Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat Islam tentang bahaya mengabaikan lima kesempatan hidup yang ditegaskan Rasulullah SAW. Peringatan ini bukan sekadar nasihat moral, melainkan kritik terbuka terhadap pola hidup umat yang kian lalai mengelola waktu, kesehatan, dan kemampuan. Ketika peluang hidup disia-siakan, dampaknya tidak berhenti pada individu, tetapi meluas menjadi krisis sosial dan spiritual.

Hadits “Ightanim khomsan qobla khomsin” menjadi alarm keras. Ia menegaskan bahwa hidup tidak netral. Setiap fase membawa tanggung jawab. Ketika kesempatan habis, penyesalan datang tanpa ruang koreksi.

Hadits yang Ditinggalkan dalam Praktik

Rasulullah SAW bersabda:

“Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara.”

Para ulama menilai hadits ini sebagai prinsip dasar manajemen hidup seorang Muslim. Namun, dalam praktik keseharian, pesan ini sering kalah oleh budaya menunda, konsumtif, dan abai terhadap nilai amal.

Baca juga: Makna Takdir Allah dalam Kehidupan Sehari-hari

Imam Ibnul Qayyim menyebut waktu sebagai “modal utama manusia.” Ketika modal ini habis tanpa hasil, manusia berada dalam kerugian nyata. Sayangnya, banyak umat baru menyadari nilai waktu setelah kesempatan itu hilang.

Masa Muda Disia-siakan

Kesempatan pertama adalah masa muda sebelum masa tua. Fakta sosial menunjukkan masa muda kini sering dihabiskan tanpa arah. Energi besar tidak selalu diiringi kesadaran amal dan kontribusi.

Padahal, Imam Ali bin Abi Thalib pernah menegaskan bahwa kesempatan berlalu lebih cepat daripada awan. Ketika usia bertambah, tubuh melemah, dan semangat menurun, ruang untuk mengejar ketertinggalan menjadi sempit.

Mengabaikan masa muda bukan sekadar kerugian personal. Ia menciptakan generasi yang rapuh secara spiritual dan miskin keteladanan.

Sehat tapi Lalai

Kesempatan kedua adalah sehat sebelum sakit. Banyak orang memperlakukan kesehatan sebagai kondisi permanen. Padahal, Rasulullah SAW menegaskan bahwa kesehatan termasuk nikmat yang sering dilupakan.

Ketika sakit datang, banyak rencana ibadah dan amal sosial terhenti. Ulama menilai kelalaian ini sebagai bentuk ketidaksyukuran yang nyata. Sehat tanpa amal bukan prestasi, melainkan potensi yang terbuang.

Kecukupan yang Tidak Membela Sesama

Kesempatan ketiga adalah mampu sebelum kekurangan. Dalam pandangan Islam, harta bukan simbol status, melainkan alat kebermanfaatan.

Namun, realitas menunjukkan kecukupan sering berhenti pada konsumsi pribadi. Sedekah dan kepedulian sosial kerap menjadi prioritas terakhir. Ketika masa sulit datang, penyesalan muncul bersama kesadaran yang terlambat.

Al-Qur’an menegaskan bahwa harta tidak akan berguna kecuali yang dibelanjakan di jalan kebaikan.

Waktu Luang yang Terbuang

Kesempatan keempat adalah waktu luang sebelum kesibukan. Ulama sepakat bahwa waktu luang adalah ladang amal. Namun, di era digital, waktu luang justru habis dalam aktivitas tanpa nilai ibadah dan produktivitas.

Kesibukan sering dijadikan alasan. Padahal, banyak kesibukan lahir dari kelalaian mengatur waktu sebelumnya. Ketika waktu habis, penyesalan menjadi satu-satunya respon.

Hidup yang Dianggap Panjang

Kesempatan kelima adalah hidup sebelum mati. Ini pesan paling tegas. Setiap detik hidup adalah peluang terakhir yang terus berjalan.

Baca juga: Virus Nipah, Ancaman Global Tanpa Obat dan Vaksin

Surat Al-‘Ashr menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh. Ayat ini tidak memberi ruang netral. Hidup tanpa amal berarti rugi.

Dari Kelalaian Pribadi ke Dampak Sosial

Ulama menilai pengabaian lima kesempatan hidup telah melahirkan krisis disiplin, rendahnya kepedulian sosial, dan melemahnya integritas moral umat. Masalah ini bukan isu personal semata, tetapi persoalan kolektif.

Ketika umat lalai, dampaknya terlihat pada lemahnya solidaritas, minimnya teladan, dan berulangnya penyesalan yang tidak produktif.

Hadits lima kesempatan hidup bukan hiasan mimbar. Ia adalah peringatan keras tentang batas waktu manusia. Selama kesempatan masih ada, tanggung jawab belum gugur. Ketika waktu habis, tidak ada negosiasi. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tampilan website desa Tasikmalaya tidak aktif dengan halaman kosong tanpa informasi layanan dan transparansi anggaran.

    Website Desa Tasikmalaya Tidak Aktif

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Website desa Tasikmalaya tidak aktif menjadi ironi di tengah gencarnya agenda transformasi digital. Frasa website desa Tasikmalaya tidak aktif bahkan lebih sering mencerminkan realitas dibanding jargon pelayanan berbasis elektronik. Situs resmi tersedia, domain aktif, tetapi konten minim. Bahkan, beberapa laman hanya menampilkan halaman kosong atau berita lama yang tak pernah diperbarui. Padahal, […]

  • karakter murid

    Guru dan Rahasia Membaca Karakter Murid dalam 5 Menit Pertama di Kelas

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak guru mengira karakter murid baru terlihat setelah berhari-hari mengajar. Padahal, karakter murid, kepribadian siswa, dan sikap anak di kelas sering muncul dalam 5 menit pertama. Saat murid masuk ruangan, memilih tempat duduk, lalu merespons sapaan guru, mereka sebenarnya sedang menunjukkan pola perilaku yang penting. Karena itu, guru yang peka tidak hanya […]

  • perjalanan dinas

    Perjalanan Dinas: Pos Favorit Anggaran yang Minim Dampak Publik

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: perjalanan dinas terus membebani anggaran publik tanpa dampak layanan yang jelas. Perjalanan Dinas yang Tak Pernah Sepi albadarpost.com, EDITORIAL – Perjalanan dinas kembali menjadi sorotan. Bukan karena prestasinya, melainkan karena ketahanannya sebagai pos anggaran yang nyaris tak tersentuh kritik serius. Dari pusat hingga daerah, pos ini terus tumbuh dan nyaris selalu habis terserap. […]

  • child grooming

    Ciri-Ciri Grooming pada Anak, Orang Tua Wajib Waspada

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ancaman eksploitasi terhadap anak masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat. Salah satu modus yang kerap terjadi secara tersembunyi adalah child grooming. Pola ini sering tidak disadari karena pelaku tidak langsung melakukan kekerasan, melainkan membangun kedekatan emosional secara bertahap. Kondisi tersebut membuat orang tua dan pengasuh perlu memahami ciri-ciri grooming agar […]

  • ASN angkutan umum

    ASN Jawa Tengah Wajib Sarung Batik, Publik Pertanyakan Relevansi

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Aturan sarung batik untuk ASN Jawa Tengah memicu perdebatan publik soal relevansi kebijakan layanan publik. albadarpost.com, LENSA – ASN di Jawa Tengah kini diwajibkan memakai sarung batik setiap Jumat. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor B/800.1.12.5/83/2025. Di saat bersamaan, kebijakan berbeda muncul dari Jawa Barat, berupa izin libur bagi aparatur sipil […]

  • pelayanan publik

    Bupati Tasikmalaya Lantik 215 Pejabat Baru

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Pelantikan 215 pejabat Tasikmalaya menegaskan komitmen integritas dan penguatan pelayanan publik. albadarpost.com, LENSA – Pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menyoroti kebutuhan mendesak akan penguatan pelayanan publik. Dalam acara yang digelar di Aula Pendopo Baru, Selasa, 9 Desember 2025, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar kepercayaan struktural, melainkan amanah […]

expand_less