Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tasikmalaya Bergerak Cepat Atasi Sampah, Wakil Bupati Turun Tangan

Tasikmalaya Bergerak Cepat Atasi Sampah, Wakil Bupati Turun Tangan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 75
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengelolaan Sampah Tasikmalaya kini tidak lagi bisa ditunda. Di tengah tekanan volume sampah yang terus meningkat, pemerintah daerah mulai bergerak lebih agresif. Fokusnya jelas: membangun sistem yang tidak hanya rapi di atas kertas, tetapi benar-benar berjalan dari tingkat kecamatan hingga desa.

Pengelolaan Sampah Tasikmalaya—atau tata kelola sampah daerah—menjadi isu yang semakin mendesak. Karena itu, langkah percepatan langsung didorong melalui penguatan koordinasi, pembentukan Satgas, dan pelibatan masyarakat dari sumber sampah itu sendiri.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menegaskan arah baru tersebut saat Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah 2026 di Oproom Setda, Kamis (23/04/2026).

“Pengelolaan sampah harus lebih terstruktur, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat,” ujarnya tegas.

Nada itu bukan sekadar imbauan. Ada pesan kuat di baliknya: penanganan sampah kini masuk fase serius.

Dari Koordinasi ke Aksi, Kecamatan Tak Bisa Pasif Lagi

Selama ini, koordinasi antarwilayah sering berjalan, tetapi tidak selalu diikuti pengawasan yang konsisten. Akibatnya, program di lapangan berjalan tidak merata.

Kini, pola itu diubah.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendorong kecamatan untuk naik kelas—bukan hanya sebagai penghubung, tetapi sebagai pengendali program.

Asep menekankan, camat harus aktif membina sekaligus mengawasi jalannya pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Dengan begitu, setiap kebijakan tidak berhenti di rapat, tetapi benar-benar dieksekusi.

“Fungsi koordinasi, pembinaan, dan pengawasan harus diperkuat,” katanya.

Langkah ini terasa krusial. Tanpa kontrol di tingkat kecamatan, program sebaik apa pun berisiko mandek. Sebaliknya, dengan pengawasan ketat, perbaikan bisa dilakukan lebih cepat saat masalah muncul.

Perubahan Dimulai dari Rumah, Desa Jadi Kunci

Di sisi lain, pemerintah juga menyasar akar persoalan: rumah tangga.

Sebab faktanya, sebagian besar sampah berasal dari aktivitas harian warga. Jika tidak ditangani sejak awal, volume akan terus menumpuk di hilir.

Karena itu, desa didorong menjadi pusat perubahan.

Pemilahan sampah dari sumber kini bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan. Warga diminta mulai membedakan jenis sampah, mengurangi volume, dan memperkuat peran lingkungan sekitar.

“Peran RT, RW, dan kelompok swadaya masyarakat sangat penting,” jelas Asep.

Pendekatan ini mengubah pola lama. Dari yang semula bergantung pada pemerintah, kini bergerak menuju kolaborasi. Dengan keterlibatan warga, solusi menjadi lebih realistis dan berkelanjutan.

Satgas Sampah Dibentuk, Instruksi Tegas untuk Camat

Langkah paling konkret muncul dalam bentuk instruksi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengelolaan Sampah di setiap kecamatan.

Tidak ada ruang untuk menunda.

Setiap camat diminta segera menginisiasi Satgas dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga penggerak lingkungan.

Satgas ini tidak boleh sekadar formalitas. Mereka harus memiliki program kerja yang jelas, target terukur, serta mampu berkoordinasi dengan perangkat daerah.

“Satgas harus bisa membangun sinergi yang kuat,” tegasnya.

Di titik ini, arah kebijakan terlihat semakin jelas. Pemerintah tidak hanya bicara konsep, tetapi mulai membangun struktur yang bisa bekerja langsung di lapangan.

Tak Lagi Bergantung Satu Sumber, Kolaborasi Jadi Kunci

Rapat koordinasi tersebut juga memperlihatkan satu hal penting: pengelolaan sampah tidak bisa ditangani sendirian.

Sejumlah pihak hadir, mulai dari kepala SKPD, camat, hingga unsur BUMN dan BUMD. Ini menandakan bahwa pendekatan lintas sektor mulai dioptimalkan.

Dengan kolaborasi, solusi bisa lebih variatif. Selain itu, dukungan program juga menjadi lebih luas.

Ketika banyak pihak terlibat, beban tidak lagi bertumpu pada satu instansi. Sebaliknya, tanggung jawab dibagi dan dijalankan bersama.

Antara Tekanan dan Harapan, Tasikmalaya di Titik Penentuan

Langkah percepatan ini lahir bukan tanpa alasan. Tekanan persoalan sampah semakin terasa, sementara ekspektasi masyarakat terus meningkat.

Kini, Tasikmalaya berada di titik penentuan.

Jika strategi ini berjalan konsisten, perubahan besar bisa terjadi. Lingkungan menjadi lebih bersih, kesadaran masyarakat meningkat, dan sistem pengelolaan menjadi lebih modern.

Namun jika tidak, masalah lama akan kembali terulang.

Karena itu, semua pihak kini dituntut bergerak—bukan hanya cepat, tetapi juga konsisten.

Pengelolaan Sampah Tasikmalaya memasuki babak baru. Dari penguatan kecamatan hingga gerakan di tingkat desa, semua diarahkan pada satu tujuan: sistem yang hidup dan berkelanjutan.

Ini bukan sekadar program pemerintah. Ini adalah ujian bersama—apakah perubahan benar-benar bisa dimulai dari sekarang. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • doa ilmu bermanfaat

    Hati-Hati! Fitnah Dunia Datang dari Hal yang Kamu Cintai

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa terhindar fitnah dunia kini bukan lagi sekadar anjuran, tetapi kebutuhan yang mendesak. Di era media sosial, tekanan hidup, dan gaya hidup serba cepat, fitnah dunia hadir bukan hanya dalam bentuk musibah—melainkan juga dari harta, jabatan, popularitas, bahkan hal-hal yang kita banggakan. Menariknya, banyak orang tidak sadar. Fitnah itu sering datang dari […]

  • pembunuhan penjaga konter

    Buruh di Bandung Bunuh Penjaga Konter demi Judi Online

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Buruh di Bandung bunuh penjaga konter demi bayar utang judi online, polisi ungkap motif dan kronologinya. albadarpost.com, LENSA – Tiga hari pelarian seorang buruh berakhir di tangan polisi. Pelaku pembunuhan penjaga konter ponsel di kawasan Sukamulya, Kota Bandung, akhirnya ditangkap. Ia mengaku nekat menghabisi nyawa korban demi menutup utang judi online yang menjeratnya. Pelaku Pembunuhan […]

  • tumis ikan jambal roti

    Rahasia Tumis Jambal Roti Pedas Manis, Ikan Asin Jadi Menu Sultan!

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tumis ikan jambal roti kini menjadi primadona baru di dapur rumahan. Olahan ikan asin ini berubah total—lebih mewah, lebih menggoda, dan pastinya kaya rasa. Resep tumis jambal roti pedas manis menghadirkan perpaduan gurih, manis, dan pedas yang langsung bikin nafsu makan meningkat. Selain itu, variasi olahan ikan asin pedas manis semakin digemari […]

  • Imigrasi Batam

    Heboh Pungli Imigrasi Batam, Turis Asing Bongkar Pengalaman Mencekam

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus Imigrasi Batam kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan pemerasan turis asing di Batam yang viral di media sosial. Dilansir dari Mediacorp.sg, bahwa sejumlah wisatawan, termasuk warga Singapura, mengaku mengalami intimidasi saat proses pemeriksaan. Isu pungli imigrasi Batam ini langsung memicu perhatian publik karena terjadi di pintu masuk internasional Indonesia. Selain […]

  • banjir Sumatra

    Banjir Sumatra 2025: DPR Tekan Menhut soal Data DAS dan Rehabilitasi

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Komisi IV DPR panggil Menhut bahas banjir Sumatra, pengelolaan DAS, dan evaluasi kebijakan pasca 303 korban. albadarpost.com, HUMANIORA – Air berwarna cokelat tua masih menggenangi desa-desa di Aceh dan Sumatera Barat. Di tepian sungai, batang kayu besar berserakan, tersangkut di jembatan darurat yang dibangun relawan. Di rumah pengungsian, keluarga yang kehilangan anggota tak banyak bicara. […]

  • Korban kekerasan seksual duduk termenung di ruang gelap, menggambarkan ketakutan dan hambatan melapor ke aparat hukum.

    Korban Kekerasan Seksual Lebih Memilih Diam, Mengapa?

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kekerasan seksual terus terjadi di berbagai ruang kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, ironi paling menyakitkan justru muncul setelah peristiwa itu terjadi: sebagian besar korban memilih diam. Mereka tidak melapor ke aparat penegak hukum, tidak mendatangi layanan pendampingan, bahkan tidak menceritakan pengalaman traumatis itu kepada orang terdekat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apa yang […]

expand_less