Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Hijab Allah: Mengapa Hati Sulit Mengenal-Nya?

Hijab Allah: Mengapa Hati Sulit Mengenal-Nya?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 208
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH

كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِي أَظْهَرَ كُلَّ شَيْءٍ

“Bagaimana mungkin Allah dihijab oleh sesuatu, padahal Dialah yang menampakkan segala sesuatu?”

Kalimat-kalimat dalam Al-Hikam Ibnu Athaillah tentang Hijab Allah terasa seperti tamparan yang halus, tetapi menghunjam. Frasa Hijab Allah, tertutupnya hati dari Allah, atau terhalangnya ma’rifat kepada-Nya bukan berbicara tentang Allah yang jauh. Justru sebaliknya, manusialah yang sibuk membangun dinding di dalam dirinya sendiri.

Ironinya, manusia modern begitu percaya pada apa yang terlihat oleh mata, tetapi sering mengabaikan Zat yang membuat semua itu dapat terlihat. Dunia dipeluk erat, sementara Sang Pencipta sekadar menjadi pengetahuan, bukan lagi kesadaran hidup.

Satir Kehidupan: Sibuk Mengejar Bayangan, Lupa Matahari

Ada ironi yang terus berulang sepanjang zaman.

Orang rela menempuh perjalanan ribuan kilometer demi menikmati panorama alam. Kamera dipenuhi foto gunung, laut, dan langit. Namun, ketika ditanya siapa yang menciptakan semua keindahan itu, jawabannya sering hanya sebatas teori.

Padahal, menurut Ibnu Athaillah, alam bukan penghalang menuju Allah. Alam justru merupakan penunjuk arah menuju-Nya.

Yang menjadi hijab bukan gunung.

Bukan langit.

Bukan harta.

Dan bukan jabatan.

Melainkan hati yang berhenti membaca tanda-tanda kebesaran Allah.

Dalam perspektif tasawuf yang diajarkan Ibnu Athaillah, hafalan ilmu agama saja belum cukup jika tidak diiringi penyucian hati. Padahal lisan bisa menghafal ribuan ayat, sementara hati tetap kosong dari rasa hadir bersama-Nya.

Al-Hikam: Allah Lebih Nyata daripada Semua yang Kita Lihat

Dalam kutipan Al-Hikam dijelaskan secara bertingkat:

كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الظَّاهِرُ فِي كُلِّ شَيْءٍ

“Bagaimana mungkin Allah dihijab oleh sesuatu, padahal Dialah yang menampakkan segala sesuatu.”

Kemudian dilanjutkan:

كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ النَّاظِرُ لِكُلِّ شَيْءٍ

“Bagaimana mungkin Allah dihijab, padahal Dia tampak pada setiap sesuatu.”

Lalu mencapai puncaknya:

كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَلَوْلَاهُ مَا كَانَ وُجُودُ كُلِّ شَيْءٍ

“Bagaimana mungkin Allah dihijab, padahal tanpa-Nya tidak akan ada satu pun yang wujud. (Yang dimaksud bukan Allah menyatu dengan makhluk, melainkan tanda-tanda kekuasaan, kebesaran, dan sifat-sifat-Nya tampak melalui ciptaan-Nya).

Kalimat-kalimat tersebut membangun satu kesimpulan yang kuat.

Jika semua yang ada berasal dari Allah, menunjukkan kekuasaan Allah, dan bergantung kepada Allah, lalu apa sebenarnya yang menutupi manusia dari mengenal-Nya?

Jawabannya bukan alam.

Menurut penjelasan para ulama tasawuf, termasuk yang dipahami dari Al-Hikam, jawabannya adalah hijab hati sering dikaitkan dengan dominasi hawa nafsu, kesombongan, dan kecintaan yang berlebihan terhadap dunia.

Dalil Al-Qur’an: Allah Sangat Dekat

Allah SWT berfirman:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.”

(QS. Al-Baqarah: 186)

Firman Allah lainnya:

“Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

(QS. Qaf: 16)

Sementara itu Allah juga mengingatkan:

“Ke mana pun kamu menghadap, di sanalah wajah (rahmat dan kekuasaan) Allah.”

(QS. Al-Baqarah: 115)

Ayat-ayat tersebut memperlihatkan bahwa kedekatan Allah bukan persoalan jarak, melainkan persoalan kesadaran hati.

Hijab Terbesar Ternyata Bukan Dunia, tetapi Ego

Satir terbesar sebenarnya bukan ditujukan kepada orang lain.

Ia mengarah kepada diri kita sendiri.

Kita sering berkata mencari Allah.

Namun, waktu habis mengejar pujian manusia.

Kita mengaku mencintai akhirat.

Namun, hati gelisah hanya karena kehilangan sedikit keuntungan dunia.

Kita mengaku bertawakal.

Namun, ketakutan kepada masa depan lebih besar daripada keyakinan kepada pertolongan Allah.

Inilah hijab yang sesungguhnya.

Bukan kain.

Bukan tembok.

Dan bukan langit.

Tetapi ego yang merasa mampu hidup tanpa terus mengingat Allah.

Penutup

Ibnu Athaillah seolah mengajak manusia berhenti menyalahkan keadaan.

Allah tidak pernah pergi.

Allah tidak pernah bersembunyi.

Dan Allah juga tidak membutuhkan manusia untuk menemukan-Nya.

Justru manusialah yang terlalu sibuk memandang ciptaan hingga lupa kepada Sang Pencipta.

Mata melihat alam.

Akal mengagumi hukum-hukumnya.

Namun, hanya hati yang bersih mampu melihat tanda-tanda kebesaran Allah di balik semuanya.

Sebab itu, perjalanan menuju Allah bukan dimulai dengan melangkah lebih jauh, melainkan dengan membersihkan hati dari kesombongan, hawa nafsu, dan kecintaan yang berlebihan kepada dunia.

Bukan karena Allah terlalu jauh sehingga sulit ditemukan. Masalahnya, hati kita terlalu penuh oleh dunia sehingga tidak lagi memiliki ruang untuk melihat-Nya. Hijab terbesar bukan berada di depan mata, melainkan tumbuh diam-diam di dalam dada. (Red)

  • Sumber utama: Kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah as-Sakandari.
  • Penjelasan bahwa kutipan merupakan terjemahan yang beredar di Indonesia dan dapat memiliki variasi redaksi.
  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • perjalanan akhirat

    Lengkap dengan Dalil! Ini Urutan Perjalanan Akhirat yang Jarang Dipahami

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 218
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memahami perjalanan akhirat hanya sebagai pilihan akhir: surga atau neraka. Padahal, perjalanan akhirat, fase setelah kematian, dan kehidupan setelah mati memiliki tahapan panjang yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Menariknya, dalil-dalil ini sebenarnya sangat jelas. Namun, sering kali kita melewatkannya begitu saja. 1. Alam Kubur: Awal Kehidupan Setelah Mati Segalanya […]

  • Ilustrasi arus balik Lebaran menuju Jakarta dengan jalan tol lengang saat dini hari tanpa kemacetan

    Arus Balik 2026: Jam Berangkat Ini Bikin Kamu Tiba di Jakarta Pagi Tanpa Macet

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Menentukan waktu terbaik arus balik menjadi kunci agar perjalanan kembali ke Jakarta tetap lancar. Banyak pemudik ingin tiba pagi hari tanpa terjebak macet panjang. Namun, tanpa strategi waktu yang tepat, perjalanan justru bisa berjam-jam lebih lama. Karena itu, memahami pola arus balik Lebaran 2026 menjadi sangat penting, terutama bagi Anda yang […]

  • Ilustrasi anak korban kekerasan seksual yang membutuhkan perlindungan hukum dan pendampingan psikologis

    Kekerasan Seksual Anak Meledak, DPR Desak Aksi Nyata Bukan Sekadar Hukum

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Lebih dari 11 ribu kasus kekerasan seksual anak terjadi dalam kurun kurang dari setahun. Angka ini bukan sekadar statistik—ini potret nyata ribuan anak korban pelecehan seksual yang banyak di antaranya memilih diam. Ketakutan, tekanan, dan relasi kuasa membuat kejahatan seksual terhadap anak terus berulang tanpa perlawanan berarti. Di tengah situasi itu, Ketua […]

  • Pj Sekda Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Melantik Pj Sekda

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Pelantikan Pj Sekda Tasikmalaya menjadi awal pengawasan publik terhadap efektivitas birokrasi dan pelayanan warga. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelantikan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya menandai pergantian figur kunci dalam struktur birokrasi daerah. Namun di balik prosesi resmi, publik menaruh perhatian lebih besar pada satu hal: sejauh mana jabatan strategis ini mampu memperbaiki tata kelola pemerintahan […]

  • wisata unggulan

    Bogor Jadi Wisata Unggulan Jabar 2025

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Kabupaten Bogor menjadi wisata unggulan Jawa Barat 2025 dengan kunjungan wisatawan tertinggi dorong ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabupaten Bogor mencatatkan capaian signifikan di sektor pariwisata sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan nusantara tertinggi di Jawa Barat, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai […]

  • Indonesia vs Vietnam

    Indonesia vs Vietnam: Garuda Bawa Modal Empat Kemenangan Beruntun

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Indonesia vs Vietnam akan menjadi salah satu pertandingan yang paling menyita perhatian publik pada Kejuaraan ASEAN 2026. Duel Timnas Indonesia vs Vietnam bukan hanya mempertemukan dua rival kuat di Asia Tenggara, tetapi juga menghadirkan pertarungan dua tim dengan modal dan kepercayaan diri yang berbeda menjelang laga. Pertandingan dijadwalkan berlangsung Senin, 3 […]

expand_less