Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tasikmalaya Bergerak Cepat Atasi Sampah, Wakil Bupati Turun Tangan

Tasikmalaya Bergerak Cepat Atasi Sampah, Wakil Bupati Turun Tangan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengelolaan Sampah Tasikmalaya kini tidak lagi bisa ditunda. Di tengah tekanan volume sampah yang terus meningkat, pemerintah daerah mulai bergerak lebih agresif. Fokusnya jelas: membangun sistem yang tidak hanya rapi di atas kertas, tetapi benar-benar berjalan dari tingkat kecamatan hingga desa.

Pengelolaan Sampah Tasikmalaya—atau tata kelola sampah daerah—menjadi isu yang semakin mendesak. Karena itu, langkah percepatan langsung didorong melalui penguatan koordinasi, pembentukan Satgas, dan pelibatan masyarakat dari sumber sampah itu sendiri.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menegaskan arah baru tersebut saat Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah 2026 di Oproom Setda, Kamis (23/04/2026).

“Pengelolaan sampah harus lebih terstruktur, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat,” ujarnya tegas.

Nada itu bukan sekadar imbauan. Ada pesan kuat di baliknya: penanganan sampah kini masuk fase serius.

Dari Koordinasi ke Aksi, Kecamatan Tak Bisa Pasif Lagi

Selama ini, koordinasi antarwilayah sering berjalan, tetapi tidak selalu diikuti pengawasan yang konsisten. Akibatnya, program di lapangan berjalan tidak merata.

Kini, pola itu diubah.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendorong kecamatan untuk naik kelas—bukan hanya sebagai penghubung, tetapi sebagai pengendali program.

Asep menekankan, camat harus aktif membina sekaligus mengawasi jalannya pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Dengan begitu, setiap kebijakan tidak berhenti di rapat, tetapi benar-benar dieksekusi.

“Fungsi koordinasi, pembinaan, dan pengawasan harus diperkuat,” katanya.

Langkah ini terasa krusial. Tanpa kontrol di tingkat kecamatan, program sebaik apa pun berisiko mandek. Sebaliknya, dengan pengawasan ketat, perbaikan bisa dilakukan lebih cepat saat masalah muncul.

Perubahan Dimulai dari Rumah, Desa Jadi Kunci

Di sisi lain, pemerintah juga menyasar akar persoalan: rumah tangga.

Sebab faktanya, sebagian besar sampah berasal dari aktivitas harian warga. Jika tidak ditangani sejak awal, volume akan terus menumpuk di hilir.

Karena itu, desa didorong menjadi pusat perubahan.

Pemilahan sampah dari sumber kini bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan. Warga diminta mulai membedakan jenis sampah, mengurangi volume, dan memperkuat peran lingkungan sekitar.

“Peran RT, RW, dan kelompok swadaya masyarakat sangat penting,” jelas Asep.

Pendekatan ini mengubah pola lama. Dari yang semula bergantung pada pemerintah, kini bergerak menuju kolaborasi. Dengan keterlibatan warga, solusi menjadi lebih realistis dan berkelanjutan.

Satgas Sampah Dibentuk, Instruksi Tegas untuk Camat

Langkah paling konkret muncul dalam bentuk instruksi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengelolaan Sampah di setiap kecamatan.

Tidak ada ruang untuk menunda.

Setiap camat diminta segera menginisiasi Satgas dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga penggerak lingkungan.

Satgas ini tidak boleh sekadar formalitas. Mereka harus memiliki program kerja yang jelas, target terukur, serta mampu berkoordinasi dengan perangkat daerah.

“Satgas harus bisa membangun sinergi yang kuat,” tegasnya.

Di titik ini, arah kebijakan terlihat semakin jelas. Pemerintah tidak hanya bicara konsep, tetapi mulai membangun struktur yang bisa bekerja langsung di lapangan.

Tak Lagi Bergantung Satu Sumber, Kolaborasi Jadi Kunci

Rapat koordinasi tersebut juga memperlihatkan satu hal penting: pengelolaan sampah tidak bisa ditangani sendirian.

Sejumlah pihak hadir, mulai dari kepala SKPD, camat, hingga unsur BUMN dan BUMD. Ini menandakan bahwa pendekatan lintas sektor mulai dioptimalkan.

Dengan kolaborasi, solusi bisa lebih variatif. Selain itu, dukungan program juga menjadi lebih luas.

Ketika banyak pihak terlibat, beban tidak lagi bertumpu pada satu instansi. Sebaliknya, tanggung jawab dibagi dan dijalankan bersama.

Antara Tekanan dan Harapan, Tasikmalaya di Titik Penentuan

Langkah percepatan ini lahir bukan tanpa alasan. Tekanan persoalan sampah semakin terasa, sementara ekspektasi masyarakat terus meningkat.

Kini, Tasikmalaya berada di titik penentuan.

Jika strategi ini berjalan konsisten, perubahan besar bisa terjadi. Lingkungan menjadi lebih bersih, kesadaran masyarakat meningkat, dan sistem pengelolaan menjadi lebih modern.

Namun jika tidak, masalah lama akan kembali terulang.

Karena itu, semua pihak kini dituntut bergerak—bukan hanya cepat, tetapi juga konsisten.

Pengelolaan Sampah Tasikmalaya memasuki babak baru. Dari penguatan kecamatan hingga gerakan di tingkat desa, semua diarahkan pada satu tujuan: sistem yang hidup dan berkelanjutan.

Ini bukan sekadar program pemerintah. Ini adalah ujian bersama—apakah perubahan benar-benar bisa dimulai dari sekarang. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CDPOB Jawa Barat

    DPRD Jabar Jaga Skor CDPOB Jawa Barat untuk Pemekaran Bertahap

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DPRD Jabar terus mengevaluasi CDPOB Jawa Barat sambil menunggu pencabutan moratorium pemekaran daerah. Penilaian CDPOB Jawa Barat Tetap Berjalan albadarpost.com, LENSA – DPRD Provinsi Jawa Barat menegaskan proses evaluasi terhadap CDPOB (Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru) Jawa Barat tetap dilakukan rutin. Penilaian ini penting untuk menjaga seluruh indikator teknis sepuluh calon daerah tetap sesuai ketentuan, […]

  • voucher CDC Singapura

    Voucher CDC, Dukung Warga dan Pedagang Lokal Singapura

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Singapura mulai mencairkan voucher CDC SGD 300 untuk rumah tangga guna menekan beban biaya hidup 2026. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura kembali menyalurkan bantuan langsung kepada warganya. Mulai Jumat (2/1/2026), setiap rumah tangga di negara tersebut dapat mengklaim voucher Community Development Council (CDC) senilai SGD 300 atau sekitar Rp 3,8 juta. Kebijakan ini penting […]

  • aturan nama anak

    Nama Anak Bisa Ditolak Disdukcapil? Ini Aturan Baru yang Wajib Orang Tua Tahu

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Banyak orang tua belum memahami aturan nama anak di Indonesia, padahal regulasi ini sangat penting. Pemerintah telah mengatur aturan penamaan anak atau ketentuan nama bayi untuk mencegah masalah administrasi di masa depan. Jika orang tua melanggar, petugas pencatatan sipil bisa menolak nama anak tersebut. Karena itu, memahami aturan sejak awal bukan […]

  • survei elektabilitas capres

    Survei Elektabilitas Capres Tempatkan Prabowo Unggul, Dedi Mulyadi Naik Tajam

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Survei elektabilitas capres menempatkan Prabowo di puncak, sementara Dedi Mulyadi naik signifikan di posisi kedua. albadarpost.com, LENSA – Pemetaan politik menjelang Pemilu 2029 bergeser setelah hasil survei elektabilitas capres terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan lonjakan dukungan bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam simulasi yang menguji 25 tokoh nasional, Prabowo Subianto masih menguasai posisi puncak. […]

  • Ilustrasi futuristik seorang Muslim salat di tengah kota modern bercahaya sebagai simbol perbaikan hidup melalui ibadah.

    Perbaiki Salatmu, Reset Hidupmu

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Pada tahun-tahun mendatang, manusia mungkin akan menciptakan teknologi yang mampu membaca gelombang pikiran. Mereka akan merancang algoritma untuk memprediksi keputusan. Mereka bahkan mungkin menciptakan kecerdasan buatan yang mampu meniru empati. Namun tetap saja, mereka lupa satu tombol paling tua yang sudah tersedia sejak berabad-abad lalu: takbir. Prinsip “Perbaiki salatmu maka Allah akan […]

  • pemalsuan produk

    Polres Tasikmalaya Bongkar Pemalsuan Produk Pangan di Dua Gudang

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya mengungkap pemalsuan produk tepung dan penyedap yang merugikan konsumen. albadarpost.com, LENSA – Polres Tasikmalaya Kota mengungkap praktik pemalsuan produk yang menempatkan konsumen pada risiko dan merusak pasar. Kepolisian menangkap seorang warga Kota Tasikmalaya yang diduga mengemas ulang tepung terigu dan penyedap rasa murah ke dalam kemasan premium. Kasus ini penting karena menyangkut keamanan […]

expand_less