Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Melki Bajaj Kaget Lihat Ramainya Kuliner Tasik

Melki Bajaj Kaget Lihat Ramainya Kuliner Tasik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Siapa sangka, kunjungan singkat selama dua hari justru mengubah kesan aktor nasional Melki Bajaj terhadap Kota Tasikmalaya. Datang dengan rasa penasaran setelah sering mendengar cerita dari teman-temannya, Melki akhirnya membuktikan sendiri bahwa Wisata Kuliner Tasik tidak sekadar ramai diperbincangkan, tetapi benar-benar menawarkan pengalaman yang membuatnya ingin kembali.

Selama berada di Kota Tasikmalaya, Melki menjelajahi berbagai pusat kuliner Tasikmalaya, mulai dari warung legendaris hingga jajanan kaki lima. Pengalaman itu membuatnya mengaku terkejut karena suasana kota jauh lebih hidup daripada yang selama ini ia bayangkan.

Agenda wisata kuliner tersebut berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026. Melki didampingi Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara, Rani Permayani, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Porabudpar) Deddy Mulyana.

Berawal dari Rasa Penasaran, Berakhir Jatuh Cinta

Perjalanan kuliner dimulai dari kawasan Jalan R. Ikik Wiradikarta yang dikenal sebagai salah satu sentra kuliner legendaris di Kota Tasikmalaya. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke rumah makan sate di kawasan Jalan A.H. Nasution, Kecamatan Mangkubumi, yang sejak siang dipadati pengunjung.

Di sela-sela menikmati hidangan, Melki membagikan kesan pertamanya terhadap Kota Tasikmalaya.

“Saya sudah dua hari di Kota Tasikmalaya. Awalnya saya sering dengar dari teman-teman kalau Tasik itu hanya kota persinggahan. Ternyata setelah datang langsung, kotanya ramai sekali. Makanya coba sekali-kali menginap di Kota Tasik,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Melki, keramahan masyarakat menjadi kesan pertama yang langsung ia rasakan. Selain itu, pilihan kuliner yang beragam membuat pengalaman wisatanya semakin lengkap.

Bubur Zenal Hingga Kupat Tanjung Masuk Daftar Favorit

Selama dua hari berada di Tasikmalaya, Melki tidak hanya mencicipi satu atau dua menu. Ia berburu beragam makanan khas yang selama ini menjadi favorit warga.

Mulai dari bubur, nasi tutug oncom (Nasi T.O.), ayam bakar, bakso, kupat tahu, hingga aneka jajanan kaki lima, semuanya masuk dalam daftar kuliner yang ia coba.

Salah satu menu yang paling membekas adalah Bubur Zenal.

“Saya takjub dengan Bubur Zenal. Porsinya jumbo sekali. Saya sampai kekenyangan,” katanya sambil tertawa.

Meski demikian, perburuan kulinernya belum selesai. Melki mengaku masih penasaran dengan Kupat Tanjung yang menurut rekomendasi warga memiliki cita rasa khas dan berbeda dari kuliner sejenis di daerah lain.

“Buat teman-teman yang suka kulineran, Kota Tasik recommended banget. Masih banyak makanan yang belum sempat saya coba,” ungkapnya.

Promosi Kuliner Dinilai Mampu Menggerakkan Ekonomi Daerah

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, menyambut positif kunjungan Melki Bajaj ke sejumlah sentra kuliner di Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, kehadiran figur publik yang membagikan pengalaman positif dapat memperluas promosi wisata daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kami senang sekali Melki bisa datang dan menikmati kuliner di Kota Tasik. Ini menjadi bentuk promosi yang sangat baik bagi daerah,” ujar Diky.

Ia menilai promosi yang dilakukan secara organik melalui pengalaman langsung memiliki dampak yang cukup besar terhadap perkembangan sektor ekonomi kreatif.

Selain meningkatkan minat wisatawan, promosi tersebut juga berpotensi mendorong pertumbuhan pelaku UMKM, memperluas pasar kuliner lokal, dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kalau kulinernya semakin dikenal, UMKM kita ikut berkembang, wisatawan berdatangan, dan ekonomi masyarakat juga bergerak. Itulah yang terus kami dorong,” tambahnya.

Wisata Kuliner Menjadi Wajah Baru Kota Tasikmalaya

Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Tasikmalaya semakin dikenal bukan hanya sebagai kota perdagangan dan jasa, tetapi juga sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Priangan Timur. Kehadiran berbagai kuliner legendaris yang tetap bertahan hingga sekarang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

Pengalaman Melki Bajaj menunjukkan bahwa rekomendasi dari mulut ke mulut masih menjadi promosi paling efektif. Ketika pengalaman itu kemudian dibagikan kepada publik, dampaknya dapat meluas, tidak hanya bagi pelaku usaha kuliner, tetapi juga bagi citra Kota Tasikmalaya sebagai destinasi wisata.

Kadang promosi terbaik tidak lahir dari baliho atau iklan mahal, melainkan dari satu kalimat jujur setelah suapan pertama. Dan bagi Melki Bajaj, dua hari di Tasikmalaya tampaknya sudah cukup untuk mengubah rasa penasaran menjadi alasan untuk kembali. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perpres Kecerdasan Buatan

    Perpres Kecerdasan Buatan Rampung, Kemkomdigi Targetkan Terbit Awal 2026

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Kemkomdigi menargetkan Perpres Kecerdasan Buatan terbit awal 2026 setelah rampung dan masuk tahap harmonisasi. Perpres Kecerdasan Buatan Siap Terbit Awal 2026 albadarpost.com, LENSA – Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis besar dalam pengaturan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengonfirmasi bahwa draf Peraturan Presiden (Perpres) Kecerdasan Buatan […]

  • Ilustrasi anjing Ashabul Kahfi bernama Qitmir menjaga pintu gua tempat para pemuda beriman tertidur ratusan tahun.

    Anjing Ashabul Kahfi: Penjaga Gua yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Anjing Ashabul Kahfi atau kisah anjing penjaga Ashabul Kahfi bernama Qitmir menjadi bagian menarik dari cerita para pemuda beriman dalam Al-Qur’an. Cerita tentang anjing Qitmir sering disebut dalam tafsir ketika membahas kisah Ashabul Kahf yang tertidur ratusan tahun di dalam gua. Namun, meski kisah ini dikenal luas, banyak detail tentang peran anjing […]

  • Timnas Indonesia vs Italia

    Timnas Indonesia vs Italia? FIFA Matchday 2026 Jadi Laga Terbesar Garuda!

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 484
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Timnas Indonesia vs Italia menjadi topik panas yang mulai ramai dibicarakan jelang FIFA Matchday Juni 2026. Isu ini tidak muncul tanpa alasan. Selain Italia, sejumlah lawan Timnas Indonesia dari kategori elite dunia juga berpotensi hadir. Bahkan, peluang ini membuka jalan bagi Garuda untuk kembali menghadapi tim besar seperti saat melawan Argentina. […]

  • Kebijakan ASN

    Gubernur Jabar Izinkan ASN Absen saat Ulang Tahun Ibu untuk Perkuat Nilai Keluarga

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Kebijakan ASN Jabar memberi cuti khusus ulang tahun ibu untuk memperkuat nilai keluarga dan produktivitas. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan kebijakan ASN yang tidak biasa tetapi berdampak langsung pada kehidupan keluarga. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan ASN boleh tidak masuk kantor pada hari ulang tahun ibu mereka. Kebijakan yang diumumkan di […]

  • putusan Mahkamah Agung

    Ketika Pinjam Nama Berujung Pidana: Menjaga Integritas Pengadaan Publik

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Putusan Mahkamah Agung menegaskan pinjam nama proyek pengadaan sebagai kejahatan yang merugikan publik. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menghukum praktik “pinjam nama” dalam proyek pengadaan pemerintah bukan sekadar kisah pidana korupsi. Ia menyentuh sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan warga: kualitas pembangunan, kejujuran belanja negara, dan kepercayaan publik terhadap proses pengadaan. Di tengah […]

  • Fitnah Dajjal

    Saat yang Viral Mengalahkan Kebenaran, Itukah Jejak Fitnah Dajjal?

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suatu malam, di sebuah grup WhatsApp keluarga, sebuah pesan berantai kembali muncul. Isinya menghebohkan. Sebagian anggota grup langsung meneruskannya ke grup lain. Ada yang percaya. Ada yang panik. Belakangan diketahui, informasi itu ternyata tidak benar. Pemandangan seperti itu bukan hal langka. Di warung kopi, di ruang tunggu rumah sakit, di bangku sekolah, […]

expand_less