Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bupati Garut Minta Arsip Kertas Dikurangi, Era Digital Dimulai

Bupati Garut Minta Arsip Kertas Dikurangi, Era Digital Dimulai

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hujan turun cukup deras sejak pagi di kawasan Tarogong Kidul, Senin (25/5/2026). Beberapa pegawai tampak berlari kecil sambil melindungi map dokumen dengan tangan. Sebagian lainnya masuk ke Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut dengan ujung sepatu yang masih basah terkena genangan halaman kantor.

Apel Gabungan yang awalnya direncanakan berlangsung di lapangan terbuka akhirnya dipindahkan ke dalam ruangan.

Namun justru di tengah suasana hujan itu, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan pesan yang cukup kuat tentang masa depan birokrasi: pemerintah harus mulai serius meninggalkan ketergantungan pada tumpukan arsip fisik dan bergerak menuju arsip digital.

Pernyataan itu disampaikan saat Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema:
“Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Bupati Garut: Arsip Bukan Sekadar Kertas Lama

Dalam sambutannya, Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa arsip tidak boleh lagi dipandang sebagai tumpukan dokumen usang yang hanya memenuhi lemari kantor.

Menurutnya, arsip justru memiliki peran penting sebagai penjaga memori kolektif bangsa sekaligus sumber informasi strategis untuk masa depan.

“Di mata saya, arsip itu bukan hanya semata-mata dalam bentuk kertas, tapi merujuk pada dokumen arsip bisa dalam bentuk digital,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Ia menjelaskan bahwa setiap kebijakan, keputusan, hingga perjalanan pemerintahan perlu terdokumentasi dengan baik agar bisa menjadi pijakan di masa mendatang.

Di beberapa kantor pemerintahan, lemari arsip tua memang masih berdiri penuh map cokelat yang mulai kusam di bagian sudutnya. Ada dokumen yang disimpan bertahun-tahun hingga sampulnya melengkung karena lembap. Bahkan sebagian pegawai kadang harus membuka tumpukan berdebu hanya untuk mencari satu surat lama yang terselip.

Situasi seperti itulah yang kini perlahan ingin diubah.

Pemkab Garut Dorong Penggunaan Aplikasi Srikandi

Sebagai langkah konkret menuju modernisasi birokrasi, Bupati Garut meminta seluruh jajaran pemerintah daerah mengoptimalkan penggunaan aplikasi Srikandi atau Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi.

Sistem tersebut dinilai penting untuk:

  • melacak riwayat persuratan,
  • mengelola arsip elektronik,
  • serta meningkatkan transparansi birokrasi.

Abdusy Syakur Amin juga meminta seluruh aparatur menggunakan aplikasi tersebut dengan penuh tanggung jawab.

“Saya mohon bantuannya Bapak/Ibu semua dalam menggunakan Srikandi dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, digitalisasi arsip kini memang menjadi kebutuhan mendesak. Sebab birokrasi modern tidak lagi hanya berbicara soal pelayanan cepat, tetapi juga soal kemampuan menyimpan dan melacak data secara akurat.

Kadang persoalan administrasi justru muncul bukan karena dokumennya tidak ada, melainkan karena terlalu lama tersimpan di antara ribuan berkas lain.

Arsip Fisik di SKPD Diminta Tinggal 10 Persen

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut juga menyampaikan arahan tegas terkait pengelolaan ruang arsip fisik di lingkungan SKPD.

Mengacu pada arahan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), ia meminta kapasitas penyimpanan arsip fisik mulai dibatasi hanya sekitar 10 persen dari total ruang arsip yang tersedia.

Kebijakan tersebut bertujuan mempercepat migrasi dokumen ke sistem digital sekaligus meningkatkan efisiensi ruang kerja.

Langkah itu dinilai penting karena banyak kantor pemerintahan masih menghadapi persoalan klasik:
ruang sempit,
lemari arsip menumpuk,
dan dokumen lama yang sulit ditata ulang.

Di beberapa ruangan kantor, bunyi laci besi tua kadang masih terdengar nyaring ketika dibuka. Tumpukan map terlihat memenuhi sudut meja hingga mendekati jendela. Bahkan ada pegawai yang menempelkan catatan kecil di lemari arsip karena takut lupa posisi dokumen tertentu.

Padahal era birokrasi digital menuntut sistem yang lebih cepat dan lebih praktis.

Arsip Digital Jadi Bagian Penting Menuju Indonesia Emas 2045

Peringatan Hari Kearsipan Nasional tahun ini tidak sekadar seremoni tahunan. Pemerintah mulai melihat arsip sebagai bagian penting dalam membangun tata kelola yang lebih modern dan akuntabel.

Melalui digitalisasi, pemerintah daerah diharapkan mampu:

  • menjaga keaslian informasi,
  • meningkatkan efisiensi pelayanan,
  • serta memperkuat akuntabilitas publik.

Selain itu, arsip digital juga membantu pemerintah membaca kembali jejak masa lalu agar kesalahan yang sama tidak terus berulang.

Di tengah derasnya perubahan teknologi, arsip kini bukan lagi sekadar dokumen diam di lemari. Arsip berubah menjadi memori digital yang ikut menentukan arah birokrasi masa depan.

Dan mungkin benar, masa depan pemerintahan modern bukan lagi ditentukan oleh seberapa tinggi tumpukan map di ruangan kantor.

Melainkan oleh seberapa baik sebuah daerah mampu menjaga datanya agar tetap hidup, tertata, dan mudah diakses generasi berikutnya.

Ketika dunia bergerak semakin digital, yang akan tertinggal bukan daerah yang kekurangan kertas, tetapi mereka yang gagal menjaga jejak sejarahnya dengan rapi dan bertanggung jawab. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden bersama para menteri menunaikan zakat melalui Baznas di Istana Negara pada bulan Ramadan

    Momen Tak Biasa di Istana: Zakat Presiden Jadi Sorotan Publik

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ada suasana berbeda di Istana Negara pada bulan Ramadan kali ini. Bukan hanya agenda kenegaraan yang berlangsung di dalamnya. Di tempat yang biasanya identik dengan keputusan politik, para pemimpin negara justru berkumpul untuk menunaikan ibadah. Momen zakat Presiden di Istana bersama para menteri langsung menarik perhatian publik. Banyak orang melihat peristiwa […]

  • Ilustrasi yang menarik tentang kisah kurban Habil dan Qabil.

    Kurban Habil dan Qabil: Dosa Hasad Jadi Awal Tragedi Manusia

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kisah Kurban Habil dan Qabil selama ini sering dikenang hanya sebagai cerita pembunuhan pertama di muka bumi. Padahal sebelum tragedi itu terjadi, ada lapisan cerita yang jauh lebih dalam: tentang iri hati, penerimaan Allah, dan perang sunyi di dalam hati manusia. Di balik kisah dua putra Nabi Adam AS itu, tersimpan pelajaran […]

  • cinta dunia

    Cinta Dunia, Sumber Berbagai Dosa

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Umat Islam kembali diingatkan agar tidak terjebak pada cinta dunia yang berlebihan karena berpotensi merusak amal dan membuka pintu dosa. Peringatan ini merujuk pada Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW yang secara tegas menyebut dunia sebagai ujian, bukan tujuan utama kehidupan manusia. Pesan tersebut relevan di tengah kehidupan modern yang menempatkan harta, […]

  • paten pesantren

    Tradisi Keilmuan Pesantren Akan Dipatenkan, Ini Langkah Baru Kemenag

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Pemerintah mulai memberi perhatian serius terhadap perlindungan karya intelektual pesantren. Lewat program paten pesantren, Kementerian Agama ingin memastikan tradisi keilmuan ulama Nusantara tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Langkah itu muncul setelah banyak karya berbasis pesantren dinilai belum memiliki perlindungan hukum yang kuat. Padahal, pesantren selama ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan […]

  • Proses tradisional cara membuat empek-empek Palembang dengan adonan ikan segar dan kuah cuko khas di dapur sederhana

    Rahasia Empek-Empek Palembang Terbongkar, Ternyata Bukan di Resep

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Cara membuat empek-empek sering terdengar sederhana. Namun, bagi banyak orang yang pernah mencoba, hasilnya kerap jauh dari harapan. Empek-empek buatan rumah terasa keras, kurang gurih, atau bahkan kehilangan karakter khasnya. Di Palembang, cerita berbeda justru hidup di dapur-dapur kecil. Dari tangan yang terbiasa mengolah ikan sejak pagi, lahir resep empek-empek Palembang yang […]

  • kasus perundungan Tangsel

    Dinas Pendidikan Tangsel Evaluasi Kasus Perundungan yang Berujung Kematian Siswa

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Siswa SMPN 19 Tangsel meninggal setelah dugaan perundungan. Dinas Pendidikan evaluasi dan polisi selidiki kasus. albadarpost.com, HUMANIORA – Dugaan kasus perundungan Tangsel kembali mencuat setelah MH, 13 tahun, siswa kelas I SMPN 19 Tangerang Selatan, meninggal di ruang ICU RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu pagi 16 November 2025. Ia wafat setelah hampir sebulan merawat luka […]

expand_less