Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Malam untuk Istirahat, Siang untuk Bekerja

Malam untuk Istirahat, Siang untuk Bekerja

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • visibility 213
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Allah Swt. menetapkan pembagian waktu malam dan siang sebagai sistem kehidupan manusia. Malam diperuntukkan bagi istirahat dan ketenangan, sedangkan siang menjadi ruang untuk bekerja dan mencari rezeki. Ketentuan ini bukan sekadar fenomena alam, tetapi bagian dari rahmat Allah Swt. yang berdampak langsung pada kesehatan, produktivitas, dan keseimbangan hidup manusia.

Pembagian ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, antara lain QS. Al-Qashash ayat 73 dan QS. Al-Furqan ayat 47. Ayat-ayat tersebut menempatkan malam dan siang sebagai instrumen penting dalam pengaturan kehidupan manusia, baik secara fisik maupun spiritual.

Ketetapan Ilahi tentang Malam dan Siang

Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Qashash: 73:

“Dan karena rahmat-Nya, Dia menjadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian dari karunia-Nya pada siang hari, dan agar kamu bersyukur.”

Ayat ini menegaskan dua fungsi utama waktu. Malam menjadi fase pemulihan tubuh dan jiwa, sementara siang diarahkan untuk aktivitas produktif. Dalam QS. Al-Furqan: 47, Allah Swt. kembali menegaskan malam sebagai “pakaian”, simbol perlindungan dan ketenangan, serta tidur sebagai sarana istirahat yang terukur.

Baca juga: Catat, Ini Jadwal Pemesanan Tiket KAI Jelang Mudik 2026

Para mufasir, seperti Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa kata libāsan (pakaian) pada malam hari menunjukkan fungsi menutup kelelahan manusia, melindungi tubuh dari keletihan, dan menenangkan sistem saraf. Artinya, konsep malam dan siang dalam Al-Qur’an sudah mengandung prinsip kesehatan yang kini dibuktikan sains modern.

Dampak bagi Kesehatan dan Produktivitas Manusia

Pembagian malam dan siang memiliki implikasi langsung terhadap kualitas hidup manusia. Tidur pada malam hari memberi kesempatan tubuh memperbaiki sel, menstabilkan hormon, dan memulihkan energi. Sebaliknya, aktivitas berlebihan di malam hari berpotensi mengganggu ritme biologis yang telah ditetapkan Allah Swt..

Rasulullah SAW memberikan teladan yang seimbang. Dalam banyak riwayat, beliau tidak menyukai begadang tanpa keperluan syar’i. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa tidur malam lebih utama karena membantu seseorang bangun pagi dalam keadaan segar untuk bekerja dan beribadah.

Pada siang hari, Islam mendorong umatnya untuk bertebaran di muka bumi. Bekerja, berdagang, dan mencari nafkah dipandang sebagai bagian dari ibadah. Prinsip ini menempatkan kerja sebagai aktivitas bermakna, bukan sekadar tuntutan ekonomi.

Keseimbangan Hidup sebagai Nilai Utama

Konsep malam dan siang juga mengajarkan batas. Islam tidak mendorong manusia untuk terus bekerja tanpa henti. Sebaliknya, ada waktu berhenti, ada waktu bergerak. Ulama kontemporer seperti Yusuf Al-Qaradawi menekankan bahwa kelelahan yang disengaja hingga merusak kesehatan bertentangan dengan maqashid syariah, khususnya penjagaan jiwa (hifzh an-nafs).

Dengan demikian, pembagian waktu ini membentuk etika hidup seimbang. Manusia diajak mengatur ritme hidup, menghindari eksploitasi diri, serta menyadari bahwa produktivitas tidak lahir dari kerja tanpa jeda, tetapi dari keseimbangan yang terjaga.

Baca juga: Keutamaan Surat Yasin

Konteks Sosial dan Tantangan Zaman

Di era modern, batas antara malam dan siang kerap kabur. Pola kerja bergeser, jam istirahat tergerus, dan waktu tidur dikorbankan demi target ekonomi. Padahal, ajaran Islam telah lebih dulu meletakkan prinsip pencegahan terhadap kerusakan fisik dan mental.

Konteks ini membuat pesan Al-Qur’an tentang malam dan siang semakin relevan. Ketika manusia kembali pada ritme yang Allah Swt. tetapkan, dampaknya bukan hanya pada individu, tetapi juga pada ketahanan keluarga dan kualitas sosial masyarakat.

Ketetapan Allah Swt. tentang malam sebagai waktu istirahat dan siang sebagai waktu bekerja adalah sistem hidup yang utuh. Ia menjaga kesehatan, meningkatkan produktivitas, dan menuntun manusia pada rasa syukur. Mengabaikannya berarti menentang keseimbangan yang telah Allah Swt. rancang dengan sempurna. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haji Uang Pinjaman

    Haji dari Utang, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Fiqih dan Tasawuf

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pertanyaan tentang haji uang pinjaman dan umroh memakai dana utang sering muncul di tengah masyarakat. Apalagi biaya perjalanan ke Tanah Suci terus naik dari tahun ke tahun. Tidak sedikit orang akhirnya memilih meminjam uang demi bisa segera berangkat haji atau umroh. Kadang obrolan keberangkatan umroh sekarang justru dimulai dari simulasi cicilan di […]

  • Kebakaran kapal menuju Singapura pada kapal pesiar World Legacy di perairan Singapura yang menewaskan kru WNI.

    WNI Tewas dalam Kebakaran Kapal Pesiar Menuju Singapura

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 228
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Insiden kebakaran kapal menuju Singapura kembali mengguncang kawasan maritim regional. Peristiwa tragis ini menewaskan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak kapal dalam pelayaran internasional tersebut. Kebakaran kapal pesiar yang berlayar ke Singapura itu bukan hanya menghadirkan duka, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius tentang standar keselamatan laut. Karena itu, […]

  • Garut Jepang

    Jepang Tak Cuma Cari Tenaga Kerja Garut, Kopinya Juga Dilirik

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hubungan Garut Jepang mulai membuka cerita baru. Selama ini, kerja sama kedua daerah banyak dikaitkan dengan peluang tenaga kerja Garut ke Jepang. Kini, arah pembicaraan mulai melebar ke potensi perdagangan. Kopi Garut menjadi salah satu komoditas yang dijajaki untuk mengenal pasar Negeri Sakura. Peluang tersebut mengemuka ketika Bupati Garut Abdusy Syakur Amin […]

  • Patroli Maung Galuh Ciamis

    Maung Galuh Patroli Tengah Malam, Sejumlah Titik Ciamis Disambangi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Saat sebagian warga mulai beristirahat, personel Patroli Maung Galuh Ciamis justru bergerak menyusuri sejumlah wilayah pada dini hari. Patroli tersebut berlangsung Jumat (28/8/2026) mulai pukul 00.00 WIB hingga selesai sebagai langkah preventif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas Ciamis). Berdasarkan keterangan Humas Polres Ciamis, personel Sat Samapta menyambangi sejumlah titik yang menjadi […]

  • guru SMK

    Guru SMK Dituntut Terus Upgrade Skill, Teknologi Makin Cepat

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Guru SMK kini menghadapi tantangan yang tidak kalah penting dari para siswanya. Ketika teknologi dan kebutuhan dunia kerja terus bergerak, guru vokasi juga perlu memperbarui kompetensi agar pembelajaran tetap relevan. Karena itu, peningkatan kemampuan guru SMK menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan industri. Isu tersebut mengemuka saat […]

  • Mustika Darling

    Mustika Darling Masuk Tasikmalaya, Pekarangan Rumah Kini Bisa Jadi Sumber Penghasilan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Mustika Darling atau gerakan pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan dan ekonomi keluarga menjadi sorotan dalam kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ke Kota Tasikmalaya. Program yang juga dikenal sebagai gerakan optimalisasi lahan rumah tangga ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan […]

expand_less