Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Seandainya Kebaikan Jadi Arena Perlombaan

Seandainya Kebaikan Jadi Arena Perlombaan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di tengah riuh dunia yang gemar berlomba dalam angka, kuasa, dan pujian, seruan Fastabiqul Khairat justru terdengar lirih. Padahal, berlomba dalam kebaikan—bersegera dalam amal saleh, mendahului dalam kebajikan, dan berkompetisi dalam ketakwaan—adalah panggilan langit yang tak pernah padam. Fastabiqul Khairat bukan sekadar slogan spiritual, melainkan jalan sunyi para pencari cahaya yang menolak tertinggal dalam kebaikan.

Perintah ini berakar kuat dalam firman Allah SWT:

“Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.”
(QS. Al-Baqarah: 148)

Ayat ini bukan hanya seruan, tetapi cambuk kesadaran. Ia menegur hati yang gemar menunda, menepuk jiwa yang gemar beralasan.

Ketika Dunia Berlomba dalam Kefanaan

Zaman ini aneh. Manusia berlari cepat, tetapi tidak tahu ke mana. Mereka berkompetisi mengumpulkan yang fana, namun lambat ketika dipanggil menuju yang abadi.

Dalam perspektif sufistik, penyakit terbesar manusia bukan kemiskinan harta, melainkan kelaparan makna. Hati menjadi keras karena terlalu sering meminum dunia tanpa jeda zikir.

Imam Al-Ghazali pernah mengingatkan:

“Barang siapa tidak disibukkan oleh kebaikan, ia akan disibukkan oleh kebatilan.”

Di sinilah Fastabiqul Khairat menemukan relevansinya. Ia hadir sebagai obat bagi jiwa yang lelah oleh kesia-siaan.

Makna Berlomba yang Sesungguhnya

Fastabiqu berasal dari kata yang berarti mendahului dengan kesungguhan. Sementara al-khairat mencakup seluruh bentuk kebaikan: ibadah, ilmu, sedekah, hingga menjaga bumi.

Allah SWT kembali menegaskan dalam firman-Nya:

“Untuk tiap umat Kami berikan aturan… maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.”
(QS. Al-Ma’idah: 48)

Ayat ini menyingkap rahasia besar: perbedaan manusia bukan alasan berpecah, tetapi panggung untuk berlomba berbuat baik.

Karena itu, ukuran kemuliaan bukan seberapa cepat kita mengalahkan orang lain, melainkan seberapa cepat kita mendahului diri sendiri dalam ketaatan.

Jejak Fastabiqul Khairat dalam Amal Nyata

Spirit ini tidak berhenti di langit wacana. Ia menjelma tindakan.

Pertama, dalam sedekah. Tangan yang ringan memberi lebih cepat sampai kepada rahmat Allah dibanding kaki yang berlari menuju dunia.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim)

Kedua, dalam disiplin ibadah. Salat di awal waktu adalah bentuk perlombaan paling jujur antara hamba dan Tuhannya.

Ketiga, dalam menuntut ilmu. Ulama memandang ilmu sebagai cahaya, dan cahaya hanya singgah pada hati yang bersegera mencarinya.

Keempat, dalam menjaga alam. Kebaikan tidak berhenti pada manusia, tetapi merangkul semesta.

Kelima, dalam produktivitas hidup. Waktu diperlakukan sebagai amanah, bukan tempat membuang lelah tanpa makna.

Satir Zaman: Yang Cepat dalam Dosa, Lambat dalam Pahala

Ironi terbesar zaman modern ialah kecepatan yang salah arah. Teknologi mempercepat segalanya, tetapi tidak otomatis mempercepat kebaikan.

Jari manusia gesit menyebar fitnah, namun berat menulis doa. Lisan tajam menghakimi, tetapi kelu ketika diminta menasihati dengan kasih.

Hasan Al-Basri berkata:

“Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Ketika satu hari pergi, sebagian dirimu ikut mati.”

Namun manusia tetap menunda kebaikan, seolah umur memiliki cadangan.

Jangan Menjadi Masbūq dalam Kebaikan

Dalam istilah fikih, masbūq ialah makmum yang tertinggal rakaat. Dalam makna spiritual, ia adalah jiwa yang terlambat berbuat baik.

Fastabiqul Khairat mengajarkan agar kita tidak menjadi masbūq dalam amal. Sebab kesempatan tidak selalu datang dua kali, dan ajal tidak menunggu kesiapan.

Ulama sufi Ibnu Athaillah menulis dalam Al-Hikam:

“Jangan menunda amal hingga waktu luang, sebab waktu luang belum tentu datang.”

Nasihat ini seperti anak panah yang menembus alasan manusia.

Spirit Peradaban: Dari Individu ke Umat

Fastabiqul Khairat bukan hanya etika personal, tetapi fondasi peradaban. Ia melahirkan masyarakat yang produktif, disiplin, dan saling menguatkan.

Baca juga: Rp3,4 Miliar Disorot! Dugaan Korupsi PLUT Tasikmalaya Menggema

Tak heran, spirit ini lekat dalam gerakan pembaruan Islam modern, termasuk etos kerja, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Ketika umat berlomba dalam kebaikan, peradaban tumbuh. Namun ketika umat berlomba dalam kepentingan, peradaban runtuh.

Berlomba Menuju Cahaya

Pada akhirnya, hidup adalah perlombaan yang sunyi. Tidak semua tepuk tangan manusia bernilai di langit, dan tidak semua amal kecil luput dari catatan malaikat.

Fastabiqul Khairat mengajarkan satu hal sederhana namun agung: jadilah yang terdepan dalam kebaikan, bukan yang tercepat dalam keburukan.

Sebab dunia hanyalah garis start, sementara akhirat ialah garis finis.

Dan hanya mereka yang berlari menuju cahaya yang akan sampai dengan selamat.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • produk Indonesia ke Korea Selatan

    Produk Indonesia Bisa Tampil di ITPC Busan, Begini Caranya

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Pelaku usaha yang ingin memperluas pasar produk Indonesia ke Korea Selatan memiliki salah satu jalur promosi melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan. Dalam materi yang dibagikan akun Indonesia Trade Promotion Center, pelaku usaha dapat mengajukan produk untuk ditampilkan melalui kanal promosi ITPC Busan. Kesempatan tersebut menarik terutama bagi perusahaan dan UMKM […]

  • tanda usaha berkembang

    Bisnis Anda Naik Level? Ini 9 Tandanya

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tanda usaha berkembang sering kali tidak disadari oleh pelaku bisnis sendiri. Padahal, ciri bisnis maju atau usaha yang mulai bertumbuh bisa terlihat dari perubahan kecil yang konsisten. Dalam dunia yang kompetitif, memahami tanda usaha berkembang menjadi penting agar Anda bisa mengambil keputusan tepat dan mempercepat pertumbuhan bisnis. 1. Omzet Mulai Stabil dan […]

  • Bupati Cecep Nurul Yakin memberi motivasi kepada atlet NPCI Tasikmalaya dalam acara halalbihalal Peparda 2026

    Dari Tasik ke Dunia: Atlet NPCI Siap Buktikan Kualitas di Peparda 2026

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Tasikmalaya mulai menunjukkan sinyal kuat jelang Peparda Jawa Barat VII Tahun 2026. Bukan sekadar persiapan biasa, kontingen Peparda Tasikmalaya kini bergerak dengan ambisi besar: menembus batas dan membuktikan bahwa atlet disabilitas daerah mampu bersaing di level global. Suasana itu terasa nyata saat Bupati Tasikmalaya, H. Cecep […]

  • KH Miftah Fauzi menyuarakan aspirasi pedagang Pasar Cikurubuk terkait keadilan dan kebijakan Pemkot Tasikmalaya

    KH Miftah Fauzi Menunggu Ketegasan Pemkot Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – KH Miftah Fauzi menyatakan bahwa dirinya bersama ribuan pedagang Pasar Cikurubuk hingga kini masih menunggu ketegasan sikap Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menyelesaikan persoalan pasar tradisional. Menurutnya, pasar rakyat bukan hanya urusan ekonomi, melainkan juga menyangkut martabat, keadilan, dan keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil. Hal tersebut disampaikan KH Miftah Fauzi saat ditemui […]

  • Tafsir Al-Ankabut 2

    Mengapa Orang Baik Tetap Diuji? Jawabannya Ada di Al-Qur’an

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 229
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang Subuh, lampu-lampu masjid kampung masih menyala temaram. Di teras masjid, beberapa pasang sandal tersusun tidak beraturan. Ada jamaah yang datang sambil merapatkan jaket karena udara dini hari terasa dingin. Ada pula yang memarkir motor, lalu berjalan cepat ketika iqamah hampir dikumandangkan. Mereka salat. Mereka berdoa. Dan mereka berharap. Namun tidak semua […]

  • Narkoba Cimahi

    40 Kasus Narkoba Terbongkar, Pelaku Baru Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peredaran narkoba Cimahi kembali menjadi perhatian publik. Dalam kurun sekitar satu bulan, Polres Cimahi berhasil mengungkap 40 kasus narkotika dan mengamankan 50 tersangka. Namun, di balik besarnya pengungkapan tersebut, terdapat satu fakta yang paling menyita perhatian. Menurut kepolisian, seluruh tersangka yang diamankan merupakan pelaku baru atau bukan residivis. Temuan itu memperlihatkan […]

expand_less