Sekolah Bakal Punya Smart Board, Ini Rencana BesarPrabowo
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
- visibility 201
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo. (Foto: Kemensetneg)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HUMANIORA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam beberapa tahun ke depan. Fokusnya tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran lewat teknologi digital dan penguatan bahasa asing sejak dini.
Hal itu disampaikan Prabowo usai meninjau SMAN 1 Cilacap, Rabu (29/4/2026).
Dalam keterangannya kepada media, Prabowo mengatakan pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia bisa direnovasi secara bertahap hingga 2028. Menurutnya, pendidikan menjadi investasi penting untuk menentukan masa depan bangsa.
“Pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa kita. Setiap anak Indonesia harus mendapat pendidikan terbaik,” kata Prabowo.
Renovasi Sekolah Naik Tajam Tahun Ini
Pemerintah meningkatkan jumlah sekolah yang direnovasi pada 2026. Jika tahun sebelumnya renovasi hanya mencakup sekitar 17 ribu sekolah, tahun ini angkanya naik menjadi 70 ribu sekolah.
Prabowo menyebut peningkatan itu sebagai bagian dari percepatan perbaikan fasilitas pendidikan nasional. Pemerintah memperkirakan jumlah sekolah di Indonesia mencapai sekitar 288 ribu unit.
Di sejumlah daerah, kondisi bangunan sekolah memang masih menjadi perhatian. Beberapa sekolah mengalami kerusakan ruang kelas, atap bocor, hingga keterbatasan fasilitas belajar.
Karena itu, pemerintah ingin perbaikan dilakukan bertahap agar kegiatan belajar mengajar berjalan lebih nyaman.
“Saya berharap semua sekolah selesai 2028,” ujarnya.
Pemerintah Mulai Perluas Kelas Digital
Selain renovasi fisik, pemerintah juga mulai memperluas program digitalisasi ruang kelas melalui penyediaan Smart Class Board atau layar pembelajaran digital.
Prabowo mengatakan saat ini sebagian sekolah baru memiliki satu perangkat digital. Ke depan, pemerintah ingin jumlahnya bertambah agar penggunaan teknologi di ruang kelas lebih merata.
“Saya ingin semua ruang kelas punya layar digital,” kata dia.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya modernisasi pendidikan. Pemerintah menilai penggunaan perangkat digital dapat membantu guru menyampaikan materi lebih interaktif dan memudahkan siswa memahami pelajaran.
Sejumlah guru menyambut positif rencana itu. Menurut mereka, pembelajaran berbasis visual dan digital membuat siswa lebih aktif saat proses belajar berlangsung.
Selain itu, digitalisasi dianggap penting agar sekolah di daerah juga memiliki akses pembelajaran yang lebih baik.
Studio Pengajaran Bahasa Asing Akan Dibangun
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengungkap rencana pembangunan studio pusat pembelajaran di Jakarta. Studio tersebut nantinya digunakan untuk menghadirkan pengajaran bahasa asing secara nasional.
Pemerintah berencana melibatkan pengajar terbaik, termasuk penutur asli untuk bahasa Inggris dan Mandarin.
Melalui sistem itu, sekolah-sekolah di berbagai daerah dapat mengikuti pembelajaran secara digital tanpa harus menghadirkan guru asing langsung ke setiap sekolah.
Prabowo menilai kemampuan bahasa asing menjadi kebutuhan penting di tengah persaingan global yang semakin terbuka.
Karena itu, pemerintah ingin siswa mulai mengenal bahasa internasional sejak tingkat sekolah dasar.
“Kita mau tambah anak-anak sekolah kita harus bisa bahasa Inggris, Mandarin, dan beberapa bahasa asing,” ujarnya.
Pendidikan Disebut Jadi Fondasi Masa Depan Indonesia
Pemerintah menilai pembangunan sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur. Karena itu, sektor pendidikan mendapat perhatian besar dalam agenda pemerintahan saat ini.
Pengamat pendidikan menilai langkah digitalisasi dan renovasi sekolah dapat memberi dampak besar jika dijalankan secara merata.
Namun, pelaksanaan di lapangan juga dinilai perlu pengawasan agar kualitas fasilitas dan distribusi teknologi tidak hanya terpusat di kota besar.
Di sisi lain, banyak orang tua berharap program tersebut benar-benar mampu meningkatkan kualitas belajar siswa, terutama di daerah yang selama ini masih kekurangan fasilitas pendidikan.
Dengan target renovasi besar dan perluasan pembelajaran digital, pemerintah ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih modern dan siap menghadapi perkembangan zaman. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar