Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Revitalisasi Tugu Pancakarsa Berubah, Ornamen Kujang Jadi Sorotan

Revitalisasi Tugu Pancakarsa Berubah, Ornamen Kujang Jadi Sorotan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 227
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Revitalisasi Tugu Pancakarsa memicu polemik setelah perubahan ornamen kujang dianggap menggeser identitas visual Kabupaten Bogor.

albadarpost.com, LENSA – Perubahan bentuk dan tampilan ornamen kujang pada Tugu Pancakarsa memantik sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Tugu yang berada di kawasan Sentul itu sebelumnya dikenal sebagai simbol yang merepresentasikan identitas Kabupaten Bogor. Setelah dilakukan revitalisasi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, tampilannya kini berubah. Pergeseran desain itulah yang kemudian memunculkan tanya: apakah proses peningkatan estetika ini benar-benar menjaga karakter simbolik yang lama, atau justru menghadirkan wajah baru yang jauh dari makna awalnya?

Tugu Pancakarsa adalah salah satu ikon penting Kabupaten Bogor. Keberadaannya menjadi penanda gerbang wilayah yang ramai dilalui warga maupun pendatang. Saat revitalisasi dilakukan, publik tidak menolak gagasan pembaruan. Namun reaksi muncul ketika hasil akhir ditampilkan di ruang publik. Warga menilai bagian visual yang paling kentara berubah adalah ornamen kujang. Bagi sebagian warga, perubahan itu dianggap terlalu jauh dari karakter awal Tugu Pancakarsa.

Di media sosial, percakapan mengalir cepat. Beberapa warga mengunggah foto sebelum dan sesudah revitalisasi, membandingkan proporsi desain serta detail ukiran pada bagian yang menyerupai senjata tradisional Sunda tersebut. Dalam beberapa unggahan, warganet menilai tampilan baru tugu itu dianggap lebih menyerupai bentuk dekoratif modern yang tidak lagi mewakili identitas lokal. Sementara yang lain menilai perubahan ini adalah bagian dari pembaruan ruang publik yang wajar dilakukan.

Polemik Ornamen Kujang dan Identitas Visual

Sorotan terhadap ornamen kujang ini berangkat dari posisi kujang sebagai simbol budaya Sunda. Lebih dari sekadar artefak, kujang mengandung nilai historis dan filosofi tentang keberanian, kearifan, dan identitas masyarakat Tatar Sunda. Perubahan bentuk kujang—sekecil apa pun—sering dianggap memiliki implikasi simbolik. Karena itu, publik mempertanyakan sejauh mana revitalisasi ini dikonsultasikan kepada ahli budaya atau sekadar berfokus pada estetika visual.

Sejumlah aktivis kebudayaan di Bogor juga menyampaikan pandangan serupa. Mereka menilai ikon publik semestinya dirawat dengan prinsip kehati-hatian. Boleh saja dilakukan peningkatan kualitas, tetapi tidak dengan menghilangkan elemen dasar yang selama ini melekat di ingatan kolektif warga. Tugu yang berdiri di ruang strategis ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika kota, melainkan juga sebagai penanda identitas kawasan.

Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan bahwa revitalisasi Tugu Pancakarsa merupakan bagian dari peningkatan tata ruang kota. Pemerintah menegaskan tidak ada niat menghapus karakter budaya. Upgrading tugu disebut sebagai penyesuaian untuk memberikan citra yang lebih modern. Meski begitu, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya mengurangi reaksi publik karena aspek komunikasi perubahan dinilai kurang terbuka sejak awal.

Proses Revitalisasi dan Transparansi Publik

Warga yang mempertanyakan proses revitalisasi mempersoalkan transparansi tahapan pekerjaan. Mereka menilai proyek yang menyangkut simbol daerah semestinya melibatkan lebih banyak dialog publik. Dalam beberapa diskusi komunitas, warga menyebut sudah seharusnya pemerintah mempublikasikan desain awal revitalisasi agar masyarakat dapat memberi masukan sebelum pembangunan berjalan.

Baca juga: PMT Stunting Jadi Fokus PKK Tasikmalaya Percepat Perbaikan Gizi

Sementara itu, beberapa pihak menyatakan bahwa perubahan tidak perlu diributkan berlebihan. Mereka beranggapan bahwa desain kota bergerak dinamis. Identitas visual pun tidak selalu harus terpaku pada bentuk lama. Bagi kelompok ini, modernisasi desain dianggap sebagai bagian dari evolusi ikon daerah. Meski demikian, kelompok pendukung tetap sepakat bahwa simbol lokal seperti ornamen kujang tidak dapat diperlakukan seperti elemen dekoratif biasa.

Di lapangan, aparat mulai melakukan penataan tambahan di sekitar area tugu. Pemerintah menyebut proses penyempurnaan masih berjalan. Namun belum ada kepastian apakah desain yang menuai reaksi akan ditinjau ulang. Ketidakjelasan itu ikut memperpanjang diskusi di ruang publik.

Identitas, Ruang Publik, dan Masa Depan Tugu Pancakarsa

Polemik revitalisasi Tugu Pancakarsa membuka kembali diskusi lama tentang bagaimana ruang publik harus dikelola. Di satu sisi, pemerintah memiliki kewenangan untuk memperbarui fasilitas kota. Di sisi lain, ruang publik bukan semata milik pemerintah, tetapi juga warga yang hidup dan tumbuh bersama simbol-simbol yang ada di dalamnya.

Kasus perubahan ornamen kujang ini menjadi contoh bahwa pergeseran elemen visual sekecil apa pun bisa memicu respons besar. Identitas adalah sesuatu yang tumbuh perlahan, tetapi dapat tergerus dalam satu keputusan desain yang terburu-buru. Diskusi publik semacam ini justru penting untuk menegaskan bahwa warga masih merawat ikatan simbolik dengan daerahnya. Ketika simbol dipersoalkan, itu berarti ia masih memiliki arti.

Isu ini kemungkinan tidak berhenti di sini. Respons pemerintah, sikap seniman lokal, dan suara warga akan menentukan arah kelanjutan diskusi. Ruang kota terus berubah, tetapi pertanyaannya tetap sama: perubahan seperti apa yang benar-benar mencerminkan identitas masyarakat Bogor? (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tasikmalaya Dr Cecep Nurul Yakin saat memberikan pernyataan tentang Sekolah Maung SMAN 1 Singaparna dan pendidikan unggulan.

    Bupati Tasikmalaya Soroti Sekolah Maung, Sebut Sejalan dengan Program Presiden

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bupati Tasikmalaya Dr. Cecep Nurul Yakin memberikan apresiasi terhadap keberadaan Sekolah Maung di SMAN 1 Singaparna. Program pendidikan unggulan tersebut dinilai memiliki arah yang sejalan dengan konsep sekolah berkualitas yang saat ini didorong pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurut Cecep, Sekolah Maung menjadi salah satu contoh pengembangan pendidikan yang […]

  • Muscab HIPMI

    Wakil Bupati Dorong Penguatan Ekonomi Lewat Muscab HIPMI Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Muscab HIPMI Tasikmalaya dorong kolaborasi pengusaha muda dan pemerintah untuk memperkuat ekonomi daerah. albadarpost.com, PELITA – Kabupaten Tasikmalaya menggelar Musyawarah Cabang VI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Muscab HIPMI) sebagai ajang konsolidasi organisasi dan regenerasi kepengurusan. Acara yang berlangsung di Hotel Horison Tasikmalaya, Kamis, 4 Desember 2025, ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran pengusaha muda […]

  • Belanda vs Swedia

    Jelang Belanda vs Swedia, Data Ini Justru Menguntungkan Tim Tamu

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pertandingan Belanda vs Swedia pada agenda FIFA 2026 mulai menyita perhatian pecinta sepak bola Eropa. Meski Timnas Belanda masih unggul dalam ranking FIFA dan kualitas skuad, statistik terbaru menunjukkan bahwa Timnas Swedia datang dengan modal yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Prediksi Belanda vs Swedia pun menjadi semakin menarik. Di satu […]

  • hak diperiksa polisi

    Banyak yang Menyesal: Ini Hak Anda Saat Diperiksa Polisi

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Kalimat Sederhana yang Bisa Mengubah Nasib: “Cuma diminta keterangan kok, tidak perlu bawa pengacara.” Kalimat ini terdengar ringan. Namun dalam banyak kasus, justru kalimat inilah yang membuka pintu masalah. Banyak orang masuk ruang pemeriksaan dengan santai, lalu keluar dengan wajah tegang—karena Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sudah terlanjur ditandatangani. Di sinilah pentingnya memahami […]

  • guru termenung di kelas kosong menggambarkan sisi sunyi dunia guru yang jarang diketahui murid

    Tak Pernah Terlihat, Ini Sisi Sunyi Dunia Guru yang Bikin Terdiam

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Dunia guru sering terlihat sederhana dari bangku kelas. Namun, kehidupan guru, realita dunia guru, dan beban profesi guru menyimpan cerita yang jauh lebih dalam dari yang tampak. Banyak murid hanya melihat guru sebagai sosok yang mengajar, padahal dunia guru penuh tekanan, pengorbanan, dan sisi sunyi yang jarang terungkap. Bahkan, tidak sedikit siswa […]

  • Hadis Menjaga Lisan

    Hadis Menjaga Lisan: Diam Bisa Jadi Ibadah Terbaik

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Hadis menjaga lisan kembali menjadi pengingat penting di tengah derasnya arus informasi digital. Ketika komentar, unggahan, dan opini mengalir tanpa jeda di media sosial, hadis tentang berkata baik atau diam justru terasa semakin relevan. Di era ketika satu kalimat mampu mengangkat martabat seseorang sekaligus menghancurkannya dalam hitungan detik, Rasulullah SAW telah memberikan […]

expand_less