Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Menata Cinta agar Tak Salah Arah

Menata Cinta agar Tak Salah Arah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 187
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada pagi tertentu ketika manusia menghitung segalanya dengan angka. Saldo rekening, cicilan rumah, biaya sekolah anak, tabungan masa depan. Di saat seperti itu, cinta terasa nyata dalam bentuk rupiah dan jadwal. Namun Al-Qur’an datang dengan nada lembut sekaligus tegas, mengingatkan bahwa yang paling kita cintai bisa menjadi ujian paling sunyi.

Innama amwalukum wa auladukum fitnah,” firman Allah dalam QS. At-Taghabun ayat 15. Sesungguhnya harta dan anak-anak hanyalah cobaan. Ayat ini tidak menafikan cinta, tetapi meluruskannya. Allah tidak melarang manusia memiliki harta atau menyayangi anak, namun Allah menegaskan bahwa keduanya bukan tujuan akhir.

Di sinilah banyak manusia tergelincir. Cinta yang semestinya menguatkan iman justru melemahkannya. Niat baik berubah menjadi alasan. Amanah pelan-pelan menjelma penghalang.

Fitnah yang Menguji Cara Mencinta

Kata fitnah dalam ayat ini sering disalahpahami sebagai keburukan. Padahal, para ulama tafsir menjelaskan bahwa fitnah berarti ujian. Ibnu Katsir menegaskan bahwa harta dan anak menguji manusia: apakah ia bersyukur dan taat, atau justru lalai dan bergantung pada selain Allah.

Baca juga: Adab Bangun Tidur Ala Rasulullah SAW

Allah bahkan mengingatkan lebih awal pada ayat sebelumnya. QS. At-Taghabun ayat 14 menyebut bahwa sebagian pasangan dan anak dapat menjadi “musuh”, bukan karena mereka jahat, tetapi karena manusia menuruti cinta tanpa batas. Ketika perintah Allah ditunda demi kenyamanan keluarga, di situlah ujian bekerja.

Rasulullah SAW juga mengingatkan hal serupa. Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi, beliau bersabda bahwa anak adalah sumber kegembiraan sekaligus ujian. Hadis ini tidak memadamkan kasih, tetapi menuntun arah kasih agar tetap lurus.

Cinta yang tidak diarahkan akan meminta lebih. Ia menuntut waktu, tenaga, bahkan prinsip. Tanpa sadar, manusia bisa mengorbankan nilai demi rasa aman semu.

Pahala Besar yang Menanti di Sisi Allah

Menariknya, ayat ini tidak berhenti pada peringatan. Allah melanjutkan dengan kalimat yang menenangkan: “Wallahu ‘indahû ajrun ‘adhîm.” Di sisi Allah ada pahala yang besar. Seakan Allah berkata, “Aku tahu kamu mencintai mereka. Namun jangan lupa, ada cinta yang lebih kekal.”

Para ulama seperti Al-Ghazali menjelaskan bahwa harta dan anak akan menjadi penolong di akhirat jika dikelola dengan benar. Harta yang digunakan di jalan kebaikan dan anak yang dididik dengan iman akan berubah dari ujian menjadi saksi kebaikan.

Baca juga: Prestasi Nasional Kini Terhubung ke Beasiswa Kuliah Unggul

Karena itu, Islam tidak mengajarkan pelepasan total, tetapi keseimbangan. Manusia bekerja, menafkahi, dan mendidik, namun tetap menjaga bahwa ketaatan tidak boleh digadaikan. Dunia digenggam, akhirat dijaga di hati.

Menata Cinta agar Tidak Salah Tujuan

Di zaman modern, ujian ini semakin halus. Harta datang dalam bentuk prestise, anak menjadi simbol keberhasilan sosial. Banyak orang rela mengorbankan waktu ibadah demi lembur, menunda kejujuran demi masa depan anak, atau menghalalkan cara demi rasa aman keluarga.

Padahal, Allah tidak pernah meminta manusia memilih antara iman dan keluarga. Allah hanya meminta agar iman memimpin semuanya. Ketika iman menjadi poros, cinta justru menemukan tempatnya.

Mendidik anak dengan nilai tauhid, mengelola harta dengan amanah, dan menjadikan keluarga sebagai jalan menuju Allah adalah bentuk keberhasilan sejati. Inilah keseimbangan yang diisyaratkan Al-Qur’an.

QS. At-Taghabun ayat 15 mengajarkan satu hal penting: cinta tidak boleh buta, dan iman tidak boleh kalah. Harta dan anak akan selalu hadir sebagai ujian. Namun pada akhirnya, manusialah yang menentukan apakah ujian itu akan menjadi beban, atau tangga menuju pahala besar.

Dan di situlah hidup menemukan maknanya, ketika cinta tidak menjauhkan dari Allah, tetapi justru mengantar pulang kepada-Nya. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Cirahong

    Warga Syok, Pria Santai Jajan Lalu Lompat ke Citanduy

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jembatan Cirahong kembali menjadi sorotan setelah seorang pria misterius diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat ke Sungai Citanduy, Jumat (22/5/2026). Peristiwa di kawasan perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis itu langsung membuat warga geger. Dalam hitungan detik, tubuh pria tersebut hilang ditelan derasnya arus sungai di bawah jembatan tua yang dikenal memiliki […]

  • Ilustrasi futuristik seorang Muslim salat di tengah kota modern bercahaya sebagai simbol perbaikan hidup melalui ibadah.

    Perbaiki Salatmu, Reset Hidupmu

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Pada tahun-tahun mendatang, manusia mungkin akan menciptakan teknologi yang mampu membaca gelombang pikiran. Mereka akan merancang algoritma untuk memprediksi keputusan. Mereka bahkan mungkin menciptakan kecerdasan buatan yang mampu meniru empati. Namun tetap saja, mereka lupa satu tombol paling tua yang sudah tersedia sejak berabad-abad lalu: takbir. Prinsip “Perbaiki salatmu maka Allah akan […]

  • Kesempatan karier

    Lulusan D4–S2 Bisa Jadi Perwira Polri

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali membuka Seleksi Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun 2026. Program ini membuka kesempatan karier bagi lulusan perguruan tinggi jenjang D4, S1, hingga S2 untuk bergabung sebagai perwira pertama Polri. SIPSS menjadi jalur khusus yang dirancang untuk menjaring sumber daya manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu. […]

  • hak melapor korupsi

    Melapor Korupsi, Kerap Terasa Berisiko?

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Mekanisme pelaporan korupsi dijamin undang-undang. Namun, sejauh mana negara memberi rasa aman bagi warga yang melapor? Perspektif Albadarpost mengulasnya. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di banyak obrolan warung kopi, korupsi sering dibicarakan sebagai sesuatu yang “semua orang tahu” tetapi jarang disentuh. Bukan karena warga tak peduli, melainkan karena ada jarak antara pengetahuan dan keberanian. Di titik inilah […]

  • hak diperiksa polisi

    Banyak yang Menyesal: Ini Hak Anda Saat Diperiksa Polisi

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Kalimat Sederhana yang Bisa Mengubah Nasib: “Cuma diminta keterangan kok, tidak perlu bawa pengacara.” Kalimat ini terdengar ringan. Namun dalam banyak kasus, justru kalimat inilah yang membuka pintu masalah. Banyak orang masuk ruang pemeriksaan dengan santai, lalu keluar dengan wajah tegang—karena Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sudah terlanjur ditandatangani. Di sinilah pentingnya memahami […]

  • Fun Run Muhammadiyah Ciamis

    Fun Run Muhammadiyah Ciamis Satukan Olahraga dan Pangan Murah

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Fun Run Muhammadiyah Ciamis menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga. Bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah, kegiatan ini menghadirkan ruang kebersamaan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Sinergi olahraga, kepedulian sosial, dan stabilitas pangan tersebut menarik perhatian warga yang memadati Taman Lokasana, Kabupaten Ciamis, Minggu (5/7/2026). Sejak pagi, peserta […]

expand_less