Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Banjir Sumatra 2025: DPR Tekan Menhut soal Data DAS dan Rehabilitasi

Banjir Sumatra 2025: DPR Tekan Menhut soal Data DAS dan Rehabilitasi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Komisi IV DPR panggil Menhut bahas banjir Sumatra, pengelolaan DAS, dan evaluasi kebijakan pasca 303 korban.

albadarpost.com, HUMANIORA – Air berwarna cokelat tua masih menggenangi desa-desa di Aceh dan Sumatera Barat. Di tepian sungai, batang kayu besar berserakan, tersangkut di jembatan darurat yang dibangun relawan. Di rumah pengungsian, keluarga yang kehilangan anggota tak banyak bicara. Mereka hanya tahu: banjir Sumatra telah merenggut kehidupan yang mereka kenal sebelumnya.

Data resmi menunjukkan 303 orang meninggal dan ratusan lainnya belum ditemukan. Ribuan warga mengungsi menyusul banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sepanjang pekan terakhir. Skala bencana ini kembali membuka pertanyaan mendasar: bagaimana negara mengelola kawasan hutan dan daerah aliran sungai.


DPR Bergerak: Penjelasan Teknis Dibutuhkan

Komisi IV DPR RI menjadwalkan rapat dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Kamis, 4 Desember 2025. Wakil Ketua Komisi IV Alex Indra Lukman menyebut pembahasan difokuskan pada asal-usul material kayu dan perubahan tutupan lahan di wilayah terdampak.

“Bukan hanya soal kondisi banjirnya. Kami ingin melihat peta daerah aliran sungai dan data tutupan lahan di setiap DAS,” kata Alex dalam pernyataannya, Minggu, 30 November 2025. Rapat tersebut juga akan menggali data kerusakan hutan, program reboisasi, hingga besaran dana rehabilitasi.

Komisi IV menilai pemerintah perlu menjabarkan secara rinci apakah banjir Sumatra merupakan peristiwa alam ekstrem atau buah dari tata kelola lingkungan yang gagal. Banyaknya gelondongan kayu yang ikut terbawa arus menjadi indikator yang tidak bisa diabaikan.


Jejak Kebijakan dan Ekosistem yang Rentan

Dalam satu dekade terakhir, pulau Sumatra mengalami tekanan kuat pada kawasan hutan. Pembukaan lahan, konsesi kebun industri, hingga perambahan ilegal mempersempit ruang resapan air. DAS yang dulu menjadi penyangga justru menjadi lintasan air tanpa pengaman.

Banjir Aceh 2025. (Foto: BPBD Aceh)

BNPB mencatat titik longsor muncul di wilayah hulu sungai dengan perubahan tutupan hutan paling drastis. Di daerah hilir, air membawa material kayu dan lumpur dengan kecepatan tinggi. Satuan luasan banjir menunjukkan pola serupa di tiga provinsi: kerusakan hutan di hulu, kepadatan permukiman di bantaran sungai, dan minimnya sistem peringatan dini.


Suara Pemerintah: Evaluasi Menyeluruh

Menhut Raja Juli Antoni mengakui bahwa bencana ini adalah alarm keras. Ia menyebut pemerintah akan melakukan evaluasi tata kelola kehutanan secara menyeluruh. “Penebangan liar yang tidak terkontrol berkontribusi besar terhadap bencana,” ujarnya dalam keterangan resmi, 29 November 2025.

Raja Juli menekankan bahwa momentum pascabencana ini harus dimanfaatkan untuk menghindari pengulangan. Ia menyebut perbaikan kebijakan kehutanan bukan tugas simbolik, melainkan urgensi publik. “Semua mata melihat dan semua telinga mendengar. Kita tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama,” katanya.


Kegagalan Struktural Pengelolaan DAS

Banjir Sumatra memperlihatkan persoalan klasik yang tak kunjung selesai: pengelolaan DAS yang tidak berbasis data lapangan. Pemerintah daerah kerap berhadapan dengan konsesi perusahaan dan lemahnya regulasi. Tumpang tindih kewenangan antara pusat dan daerah menunda rehabilitasi yang seharusnya sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Baca juga: Universal Studios Evakuasi Penumpang Roller Coaster USS

Model tata kelola saat ini lebih reaktif ketimbang preventif. Investasi rehabilitasi DAS masih kalah jauh dibanding insentif ekspansi industri lahan. Rencana penghijauan yang dijanjikan sering berhenti pada dokumen anggaran, bukan di lapangan. Situasi ini membuat banjir Sumatra bukan sekadar bencana musiman, tetapi gejala struktural.


Konteks Politik dan Batas Kebijakan

Rapat Komisi IV menjadi pintu masuk pembahasan lebih dalam: siapa yang bertanggung jawab, bagaimana dana rehabilitasi disalurkan, dan sejauh mana pengawasan berjalan. Jika temuan DPR menunjukkan pelanggaran tata kelola, kementerian terkait harus menyediakan data lintas waktu dan mengoreksi kebijakan.

Dinamika kebijakan kehutanan di Jakarta berimplikasi langsung terhadap desa-desa yang kini hancur. Arah politik anggaran menentukan apakah rehabilitasi DAS menjadi prioritas atau sekadar janji setelah bencana. Di titik ini, banjir Sumatra menghubungkan ruang rapat di Senayan dengan rumah warga yang sedang mengeringkan lantai dari lumpur.

Banjir Sumatra bukan peristiwa tunggal. Ia menyisakan pertanyaan yang belum selesai: apakah pemerintah mampu memperbaiki tata kelola hutan sebelum bencana berikutnya datang.

Rapat DPR dan evaluasi Menhut menentukan arah pengelolaan hutan Sumatra. Banjir 2025 jadi tolok ukur keseriusan pemerintah menutup celah kebijakan. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Profil Ketua Umum MUI Anwar Iskandar bersama jajaran tokoh kunci pengurus Majelis Ulama Indonesia periode 2025-2030

    Mengenal Pengurus MUI 2025–2030 dan Tokoh Kuncinya

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Majelis Ulama Indonesia resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah mengumumkan susunan Pengurus MUI 2025–2030. Sorotan utama publik tertuju pada sosok Ketua Umum yang baru, Anwar Iskandar, serta jajaran tokoh kunci yang akan mengawal arah organisasi ulama terbesar di Indonesia selama lima tahun ke depan. Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum penting bagi MUI. […]

  • mengabaikan adzan

    Mengabaikan Adzan Artinya Menolak Keberkahan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 3
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Adzan berkumandang setiap hari, lima kali tanpa jeda. Namun di banyak ruang publik, panggilan itu sering berlalu tanpa respons. Ulama menilai, kebiasaan mengabaikan adzan bukan hanya persoalan teknis ibadah, tetapi gejala melemahnya disiplin spiritual umat yang berdampak langsung pada keberkahan hidup. Fenomena ini semakin terasa di tengah ritme kehidupan modern. Aktivitas kerja, […]

  • jadwal pemesanan tiket KAI

    Catat, Ini Jadwal Pemesanan Tiket KAI Jelang Mudik 2026

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali memicu lonjakan penumpang kereta api di berbagai daerah. Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, tepat waktu, dan relatif terjangkau. Dalam situasi ini, memahami jadwal pemesanan tiket KAI menjadi faktor penting agar calon pemudik tidak kehilangan kesempatan pulang ke kampung […]

  • wawasan kebangsaan

    Pemkab Ciamis Perkuat Wawasan Kebangsaan ASN

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Pemkab Ciamis memperkuat wawasan kebangsaan ASN sebagai upaya menjaga persatuan dan mencegah ancaman sosial. albadarpost.com, CAKRAWALA – Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan pentingnya wawasan kebangsaan di tubuh aparatur sipil negara. Kebijakan ini tak hanya bertumpu pada seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas ASN sebagai perekat sosial di tengah ancaman narkoba dan meningkatnya intoleransi. Penguatan Nilai […]

  • Umat Islam melaksanakan shalat tarawih Ramadan berjamaah di masjid pada malam hari dengan saf yang rapat dan suasana khusyuk.

    Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Shalat tarawih Ramadan menjadi ibadah khas yang hanya hadir di bulan suci. Ibadah ini termasuk qiyamul lail atau salat malam yang dikerjakan setelah Isya hingga menjelang fajar. Selain dikenal sebagai salat malam Ramadan, tarawih memiliki keutamaan besar karena Allah menjanjikan ampunan bagi siapa saja yang menunaikannya dengan iman dan penuh harap. Karena […]

  • Ilustrasi keluarga Singapura dengan anak kecil membahas manfaat Kredit Child LifeSG S$500 dalam Belanjawan 2026

    Setiap Anak Singapura Dapat 500 Dolar dari Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 5
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura kembali menegaskan komitmennya terhadap keluarga melalui kebijakan konkret. Dalam APBN 2026, pemerintah mengumumkan Kredit Child LifeSG 500 Dolar Singapura bagi setiap anak warga negara Singapura berusia di bawah 12 tahun. Kebijakan ini langsung menjadi perhatian publik karena menyentuh kebutuhan dasar keluarga secara langsung. Langkah tersebut tidak muncul dalam ruang […]

expand_less