Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Suara dari Ruang Kelas: Guru Honorer Protes Perpres 115/2025

Suara dari Ruang Kelas: Guru Honorer Protes Perpres 115/2025

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Sudah lebih dari satu dekade Siti Rahmawati mengajar di sebuah sekolah negeri di Jawa Tengah. Setiap pagi ia masuk kelas, menyiapkan materi, dan mendampingi murid-muridnya seperti guru lain. Namun hingga kini, statusnya tetap guru honorer. Ketika pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 115 Tahun 2025, harapan yang sempat tumbuh justru berubah menjadi kekecewaan.

Siti hanya mendapat status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Di saat yang sama, petugas program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa diangkat sebagai PPPK penuh waktu. “Kami mengabdi puluhan tahun, tapi perlakuannya berbeda,” ujarnya.

Pengabdian Panjang yang Tak Berbanding Lurus

Bagi banyak guru honorer, pengabdian bukan sekadar angka masa kerja. Mereka mengajar dengan tanggung jawab penuh, mengikuti kurikulum, dan terlibat dalam kegiatan sekolah. Namun, status kepegawaian mereka tidak pernah benar-benar pasti.

Siti mengaku sempat berharap pemerintah memberi prioritas kepada guru honorer yang telah lama mengabdi. Harapan itu memudar setelah mengetahui kebijakan yang tertuang dalam Perpres Nomor 115 Tahun 2025.

Baca juga: Saat Teguran Guru Berubah Jadi Keroyokan

“Kami tidak menolak program MBG. Tapi rasanya tidak adil jika kami yang sudah lama mengabdi justru berada di posisi lebih rendah,” katanya.

Beban Ekonomi dan Ketidakpastian

Status PPPK paruh waktu berdampak langsung pada penghasilan. Guru honorer menerima gaji yang lebih kecil dibanding PPPK penuh waktu. Kondisi ini mempersulit mereka memenuhi kebutuhan keluarga.

Ahmad, guru honorer di Sumatera Selatan, mengaku harus mencari pekerjaan sampingan. “Mengajar tetap prioritas, tapi penghasilan tidak cukup. Padahal tanggung jawab kami sama,” ujarnya.

Ketidakpastian status juga memengaruhi psikologis guru. Banyak dari mereka merasa masa depan profesinya tidak jelas, meski telah berkontribusi besar dalam dunia pendidikan.

Suara dari Ruang Kelas

Aliansi R2 R3 Indonesia mencatat banyak keluhan serupa dari guru honorer dan tenaga kependidikan. Ketua Umumnya, Faisol Mahardika, menyebut kebijakan tersebut melukai rasa keadilan sosial.

Menurutnya, guru honorer menjadi tulang punggung pendidikan di banyak daerah. Ketika kebijakan ASN tidak berpihak pada mereka, negara dinilai abai terhadap kontribusi nyata di lapangan.

Baca juga: Bangunan Berdiri, Hak Belajar Tertunda

Faisol menegaskan bahwa pengangkatan PPPK seharusnya mempertimbangkan masa pengabdian dan peran strategis dalam pelayanan publik, khususnya pendidikan.

Harapan Akan Evaluasi Kebijakan

Meski kecewa, guru honorer tetap berharap pemerintah mendengar suara mereka. Mereka meminta evaluasi terhadap implementasi Perpres Nomor 115 Tahun 2025 agar lebih adil.

“Kami tidak minta diistimewakan. Kami hanya ingin diperlakukan setara,” kata Siti.

Para guru berharap pemerintah membuka dialog dan menyusun kebijakan yang memberi kepastian kerja dan kesejahteraan. Bagi mereka, pengakuan negara atas pengabdian adalah bentuk penghargaan yang paling dinanti.

Kisah guru honorer ini menunjukkan bahwa kebijakan publik bukan sekadar aturan di atas kertas. Di baliknya, ada kehidupan, pengabdian, dan harapan yang menunggu keadilan. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pemilik UMKM memimpin tim karyawan dengan suasana kerja yang harmonis dan produktif

    Tips Kelola Karyawan UMKM Tanpa Ribet, Hasil Maksimal

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kelola karyawan UMKM menjadi tantangan utama bagi banyak pelaku usaha kecil. Tidak sedikit yang mencari cara mengelola karyawan, manajemen tim UMKM, hingga tips mengatur pegawai agar bisnis berjalan lancar. Oleh karena itu, memahami strategi yang tepat akan membantu pemilik usaha membangun tim yang solid, loyal, dan produktif sejak awal. Mengapa Pengelolaan […]

  • Grafik distribusi kekayaan Singapura 1% terkaya 14% total aset

    Kesenjangan Kekayaan Singapura: 1% Terkaya Kuasai 14% Aset Negara

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ketimpangan kekayaan Singapura kembali menjadi perhatian publik setelah data resmi menunjukkan bahwa 1% rumah tangga terkaya menguasai sekitar 14% dari total aset nasional. Meski angka tersebut mencerminkan konsentrasi distribusi kekayaan Singapura yang cukup tinggi, pemerintah menilai tingkat kesenjangan ekonomi itu masih sebanding dengan negara maju lain. Data tersebut disampaikan oleh Jeffrey […]

  • Miras ilegal Tasikmalaya

    Miras Ilegal Tasikmalaya: Polisi Sergap Mobil Boks Pembawa Ribuan Botol Siap Edar

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Polisi Tasikmalaya gagalkan ribuan botol miras ilegal yang diangkut mobil boks menuju kota. albadarpost.com, BERITA TASIKMALAYA – Aparat kepolisian berhasil menggagalkan upaya penyelundupan miras ilegal Tasikmalaya yang hendak diedarkan ke wilayah Tasikmalaya dan Pangandaran. Ribuan botol minuman keras dari berbagai merek diamankan dari sebuah mobil boks dalam operasi yang digelar Tim Maung Galunggung Polres Tasikmalaya […]

  • Apel pagi ASN Tasikmalaya 2026

    ASN Tasikmalaya Didorong Perkuat Kinerja dan Integritas

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Apel pagi ASN Tasikmalaya 2026 menegaskan komitmen wali kota membangun pelayanan publik dan kota yang maju. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya mengawali tahun kerja 2026 dengan menggelar Apel Pagi Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Bale Kota Tasikmalaya, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya agenda pemerintahan di awal tahun sekaligus momentum […]

  • Suasana tradisi pesantren di Indonesia dengan santri belajar kitab kuning bersama kiai di lingkungan pondok

    Dari Pesantren ke Perjuangan, Ini Jejak yang Mengubah Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tradisi pesantren sering dianggap hanya sebatas pendidikan agama. Padahal, pesantren di Indonesia menyimpan peran jauh lebih besar. Sejak dulu, peran pesantren ikut membentuk arah sejarah bangsa—dari pendidikan, budaya, hingga perjuangan. Tidak banyak yang menyadari hal ini. Namun jejaknya nyata. Dari Ruang Sederhana, Lahir Perubahan Besar Awalnya, pesantren berkembang dari kebutuhan masyarakat akan […]

  • Deklarasi SWAKKA kolaborasi media lokal dan stakeholder pentahelix informasi daerah

    SWAKKA Dorong Kolaborasi Media & Pemerintah di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Deklarasi SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif) menjadi momentum strategis bagi ekosistem informasi di tingkat daerah. Ketika wartawan, konten kreator, pemerintah, legislatif, penegak hukum, akademisi, dan pelaku bisnis berkumpul, maka kekuatan komunikasi publik meningkat. Sinergi ini lahir bukan secara kebetulan, melainkan sebagai bentuk respons nyata atas kebutuhan masyarakat akan informasi […]

expand_less