Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Razia Satlantas Tasikmalaya, Pelanggar Malah Dengar Tausiah

Razia Satlantas Tasikmalaya, Pelanggar Malah Dengar Tausiah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Razia Satlantas Tasikmalaya di Perempatan Muktamar Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (9/7/2026), menghadirkan pendekatan berbeda. Dalam razia lalu lintas Tasikmalaya tersebut, petugas tetap melakukan penindakan terhadap pelanggaran. Namun, pengendara yang melakukan pelanggaran ringan terlebih dahulu mengikuti tausiah tentang keselamatan berkendara sebelum petugas mengambil langkah lanjutan.

Program edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres Tasikmalaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga pada perubahan perilaku pengendara.

Meski mengedepankan pendekatan persuasif, petugas menegaskan penindakan tegas tetap berlaku bagi pelanggaran yang membahayakan pengguna jalan.

Pelanggar Ringan Ikuti Tausiah Sebelum Mendapat Edukasi

Dalam razia tersebut, petugas menyasar berbagai pelanggaran kasat mata seperti tidak memakai helm, tidak membawa surat kendaraan, kendaraan tanpa pelat nomor, serta kelengkapan berkendara lainnya.

Berbeda dari razia pada umumnya, pengendara yang melakukan pelanggaran ringan tidak langsung menerima surat tilang. Sebaliknya, petugas mengarahkan mereka ke lokasi yang telah disiapkan untuk mengikuti tausiah yang disampaikan seorang ustaz.

Materi yang diberikan berfokus pada pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keselamatan diri sendiri, serta menghormati pengguna jalan lainnya.

Salah seorang pengendara, Aminah, mengaku sempat terkejut ketika diberhentikan karena sepeda motornya tidak menggunakan pelat nomor.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan pelat nomor tersebut tersimpan di dalam bagasi. Aminah menjelaskan dirinya baru mengambil kendaraan dari bengkel sehingga belum sempat memasangnya kembali.

“Saya kira langsung ditilang. Ternyata malah diberi nasihat oleh ustaz. Jadi malu sendiri,” ujarnya.

Keselamatan Berkendara Jadi Pesan Utama

Selain Aminah, seorang pengendara bernama Wawan juga mengikuti tausiah setelah petugas menghentikannya karena tidak mengenakan helm.

Ia mengaku awalnya mengira akan langsung menerima sanksi tilang. Namun, pendekatan yang dilakukan petugas justru membuatnya lebih memahami pentingnya perlengkapan keselamatan.

“Saya kaget. Ternyata yang ceramah ustaz. Diberi tahu bahayanya kecelakaan. Mulai sekarang saya pasti pakai helm,” katanya.

Melalui tausiah tersebut, peserta diingatkan bahwa kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan sering kali berawal dari pelanggaran sederhana yang dianggap sepele.

Karena itu, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dinilai sebagai bentuk tanggung jawab setiap pengguna jalan dalam melindungi diri sendiri maupun orang lain.

Pengendara Tertib Dapat Apresiasi

Selain memberikan edukasi kepada pelanggar, Satlantas Polres Tasikmalaya juga memberikan apresiasi kepada pengendara yang telah mematuhi aturan.

Pengendara yang membawa surat kendaraan lengkap, memakai helm sesuai ketentuan, serta menyalakan lampu kendaraan menerima segelas teh manis sebagai bentuk penghargaan atas kedisiplinan mereka.

Langkah tersebut bertujuan membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan yang lebih positif dan humanis.

Pelanggaran Berat Tetap Ditindak Tegas

Kanit Turjawali Satlantas Polres Tasikmalaya, Ipda Dian Mardiana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan arahan pimpinan agar penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada pemberian sanksi.

“Kami tetap melakukan penindakan terhadap pelanggaran kasat mata. Untuk pelanggaran ringan, kami memberikan pemahaman melalui pendekatan agama. Karena itu kami menghadirkan ustaz,” jelas Dian.

Meski demikian, ia memastikan petugas tetap memberikan tindakan tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, seperti penggunaan knalpot brong maupun pelanggaran serius lainnya.

“Kalau membahayakan pengguna jalan lain, langsung kami tilang. Kalau pelanggarannya ringan, kami edukasi terlebih dahulu,” tegasnya.

Satlantas Polres Tasikmalaya berharap pendekatan edukatif tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga kepatuhan berlalu lintas tumbuh karena kesadaran, bukan semata-mata karena takut terkena sanksi.

Tilang bisa membuat pengendara jera, tetapi kesadaran mampu menyelamatkan nyawa. Ketika edukasi dan penegakan hukum berjalan bersama, budaya tertib berlalu lintas akan tumbuh lebih kuat. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seorang Muslim sedang berdzikir dengan suasana tenang untuk menggambarkan ketenangan hati dalam Islam.

    Hati Gelisah dan Pikiran Kacau? Coba Amalkan Dzikir Ini

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah kehidupan yang semakin bising, banyak orang mulai mencari ketenangan dengan berbagai cara. Ada yang mencoba healing, menjauh dari media sosial, hingga mencari suasana baru agar pikirannya lebih tenang. Namun, sebagian justru menemukan jawaban paling sederhana: kembali berdzikir kepada Allah SWT. Amalan yang terlihat ringan itu ternyata menyimpan kekuatan besar bagi […]

  • Persib vs Persijap

    Persib Tinggal Selangkah Lagi, Tapi Bahaya Persijap Nyata

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Laga Persib vs Persijap pada Sabtu 23 Mei 2026 bukan sekadar pertandingan penutup musim. Duel di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) itu berubah menjadi laga hidup mati yang menentukan nasib gelar Super League 2025/2026. Persib Bandung memang masih berada di puncak klasemen dengan 78 poin. Namun jarak mereka dengan Borneo […]

  • Larangan Junub

    Sudah Mandi Wajib? Jangan Lakukan 6 Hal Ini Saat Masih Junub

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, HIKMAH — Larangan junub merupakan salah satu pembahasan fikih dasar yang diajarkan dalam kitab Safinatun Najah. Meski demikian, masih banyak umat Islam yang belum memahami secara utuh aktivitas apa saja yang tidak boleh dilakukan ketika berada dalam keadaan junub atau hadas besar. Padahal, hukum junub bukan hanya berkaitan dengan mandi wajib. Dalam fikih Islam, […]

  • Raperda Tasikmalaya

    Raperda Tasikmalaya Disahkan, Warga Bisa Rasakan Perubahan?

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tasikmalaya resmi disahkan DPRD dalam Rapat Paripurna ke-4, Jumat (17/4/2026), dan langsung mengarah pada satu tujuan besar: mempercepat layanan publik. Melalui perubahan ketiga atas Perda kota Tasikmalaya No.7 Tahun 2016 tentang struktur perangkat daerah, Pemerintah Kota Tasikmalaya kini bergerak merombak cara kerja birokrasi agar lebih efektif, tepat […]

  • Tarif Listrik 2026

    Tarif Listrik dan Elpiji Awal 2026

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Tarif listrik triwulan I 2026 dan harga elpiji non-subsidi dipastikan tetap demi jaga daya beli masyarakat. albadarpost.com, FOKUS – Awal tahun sering datang dengan dua hal: harapan dan kecemasan. Harapan karena kalender baru selalu memberi janji, kecemasan karena pengalaman mengajarkan satu hal—biaya hidup jarang mau diam. Maka ketika pemerintah memutuskan tarif listrik dan harga elpiji […]

  • kehidupan santri di pesantren

    Bangun Sebelum Subuh, Tidur Larut Malam: Hidup Seorang Santri

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Jarum jam baru menunjukkan pukul 03.45 pagi ketika suara ketukan pintu asrama terdengar pelan. Bagi sebagian orang, waktu itu masih terlalu dini untuk bangun. Namun bagi santri, inilah awal dari kehidupan santri di pesantren yang penuh disiplin dan makna. Keseharian santri atau rutinitas pesantren dimulai sebelum matahari terbit, saat udara masih dingin […]

expand_less