Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Malam untuk Istirahat, Siang untuk Bekerja

Malam untuk Istirahat, Siang untuk Bekerja

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Allah Swt. menetapkan pembagian waktu malam dan siang sebagai sistem kehidupan manusia. Malam diperuntukkan bagi istirahat dan ketenangan, sedangkan siang menjadi ruang untuk bekerja dan mencari rezeki. Ketentuan ini bukan sekadar fenomena alam, tetapi bagian dari rahmat Allah Swt. yang berdampak langsung pada kesehatan, produktivitas, dan keseimbangan hidup manusia.

Pembagian ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, antara lain QS. Al-Qashash ayat 73 dan QS. Al-Furqan ayat 47. Ayat-ayat tersebut menempatkan malam dan siang sebagai instrumen penting dalam pengaturan kehidupan manusia, baik secara fisik maupun spiritual.

Ketetapan Ilahi tentang Malam dan Siang

Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Qashash: 73:

“Dan karena rahmat-Nya, Dia menjadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian dari karunia-Nya pada siang hari, dan agar kamu bersyukur.”

Ayat ini menegaskan dua fungsi utama waktu. Malam menjadi fase pemulihan tubuh dan jiwa, sementara siang diarahkan untuk aktivitas produktif. Dalam QS. Al-Furqan: 47, Allah Swt. kembali menegaskan malam sebagai “pakaian”, simbol perlindungan dan ketenangan, serta tidur sebagai sarana istirahat yang terukur.

Baca juga: Catat, Ini Jadwal Pemesanan Tiket KAI Jelang Mudik 2026

Para mufasir, seperti Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa kata libāsan (pakaian) pada malam hari menunjukkan fungsi menutup kelelahan manusia, melindungi tubuh dari keletihan, dan menenangkan sistem saraf. Artinya, konsep malam dan siang dalam Al-Qur’an sudah mengandung prinsip kesehatan yang kini dibuktikan sains modern.

Dampak bagi Kesehatan dan Produktivitas Manusia

Pembagian malam dan siang memiliki implikasi langsung terhadap kualitas hidup manusia. Tidur pada malam hari memberi kesempatan tubuh memperbaiki sel, menstabilkan hormon, dan memulihkan energi. Sebaliknya, aktivitas berlebihan di malam hari berpotensi mengganggu ritme biologis yang telah ditetapkan Allah Swt..

Rasulullah SAW memberikan teladan yang seimbang. Dalam banyak riwayat, beliau tidak menyukai begadang tanpa keperluan syar’i. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa tidur malam lebih utama karena membantu seseorang bangun pagi dalam keadaan segar untuk bekerja dan beribadah.

Pada siang hari, Islam mendorong umatnya untuk bertebaran di muka bumi. Bekerja, berdagang, dan mencari nafkah dipandang sebagai bagian dari ibadah. Prinsip ini menempatkan kerja sebagai aktivitas bermakna, bukan sekadar tuntutan ekonomi.

Keseimbangan Hidup sebagai Nilai Utama

Konsep malam dan siang juga mengajarkan batas. Islam tidak mendorong manusia untuk terus bekerja tanpa henti. Sebaliknya, ada waktu berhenti, ada waktu bergerak. Ulama kontemporer seperti Yusuf Al-Qaradawi menekankan bahwa kelelahan yang disengaja hingga merusak kesehatan bertentangan dengan maqashid syariah, khususnya penjagaan jiwa (hifzh an-nafs).

Dengan demikian, pembagian waktu ini membentuk etika hidup seimbang. Manusia diajak mengatur ritme hidup, menghindari eksploitasi diri, serta menyadari bahwa produktivitas tidak lahir dari kerja tanpa jeda, tetapi dari keseimbangan yang terjaga.

Baca juga: Keutamaan Surat Yasin

Konteks Sosial dan Tantangan Zaman

Di era modern, batas antara malam dan siang kerap kabur. Pola kerja bergeser, jam istirahat tergerus, dan waktu tidur dikorbankan demi target ekonomi. Padahal, ajaran Islam telah lebih dulu meletakkan prinsip pencegahan terhadap kerusakan fisik dan mental.

Konteks ini membuat pesan Al-Qur’an tentang malam dan siang semakin relevan. Ketika manusia kembali pada ritme yang Allah Swt. tetapkan, dampaknya bukan hanya pada individu, tetapi juga pada ketahanan keluarga dan kualitas sosial masyarakat.

Ketetapan Allah Swt. tentang malam sebagai waktu istirahat dan siang sebagai waktu bekerja adalah sistem hidup yang utuh. Ia menjaga kesehatan, meningkatkan produktivitas, dan menuntun manusia pada rasa syukur. Mengabaikannya berarti menentang keseimbangan yang telah Allah Swt. rancang dengan sempurna. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ilustrasi pencairan tpg guru madrasah 2026

    Akhirnya Cair! TPG Guru Madrasah Mulai Dibayarkan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kabar yang dinanti akhirnya datang. TPG madrasah cair secara bertahap mulai Maret 2026. Pencairan tunjangan profesi guru madrasah ini menjadi kabar baik bagi para pendidik di seluruh Indonesia, terutama bagi mereka yang selama ini menunggu kepastian pembayaran. Tidak hanya guru yang telah lama bersertifikasi, pemerintah juga memastikan bahwa lulusan Pendidikan Profesi […]

  • Bibimbap Simple

    Bibimbap Simple Jadi Alternatif Menu Bergizi di Rumah

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Bibimbap Simple jadi menu rumahan praktis dan bergizi, cocok untuk edukasi pola makan sehat keluarga. albadarpost.com, LIFESTYLE – Keluarga kini makin aktif memilih menu rumahan yang praktis, bergizi, dan terjangkau. Salah satu pilihan yang mulai dilirik adalah Bibimbap Simple, versi sederhana dari hidangan Korea yang dapat diolah dengan bahan lokal dan teknik memasak dasar. Pilihan […]

  • Ilustrasi tangan pejabat menerima uang secara tersembunyi sebagai simbol praktik pemerasan jabatan dalam pelayanan publik.

    Jerat Pemerasan Jabatan dan Rusaknya Moral Oknum Aparatur

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerasan jabatan kembali menjadi sorotan publik karena praktik ini terus muncul dalam berbagai layanan pemerintahan. Tindak pidana pemerasan dalam jabatan atau penyalahgunaan wewenang oleh oknum pejabat tidak hanya merugikan korban secara materi, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Karena itu, isu pemerasan jabatan bukan sekadar persoalan hukum, melainkan persoalan […]

  • Kebijakan ASN

    Gubernur Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Pengawas Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Jabar rekrut Mahasiswa Teknik Sipil jadi pengawas proyek. Honor Rp 300 ribu/hari. Tingkatkan idealisme dan kualitas konstruksi. Dampak Kebijakan Konsultan Mahasiswa albadarpost.com, LENSA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah inovatif untuk memperkuat pengawasan proyek infrastruktur daerah dengan melibatkan kalangan akademisi muda. Kebijakan ini akan merekrut Mahasiswa Teknik Sipil dari berbagai perguruan tinggi di […]

  • Sejarah Kurikulum Indonesia

    Dari 1947 hingga Merdeka, Begini Evolusi Kurikulum Indonesia

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Bagi banyak orang Indonesia, pergantian kurikulum sering menjadi penanda sebuah generasi. Ada yang masih mengingat sistem caturwulan pada era 1990-an, ada yang tumbuh bersama istilah CBSA, ada pula yang akrab dengan Kurikulum 2013 dan proyek P5 dalam Kurikulum Merdeka. Meski berbeda nama dan pendekatan, perjalanan panjang Sejarah Kurikulum Indonesia ternyata mengarah pada […]

  • Himbauan Polres Pangandaran kepada Bobotoh Persib agar menjaga ketertiban dan sportivitas saat laga melawan Persijap.

    Menjelang Laga Penentuan Juara, Polres Pangandaran Minta Bobotoh Tetap Tertib

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Euforia Bobotoh Persib mulai terasa menjelang laga penentuan juara melawan Persijap Jepara. Namun di tengah antusiasme besar suporter, Polres Pangandaran justru mengirim pesan yang berbeda: kemenangan tidak cukup dirayakan dengan konvoi dan teriakan semata, tetapi juga lewat ketertiban dan sikap dewasa. Pesan itu muncul dalam himbauan resmi Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar […]

expand_less