Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Berteman atau Terseret? Peringatan Ulama Tentang Pergaulan

Berteman atau Terseret? Peringatan Ulama Tentang Pergaulan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Ada orang yang rajin menghadiri majelis ilmu, tetapi pulang dari sana justru makin mahir bergunjing. Ada pula yang gemar mengutip Hikam, namun pergaulannya penuh kepentingan. Kita hidup di zaman ketika label saleh sering lebih penting daripada isi kepala dan kejernihan hati.

Syekh Athaillah dalam Kitab Al-Hikam mengingatkan dengan sederhana namun menghunjam: jangan berkawan dengan orang yang tidak membuat kita lebih taat kepada Allah dan tidak menuntun kita ke jalan-Nya. Nasihat ini terdengar klasik, tetapi justru terasa semakin relevan. Sebab hari ini, banyak orang memilih teman berdasarkan akses, bukan akhlak; berdasarkan jaringan, bukan ketakwaan.

Padahal Rasulullah ﷺ telah memberi peringatan tegas dalam hadisnya: seseorang akan mengikuti agama atau perilaku temannya, maka perhatikanlah dengan siapa ia berteman. Ini bukan sekadar nasihat moral, melainkan hukum sosial. Manusia adalah makhluk peniru ulung. Kita menyerap cara bicara, gaya hidup, bahkan standar benar-salah dari lingkaran terdekat.

Baca juga: Dugaan Penyalahgunaan Anggaran: Saatnya Aparat Bertindak Tegas

Karena itu, Al-Qur’an menggambarkan penyesalan orang yang salah memilih teman dalam Surah Al-Furqan ayat 27-29. Allah berfirman bahwa pada hari kiamat orang zalim menggigit kedua tangannya sambil berkata, “Wahai kiranya dahulu aku mengambil jalan bersama Rasul. Celakalah aku, seandainya aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku.” Ayat ini bukan sekadar kisah dramatis. Ia adalah potret psikologi manusia yang terlambat sadar.

Teman yang Menarik ke Atas atau Menarik ke Jurang

Kita sering mengira bahwa kita cukup kuat untuk tidak terpengaruh. Kita merasa mampu berteman dengan siapa saja tanpa ikut arusnya. Namun Syekh Sufyan memberi peringatan keras: siapa yang berteman dengan orang banyak, ia akan mengikuti kebiasaan mereka. Jika ia mengikuti kebiasaan mereka, ia akan bermuka dua. Dan jika ia bermuka dua, ia akan binasa bersama mereka.

Satirnya, banyak orang hari ini bangga dengan kemampuan “menyesuaikan diri”. Mereka menyebutnya fleksibel. Padahal sering kali itu hanya nama lain dari kehilangan prinsip. Di hadapan kelompok religius, ia berbicara tentang akhirat. Di hadapan kelompok oportunis, ia berbicara tentang proyek dan keuntungan. Ia merasa cerdas karena bisa memainkan banyak peran. Sementara itu, jiwanya perlahan retak.

Padahal Allah telah mengingatkan dalam Surah At-Taubah ayat 119: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” Ayat ini sederhana. Ia tidak memerintahkan kita menjadi terkenal. Ia tidak menyuruh kita memperluas jaringan tanpa batas. Ia hanya memerintahkan satu hal: bersama orang-orang yang jujur.

Kejujuran adalah fondasi yang membedakan sahabat sejati dari sekadar relasi.

Ketika Pejabat Kejam dan Tasawuf Gadungan Jadi Idola

Syekh Sahal bin Abdullah bahkan lebih spesifik. Ia memperingatkan agar kita berhati-hati terhadap tiga golongan: pejabat yang kejam, ahli ibadah yang bermuka dua, dan ahli tasawuf gadungan yang tidak memahami hakikat.

Mengapa tiga ini berbahaya? Karena mereka memakai simbol kebaikan untuk menutupi kepentingan. Pejabat kejam sering berbicara tentang pelayanan publik, tetapi menindas yang lemah. Ahli ibadah bermuka dua gemar mengutip dalil, namun akhlaknya kasar. Sementara tasawuf gadungan sibuk dengan penampilan spiritual, tetapi kosong dari kejujuran dan ilmu.

Satirnya, justru tipe-tipe seperti ini sering memiliki pengikut fanatik. Mereka pandai memainkan citra. Mereka tahu cara tampil meyakinkan. Namun kedekatan dengan mereka jarang menumbuhkan ketakwaan. Sebaliknya, kedekatan itu sering menumbuhkan rasa kagum yang berlebihan pada manusia, bukan pada Allah.

Al-Qur’an telah mengingatkan dalam Surah Az-Zukhruf ayat 67 bahwa pada hari kiamat, teman-teman akrab akan menjadi musuh satu sama lain kecuali orang-orang yang bertakwa. Ayat ini membongkar ilusi solidaritas duniawi. Tidak semua kebersamaan membawa keselamatan. Sebagian justru menjadi bukti saling menjerumuskan.

Baca juga: Modus Penagih Bank Keliling: Dari Utang ke Dugaan Penculikan

Karena itu, memilih teman bukan perkara sosial semata. Ia adalah keputusan teologis. Ia menyentuh arah hidup dan nasib akhirat. Setiap pertemanan membawa konsekuensi nilai. Setiap lingkaran memiliki gravitasi moralnya sendiri.

Maka pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling menguntungkan untuk didekati, melainkan siapa yang paling mendekatkan kita kepada Allah. Bukan siapa yang paling populer, tetapi siapa yang paling jujur. Bukan siapa yang paling berpengaruh, melainkan siapa yang paling menjaga amanah.

Dunia modern memuja koneksi. Namun para ulama justru menekankan seleksi. Sebab satu teman yang lurus bisa menjadi tangga menuju surga, sedangkan satu teman yang salah bisa menjadi pintu penyesalan yang panjang.

Dalam kehidupan yang serba terbuka ini, kebijaksanaan bukanlah berteman dengan semua orang tanpa batas. Kebijaksanaan adalah tahu batas, tahu arah, dan tahu siapa yang layak berjalan bersama.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Sekda Tasikmalaya

    Hanya 22 Hari Menjabat, Ini Misi Berat Pj Sekda Tasikmalaya Hanafi

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Masa jabatan yang hanya berlangsung sekitar 22 hari ternyata tidak membuat tugas Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya menjadi ringan. Justru dalam waktu yang relatif singkat itu, Hanafi SH MH mendapat sejumlah pekerjaan rumah yang akan memengaruhi arah kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya hingga tahun depan. Pj Sekda Tasikmalaya Hanafi resmi dilantik […]

  • Ilustrasi pengolahan limbah makanan MBG menjadi kompos dan pakan ternak bernilai ekonomi

    Limbah MBG Ternyata Bisa Jadi Ladang Cuan, Ini Peluang Usahanya

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menghadirkan dampak sosial dalam pemenuhan gizi masyarakat. Di berbagai daerah, limbah MBG dan sisa makanan kini mulai dilirik sebagai peluang usaha baru yang menghasilkan nilai ekonomi. Mulai dari sisa nasi, kulit buah, hingga sayuran yang tidak terpakai, banyak warga dan pelaku UMKM mulai mengolah limbah […]

  • Santunan Yatim Polres Tasikmalaya

    Polres Tasikmalaya Rutin Santuni Yatim, AKP Heru: Kami Datang Menjemput Berkah

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Santunan yatim Polres Tasikmalaya kembali menghadirkan cerita yang jarang terlihat publik. Di tengah tugas memburu pelaku kejahatan, mengungkap kasus kriminal, dan menjaga keamanan masyarakat, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya ternyata memiliki rutinitas lain yang tak kalah penting: berbagi dengan anak-anak yatim piatu. Kegiatan sosial tersebut terus berlangsung secara konsisten di […]

  • Hijab Allah

    Hijab Allah: Mengapa Hati Sulit Mengenal-Nya?

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِي أَظْهَرَ كُلَّ شَيْءٍ “Bagaimana mungkin Allah dihijab oleh sesuatu, padahal Dialah yang menampakkan segala sesuatu?” Kalimat-kalimat dalam Al-Hikam Ibnu Athaillah tentang Hijab Allah terasa seperti tamparan yang halus, tetapi menghunjam. Frasa Hijab Allah, tertutupnya hati dari Allah, atau terhalangnya ma’rifat kepada-Nya bukan berbicara tentang Allah […]

  • At-Takatsur

    At-Takatsur: Saat Dunia Membuat Manusia Lupa Segalanya

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – At-Takatsur bukan sekadar surat pendek dalam Al-Qur’an. At-Takatsur, atau peringatan tentang berlomba dalam kemewahan dan penumpukan harta, justru menjadi cermin telanjang bagi manusia modern. Di era ketika orang sibuk mengejar angka, status, dan pengakuan, pesan At-Takatsur terasa semakin menohok: manusia terlena oleh dunia, sampai lupa bahwa hidup ini akan dimintai pertanggungjawaban. Ketika […]

  • pemakaman Iran

    Pemakaman Ali Larijani di Iran Picu Sorotan Dunia

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemakaman Iran menjadi sorotan global setelah ribuan warga menghadiri prosesi penghormatan terakhir bagi tokoh penting yang tewas akibat serangan mematikan. Peristiwa ini tidak hanya mengguncang publik Iran, tetapi juga memicu perhatian dunia terhadap konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang semakin memanas. Sejak awal, suasana duka langsung terasa. Namun demikian, di […]

expand_less