Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sekda Ciamis Dorong Forsesdasi Jawa Barat Perkuat Kolaborasi Daerah

Sekda Ciamis Dorong Forsesdasi Jawa Barat Perkuat Kolaborasi Daerah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 139
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sekda Ciamis menilai Forsesdasi Jawa Barat penting untuk kolaborasi kebijakan dan pemerataan pelayanan publik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman, menegaskan bahwa Forum Sekretaris Daerah (Forsesdasi) Jawa Barat harus diposisikan sebagai ruang kolaborasi antardaerah, bukan arena persaingan yang saling menonjolkan keunggulan masing-masing. Pernyataan ini disampaikan usai pelantikan pengurus Forsesdasi Jawa Barat periode 2025–2028 di Gedung United in Diversity (UID), Jakarta Pusat, Jumat (12/12/2025).

Andang menilai, nilai strategis Forsesdasi Jawa Barat tidak terletak pada seremoni pelantikan, melainkan pada fungsi substantif forum tersebut sebagai wadah pertukaran pengetahuan, data, dan praktik kebijakan antar kabupaten dan kota. Dalam konteks pembangunan daerah, ruang belajar semacam ini dinilai krusial untuk mencegah ketimpangan antarwilayah.

“Ini bukan hanya soal pelantikan. Yang lebih penting adalah materi dan ruang belajar bagi kami para sekretaris daerah,” kata Andang.

Pernyataan itu menegaskan peran Forsesdasi Jawa Barat sebagai instrumen penguatan kapasitas birokrasi daerah, terutama bagi Sekda yang berfungsi sebagai penggerak utama roda pemerintahan.

Kolaborasi sebagai Fondasi Pembangunan Daerah

Menurut Andang, pembangunan daerah tidak bisa dijalankan secara terpisah-pisah. Kabupaten dan kota di Jawa Barat harus saling menopang agar kemajuan tidak berhenti pada wilayah tertentu saja. Ia menilai pendekatan kompetisi antardaerah yang tidak diimbangi kolaborasi justru berpotensi memperlebar kesenjangan.

“Daerah yang sudah unggul di satu sektor harus bisa berbagi dengan yang belum. Tujuannya bukan mencari siapa nomor satu, tetapi agar semua daerah bisa berkembang bersama,” ujarnya.

Dalam pandangan Andang, Forsesdasi Jawa Barat berfungsi sebagai ruang konsolidasi kebijakan, tempat daerah dapat saling belajar tanpa harus melalui mekanisme formal yang berbiaya besar. Model ini dinilai lebih efisien dan relevan dengan kebutuhan birokrasi daerah saat ini.

Ia juga menekankan pentingnya data dan informasi sebagai fondasi pembelajaran antardaerah. Melalui forum ini, setiap Sekda dapat memetakan posisi daerahnya secara lebih objektif, baik dari sisi capaian maupun tantangan.

“Ketika kita tahu posisi kita—di bawah siapa atau di atas siapa—itu membangun kesadaran. Dari situ kita tahu apa yang harus dibenahi,” kata Andang.

Efisiensi Kebijakan dan Replikasi Praktik Baik

Andang mengakui bahwa semangat kompetisi tetap dibutuhkan dalam tata kelola pemerintahan. Namun, kompetisi tersebut harus ditempatkan dalam kerangka kolaborasi dan replikasi kebijakan yang berdampak langsung pada pelayanan publik.

Baca juga: Wali Kota Banjar Tegaskan Kebijakan Inklusi untuk Disabilitas Berdaya

“Kalau disebut balapan, mungkin iya. Tapi ini bukan balapan untuk menjadi yang paling hebat. Ini balapan memberikan pelayanan terbaik yang bisa direplikasi oleh daerah lain,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan setiap daerah tidak bisa diseragamkan karena perbedaan potensi dan karakter wilayah. Meski begitu, teknik dasar, strategi kebijakan, dan pendekatan birokrasi tetap dapat dipelajari dan disesuaikan.

“Forum ini mewadahi teknik dasar dan strategi dari masing-masing kabupaten. Mana yang bisa direplikasi, mana yang perlu dievaluasi,” katanya.

Andang juga menyoroti efisiensi pembelajaran kebijakan melalui Forsesdasi Jawa Barat. Dibandingkan studi banding yang membutuhkan anggaran besar, forum ini memungkinkan pertukaran informasi secara langsung, praktis, dan berbasis pengalaman nyata.

“Kalau hanya mengandalkan APBD, studi banding itu mahal. Lewat forum ini, kita bisa langsung mengetahui praktik terbaik daerah lain tanpa beban biaya besar,” ujarnya.

Sebagai mesin birokrasi daerah, Sekda memegang peran kunci dalam menggerakkan kebijakan dan pelayanan publik. Andang optimistis, jika kolaborasi dalam Forsesdasi Jawa Barat berjalan konsisten, kualitas pemerintahan dan pembangunan daerah di Jawa Barat dapat meningkat secara lebih merata.

“Kalau kita saling berbagi dan saling belajar, manfaatnya bukan hanya untuk satu daerah, tetapi untuk seluruh masyarakat Jawa Barat,” tutupnya.

Forsesdasi Jawa Barat dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi kebijakan dan meningkatkan pelayanan publik secara merata. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggaran KPU Tasikmalaya

    KPU Kota Tasikmalaya Jelaskan Anggaran Santunan Rp341 Juta, Dua Pertanyaan Belum Terjawab

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anggaran santunan kecelakaan kerja di KPU Kota Tasikmalaya menjadi perhatian setelah ditemukan perbedaan cukup besar antara pagu anggaran dan realisasi pada Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) yang ditelusuri AlbadarPost, terdapat paket kegiatan Santunan Kecelakaan Kerja dengan pagu sebesar Rp341 juta. Paket tersebut tercatat sebagai swakelola […]

  • kesbangpol ciamis

    Bakesbangpol Ciamis Dorong Literasi Politik Desa untuk Perkuat Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Penguatan literasi politik desa di Ciamis dipandang krusial untuk menjaga kualitas demokrasi dan partisipasi warga. albadarpost.com, PELITA – Perbincangan mengenai literasi politik desa kembali mencuat di Ciamis. Kepala Bakesbangpol Ciamis, DR. R. Yadi Tisyadi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kualitas demokrasi di tingkat lokal bergantung pada sejauh mana warga desa memahami hak dan peran mereka dalam […]

  • Daging Kurban

    Terungkap! Alasan Daging Kurban Terasa Berbeda dari Hari Biasa

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu hal yang sering dirasakan banyak orang setiap Idul Adha: daging kurban terasa berbeda. Padahal bumbunya kadang sederhana. Bahkan cara memasaknya juga tidak selalu istimewa. Ada yang hanya dibakar seadanya di halaman rumah. Ada juga yang dimasak cepat karena dapur sedang penuh. Namun tetap saja rasanya seperti punya suasana sendiri. Dalam […]

  • UMKM ramai pembeli

    5 Rahasia UMKM Kecil yang Tak Pernah Sepi Pembeli

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira UMKM ramai pembeli hanya terjadi karena lokasi strategis atau modal besar. Padahal, usaha kecil yang laris biasanya punya pola yang sama. UMKM laris, usaha kecil ramai pelanggan, dan toko yang selalu dipenuhi pembeli umumnya menjalankan strategi sederhana, tetapi konsisten setiap hari. Ada warung kopi yang selalu penuh sejak pagi. […]

  • penolakan geothermal Cianjur

    Warga Cianjur Tagih Janji Bupati Tolak Geothermal di Kaki Gunung Gede

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Warga Cianjur menagih janji Bupati untuk menolak geothermal di kaki Gunung Gede yang dinilai mengancam lingkungan. albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga dari berbagai kecamatan di lereng Gunung Gede-Pangrango, Cianjur, mendatangi Kantor Bupati Cianjur untuk menagih janji kepala daerah terkait penolakan geothermal Cianjur. Aksi yang berlangsung pada Rabu itu menjadi gelombang tuntutan terbaru atas pembangunan proyek […]

  • santri penghafal Al-Qur'an

    Tangis di Sepertiga Malam: Kisah Santri Penghafal Al-Qur’an Ini Bikin Haru

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Jam menunjukkan pukul 03.30 dini hari. Sebagian orang masih terlelap, tetapi seorang santri penghafal Al-Qur’an sudah duduk bersila di sudut kamar sederhana. Suara lirih ayat suci mulai terdengar pelan. Inilah rutinitas yang jarang terlihat—perjalanan sunyi seorang hafiz Qur’an yang penuh disiplin dan keteguhan. Kisah santri penghafal Al-Qur’an atau hafiz Qur’an selalu menyimpan […]

expand_less