Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Hari Tasyrik: Ternyata Islam Mengajarkan Bahagia

Hari Tasyrik: Ternyata Islam Mengajarkan Bahagia

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 229
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Tidak semua orang benar-benar memahami makna Hari Tasyrik. Padahal hari-hari setelah Idul Adha itu justru menyimpan suasana yang sangat khas dalam Islam. Ada makan bersama. Ada dzikir. Dan ada rasa hangat yang kadang sulit dijelaskan.

Sebagian orang mungkin mengira Hari Tasyrik hanya soal menghabiskan daging kurban. Padahal tidak sesederhana itu.

Dalam Islam, hari tersebut menjadi momentum untuk menikmati nikmat Allah sambil terus mengingat-Nya.

Dan menariknya, Rasulullah SAW justru melarang umat Muslim berpuasa pada hari-hari tersebut.

Di beberapa kampung, suasana Hari Tasyrik biasanya terasa lebih santai dibanding hari pertama lebaran. Anak-anak mulai kembali bermain sepeda sore hari. Kursi plastik depan rumah keluar lagi. Obrolan kecil antar tetangga terdengar sampai ke jalan.

Kadang topiknya meloncat aneh juga. Dari harga cabai. Lalu pindah ke stok arang sate yang mulai habis.

Apa Itu Hari Tasyrik?

Hari Tasyrik berlangsung pada:

  • 11 Dzulhijjah
  • 12 Dzulhijjah
  • 13 Dzulhijjah

Hari-hari itu datang setelah Idul Adha.

Kata “tasyrik” berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan matahari atau proses menjemur sesuatu di bawah panas matahari. Pada masa dahulu, masyarakat Arab biasa menjemur daging kurban agar lebih tahan lama.

Karena itu, suasana Hari Tasyrik sejak dulu identik dengan:

  • pembagian daging,
  • aroma masakan,
  • dan kebersamaan keluarga.

Kadang ada detail kecil yang justru paling membekas.

Suara kipas dapur yang menyala terus sejak pagi.
Asap sate yang sesekali masuk ruang tamu.
Atau bunyi sendok jatuh karena anak kecil rebutan es teh.

Di beberapa rumah, plastik kresek bekas pembagian daging bahkan masih tergantung di gagang pintu sampai malam. Hal kecil. Tapi entah kenapa suasananya terasa akrab.

Kenapa Puasa Dilarang Saat Hari Tasyrik?

Rasulullah SAW bersabda:

“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
(HR Muslim)

Hadis tersebut menjadi dasar larangan puasa pada Hari Tasyrik.

Namun di balik larangan itu, ada pesan besar yang sering tidak disadari.

Islam ternyata tidak selalu bicara soal menahan diri. Ada waktunya manusia diminta menikmati nikmat Allah. Makan bersama keluarga. Bersyukur. Lalu tetap mengingat Allah di tengah suasana sederhana rumah.

Karena itu, Hari Tasyrik bukan hanya tentang makanan.

Ada nilai syukur yang sedang dijaga.

Ada hubungan keluarga yang sedang dihangatkan kembali.

Dan mungkin, ada hati yang perlahan dipulihkan setelah lama sibuk dengan urusan dunia yang tidak habis-habis.

Dalil tentang Dzikir Hari Tasyrik

Allah SWT berfirman:

“Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya.”
(QS Al-Baqarah: 203)

Para ulama menjelaskan bahwa ayat tersebut berkaitan dengan Hari Tasyrik.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak:

  • takbir,
  • tahmid,
  • tahlil,
  • dan doa.

Menariknya, dzikir pada Hari Tasyrik sering hadir dalam suasana yang sangat biasa.

Bukan selalu di masjid besar.
Bukan juga dalam majelis panjang.

Kadang justru muncul di sela suara daging yang sedang dipotong di dapur. Atau ketika seseorang pelan-pelan mengucap “Alhamdulillah” setelah melihat keluarganya bisa makan bersama.

Di beberapa rumah, televisi bahkan masih menyala menampilkan siaran kurban dari berbagai daerah. Tidak terlalu diperhatikan sebenarnya. Hanya jadi suara latar sambil orang-orang sibuk menusuk sate.

Kehangatan yang Mulai Langka

Hari Tasyrik diam-diam mengingatkan manusia tentang sesuatu yang mulai jarang.

Kebersamaan.

Sekarang banyak orang makan sambil melihat layar ponsel masing-masing. Obrolan keluarga makin pendek. Bahkan ada rumah yang terasa sepi meski semua penghuninya lengkap.

Namun saat Hari Tasyrik datang, suasananya sedikit berubah.

Orang-orang mulai duduk bersama lagi.
Tetangga kembali saling mengirim makanan.
Anak-anak mondar-mandir membawa tusuk sate setengah matang sambil tertawa kecil.

Ada juga bapak-bapak yang mendadak jadi ahli membakar sate dadakan. Padahal setahun lalu dagingnya masih gosong semua.

Momen seperti itu terlihat sederhana. Sedikit berantakan juga kadang. Tapi justru terasa manusia.

Mungkin itulah rahasia terbesar Hari Tasyrik.

Bahwa setelah ibadah kurban dan pengorbanan besar, Allah tidak langsung meminta manusia kembali bersedih atau menahan lapar.

Kadang Allah hanya ingin melihat hamba-Nya duduk bersama keluarga. Dapur sedikit berantakan. Asap sate masih naik pelan. Lalu seseorang mengucap syukur dengan hati yang lebih tenang. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harkitnas Tasikmalaya

    Harkitnas Kodim Tasikmalaya: Dandim Soroti Ancaman Digital

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harkitnas Kodim Tasikmalaya atau Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Makodim 0612/Tasikmalaya berlangsung penuh khidmat, Rabu (20/05/2026). Namun di balik upacara bendera dan barisan prajurit yang berdiri tegak di Lapangan Makodim, tersimpan pesan penting tentang tantangan baru bangsa Indonesia: ancaman era digital terhadap generasi muda. Upacara dipimpin langsung Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. […]

  • kapal Pertamina Selat Hormuz

    Selat Hormuz Memanas: Kapal Malaysia Lolos, Dua Tanker Pertamina Masih Tertahan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Situasi Selat Hormuz kembali menarik perhatian dunia setelah beberapa kapal tanker mendapat izin melintas dari Iran. Namun di tengah perkembangan itu, kapal Pertamina Selat Hormuz justru masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Kondisi ini memicu perhatian publik karena jalur tersebut merupakan salah satu rute paling penting bagi perdagangan energi global. Sejumlah […]

  • Ilustrasi penampakan hilal menjelang penentuan awal puasa Ramadhan 2026 di Indonesia menurut NU, Muhammadiyah, Pemerintah, dan BRIN.

    Puasa 2026 Mulai 18 atau 19 Februari? Ini Prediksinya

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Umat Islam di Indonesia mulai menyoroti prediksi awal puasa Ramadhan 2026 yang diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026. Perhatian ini muncul lebih awal karena adanya potensi perbedaan penetapan antara organisasi keagamaan dan pemerintah. Selain itu, hasil kajian astronomi dari lembaga riset turut memperkuat diskusi publik menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Menariknya, […]

  • Norwegia ganti hotel

    Norwegia Ganti Hotel Jelang Duel Krusial Lawan Inggris

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Norwegia ganti hotel menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Inggris setelah muncul sejumlah keluhan terkait kondisi akomodasi yang ditempati tim. Pergantian hotel Timnas Norwegia dilakukan menyusul laporan mengenai kebersihan kamar, dugaan aroma lembap akibat jamur, serta kebisingan dari proyek konstruksi di sekitar lokasi. Di sisi lain, langkah tersebut diambil […]

  • HUT Bhayangkara Banjar

    HUT Bhayangkara, Polres Banjar Salurkan Traktor untuk Petani

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HUT Bhayangkara Banjar menjadi momentum penting bagi Polres Banjar untuk mempertegas komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Taman Kota Lapang Bhakti, Rabu (1/7/2026), jajaran kepolisian tidak hanya menggelar upacara, tetapi juga menghadirkan aksi nyata melalui penyerahan bantuan alat dan mesin […]

  • Anak angkat Polres

    Polres Pangandaran Angkat Anak Yatim Berprestasi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Pangandaran mengambil langkah konkret dengan mengangkat seorang anak yatim berprestasi sebagai anak angkat institusi. Keputusan ini tidak hanya menjawab persoalan sosial, tetapi juga memberi jaminan pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Anak tersebut adalah Siti Aulia Marlina (16), siswi SMK Pasundan Cijulang yang kini resmi menjadi anak […]

expand_less