Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Hari Kesaktian Pancasila: Merayakan Keragaman dalam Persatuan

Hari Kesaktian Pancasila: Merayakan Keragaman dalam Persatuan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • visibility 163
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober jadi momentum merayakan keanekaragaman budaya Indonesia dalam persatuan.”

albadarpost.com, PERSPEKTIF. Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat atas nilai-nilai dasar yang mempersatukan keragaman suku, agama, bahasa, budaya, dan wilayah. Di tengah pluralisme yang kaya, peringatan tahun ini kembali menegaskan bahwa perbedaan budaya bukan penghalang, melainkan fondasi kekuatan Persatuan Indonesia.

Pancasila Sebagai Perekat Budaya Nusantara

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 mengangkat tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, yang memberi warna baru terhadap cara kita menautkan nilai luhur Pancasila dengan keanekaragaman budaya di Tanah Air.

Dalam sambutan resmi, Pemerintah menekankan bahwa Pancasila tidak hanya soal dasar negara, melainkan alat pemersatu bagi masyarakat yang majemuk. Tema tersebut menyiratkan harapan bahwa Pancasila mampu menyatukan ragam suku, adat istiadat, bahasa, serta seni budaya di Indonesia yang plural.

Dalam praktiknya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di berbagai daerah seringkali dirangkaikan dengan penampilan seni tradisional lokal seperti tari daerah, musik tradisi, batik khas, hingga kuliner nusantara. Hal ini memperlihatkan bahwa keragaman budaya justru menjadi medium hidupnya nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Implementasi Nilai Kebhinekaan dalam Peringatan

Pemerintah pusat dan daerah menyelenggarakan upacara resmi sebagai inti peringatan. Rangkaian kegiatan meliputi penghormatan kepada pahlawan, pembacaan Pancasila dan UUD 1945, hingga penandatanganan ikrar bela bangsa.

Selain itu, banyak daerah memanfaatkan momen ini untuk mengadakan dialog budaya antar etnis, lomba karya seni lokal, pameran kerajinan tradisional, dan pelatihan seni budaya. Dengan cara demikian, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi seremoni politik, tetapi pengalaman nyata yang memperkuat kesadaran kebhinekaan.

Beberapa sekolah menyelenggarakan lomba pakaian adat, bahasa daerah, dan pertunjukan seni warisan budaya. Guru dan siswa diminta untuk mengaitkan materi pelajaran Pancasila dengan cerita budaya lokal. Hal ini mendorong generasi muda menyadari bahwa nilai-nilai nasional bisa tumbuh dari akar budaya mereka sendiri.

Tantangan dan Harapan dalam Konteks Modern

Meskipun begitu, negara menghadapi tantangan serius: arus globalisasi dan ideologi asing bisa mengikis kesadaran lokal. Untuk itu, Pancasila sebagai landasan ideologi harus terus diperkuat agar budaya lokal tidak terpinggirkan oleh modernitas yang homogen.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila memberi kesempatan untuk meneguhkan bahwa keragaman budaya tidak boleh menjadi sumber konflik, melainkan titik temu persatuan. Keberhasilan integrasi budaya dalam upacara dan kegiatan lokal menjadi tolok ukur seberapa dalam nilai Pancasila berhasil dijadikan “perekat bangsa.”

Pemerintah pun menginstruksikan bahwa segala bentuk upaya ekstremisme, radikalisme, atau separatisme harus dihadapi bersama dengan landasan kultur dan nilai Pancasila.

Melalui instrumen pendidikan — mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi — nilai Pancasila dan penghargaan terhadap budaya lokal harus diintegrasikan secara sistematis. Generasi muda, yang hidup di era digital, perlu melihat Pancasila tidak sebagai dokumen lama, tetapi sebagai cara hidup dalam adat istiadat dan teknologi modern.

Kesimpulan

Hari Kesaktian Pancasila menjadi momen penting untuk merayakan keanekaragaman budaya Indonesia. Pancasila bukan dilema antara keseragaman dan pluralisme, melainkan fondasi agar keberagaman itu tetap terpelihara dalam bingkai persatuan.

Demikian kesimpulan silaturahmi Redaksi albadarpost.com dengan Dr. Deddy Mulyana, S.STP., M.Si. – Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontingen Garut Popwilda 2026

    Bupati Syakur Lepas Kontingen Garut, Silat dan Sepak Bola Jadi Tumpuan Medali

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kontingen Garut Popwilda 2026 resmi dilepas oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam sebuah momen yang sarat semangat dan harapan. Pelepasan atlet pelajar terbaik Kabupaten Garut ini menjadi simbol kesiapan daerah untuk bersaing di ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Jawa Barat 2026. Selain membidik prestasi olahraga, Garut juga membawa […]

  • Tasik Gemas

    Tasik Gemas: Gerakan Sehat atau Agenda Simbolik?

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Tasik Gemas harus diawasi agar tak berhenti sebagai agenda simbolik pemerintah. Diluncurkan Hari Ini, Dipertanyakan Esok Hari albadarpost.com, EDITORIAL – Pemerintah Kota Tasikmalaya meluncurkan program Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat) sebagai langkah mendorong perubahan pola hidup warga. Program ini diawali dengan senam bersama dan layanan cek kesehatan gratis. Bagi publik, peluncuran ini bukan […]

  • Duel Borneo FC vs Persib Bandung di Stadion Batakan yang menentukan puncak klasemen Liga 1 Indonesia

    Duel Panas Borneo vs Persib di Batakan, Persaingan Juara Memanas

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pertandingan Borneo vs Persib langsung mencuri perhatian publik sepak bola nasional. Duel Borneo FC vs Persib Bandung bukan sekadar pertandingan biasa karena hasilnya dapat mengubah peta persaingan juara. Saat ini Persib Bandung memimpin klasemen sementara, sedangkan Borneo FC Samarinda terus menempel ketat di posisi kedua. Karena itu, pertemuan Persib vs Borneo […]

  • Ilustrasi siluet manusia saling menunjuk dengan latar nuansa Islami dan suasana reflektif tentang adab dalam Islam

    Ketika Syariat Dipakai untuk Menghakimi, Adab Justru Menghilang

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Syariat dan adab semestinya berjalan beriringan. Namun belakangan, banyak orang terlihat lebih sibuk membawa dalil untuk menyalahkan sesama dibanding memperbaiki akhlak sendiri. Media sosial penuh ceramah keras, potongan ayat, hingga kalimat penghakiman yang dilontarkan seolah-olah surga sudah berada di tangan mereka. Ironisnya, sebagian orang begitu lantang membicarakan dosa orang lain, tetapi lupa bahwa […]

  • membersihkan hati dari dengki

    Sering Iri Tanpa Sadar? Begini Cara Membersihkan Hati Menurut Islam

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada rasa tidak nyaman ketika melihat orang lain berhasil lebih dulu? Hati terasa sempit, padahal kita tidak ingin membencinya. Perasaan itu sering muncul diam-diam, dan banyak orang tidak sadar bahwa itulah awal dari dengki. Membersihkan hati dari dengki menjadi kebutuhan penting di zaman sekarang. Di tengah media sosial, perbandingan hidup terjadi setiap […]

  • Ilustrasi reflektif La Tahzan sebagai pesan Allah dalam Surah At-Taubah untuk menenangkan hati dan mengelola kecemasan hidup

    La Tahzan: Ini Pesan Allah untuk Hati yang Cemas

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada masa ketika cemas datang tanpa suara. Dada terasa sesak, pikiran berisik, dan hati lelah menahan beban yang tak terlihat. La Tahzan —jangan bersedih— hadir bukan sebagai nasihat kosong, melainkan sebagai pelukan ilahi yang menenangkan jiwa. Dalam Surah At-Taubah, pesan ini menjadi jawaban bagi mereka yang sedang berjuang mengelola cemas dan mencari […]

expand_less