokal harus diintegrasikan secara sistematis. Generasi muda, yang hidup di era digital, perlu melihat Pancasila tidak sebagai dokumen lama, tetapi sebagai cara hidup dalam adat istiadat dan teknologi modern.

Kesimpulan

Hari Kesaktian Pancasila menjadi momen penting untuk merayakan keanekaragaman budaya Indonesia. Pancasila bukan dilema antara keseragaman dan pluralisme, melainkan fondasi agar keberagaman itu tetap terpelihara dalam bingkai persatuan.

Demikian kesimpulan silaturahmi Redaksi albadarpost.com dengan Dr. Deddy Mulyana, S.STP., M.Si. – Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • wanita muda hilang

    Wanita Muda Hilang di Depok, Kasus PRKW Masih Diselidiki Polisi

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Wanita muda hilang di Depok dua bulan terakhir, polisi masih telusuri jejak dan latar belakang kasusnya. Wanita Muda Hilang di Depok, Kasus PRKW Masih Diselidiki Polisi albadarpost.com, HUMANIORA — Seorang wanita muda hilang di Depok selama dua bulan terakhir tanpa kabar. Keluarga korban yang cemas akhirnya melapor ke Polres Metro Depok setelah semua upaya komunikasi […]

  • nama jin dalam islam

    Nama-nama Jin Sering Disalahpahami: Ini Faktanya Menurut Hadis

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nama jin dalam Islam sering dicari, mulai dari nama jin pengganggu, jenis jin dalam Islam, hingga qarin dalam Islam. Namun faktanya, tidak semua nama yang beredar di masyarakat benar-benar memiliki dasar dalam Al-Qur’an atau hadis sahih. Di Indonesia sendiri, banyak orang mengenal nama-nama jin tertentu dari cerita turun-temurun, bahkan dari media sosial. […]

  • Lomba Resensi Buku 2026

    Buruan Daftar! Lomba Resensi Buku 2026 untuk Pelajar Ciamis Resmi Dibuka

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lomba Resensi Buku 2026 resmi dibuka untuk pelajar di Kabupaten Ciamis. Program literasi ini menjadi peluang emas bagi siswa untuk mengasah kemampuan menulis, berpikir kritis, sekaligus memenangkan hadiah jutaan rupiah. Kegiatan ini juga dikenal sebagai lomba literasi pelajar 2026 dan kompetisi resensi buku siswa, yang kini mulai ramai diburu peserta sejak […]

  • Disdukcapil Garut

    Disdukcapil Garut Jemput Bola ke Mall, Pelayanan Adminduk Makin Praktis

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Disdukcapil Garut kembali mencuri perhatian publik lewat layanan jemput bola administrasi kependudukan di pusat perbelanjaan. Melalui program Jembol atau jemput bola, warga kini bisa mengurus KTP-el, Kartu Keluarga, hingga akta kelahiran langsung di Garut Plaza tanpa harus datang ke kantor dinas. Langkah ini terasa berbeda. Biasanya urusan administrasi identik dengan antrean […]

  • Demo Disdik Tasikmalaya

    Demo di Disdik Tasikmalaya Memanas, Massa Singgung “Kapitalisme Pendidikan”

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Demo Disdik Tasikmalaya pecah pada Rabu (20/05/2026) ketika puluhan massa dari Aliansi Rakyat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menyuarakan kritik keras terhadap dugaan praktik pungutan liar, penyimpangan program pendidikan, hingga isu dugaan “persentase proyek” dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah. Aksi berlangsung di depan kantor dinas dengan pengawalan […]

  • Ilustrasi kampus UIN Yogyakarta sebagai bagian dari PTKIN yang masuk ranking dunia studi agama tahun 2026

    Ranking Dunia 2026: Kampus Islam Indonesia Makin Kompetitif

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pencapaian Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ranking dunia kembali mencuri perhatian pada 2026. Empat perguruan tinggi keagamaan Islam negeri atau kampus Islam Indonesia berhasil masuk 25 besar global dalam bidang studi agama versi Scimago. Capaian ini menunjukkan peningkatan kualitas perguruan tinggi Islam, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta akademik internasional. Empat […]

expand_less