Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Jawaban Soal Islam dan Pancasila Ternyata Ada di Halaman Sekolah Dasar

Jawaban Soal Islam dan Pancasila Ternyata Ada di Halaman Sekolah Dasar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Pada suatu Senin pagi, barisan siswa sekolah dasar berdiri menghadap tiang bendera.

Seorang anak laki-laki mengenakan peci hitam yang sesekali ia betulkan karena miring tertiup angin. Di sampingnya, seorang siswi berkerudung putih berdiri tegak meski tali sepatu kirinya tampak belum terikat sempurna.

Di barisan belakang, beberapa siswa terlihat masih mengantuk. Ada yang beberapa kali menguap. Ada pula yang sesekali melirik temannya sebelum lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan.

Pemandangan itu biasa.

Sangat biasa.

Namun justru dari hal-hal sederhana seperti itulah kadang jawaban atas perdebatan panjang orang dewasa muncul tanpa banyak kata.

Karena pagi itu tidak ada yang sedang memperdebatkan hubungan Islam dan Pancasila.

Mereka hanya menjalani hari seperti biasa.

Dan mungkin di situlah letak pelajaran yang sering terlewat.

Ketika Orang Dewasa Berdebat, Anak-Anak Sibuk Bertumbuh

Di media sosial, perdebatan tentang Islam dan Pancasila sesekali kembali muncul.

Ada yang menulis panjang.

Ada yang membuat video.

Serta ada yang menyusun argumen berlapis-lapis.

Kadang diskusinya sehat.

Kadang juga berubah menjadi saling curiga.

Namun jika kita berjalan sebentar ke halaman sekolah dasar, suasananya terasa berbeda.

Anak-anak tampaknya tidak terlalu memikirkan persoalan itu.

Pagi hari mereka mengikuti upacara.

Siang hari mereka belajar matematika.

Sore hari mereka mengaji.

Besoknya mereka mengulang lagi rutinitas yang hampir sama.

Mereka tidak pernah bertanya:

“Kalau saya belajar Pancasila, apakah saya kurang Islami?”

Mereka juga tidak bertanya:

“Kalau saya menghafal surat pendek, apakah saya kurang cinta Indonesia?”

Yang mereka pikirkan biasanya jauh lebih sederhana.

Ulangan besok.

Tugas yang belum selesai.

Atau jajanan yang ingin dibeli saat istirahat.

Dalil yang Sudah Dipraktikkan Sebelum Dihafalkan

Islam mengajarkan persaudaraan.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Islam juga mengajarkan tolong-menolong.

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Maidah: 2)

Menariknya, anak-anak sering mempraktikkan ayat-ayat itu sebelum mampu menjelaskan maknanya secara panjang lebar.

Ketika temannya jatuh, mereka membantu.

Ketika ada yang lupa membawa penghapus, mereka meminjamkan.

Bahkan ketika kelas mendapat tugas membersihkan halaman, mereka bekerja bersama-sama meski sesekali masih bercanda dan saling menyiram air.

Bukankah semangat seperti itu juga hidup dalam nilai kemanusiaan, persatuan, dan gotong royong yang terkandung dalam Pancasila?

Kehidupan Anak-Anak Tidak Selalu Rapi

Kadang orang dewasa berharap semuanya berjalan sempurna.

Padahal kehidupan anak-anak tidak pernah benar-benar serapi itu.

Tidak semua anak langsung hafal lima sila Pancasila.

Tidak semua pula lancar membaca Al-Qur’an.

Ada yang masih terbata-bata saat membaca.

Ada yang lupa urutan sila ketiga dan keempat.

Dan ada juga yang salah saat mengikuti gerakan upacara.

Namun mereka terus belajar.

Sedikit demi sedikit.

Hari demi hari.

Dan mungkin proses itulah yang lebih penting daripada sekadar hafalan.

Karena karakter tidak tumbuh dalam satu malam.

Ia tumbuh dari kebiasaan yang diulang terus-menerus.

Dunia Nyata Tidak Seramai Kolom Komentar

Saat jam istirahat tiba, perdebatan tentang ideologi tentu tidak terdengar di kantin sekolah.

Yang ramai justru obrolan soal jajanan favorit, tugas yang belum dikerjakan, pertandingan sepak bola antarkelas, atau rencana bermain setelah pulang sekolah.

Anak-anak tetap bermain bersama.

Mereka tidak terlalu peduli organisasi apa yang diikuti orang tuanya.

Mereka tidak bertanya partai politik mana yang dipilih keluarganya.

Dan mereka hanya tahu bahwa hari ini mereka berteman.

Dan besok kemungkinan besar mereka tetap berteman.

Kadang dunia nyata memang jauh lebih tenang dibanding kolom komentar media sosial.

Tantangan Baru di Era Digital

Ada satu kenyataan yang juga perlu diakui.

Sebagian anak zaman sekarang mungkin lebih cepat mengenali logo aplikasi gim di ponselnya dibanding lambang Garuda Pancasila.

Mereka mungkin lebih hafal karakter dalam permainan digital dibanding nama para pahlawan nasional.

Namun menyalahkan anak-anak tentu bukan solusi.

Tugas orang dewasa bukan mengeluh.

Tugas orang dewasa adalah mengenalkan keduanya secara seimbang.

Mengenalkan teknologi tanpa kehilangan nilai.

Mengenalkan masa depan tanpa melupakan jati diri.

Karena pada akhirnya, anak-anak akan belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari, bukan hanya dari apa yang mereka dengar.

Mungkin Bangsa Ini Perlu Belajar Lagi dari Anak-Anak

Jika diperhatikan baik-baik, anak-anak sering menunjukkan sesuatu yang sederhana tetapi penting.

Mereka bisa menghafal Al-Fatihah pada pagi hari.

Lalu beberapa jam kemudian berdiri hormat kepada Merah Putih dengan penuh semangat.

Mereka tidak melihat Islam dan Pancasila sebagai dua kubu yang saling berhadapan.

Mereka menjalani keduanya secara alami.

Tanpa curiga.

Tanpa prasangka.

Dan tanpa kegaduhan.

Mungkin yang sering bertengkar bukan Islam dan Pancasila. Yang sering bertengkar adalah cara sebagian orang dewasa memandang keduanya. Sebab di halaman sekolah, seorang anak masih bisa mengaji sore hari, menghormat bendera Senin pagi, berbagi bekal dengan temannya saat istirahat, lalu pulang ke rumah dengan bahagia. Dan mungkin, di situlah Indonesia yang sesungguhnya masih terus tumbuh.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga BBM Pertamina

    Harga BBM Pertamina November 2025 Naik, Pertamina Dex dan Dexlite Terkerek di Jawa Barat

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Pertamina naikkan harga BBM non-subsidi per 1 November 2025, Dexlite dan Pertamina Dex ikut terkerek di Jawa Barat. Pertamina Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi per 1 November 2025 albadarpost.com, LENSA – PT Pertamina (Persero) kembali menyesuaikan harga BBM Pertamina di seluruh wilayah Indonesia mulai Sabtu, 1 November 2025. Penyesuaian ini berlaku untuk dua jenis bahan bakar […]

  • “Ibu ditandu warga melewati jalan rusak di Sukabumi demi menyelamatkan bayinya yang kritis menuju fasilitas kesehatan”

    Kisah Heroik Tapi Tragis: Ibu Ditandu Demi Selamatkan Bayinya

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tangis pecah di sebuah pelosok Sukabumi, tepatnya di di Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah. Bukan sekadar tangis kehilangan, melainkan jerit pilu dari sebuah perjuangan panjang yang berakhir duka. Inilah kisah heroik tapi tragis seorang ibu yang rela ditandu ratusan meter demi menyelamatkan bayinya yang kritis. Peristiwa memilukan itu bermula saat […]

  • Ilustrasi suasana Ramadan dengan umat Muslim beribadah dan merenungi makna puasa menurut Al-Qur’an dan hadis.

    Makna Ramadan dan Tiga Tingkatan Puasa

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Makna Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadan berasal dari kata ar-romadh yang berarti membakar. Artinya, bulan suci ini diharapkan mampu membakar dosa dan menyucikan jiwa. Pemahaman tentang hakikat puasa Ramadan atau makna puasa dalam Islam menjadi penting agar ibadah tidak berhenti pada rutinitas tahunan semata. Allah SWT berfirman dalam […]

  • Salat Istisqa

    Kemarau Panjang? Inilah Tuntunan Lengkap Salat Istisqa

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Musim kemarau yang berkepanjangan sering membawa dampak bagi kehidupan masyarakat, mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih hingga terganggunya sektor pertanian. Dalam ajaran Islam, salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dianjurkan ketika terjadi kekeringan adalah Salat Istisqa, yaitu salat sunnah untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Namun, ibadah ini tidak menggantikan ikhtiar […]

  • Kecelakaan Bus

    Mahasiswa Garut Tewas dalam Kecelakaan Bus di Banjar

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu kembali menyita perhatian publik. Insiden maut yang melibatkan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan sepeda motor Honda Vario ini terjadi di Jalan Siliwangi, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Peristiwa tragis tersebut merenggut nyawa seorang mahasiswa muda asal Kabupaten Garut. Dalam hitungan […]

  • pembunuhan taksi online

    Polisi Telusuri Dugaan Pembunuhan Pengemudi Taksi Online di Tol Jagorawi

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Polisi selidiki kasus pembunuhan pengemudi taksi online yang ditemukan tewas di Tol Jagorawi. albadarpost.com, HUMANIORA – Suasana duka masih menyelimuti rumah Iffah Muhtianah di kawasan Pancoran Mas, Depok. Sejak Senin malam, 10 November 2025, kabar kematian suaminya, Ujang Adiwijaya (57), pengemudi taksi online, membuat keluarga terpukul. Ujang ditemukan tewas di pinggir Tol Jagorawi, dengan luka […]

expand_less