Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Bupati Bandung Perkuat Literasi Digital untuk Menekan Judi Online Warga

Bupati Bandung Perkuat Literasi Digital untuk Menekan Judi Online Warga

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemkab Bandung dorong literasi digital dan penguatan ekonomi warga untuk menekan judi online.

albadarpost.com, HUMANIORA – Lonjakan kasus judi online Bandung menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna menyebut lebih dari seratus ribu warganya terindikasi terlibat. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cermin tekanan ekonomi dan rendahnya literasi digital di masyarakat. Pemerintah daerah kini menyiapkan respons, bukan hanya melalui larangan, tetapi dengan membangun ketahanan finansial warga.

Skala Permasalahan

Dalam keterangan resmi di Bandung, Dadang Supriatna menyampaikan data PPATK menunjukkan sekitar 182.000 warga Kabupaten Bandung terindikasi judi online. Jumlah ini mencerminkan penetrasi platform digital yang masif, serta lemahnya pengawasan atas aktivitas keuangan masyarakat di ranah daring. Angka tersebut bukan perkiraan, tetapi hasil penelusuran PPATK atas pola transaksi.

Dadang menggarisbawahi pentingnya strategi pencegahan yang tidak berhenti pada penindakan. Menurutnya, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan langsung untuk memblokir situs atau aplikasi judi online. Ia lantas meminta dukungan Kementerian Komunikasi dan Informatika agar akses platform tersebut dapat dihentikan. Penutupan akses digital dipandang sebagai langkah krusial yang harus berjalan berdampingan dengan penguatan literasi publik.

Selain jalur birokrasi formal, Pemkab Bandung menerapkan jalur sosial. Informasi mengenai bahaya judi online disebarkan melalui ketua RT, ketua RW, kepala desa, hingga tokoh masyarakat. Strategi ini diharapkan mampu mencegah penyebaran judi di lingkungan terkecil, karena praktik tersebut tidak hanya merusak keuangan keluarga tetapi juga melahirkan ketegangan sosial.

Literasi Digital sebagai Tembok Pertama Menghadapi Judi Online

Bupati Bandung mendorong pembinaan literasi digital dan literasi keuangan untuk mengurangi ketergantungan warga pada judi online Bandung. Literasi digital tidak sekadar kemampuan menggunakan perangkat atau aplikasi, tetapi memahami risiko, skema, dan pola manipulasi yang digunakan platform perjudian untuk menarik pengguna. Ketika warga terbiasa membaca pola konsumsi digitalnya, keputusan finansial menjadi lebih rasional.

Baca juga: Remaja 15 Tahun Disekap Dua Hari di Tasikmalaya, Polisi Tangkap Empat Pelaku

Dalam konteks literasi keuangan, pemerintah mengajak warga mengenali perbedaan antara investasi, konsumsi, dan spekulasi. Judi online berdiri pada spekulasi. Sikap “menebus nasib” yang berkembang dalam kelompok berpenghasilan rendah justru memperparah risiko. Di sinilah pendidikan keuangan dibutuhkan: memberi warga pemahaman dasar tentang mengelola pendapatan, membuat cadangan darurat, dan mempertimbangkan dampak jangka panjang.

Strategi literasi ini bukan sekadar saran moral. Ia menjadi perangkat pengaman sosial. Ketika masyarakat memahami nilai uang dan alur transaksi digital, ruang untuk eksploitasi psikologis platform judi semakin menyempit.

Opsi Kebijakan Ekonomi dan Intervensi Publik

Bupati Bandung menilai akar persoalan judi online Bandung tidak terpisah dari tekanan ekonomi rumah tangga. Pemerintah daerah telah mengantongi persetujuan dua Raperda: penyertaan modal kepada BPR Kerta Raharja dan penyertaan modal non permanen untuk dana bergulir. Kedua kebijakan ini diarahkan untuk menciptakan pembiayaan aman dengan bunga terukur.

Bank milik daerah diposisikan sebagai “penyangga”. Ketika akses pembiayaan legal kuat, warga tidak perlu mencari modal dari bank keliling atau pinjaman berbasis aplikasi. Ketika dana bergulir berjalan, usaha kecil bisa bertahan dan tidak mencari “solusi instan” lewat judi.

Kebijakan ini bukan jaminan keberhasilan total, tetapi memberi struktur sosial yang lebih sehat. Ketika aktivitas ekonomi warga stabil, daya tarik judi online menurun. Ketika kegentingan finansial mereda, permainan digital kehilangan umpan.

Mengobati Sebab, Bukan Gejalanya

Penyelesaian judi online tidak bisa berhenti di level razia aplikasi. Pandemi, PHK, dan biaya hidup yang meningkat mempersempit ruang finansial kelas menengah bawah. Judi online Bandung menjadi pelarian karena memberikan ilusi penghasilan singkat. Menghentikan lingkaran ini memerlukan kebijakan yang menyasar akar: ketidakpastian ekonomi.

Langkah literasi digital harus diikuti monitoring perilaku ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah perlu bermitra dengan lembaga pendidikan, perguruan tinggi, dan organisasi sosial untuk membangun jejaring edukasi publik. Tidak semua solusi lahir dari ruang birokrasi. Kekuatan komunitas dapat menjadi filter sosial yang efektif.

Kabupaten Bandung memperlihatkan bagaimana judi online tumbuh bukan karena moral masyarakat runtuh, tetapi karena celah ekonomi dan kurangnya pengetahuan digital. Pemerintah perlu menjaga ritme: membangun literasi, memperkuat akses pembiayaan, dan menekan ruang aktivitas platform ilegal. Perang melawan judi tidak bisa dimenangkan dengan larangan semata, tetapi dengan menghadirkan alternatif yang masuk akal bagi warga. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah baru dibangun Rp28 miliar

    Ironi SMPN 3 Depok: Bangunan Baru Rp28 Miliar, Meja Tak Cukup

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kondisi pendidikan di Kota Depok kembali menjadi sorotan. Kali ini datang dari SMP Negeri 3 Depok. Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan membawa meja lipat dari rumah, meski sekolah tersebut baru selesai dibangun dengan anggaran mencapai Rp28 miliar. Pemandangan itu memicu perhatian publik karena dianggap tidak sejalan dengan besarnya anggaran pembangunan […]

  • lokal kereta

    Tampilan Beda Kereta pada Nataru 2025–2026

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Kolaborasi Kementerian Ekraf dan KAI hadirkan IP lokal di kereta Nataru untuk perkuat ekonomi kreatif nasional. albadarpost.com, HUMANIORA – Libur Natal dan Tahun Baru biasanya identik dengan koper besar, jadwal padat, dan kursi kereta yang penuh. Namun bagi sebagian penumpang kereta api pada Nataru 2025–2026, perjalanan kali ini menghadirkan kejutan kecil yang menyenangkan: rangkaian kereta […]

  • pergerakan Nataru

    Pergerakan Nataru Jabar Capai 21 Juta

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Dishub Jabar memprediksi 21,2 juta pergerakan Nataru, memicu tekanan lalu lintas wisata dan kebijakan pengendalian. albadarpost.com, FOKUS – Dinas Perhubungan Jawa Barat memprediksi lonjakan besar pergerakan Nataru 2025/2026. Sekitar 21,2 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru. Angka ini setara 42 persen penduduk Jawa Barat dan berpotensi menekan sistem transportasi, terutama […]

  • bayi Citayam

    Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi Citayam di Toilet Stasiun

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Polres Depok menangkap ibu pembuang bayi Citayam dan mengungkap motif serta kronologi penemuan jasadnya. albadarpost.com, HUMANIOARA – Polres Metro Depok menetapkan ibu kandung sebagai pelaku pembuangan bayi Citayam yang ditemukan tak bernyawa di toilet Stasiun Citayam, Depok. Polisi menyebut bayi perempuan itu dibunuh sebelum ditinggalkan begitu saja dalam sebuah tas. Kasus ini penting karena membuka […]

  • Tauhid dalam kehidupan sehari-hari

    Kenapa Hati Gelisah? Ini Cara Menghidupkan Tauhid Sehari-hari

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernahkah seseorang merasa gelisah padahal hidup terlihat baik-baik saja? Harta cukup, pekerjaan ada, bahkan hubungan sosial berjalan lancar. Namun entah mengapa hati terasa kosong. Kondisi ini sering terjadi ketika manusia lupa menghadirkan Allah dalam hidupnya. Di sinilah pentingnya tauhid dalam kehidupan sehari-hari. Tauhid bukan hanya keyakinan bahwa Allah itu Esa. Lebih dari […]

  • cemilan pereda pegal dan pusing

    Capek dan Pusing Setelah Kerja? Coba 8 Cemilan Ini, Efektif Pulihkan Energi!

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Cemilan pereda pegal dan pusing bantu tubuh pulih cepat setelah kerja dan jaga energi tetap stabil. Cemilan Pereda Pegal dan Pusing, Solusi Cepat Pulihkan Tubuh Setelah Seharian Bekerja albadarpost.com, PELITA – Setelah melewati jam kerja yang panjang, tubuh sering kali memberi sinyal kelelahan melalui rasa pegal, pusing, atau kepala terasa berat. Kondisi ini bukan sekadar […]

expand_less