Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Menjelang Laga Penentuan Juara, Polres Pangandaran Minta Bobotoh Tetap Tertib

Menjelang Laga Penentuan Juara, Polres Pangandaran Minta Bobotoh Tetap Tertib

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Euforia Bobotoh Persib mulai terasa menjelang laga penentuan juara melawan Persijap Jepara. Namun di tengah antusiasme besar suporter, Polres Pangandaran justru mengirim pesan yang berbeda: kemenangan tidak cukup dirayakan dengan konvoi dan teriakan semata, tetapi juga lewat ketertiban dan sikap dewasa.

Pesan itu muncul dalam himbauan resmi Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, yang meminta Bobotoh Persib menjaga sportivitas selama pertandingan hingga perayaan usai laga.

Ajakan tersebut langsung ramai dibagikan di media sosial. Tidak sedikit akun suporter yang ikut mengunggah ulang poster himbauan itu sambil menambahkan ajakan agar perayaan kemenangan berlangsung aman dan tidak merugikan masyarakat lain.

Dan suasananya mulai terasa sejak sore ini.

Di beberapa titik Pangandaran, bendera Persib bahkan sudah mulai dipasang sejak siang. Ada yang dipasang di depan warung kopi, ada juga yang diikat seadanya di belakang motor sambil berkibar kecil tertiup angin pantai.

Warung kopi penuh. Suara klakson mulai terdengar.

Dan malam pertandingan seperti ini biasanya memang panjang.

Polisi Ingatkan Bobotoh: Jangan Sampai Euforia Berubah Jadi Masalah

Dalam himbauannya, Polres Pangandaran menekankan lima poin penting kepada Bobotoh Persib.

Mulai dari menjaga sportivitas, tidak mengonsumsi miras dan narkoba, tidak menyalakan flare atau petasan, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menghindari sikap arogan saat merayakan kemenangan.

Pesan itu terlihat sederhana. Namun polisi tampaknya belajar dari berbagai euforia sepak bola sebelumnya yang sering berubah menjadi gangguan keamanan dan kemacetan panjang.

Karena itu, pendekatan yang dipakai kali ini terasa lebih persuasif.

Bukan ancaman. Tetapi ajakan.

“Rayakan kemenangan dengan menjaga ketertiban,” demikian tulisan besar dalam poster himbauan Polres Pangandaran.

Kalimat itu justru menarik perhatian banyak suporter.

Sebab di tengah panasnya rivalitas sepak bola, pesan seperti ini terasa lebih menenangkan dibanding sekadar larangan keras.

Flare, Petasan, dan Miras Jadi Sorotan

Salah satu fokus utama polisi adalah penggunaan flare dan petasan saat konvoi atau nobar berlangsung.

Dalam beberapa tahun terakhir, flare memang sering dianggap bagian dari budaya tribun sepak bola. Namun di sisi lain, benda tersebut juga berisiko memicu kepanikan, gangguan pernapasan, hingga kecelakaan di tengah kerumunan massa.

Apalagi sebagian suporter biasanya bergerak beriringan di jalan raya sambil membawa atribut besar dan menyalakan petasan.

Kadang suasananya memang terlihat meriah di kamera ponsel.

Tetapi pengguna jalan lain belum tentu merasa nyaman.

Polres Pangandaran juga menyoroti konsumsi minuman keras yang sering menjadi pemicu keributan selepas pertandingan. Polisi menilai euforia kemenangan akan jauh lebih aman jika suporter tetap dalam kondisi sadar dan mampu mengontrol emosi.

Publik sepak bola Indonesia sebenarnya sudah cukup sering melihat bagaimana konvoi kecil bisa berubah ricuh hanya karena satu provokasi sederhana.

Dan itu sering bermula dari hal-hal sepele.

Bobotoh Mulai Dorong Budaya Suporter yang Lebih Dewasa

Menariknya, sebagian Bobotoh justru menyambut baik himbauan tersebut. Di media sosial, beberapa akun komunitas Persib mulai mengajak suporter menjaga citra Bobotoh agar tidak selalu identik dengan kericuhan jalanan.

Ada yang mengingatkan soal keselamatan pengguna jalan lain. Ada juga yang meminta konvoi tidak menutup akses ambulans dan kendaraan umum.

Bahkan beberapa unggahan mulai memakai istilah “supporter modern” untuk menggambarkan budaya dukungan yang lebih tertib dan tidak emosional berlebihan.

Lucunya, sebagian netizen malah lebih sibuk mendebat flare di kolom komentar dibanding membahas strategi pertandingan Persib melawan Persijap.

Sebagian anak muda bahkan sudah menyiapkan template Instagram Story kemenangan sebelum pertandingan dimulai.

Dan debatnya melebar ke mana-mana.

Dari urusan sepak bola, masuk ke budaya tribun, lalu bergeser lagi ke keselamatan jalan raya.

Tetapi satu hal mulai terlihat jelas: publik kini semakin sadar bahwa sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah.

Ada tanggung jawab sosial di dalamnya.

Sepak Bola Memang Tentang Emosi, Tetapi Ketertiban Tetap Nomor Satu

Laga penentuan juara memang selalu membawa atmosfer berbeda. Jalanan lebih ramai. Warung kopi penuh. Suara klakson mulai terdengar bahkan sebelum pertandingan dimulai.

Namun polisi berharap semangat itu tidak berubah menjadi gangguan yang merugikan masyarakat lain.

Karena pada akhirnya, kemenangan terbesar bukan hanya ketika tim favorit mengangkat trofi. Tetapi ketika ribuan orang bisa merayakannya tanpa kerusakan, tanpa korban, dan tanpa rasa takut di jalanan.

Publik Indonesia memang sangat emosional soal sepak bola.

Tetapi justru di situlah kedewasaan suporter diuji.

Trofi mungkin hanya diangkat pemain di lapangan. Tetapi martabat sebuah klub sering terlihat dari cara suporternya merayakan kemenangan di jalanan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inspirasi

    Perjalanan Inspiratif Perempuan Sederhana Menjadi CEO Teknologi

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kesuksesan dalam dunia bisnis kerap dikaitkan dengan pendidikan tinggi dan modal besar. Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Seorang pengusaha wanita asal China membuktikan bahwa kerja keras dan kemauan belajar mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. Tokoh tersebut adalah Zhou Qunfei, pendiri dan CEO Lens Technology. Perusahaan yang ia bangun kini menjadi pemasok […]

  • Ilustrasi guru madrasah swasta mengajar di kelas terkait polemik guru madrasah PPPK 2026 yang terbentur aturan UU ASN.

    Harapan Jadi PPPK 2026 Pupus: Guru Madrasah Swasta di Persimpangan

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu guru madrasah PPPK 2026 mendadak menjadi perhatian nasional setelah rencana pengangkatan ratusan ribu guru madrasah swasta sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menghadapi hambatan regulasi. Harapan tersebut sebelumnya muncul ketika pemerintah membahas kemungkinan formasi bagi tenaga pendidik madrasah. Namun kini, nasib guru madrasah PPPK 2026 berada di titik yang tidak […]

  • Ribuan pengunjung memadati Singapore Airshow 2026 dengan latar pesawat tempur dan komersial, mencerminkan kebangkitan industri penerbangan Asia.

    Tiket Singapore Airshow Sold Out, Sinyal Bangkitnya Aviasi Asia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Singapore Airshow 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pameran kedirgantaraan paling berpengaruh di dunia. Antusiasme publik yang tinggi terlihat jelas sejak hari pertama pembukaan untuk umum. Tiket kunjungan bahkan dilaporkan sold out, mencerminkan besarnya minat masyarakat sekaligus kepercayaan industri terhadap masa depan penerbangan Asia. Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Singapore […]

  • Makan Bergizi Gratis

    Video Joget di Dapur Viral, Mitra Program Makan Bergizi Gratis Disuspend

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik setelah video seorang mitra program tersebut viral di media sosial. Dalam video yang beredar luas, seorang pria bernama Hendrik terlihat berjoget di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sambil menuliskan klaim pendapatan hingga Rp6 juta per hari. Konten tersebut memicu perhatian publik sekaligus […]

  • Santri mempelajari kitab kuning di pesantren dengan metode tradisional yang mendalam

    Kitab Kuning Santri: Rahasia Ilmu yang Bertahan Ratusan Tahun

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kitab kuning santri menjadi bagian penting dalam dunia pesantren. Melalui kitab kuning pesantren, para santri mempelajari kitab klasik Islam yang berisi ilmu fikih, akidah, hingga akhlak. Selain itu, buku santri ini tidak hanya menjadi sumber ilmu, tetapi juga menjadi tradisi intelektual yang terus hidup hingga sekarang. Oleh karena itu, memahami kitab kuning […]

  • Sambal Terasi Artisan

    Sambal Terasi Artisan Ini Bikin Pecinta Pedas Susah Move On

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tren Sambal Terasi Artisan mulai mencuri perhatian pecinta kuliner di berbagai daerah. Tidak hanya menawarkan rasa pedas, sambal premium ini hadir dengan perpaduan cabai pilihan, terasi berkualitas, dan tampilan yang menggoda selera. Karena itu, banyak penikmat makanan mulai mencari sambal terasi rumahan dengan cita rasa autentik namun tetap modern. Berbeda dengan sambal […]

expand_less