Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Berteman atau Terseret? Peringatan Ulama Tentang Pergaulan

Berteman atau Terseret? Peringatan Ulama Tentang Pergaulan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 230
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Ada orang yang rajin menghadiri majelis ilmu, tetapi pulang dari sana justru makin mahir bergunjing. Ada pula yang gemar mengutip Hikam, namun pergaulannya penuh kepentingan. Kita hidup di zaman ketika label saleh sering lebih penting daripada isi kepala dan kejernihan hati.

Syekh Athaillah dalam Kitab Al-Hikam mengingatkan dengan sederhana namun menghunjam: jangan berkawan dengan orang yang tidak membuat kita lebih taat kepada Allah dan tidak menuntun kita ke jalan-Nya. Nasihat ini terdengar klasik, tetapi justru terasa semakin relevan. Sebab hari ini, banyak orang memilih teman berdasarkan akses, bukan akhlak; berdasarkan jaringan, bukan ketakwaan.

Padahal Rasulullah ﷺ telah memberi peringatan tegas dalam hadisnya: seseorang akan mengikuti agama atau perilaku temannya, maka perhatikanlah dengan siapa ia berteman. Ini bukan sekadar nasihat moral, melainkan hukum sosial. Manusia adalah makhluk peniru ulung. Kita menyerap cara bicara, gaya hidup, bahkan standar benar-salah dari lingkaran terdekat.

Baca juga: Dugaan Penyalahgunaan Anggaran: Saatnya Aparat Bertindak Tegas

Karena itu, Al-Qur’an menggambarkan penyesalan orang yang salah memilih teman dalam Surah Al-Furqan ayat 27-29. Allah berfirman bahwa pada hari kiamat orang zalim menggigit kedua tangannya sambil berkata, “Wahai kiranya dahulu aku mengambil jalan bersama Rasul. Celakalah aku, seandainya aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku.” Ayat ini bukan sekadar kisah dramatis. Ia adalah potret psikologi manusia yang terlambat sadar.

Teman yang Menarik ke Atas atau Menarik ke Jurang

Kita sering mengira bahwa kita cukup kuat untuk tidak terpengaruh. Kita merasa mampu berteman dengan siapa saja tanpa ikut arusnya. Namun Syekh Sufyan memberi peringatan keras: siapa yang berteman dengan orang banyak, ia akan mengikuti kebiasaan mereka. Jika ia mengikuti kebiasaan mereka, ia akan bermuka dua. Dan jika ia bermuka dua, ia akan binasa bersama mereka.

Satirnya, banyak orang hari ini bangga dengan kemampuan “menyesuaikan diri”. Mereka menyebutnya fleksibel. Padahal sering kali itu hanya nama lain dari kehilangan prinsip. Di hadapan kelompok religius, ia berbicara tentang akhirat. Di hadapan kelompok oportunis, ia berbicara tentang proyek dan keuntungan. Ia merasa cerdas karena bisa memainkan banyak peran. Sementara itu, jiwanya perlahan retak.

Padahal Allah telah mengingatkan dalam Surah At-Taubah ayat 119: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” Ayat ini sederhana. Ia tidak memerintahkan kita menjadi terkenal. Ia tidak menyuruh kita memperluas jaringan tanpa batas. Ia hanya memerintahkan satu hal: bersama orang-orang yang jujur.

Kejujuran adalah fondasi yang membedakan sahabat sejati dari sekadar relasi.

Ketika Pejabat Kejam dan Tasawuf Gadungan Jadi Idola

Syekh Sahal bin Abdullah bahkan lebih spesifik. Ia memperingatkan agar kita berhati-hati terhadap tiga golongan: pejabat yang kejam, ahli ibadah yang bermuka dua, dan ahli tasawuf gadungan yang tidak memahami hakikat.

Mengapa tiga ini berbahaya? Karena mereka memakai simbol kebaikan untuk menutupi kepentingan. Pejabat kejam sering berbicara tentang pelayanan publik, tetapi menindas yang lemah. Ahli ibadah bermuka dua gemar mengutip dalil, namun akhlaknya kasar. Sementara tasawuf gadungan sibuk dengan penampilan spiritual, tetapi kosong dari kejujuran dan ilmu.

Satirnya, justru tipe-tipe seperti ini sering memiliki pengikut fanatik. Mereka pandai memainkan citra. Mereka tahu cara tampil meyakinkan. Namun kedekatan dengan mereka jarang menumbuhkan ketakwaan. Sebaliknya, kedekatan itu sering menumbuhkan rasa kagum yang berlebihan pada manusia, bukan pada Allah.

Al-Qur’an telah mengingatkan dalam Surah Az-Zukhruf ayat 67 bahwa pada hari kiamat, teman-teman akrab akan menjadi musuh satu sama lain kecuali orang-orang yang bertakwa. Ayat ini membongkar ilusi solidaritas duniawi. Tidak semua kebersamaan membawa keselamatan. Sebagian justru menjadi bukti saling menjerumuskan.

Baca juga: Modus Penagih Bank Keliling: Dari Utang ke Dugaan Penculikan

Karena itu, memilih teman bukan perkara sosial semata. Ia adalah keputusan teologis. Ia menyentuh arah hidup dan nasib akhirat. Setiap pertemanan membawa konsekuensi nilai. Setiap lingkaran memiliki gravitasi moralnya sendiri.

Maka pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling menguntungkan untuk didekati, melainkan siapa yang paling mendekatkan kita kepada Allah. Bukan siapa yang paling populer, tetapi siapa yang paling jujur. Bukan siapa yang paling berpengaruh, melainkan siapa yang paling menjaga amanah.

Dunia modern memuja koneksi. Namun para ulama justru menekankan seleksi. Sebab satu teman yang lurus bisa menjadi tangga menuju surga, sedangkan satu teman yang salah bisa menjadi pintu penyesalan yang panjang.

Dalam kehidupan yang serba terbuka ini, kebijaksanaan bukanlah berteman dengan semua orang tanpa batas. Kebijaksanaan adalah tahu batas, tahu arah, dan tahu siapa yang layak berjalan bersama.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beasiswa BAZNAS Tasikmalaya

    Hanya 11 Hari! Beasiswa BAZNAS Tasikmalaya Resmi Dibuka

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Beasiswa BAZNAS Tasikmalaya kembali dibuka bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi mitra. Berdasarkan pengumuman yang dipublikasikan melalui akun resmi BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, pendaftaran Beasiswa S1 BAZNAS 2026 berlangsung mulai 7 hingga 17 Juli 2026. Artinya, calon peserta hanya memiliki waktu sekitar sebelas hari untuk melengkapi persyaratan dan mengajukan […]

  • Ilustrasi peta dunia gelap dengan simbol krisis global 2026, konflik geopolitik, dan gangguan ekonomi internasional.

    Dunia di Ambang Krisis Global, Ini Fakta yang Jarang Disadari

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 257
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Krisis global 2026 mulai menunjukkan pola yang tidak bisa diabaikan. Krisis dunia, ketegangan geopolitik, hingga ancaman ekonomi global kini saling terhubung dan bergerak cepat. Konflik di Gaza Strip, perang di Ukraina, serta rivalitas antara Amerika Serikat dan China memperlihatkan satu pola besar: dunia sedang bergerak menuju krisis berlapis. Lebih dari itu, redaksi […]

  • Siswa sekolah menerima menu Makan Bergizi Gratis selama Ramadan dengan perbedaan menu untuk siswa Muslim dan non-Muslim

    Menu MBG Ramadan: Ini yang Diterima Siswa Berpuasa dan Tidak

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan. Namun, pemerintah melakukan penyesuaian penting pada menu yang diterima siswa. Penyesuaian ini bukan sekadar teknis distribusi, melainkan cerminan kebijakan yang berupaya menghormati praktik ibadah sekaligus menjaga kecukupan gizi anak sekolah. Selama Ramadan, siswa Muslim yang berpuasa tidak menerima menu siap santap […]

  • Anak perempuan berhijab berdiri di trotoar pusat Kota Tasikmalaya pada malam hari, kisah pengemis anak Tasikmalaya yang viral.

    Nisa dan Realita Kota: Ranking Dua yang Mengemis di Malam Hari

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengemis Anak Tasikmalaya mendadak menjadi sorotan publik setelah kisah seorang siswi SD berprestasi terungkap. Bocah bernama Nisa itu viral karena fakta yang mengusik nurani: di siang hari ia pelajar ranking dua, namun pada malam hari ia turun ke jalan sebagai pengemis anak di Kota Tasikmalaya. Peristiwa ini terjadi di pusat Kota […]

  • UMKM Jabar

    Kemenko PM Siapkan Program 1001 Pasar Malam untuk UMKM Jabar

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Kemenko PM rancang program 1001 Pasar Malam untuk memperkuat pemasaran UMKM Jabar berbasis aset publik. albadarpost.com, LENSA – Kondisi UMKM Jabar kembali menjadi perhatian pemerintah pusat karena hambatan struktural yang terus menggerus potensi pelaku usaha. Pemerintah menilai ketertinggalan literasi pemasaran digital dan keterbatasan akses pasar telah menahan ekspansi UMKM, meski Jawa Barat selama ini menjadi […]

  • ibu Bayi

    “Ibu Bayi” dan Lingkar Sunyi di Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Polisi mengungkap ibu bayi sebagai pelaku penemuan di Tasikmalaya. Tekanan sosial jadi motif. Proses hukum masih berjalan. albadarpost.com, HUMANIORA – Tangis bayi di Kampung Panyiraman bukan hanya suara dari tubuh mungil yang baru lahir. Ia adalah tanda adanya kegentingan diam-diam yang membelit perempuan desa: beban moral, tekanan sosial, dan hukum keluarga yang tidak hadir ketika […]

expand_less