Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat Islam tentang bahaya mengabaikan lima kesempatan hidup yang ditegaskan Rasulullah SAW. Peringatan ini bukan sekadar nasihat moral, melainkan kritik terbuka terhadap pola hidup umat yang kian lalai mengelola waktu, kesehatan, dan kemampuan. Ketika peluang hidup disia-siakan, dampaknya tidak berhenti pada individu, tetapi meluas menjadi krisis sosial dan spiritual.

Hadits “Ightanim khomsan qobla khomsin” menjadi alarm keras. Ia menegaskan bahwa hidup tidak netral. Setiap fase membawa tanggung jawab. Ketika kesempatan habis, penyesalan datang tanpa ruang koreksi.

Hadits yang Ditinggalkan dalam Praktik

Rasulullah SAW bersabda:

“Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara.”

Para ulama menilai hadits ini sebagai prinsip dasar manajemen hidup seorang Muslim. Namun, dalam praktik keseharian, pesan ini sering kalah oleh budaya menunda, konsumtif, dan abai terhadap nilai amal.

Baca juga: Makna Takdir Allah dalam Kehidupan Sehari-hari

Imam Ibnul Qayyim menyebut waktu sebagai “modal utama manusia.” Ketika modal ini habis tanpa hasil, manusia berada dalam kerugian nyata. Sayangnya, banyak umat baru menyadari nilai waktu setelah kesempatan itu hilang.

Masa Muda Disia-siakan

Kesempatan pertama adalah masa muda sebelum masa tua. Fakta sosial menunjukkan masa muda kini sering dihabiskan tanpa arah. Energi besar tidak selalu diiringi kesadaran amal dan kontribusi.

Padahal, Imam Ali bin Abi Thalib pernah menegaskan bahwa kesempatan berlalu lebih cepat daripada awan. Ketika usia bertambah, tubuh melemah, dan semangat menurun, ruang untuk mengejar ketertinggalan menjadi sempit.

Mengabaikan masa muda bukan sekadar kerugian personal. Ia menciptakan generasi yang rapuh secara spiritual dan miskin keteladanan.

Sehat tapi Lalai

Kesempatan kedua adalah sehat sebelum sakit. Banyak orang memperlakukan kesehatan sebagai kondisi permanen. Padahal, Rasulullah SAW menegaskan bahwa kesehatan termasuk nikmat yang sering dilupakan.

Ketika sakit datang, banyak rencana ibadah dan amal sosial terhenti. Ulama menilai kelalaian ini sebagai bentuk ketidaksyukuran yang nyata. Sehat tanpa amal bukan prestasi, melainkan potensi yang terbuang.

Kecukupan yang Tidak Membela Sesama

Kesempatan ketiga adalah mampu sebelum kekurangan. Dalam pandangan Islam, harta bukan simbol status, melainkan alat kebermanfaatan.

Namun, realitas menunjukkan kecukupan sering berhenti pada konsumsi pribadi. Sedekah dan kepedulian sosial kerap menjadi prioritas terakhir. Ketika masa sulit datang, penyesalan muncul bersama kesadaran yang terlambat.

Al-Qur’an menegaskan bahwa harta tidak akan berguna kecuali yang dibelanjakan di jalan kebaikan.

Waktu Luang yang Terbuang

Kesempatan keempat adalah waktu luang sebelum kesibukan. Ulama sepakat bahwa waktu luang adalah ladang amal. Namun, di era digital, waktu luang justru habis dalam aktivitas tanpa nilai ibadah dan produktivitas.

Kesibukan sering dijadikan alasan. Padahal, banyak kesibukan lahir dari kelalaian mengatur waktu sebelumnya. Ketika waktu habis, penyesalan menjadi satu-satunya respon.

Hidup yang Dianggap Panjang

Kesempatan kelima adalah hidup sebelum mati. Ini pesan paling tegas. Setiap detik hidup adalah peluang terakhir yang terus berjalan.

Baca juga: Virus Nipah, Ancaman Global Tanpa Obat dan Vaksin

Surat Al-‘Ashr menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh. Ayat ini tidak memberi ruang netral. Hidup tanpa amal berarti rugi.

Dari Kelalaian Pribadi ke Dampak Sosial

Ulama menilai pengabaian lima kesempatan hidup telah melahirkan krisis disiplin, rendahnya kepedulian sosial, dan melemahnya integritas moral umat. Masalah ini bukan isu personal semata, tetapi persoalan kolektif.

Ketika umat lalai, dampaknya terlihat pada lemahnya solidaritas, minimnya teladan, dan berulangnya penyesalan yang tidak produktif.

Hadits lima kesempatan hidup bukan hiasan mimbar. Ia adalah peringatan keras tentang batas waktu manusia. Selama kesempatan masih ada, tanggung jawab belum gugur. Ketika waktu habis, tidak ada negosiasi. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi bakwan jagung renyah berwarna keemasan di atas piring dengan cabai rawit dan suasana dapur rumahan.

    Resep Bakwan Jagung Renyah Anti Lembek, Dingin Pun Tetap Krispi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bakwan jagung renyah masih jadi salah satu gorengan favorit di banyak rumah Indonesia. Rasanya gurih, teksturnya kriuk, dan aromanya sering langsung membuat orang berkumpul ke dapur bahkan sebelum matang sempurna. Karena itu, resep bakwan jagung anti lembek kini semakin banyak dicari, terutama oleh pecinta gorengan rumahan yang ingin hasilnya tetap renyah meski […]

  • tanggap darurat Garut.

    Pemkab Garut Perpanjang Tanggap Darurat demi Pulihkan Akses Warga

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Pemkab memperpanjang tanggap darurat Garut 14 hari untuk percepatan penanganan longsor, banjir, dan pergeseran tanah. albadarpost.com, LENSA – Pemkab Garut kembali memperpanjang status tanggap darurat Garut selama 14 hari setelah rangkaian bencana hidrometeorologi masih terjadi dan penanganan infrastruktur rusak belum sepenuhnya selesai. Perpanjangan ini menjadi langkah penting untuk memastikan akses warga tidak kembali terputus dan […]

  • tempe crispy fine dining

    Tempe Goreng Naik Level: Dari Makanan Biasa Jadi Fine Dining Viral

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tempe crispy fine dining kini menjadi tren kuliner yang menarik perhatian pecinta makanan modern. Hidangan tempe goreng premium ini menghadirkan tekstur renyah yang konsisten dengan sentuhan teknik memasak ala restoran mewah. Bahkan, tempe goreng modern ini tampil elegan dengan saus pendamping unik yang memperkaya rasa. Perubahan ini bukan sekadar gaya. Sebaliknya, inovasi […]

  • Kreator konten muda mengikuti pelatihan observasi hilal bersama Kemenag menggunakan teleskop dan materi astronomi.

    Influencer dan Kreator Belajar Hilal, Siap Jadi Penyebar Informasi Akurat

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kemenag ajak influencer belajar hilal menjadi langkah strategis memperkuat literasi keagamaan di ruang digital. Program ini mendorong kreator konten memahami observasi hilal atau edukasi rukyat secara ilmiah. Melalui gerakan Kemenag menggandeng influencer mempelajari hilal, pemerintah ingin memastikan informasi tentang awal Ramadan dan bulan Hijriah tersebar secara akurat, bukan sekadar opini viral. Di […]

  • Korupsi Pengadaan

    Terungkap! Korupsi Pengadaan Sudah Diatur Sejak Awal

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Korupsi pengadaan kembali menunjukkan wajah aslinya. Data Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap bahwa sekitar 25 persen perkara korupsi berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa (PBJ). Namun, temuan ini bukan sekadar angka. Di baliknya, ada pola yang berulang dan terstruktur. Dalam kurun 2004 hingga 2025, KPK menangani 1.782 perkara korupsi. Dari jumlah itu, 446 […]

  • Ilustrasi menu sederhana di restoran hotel bintang 5 yang disajikan mewah dengan plating elegan dan suasana premium.

    Menu Murah yang Jadi Mahal: Rahasia Branding Hotel Bintang 5

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Branding hotel menjadi alasan utama mengapa makanan sederhana bisa berubah sangat mahal ketika masuk restoran hotel bintang 5. Nasi goreng, kentang goreng, bahkan air mineral yang biasa saja di luar, mendadak terasa premium saat hadir di meja marmer dengan lampu temaram dan pelayanan super ramah. Fenomena ini bukan sekadar soal rasa makanan. […]

expand_less