Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat Islam tentang bahaya mengabaikan lima kesempatan hidup yang ditegaskan Rasulullah SAW. Peringatan ini bukan sekadar nasihat moral, melainkan kritik terbuka terhadap pola hidup umat yang kian lalai mengelola waktu, kesehatan, dan kemampuan. Ketika peluang hidup disia-siakan, dampaknya tidak berhenti pada individu, tetapi meluas menjadi krisis sosial dan spiritual.

Hadits “Ightanim khomsan qobla khomsin” menjadi alarm keras. Ia menegaskan bahwa hidup tidak netral. Setiap fase membawa tanggung jawab. Ketika kesempatan habis, penyesalan datang tanpa ruang koreksi.

Hadits yang Ditinggalkan dalam Praktik

Rasulullah SAW bersabda:

“Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara.”

Para ulama menilai hadits ini sebagai prinsip dasar manajemen hidup seorang Muslim. Namun, dalam praktik keseharian, pesan ini sering kalah oleh budaya menunda, konsumtif, dan abai terhadap nilai amal.

Baca juga: Makna Takdir Allah dalam Kehidupan Sehari-hari

Imam Ibnul Qayyim menyebut waktu sebagai “modal utama manusia.” Ketika modal ini habis tanpa hasil, manusia berada dalam kerugian nyata. Sayangnya, banyak umat baru menyadari nilai waktu setelah kesempatan itu hilang.

Masa Muda Disia-siakan

Kesempatan pertama adalah masa muda sebelum masa tua. Fakta sosial menunjukkan masa muda kini sering dihabiskan tanpa arah. Energi besar tidak selalu diiringi kesadaran amal dan kontribusi.

Padahal, Imam Ali bin Abi Thalib pernah menegaskan bahwa kesempatan berlalu lebih cepat daripada awan. Ketika usia bertambah, tubuh melemah, dan semangat menurun, ruang untuk mengejar ketertinggalan menjadi sempit.

Mengabaikan masa muda bukan sekadar kerugian personal. Ia menciptakan generasi yang rapuh secara spiritual dan miskin keteladanan.

Sehat tapi Lalai

Kesempatan kedua adalah sehat sebelum sakit. Banyak orang memperlakukan kesehatan sebagai kondisi permanen. Padahal, Rasulullah SAW menegaskan bahwa kesehatan termasuk nikmat yang sering dilupakan.

Ketika sakit datang, banyak rencana ibadah dan amal sosial terhenti. Ulama menilai kelalaian ini sebagai bentuk ketidaksyukuran yang nyata. Sehat tanpa amal bukan prestasi, melainkan potensi yang terbuang.

Kecukupan yang Tidak Membela Sesama

Kesempatan ketiga adalah mampu sebelum kekurangan. Dalam pandangan Islam, harta bukan simbol status, melainkan alat kebermanfaatan.

Namun, realitas menunjukkan kecukupan sering berhenti pada konsumsi pribadi. Sedekah dan kepedulian sosial kerap menjadi prioritas terakhir. Ketika masa sulit datang, penyesalan muncul bersama kesadaran yang terlambat.

Al-Qur’an menegaskan bahwa harta tidak akan berguna kecuali yang dibelanjakan di jalan kebaikan.

Waktu Luang yang Terbuang

Kesempatan keempat adalah waktu luang sebelum kesibukan. Ulama sepakat bahwa waktu luang adalah ladang amal. Namun, di era digital, waktu luang justru habis dalam aktivitas tanpa nilai ibadah dan produktivitas.

Kesibukan sering dijadikan alasan. Padahal, banyak kesibukan lahir dari kelalaian mengatur waktu sebelumnya. Ketika waktu habis, penyesalan menjadi satu-satunya respon.

Hidup yang Dianggap Panjang

Kesempatan kelima adalah hidup sebelum mati. Ini pesan paling tegas. Setiap detik hidup adalah peluang terakhir yang terus berjalan.

Baca juga: Virus Nipah, Ancaman Global Tanpa Obat dan Vaksin

Surat Al-‘Ashr menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh. Ayat ini tidak memberi ruang netral. Hidup tanpa amal berarti rugi.

Dari Kelalaian Pribadi ke Dampak Sosial

Ulama menilai pengabaian lima kesempatan hidup telah melahirkan krisis disiplin, rendahnya kepedulian sosial, dan melemahnya integritas moral umat. Masalah ini bukan isu personal semata, tetapi persoalan kolektif.

Ketika umat lalai, dampaknya terlihat pada lemahnya solidaritas, minimnya teladan, dan berulangnya penyesalan yang tidak produktif.

Hadits lima kesempatan hidup bukan hiasan mimbar. Ia adalah peringatan keras tentang batas waktu manusia. Selama kesempatan masih ada, tanggung jawab belum gugur. Ketika waktu habis, tidak ada negosiasi. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tafsir At-Talaq 2-3

    Sedang Sulit Ekonomi? Simak Tafsir At-Talaq 2-3 yang Banyak Dicari

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pencarian tentang Tafsir At-Talaq 2-3 terus muncul di internet, terutama saat kondisi ekonomi terasa berat. Banyak orang meyakini ayat ini sebagai salah satu ayat tentang rezeki tak terduga, yakni rezeki yang datang dari arah yang sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya. Menariknya, ayat ini sering dibaca bukan hanya oleh para santri atau jamaah […]

  • Siswa sekolah menerima menu Makan Bergizi Gratis selama Ramadan dengan perbedaan menu untuk siswa Muslim dan non-Muslim

    Menu MBG Ramadan: Ini yang Diterima Siswa Berpuasa dan Tidak

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan. Namun, pemerintah melakukan penyesuaian penting pada menu yang diterima siswa. Penyesuaian ini bukan sekadar teknis distribusi, melainkan cerminan kebijakan yang berupaya menghormati praktik ibadah sekaligus menjaga kecukupan gizi anak sekolah. Selama Ramadan, siswa Muslim yang berpuasa tidak menerima menu siap santap […]

  • Surat Yasin

    Keutamaan Surat Yasin

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tradisi membaca Surat Yasin pada malam Jumat terus hidup di tengah umat Islam. Amalan ini diyakini membawa ketenangan batin, harapan ampunan dosa, serta kemudahan urusan dunia dan akhirat. Namun, di balik praktik yang meluas tersebut, penting bagi umat untuk memahami dasar dalilnya secara proporsional agar ibadah tetap berpijak pada ilmu dan tidak […]

  • Ilustrasi seseorang menenangkan diri dan berdoa saat menghadapi ujian hidup sesuai makna ayat kesabaran dalam Al-Qur’an

    Ujian Hidup Datang Terus? Ini Jawaban Al-Qur’an

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ayat kesabaran, makna ayat tentang kesabaran dalam ujian, serta pesan Al-Qur’an tentang sabar sering dicari saat hidup terasa tidak baik-baik saja. Banyak orang merasa lelah menghadapi masalah yang datang silih berganti. Namun di titik itu pula, Al-Qur’an justru menghadirkan jawaban yang menenangkan sekaligus menguatkan. Tidak sedikit yang mengira sabar berarti pasrah tanpa […]

  • Kolaborasi PKK

    Bupati Tasikmalaya Dorong Kolaborasi PKK untuk Perkuat Pembangunan Daerah

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya dorong kolaborasi PKK untuk perkuat program pembangunan berbasis kebutuhan warga. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan pentingnya kolaborasi PKK sebagai motor penggerak program pembangunan berbasis masyarakat. Pesan itu disampaikan Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, saat menghadiri puncak peringatan HKG PKK Ke-53 di Islamic Center Tasikmalaya, Rabu, 3 Desember 2025. Acara yang mengangkat […]

  • Ilustrasi seseorang mendapat pujian banyak orang sementara Allah menutup aib manusia yang tidak diketahui orang lain.

    Saat Orang Memuji Anda, Bisa Jadi Allah Sedang Menutup Aib Anda

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Allah menutup (menghijab) aib manusia. Kalimat ini sering terdengar sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Banyak orang menikmati pujian manusia, padahal bisa saja pujian itu muncul karena aib manusia yang sebenarnya belum terlihat. Dengan kata lain, orang lain memuji karena Allah menutup keburukan yang tidak mereka ketahui. Fenomena ini sering terlihat dalam kehidupan […]

expand_less