Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Ketika Anak Terpapar Ekstremisme

Ketika Anak Terpapar Ekstremisme

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: Paparan ekstremisme pada anak mengungkap kegagalan pengawasan ruang digital dan perlindungan sosial.

albadarpost.comEDITORIAL – Indonesia kembali dihadapkan pada kenyataan yang mengganggu nurani publik. Densus 88 Antiteror Polri menangani 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi ekstrem seperti White Supremacy dan neo-Nazi. Paparan ekstremisme anak ini bukan sekadar fenomena daring, melainkan telah menjelma menjadi ancaman fisik di ruang pendidikan.

Fakta yang disampaikan kepolisian menunjukkan bahwa sebagian anak tersebut telah menguasai senjata berbahaya dan merancang serangan terhadap sekolah serta rekan sebayanya. Di titik ini, paparan ekstremisme anak tidak lagi bisa dipahami sebagai ekspresi kenakalan remaja. Ini adalah persoalan keamanan, pendidikan, dan kegagalan proteksi sosial yang saling berkelindan.

Fakta Dasar: Dari Dunia Maya ke Dunia Nyata

Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana menjelaskan bahwa paparan ekstremisme anak berasal dari berbagai platform digital. Mulai dari komunitas True Crime Community (TCC), konten kekerasan ekstrem, hingga gim daring berbasis gore. Ideologi White Supremacy dan neo-Nazi dijadikan legitimasi untuk melampiaskan dendam, kebencian, dan dorongan kekerasan.

Senjata yang digunakan pun mudah diakses. Senjata mainan yang dimodifikasi, pisau, hingga alat berbahaya lainnya dibeli secara daring. Artinya, ruang digital yang longgar telah membuka dua pintu sekaligus: radikalisasi ideologis dan akses terhadap alat kekerasan.

Baca juga: Menggugat Sistem Perlindungan Negara

Kepala Bareskrim Polri Komjen Syahardiantono menyebutkan bahwa Densus 88 bergerak cepat karena rencana aksi sudah menyasar lingkungan sekolah. Negara mencegah tragedi sebelum terjadi. Ini patut diapresiasi. Namun, fakta bahwa ancaman ini tumbuh diam-diam di rumah, kamar tidur, dan layar gawai anak-anak justru menjadi alarm yang lebih keras.

Analisis Redaksi: Negara Hadir, Tapi Terlambat di Hulu

Albadarpost memandang paparan ekstremisme anak sebagai kegagalan sistemik yang tidak bisa dibebankan semata pada aparat keamanan. Penindakan oleh Densus 88 adalah langkah hilir. Masalah sesungguhnya berada jauh di hulu: lemahnya literasi digital, minimnya pendampingan keluarga, dan absennya kontrol platform.

Anak-anak ini tidak sedang memperjuangkan ideologi global secara sadar. Mereka mencari identitas, pelampiasan emosi, dan rasa memiliki. Ideologi ekstrem hanya menjadi kendaraan. Ketika negara, sekolah, dan keluarga gagal menyediakan ruang aman untuk ekspresi dan dialog, ruang itu diambil alih oleh algoritma dan komunitas gelap.

Paparan ekstremisme anak juga menunjukkan bahwa pendekatan keamanan semata tidak cukup. Mengandalkan klaim Zero Terrorism Attack tanpa membenahi ekosistem sosial justru berisiko menciptakan ilusi aman. Bahaya tidak selalu datang dalam bentuk bom. Ia bisa tumbuh sebagai kebencian sunyi di bangku sekolah.

Konteks Historis: Pola Global, Dampak Lokal

Fenomena ini bukan khas Indonesia. Di Amerika Serikat dan Eropa, radikalisasi anak melalui komunitas daring ekstrem kanan telah lama menjadi perhatian. White Supremacy berkembang bukan lewat ceramah ideologis, melainkan lewat humor gelap, game, dan narasi kekerasan yang dibungkus hiburan.

Indonesia kini memasuki fase serupa. Perbedaannya, sistem pendidikan dan pengawasan digital kita belum siap. Negara-negara lain mulai memaksa platform bertanggung jawab atas algoritma mereka. Indonesia masih tertinggal dalam regulasi yang melindungi anak dari konten ekstremisme non-religius.

Sikap Redaksi: Melindungi Anak, Membersihkan Tata Kelola

Albadarpost berpihak tegas pada perlindungan anak dan keadilan sosial. Paparan ekstremisme anak harus diperlakukan sebagai krisis lintas sektor. Negara perlu memperkuat literasi digital berbasis emosi dan empati, bukan sekadar imbauan normatif.

Baca juga: Polres Tasikmalaya Bongkar Penyalahgunaan Gas Subsidi

Platform digital harus diminta bertanggung jawab. Sekolah perlu menjadi ruang aman dialog, bukan sekadar tempat belajar akademik. Keluarga harus diposisikan sebagai benteng pertama, dengan dukungan negara, bukan disalahkan sendirian.

Pendekatan represif terhadap anak harus menjadi pilihan terakhir. Rehabilitasi psikososial, pendampingan intensif, dan pemulihan lingkungan harus diutamakan. Anak-anak ini adalah korban ekosistem yang abai, bukan musuh negara.

Reflektif: Ancaman yang Tidak Boleh Diabaikan

Paparan ekstremisme anak adalah cermin retak dari ruang digital dan sosial kita. Negara boleh bangga mencegah serangan. Tetapi mencegah kebencian tumbuh di kepala anak jauh lebih mendesak.
Keamanan sejati dimulai ketika anak-anak merasa dilindungi, bukan diawasi. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kasus penganiayaan istri siri

    Kasus Penganiayaan Istri Siri di Sukabumi, Tipiring atau KDRT?

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus penganiayaan istri siri di Sukabumi kembali membuka perdebatan lama dalam penegakan hukum. Seorang perempuan melaporkan mantan suami sirinya atas dugaan pencekikan. Namun polisi tidak menahan terlapor dan mengklasifikasikan perkara tersebut sebagai tindak pidana ringan atau tipiring. Keputusan ini memantik pertanyaan publik. Banyak pihak mempertanyakan apakah kekerasan terhadap pasangan dalam hubungan […]

  • membersihkan dapur

    Rahasia Membersihkan Dapur Tanpa Ribet, Hasilnya Bikin Kaget

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membersihkan dapur sering dianggap pekerjaan rutin yang sederhana. Namun, banyak orang belum memahami teknik cara membersihkan dapur yang benar agar hasilnya maksimal. Padahal, dapur yang tampak bersih belum tentu benar-benar higienis. Selain itu, kesalahan kecil saat membersihkan dapur justru membuat kotoran menumpuk lebih cepat. Oleh karena itu, penting mengetahui cara yang lebih […]

  • Kebijakan ASN

    Gubernur Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Pengawas Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Jabar rekrut Mahasiswa Teknik Sipil jadi pengawas proyek. Honor Rp 300 ribu/hari. Tingkatkan idealisme dan kualitas konstruksi. Dampak Kebijakan Konsultan Mahasiswa albadarpost.com, LENSA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah inovatif untuk memperkuat pengawasan proyek infrastruktur daerah dengan melibatkan kalangan akademisi muda. Kebijakan ini akan merekrut Mahasiswa Teknik Sipil dari berbagai perguruan tinggi di […]

  • kesabaran Nabi Nuh

    Nabi Nuh dan Kesabaran Berdakwah: Saat Dakwah Tak Lagi Soal Hasil

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarapost.com, LIFESTYLE – Kesabaran Nabi Nuh, keteguhan Nabi Nuh dalam berdakwah, serta perjuangan dakwah Nabi Nuh menjadi kisah yang sering didengar, namun jarang dipahami secara mendalam. Banyak orang mengenalnya hanya sebagai kisah banjir besar, padahal di balik itu tersimpan pelajaran penting tentang konsistensi, tekanan sosial, dan ketahanan mental yang luar biasa. Namun demikian, ada sisi […]

  • Poster rekrutmen Duta Literasi Keuangan OJK Jawa Barat 2026 bagi mahasiswa dan masyarakat umum.

    Kesempatan Emas! OJK Jabar Cari Duta Literasi Keuangan 2026

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat membuka rekrutmen Duta Literasi Keuangan OJK 2026 bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat. Program duta edukasi keuangan OJK ini bertujuan memperluas literasi keuangan di berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga komunitas masyarakat. Rekrutmen Duta Literasi Keuangan OJK Jawa Barat terbuka […]

  • sambal bajak tahan lama dalam toples kaca tertutup rapat

    Rahasia Sambal Bajak Tahan Lama Tanpa Bahan Kimia

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Sambal bajak tahan lama sering menjadi incaran banyak ibu rumah tangga. Resep sambal bajak awet dan tidak cepat basi bahkan kerap dicari menjelang acara keluarga atau untuk stok mingguan. Namun, bagaimana cara membuat sambal bajak tahan lama tanpa pengawet buatan? Pertanyaan ini wajar muncul. Sebab, banyak orang ingin menikmati pedasnya sambal bajak […]

expand_less