Melki Bajaj Kaget Lihat Ramainya Kuliner Tasik
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aktor nasional Melki Bajaj datang ke Tasik menikmati Kuliner di temani KDC dan Kang Dedi Mulyana, Rabu (8/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Siapa sangka, kunjungan singkat selama dua hari justru mengubah kesan aktor nasional Melki Bajaj terhadap Kota Tasikmalaya. Datang dengan rasa penasaran setelah sering mendengar cerita dari teman-temannya, Melki akhirnya membuktikan sendiri bahwa Wisata Kuliner Tasik tidak sekadar ramai diperbincangkan, tetapi benar-benar menawarkan pengalaman yang membuatnya ingin kembali.
Selama berada di Kota Tasikmalaya, Melki menjelajahi berbagai pusat kuliner Tasikmalaya, mulai dari warung legendaris hingga jajanan kaki lima. Pengalaman itu membuatnya mengaku terkejut karena suasana kota jauh lebih hidup daripada yang selama ini ia bayangkan.
Agenda wisata kuliner tersebut berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026. Melki didampingi Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara, Rani Permayani, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Porabudpar) Deddy Mulyana.
Berawal dari Rasa Penasaran, Berakhir Jatuh Cinta
Perjalanan kuliner dimulai dari kawasan Jalan R. Ikik Wiradikarta yang dikenal sebagai salah satu sentra kuliner legendaris di Kota Tasikmalaya. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke rumah makan sate di kawasan Jalan A.H. Nasution, Kecamatan Mangkubumi, yang sejak siang dipadati pengunjung.
Di sela-sela menikmati hidangan, Melki membagikan kesan pertamanya terhadap Kota Tasikmalaya.
“Saya sudah dua hari di Kota Tasikmalaya. Awalnya saya sering dengar dari teman-teman kalau Tasik itu hanya kota persinggahan. Ternyata setelah datang langsung, kotanya ramai sekali. Makanya coba sekali-kali menginap di Kota Tasik,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Melki, keramahan masyarakat menjadi kesan pertama yang langsung ia rasakan. Selain itu, pilihan kuliner yang beragam membuat pengalaman wisatanya semakin lengkap.
Bubur Zenal Hingga Kupat Tanjung Masuk Daftar Favorit
Selama dua hari berada di Tasikmalaya, Melki tidak hanya mencicipi satu atau dua menu. Ia berburu beragam makanan khas yang selama ini menjadi favorit warga.
Mulai dari bubur, nasi tutug oncom (Nasi T.O.), ayam bakar, bakso, kupat tahu, hingga aneka jajanan kaki lima, semuanya masuk dalam daftar kuliner yang ia coba.
Salah satu menu yang paling membekas adalah Bubur Zenal.
“Saya takjub dengan Bubur Zenal. Porsinya jumbo sekali. Saya sampai kekenyangan,” katanya sambil tertawa.
Meski demikian, perburuan kulinernya belum selesai. Melki mengaku masih penasaran dengan Kupat Tanjung yang menurut rekomendasi warga memiliki cita rasa khas dan berbeda dari kuliner sejenis di daerah lain.
“Buat teman-teman yang suka kulineran, Kota Tasik recommended banget. Masih banyak makanan yang belum sempat saya coba,” ungkapnya.
Promosi Kuliner Dinilai Mampu Menggerakkan Ekonomi Daerah
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, menyambut positif kunjungan Melki Bajaj ke sejumlah sentra kuliner di Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, kehadiran figur publik yang membagikan pengalaman positif dapat memperluas promosi wisata daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kami senang sekali Melki bisa datang dan menikmati kuliner di Kota Tasik. Ini menjadi bentuk promosi yang sangat baik bagi daerah,” ujar Diky.
Ia menilai promosi yang dilakukan secara organik melalui pengalaman langsung memiliki dampak yang cukup besar terhadap perkembangan sektor ekonomi kreatif.
Selain meningkatkan minat wisatawan, promosi tersebut juga berpotensi mendorong pertumbuhan pelaku UMKM, memperluas pasar kuliner lokal, dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau kulinernya semakin dikenal, UMKM kita ikut berkembang, wisatawan berdatangan, dan ekonomi masyarakat juga bergerak. Itulah yang terus kami dorong,” tambahnya.
Wisata Kuliner Menjadi Wajah Baru Kota Tasikmalaya
Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Tasikmalaya semakin dikenal bukan hanya sebagai kota perdagangan dan jasa, tetapi juga sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Priangan Timur. Kehadiran berbagai kuliner legendaris yang tetap bertahan hingga sekarang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.
Pengalaman Melki Bajaj menunjukkan bahwa rekomendasi dari mulut ke mulut masih menjadi promosi paling efektif. Ketika pengalaman itu kemudian dibagikan kepada publik, dampaknya dapat meluas, tidak hanya bagi pelaku usaha kuliner, tetapi juga bagi citra Kota Tasikmalaya sebagai destinasi wisata.
Kadang promosi terbaik tidak lahir dari baliho atau iklan mahal, melainkan dari satu kalimat jujur setelah suapan pertama. Dan bagi Melki Bajaj, dua hari di Tasikmalaya tampaknya sudah cukup untuk mengubah rasa penasaran menjadi alasan untuk kembali. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar