Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Jawaban Soal Islam dan Pancasila Ternyata Ada di Halaman Sekolah Dasar

Jawaban Soal Islam dan Pancasila Ternyata Ada di Halaman Sekolah Dasar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Pada suatu Senin pagi, barisan siswa sekolah dasar berdiri menghadap tiang bendera.

Seorang anak laki-laki mengenakan peci hitam yang sesekali ia betulkan karena miring tertiup angin. Di sampingnya, seorang siswi berkerudung putih berdiri tegak meski tali sepatu kirinya tampak belum terikat sempurna.

Di barisan belakang, beberapa siswa terlihat masih mengantuk. Ada yang beberapa kali menguap. Ada pula yang sesekali melirik temannya sebelum lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan.

Pemandangan itu biasa.

Sangat biasa.

Namun justru dari hal-hal sederhana seperti itulah kadang jawaban atas perdebatan panjang orang dewasa muncul tanpa banyak kata.

Karena pagi itu tidak ada yang sedang memperdebatkan hubungan Islam dan Pancasila.

Mereka hanya menjalani hari seperti biasa.

Dan mungkin di situlah letak pelajaran yang sering terlewat.

Ketika Orang Dewasa Berdebat, Anak-Anak Sibuk Bertumbuh

Di media sosial, perdebatan tentang Islam dan Pancasila sesekali kembali muncul.

Ada yang menulis panjang.

Ada yang membuat video.

Serta ada yang menyusun argumen berlapis-lapis.

Kadang diskusinya sehat.

Kadang juga berubah menjadi saling curiga.

Namun jika kita berjalan sebentar ke halaman sekolah dasar, suasananya terasa berbeda.

Anak-anak tampaknya tidak terlalu memikirkan persoalan itu.

Pagi hari mereka mengikuti upacara.

Siang hari mereka belajar matematika.

Sore hari mereka mengaji.

Besoknya mereka mengulang lagi rutinitas yang hampir sama.

Mereka tidak pernah bertanya:

“Kalau saya belajar Pancasila, apakah saya kurang Islami?”

Mereka juga tidak bertanya:

“Kalau saya menghafal surat pendek, apakah saya kurang cinta Indonesia?”

Yang mereka pikirkan biasanya jauh lebih sederhana.

Ulangan besok.

Tugas yang belum selesai.

Atau jajanan yang ingin dibeli saat istirahat.

Dalil yang Sudah Dipraktikkan Sebelum Dihafalkan

Islam mengajarkan persaudaraan.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Islam juga mengajarkan tolong-menolong.

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Maidah: 2)

Menariknya, anak-anak sering mempraktikkan ayat-ayat itu sebelum mampu menjelaskan maknanya secara panjang lebar.

Ketika temannya jatuh, mereka membantu.

Ketika ada yang lupa membawa penghapus, mereka meminjamkan.

Bahkan ketika kelas mendapat tugas membersihkan halaman, mereka bekerja bersama-sama meski sesekali masih bercanda dan saling menyiram air.

Bukankah semangat seperti itu juga hidup dalam nilai kemanusiaan, persatuan, dan gotong royong yang terkandung dalam Pancasila?

Kehidupan Anak-Anak Tidak Selalu Rapi

Kadang orang dewasa berharap semuanya berjalan sempurna.

Padahal kehidupan anak-anak tidak pernah benar-benar serapi itu.

Tidak semua anak langsung hafal lima sila Pancasila.

Tidak semua pula lancar membaca Al-Qur’an.

Ada yang masih terbata-bata saat membaca.

Ada yang lupa urutan sila ketiga dan keempat.

Dan ada juga yang salah saat mengikuti gerakan upacara.

Namun mereka terus belajar.

Sedikit demi sedikit.

Hari demi hari.

Dan mungkin proses itulah yang lebih penting daripada sekadar hafalan.

Karena karakter tidak tumbuh dalam satu malam.

Ia tumbuh dari kebiasaan yang diulang terus-menerus.

Dunia Nyata Tidak Seramai Kolom Komentar

Saat jam istirahat tiba, perdebatan tentang ideologi tentu tidak terdengar di kantin sekolah.

Yang ramai justru obrolan soal jajanan favorit, tugas yang belum dikerjakan, pertandingan sepak bola antarkelas, atau rencana bermain setelah pulang sekolah.

Anak-anak tetap bermain bersama.

Mereka tidak terlalu peduli organisasi apa yang diikuti orang tuanya.

Mereka tidak bertanya partai politik mana yang dipilih keluarganya.

Dan mereka hanya tahu bahwa hari ini mereka berteman.

Dan besok kemungkinan besar mereka tetap berteman.

Kadang dunia nyata memang jauh lebih tenang dibanding kolom komentar media sosial.

Tantangan Baru di Era Digital

Ada satu kenyataan yang juga perlu diakui.

Sebagian anak zaman sekarang mungkin lebih cepat mengenali logo aplikasi gim di ponselnya dibanding lambang Garuda Pancasila.

Mereka mungkin lebih hafal karakter dalam permainan digital dibanding nama para pahlawan nasional.

Namun menyalahkan anak-anak tentu bukan solusi.

Tugas orang dewasa bukan mengeluh.

Tugas orang dewasa adalah mengenalkan keduanya secara seimbang.

Mengenalkan teknologi tanpa kehilangan nilai.

Mengenalkan masa depan tanpa melupakan jati diri.

Karena pada akhirnya, anak-anak akan belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari, bukan hanya dari apa yang mereka dengar.

Mungkin Bangsa Ini Perlu Belajar Lagi dari Anak-Anak

Jika diperhatikan baik-baik, anak-anak sering menunjukkan sesuatu yang sederhana tetapi penting.

Mereka bisa menghafal Al-Fatihah pada pagi hari.

Lalu beberapa jam kemudian berdiri hormat kepada Merah Putih dengan penuh semangat.

Mereka tidak melihat Islam dan Pancasila sebagai dua kubu yang saling berhadapan.

Mereka menjalani keduanya secara alami.

Tanpa curiga.

Tanpa prasangka.

Dan tanpa kegaduhan.

Mungkin yang sering bertengkar bukan Islam dan Pancasila. Yang sering bertengkar adalah cara sebagian orang dewasa memandang keduanya. Sebab di halaman sekolah, seorang anak masih bisa mengaji sore hari, menghormat bendera Senin pagi, berbagi bekal dengan temannya saat istirahat, lalu pulang ke rumah dengan bahagia. Dan mungkin, di situlah Indonesia yang sesungguhnya masih terus tumbuh.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sembako Tasikmalaya

    Asep Sopari Apresiasi Bantuan 3.700 Paket Sembako untuk Warga Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, hadir langsung dalam kegiatan pembagian 3.700 paket sembako Tasik bagi yatim piatu dan kaum dhuafa di Kota serta Kabupaten Tasikmalaya, Senin (25/5/2026). Bantuan sosial tersebut digagas Inspektur Jenderal Kemendes RI bersama Sahabat Ryano, Bandara Group 37, dan Yonif TP 939/Macan Putih sebagai bentuk kepedulian […]

  • Petugas polisi melakukan olah TKP penemuan mayat pria di dalam selokan wilayah Cibatu, Garut, Jawa Barat.

    Identitas Misterius! Pria Ditemukan Tewas di Selokan Garut

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH -Penemuan mayat di selokan Garut menggegerkan warga Kampung Salagedang, Desa Sukalilah, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jumat pagi, 1 Mei 2026. Sosok pria tanpa identitas awal itu ditemukan tergeletak di dalam saluran air saat warga memeriksa kondisi selokan yang selama ini kerap menjadi tempat pembuangan sampah. Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian warga sekitar. […]

  • Ilustrasi penipuan online dengan pesan mencurigakan di ponsel dan peringatan keamanan digital

    Jangan Sampai Kena! Ini 6 Cara Selamat dari Penipuan Online

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Penipuan tidak lagi menyasar orang yang ceroboh saja. Faktanya, banyak korban penipuan online justru merasa sudah berhati-hati. Modusnya makin halus, makin meyakinkan, dan sering tidak terdeteksi. Karena itu, memahami cara menghindari penipuan online dan mengenali modus penipuan digital jadi hal yang tidak bisa ditunda. Satu detik lengah bisa berakibat fatal. Dan sering […]

  • Striker Spanyol Sergio Castel resmi bergabung dengan Persib Bandung dan berpotensi mengubah komposisi pemain asing Maung Bandung musim 2025/2026

    Efek Sergio Castel: Persib Harus Rombak Slot Pemain Asing

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 241
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keputusan Persib Bandung mendatangkan striker asal Spanyol, Sergio Castel, bukan sekadar langkah tambal sulam di lini depan. Di balik transfer ini, tersimpan dampak besar terhadap komposisi pemain asing Maung Bandung yang kini memasuki fase krusial musim kompetisi. Manajemen Persib bergerak cepat di bursa transfer paruh musim. Klub menilai kebutuhan akan penyerang […]

  • Resep Nasi Liwet Sunda

    Resep Nasi Liwet Sunda Gurih untuk Menu Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep Nasi Liwet Sunda bisa menjadi pilihan menarik untuk makan siang keluarga pada akhir pekan. Nasi berbumbu yang gurih, aroma serai dan daun salam, lalu tambahan ikan asin, sambal, tahu, tempe, serta lalapan membuat nasi liwet Sunda terasa sederhana, tetapi tetap menggugah selera. Ada alasan mengapa hidangan seperti ini sering terasa lebih […]

  • Ayat Mutasyabih

    Ayat Mutasyabih Adalah Apa? Ini Penjelasan Ulama yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pernahkah Anda membaca Al-Qur’an lalu berhenti beberapa detik karena menemukan ayat yang terasa sulit dipahami? Mungkin itu terjadi saat melihat rangkaian huruf seperti Alif Lam Mim. Atau ketika membaca ayat tentang Arsy, surga, neraka, dan berbagai perkara gaib lainnya. Sebagian orang melanjutkan bacaan begitu saja. Sebagian lagi membuka kitab tafsir. Ada juga […]

expand_less