Dugaan Fosfor Tugu Koperasi Tasikmalaya Tunggu Kajian Ahli
- account_circle redaktur
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Warga menunjukan Batu Fosfor Impor Jerman Terkubur di Kolam Tugu Koperasi, Jumat (17/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Fosfor Tugu Koperasi menjadi perhatian setelah muncul informasi mengenai dugaan material fosfor yang disebut berada di sebuah kolam di belakang kawasan Tugu Koperasi, Kota Tasikmalaya. Hingga kini, material yang diduga fosfor tersebut belum dievakuasi karena masih menunggu kajian teknis dari instansi yang berwenang.
Informasi awal mengenai keberadaan material itu disampaikan oleh Aan Suherman (65), penjaga kawasan Tugu Koperasi. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa setiap langkah penanganan harus melalui prosedur dan melibatkan pihak yang memiliki kompetensi.
Penjaga Lokasi Mengaku Material Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun
Aan Suherman mengatakan material yang disebutnya sebagai fosfor berada di dalam kolam berukuran sekitar 2 x 3 meter dengan kedalaman kurang lebih 3 meter.
Menurut keterangannya, material tersebut telah berada di lokasi sejak dekade 1980-an.
“Katanya itu material fosfor impor dari Jerman. Tujuannya ke PT Dahana, tetapi dititipkan di belakang Tugu Koperasi. Sampai sekarang tidak ada yang tahu bagaimana keberadaannya,” ujar Aan, Jumat (17/7/2026).
Redaksi belum memperoleh dokumen maupun keterangan resmi yang dapat memverifikasi asal-usul material tersebut. Informasi mengenai dugaan asal material masih berdasarkan penuturan narasumber.
Aan juga mengaku pengurus Tugu Koperasi, menurut sepengetahuannya, tidak mengetahui keberadaan material tersebut.
“Sudah hampir 40 tahun berada di kolam itu,” katanya.
BPBD: Penanganan Harus Berdasarkan Kajian Ahli
Kepala BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, mengatakan pihaknya belum dapat melakukan tindakan sebelum menerima pemberitahuan resmi dari pemilik aset maupun Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Menurut Budi, penanganan material yang diduga fosfor tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena harus mempertimbangkan aspek keselamatan.
“Kami menunggu pemberitahuan resmi dari pemilik dan Pemerintah Kota. Setelah itu akan dilakukan kajian bersama PT Dahana dan instansi terkait. Penanganannya harus sesuai standar demi keamanan,” ujarnya.
Ia menjelaskan material tersebut memerlukan penanganan oleh tenaga yang memiliki keahlian khusus.
“Kalau memang itu material fosfor olahan, tentu proses pengambilannya harus dilakukan oleh pihak yang kompeten,” kata Budi.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa identifikasi jenis material masih memerlukan kajian lebih lanjut.

Batu Fosfor Impor Jerman menyala keluar api dan asap putih pekat, Jumat(17/7/2026).
Kekhawatiran Warga Muncul Seiring Belum Adanya Kepastian
Aan mengaku merasa khawatir karena material yang berada di kolam tersebut belum dipindahkan.
Menurut pengalamannya, material tersebut selama ini tetap berada di dalam air.
Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga kondisi kolam sebagaimana selama ini berlangsung. Namun demikian, redaksi tidak dapat memverifikasi secara independen penjelasan teknis yang disampaikan narasumber mengenai karakteristik material tersebut.
Selain itu, Aan mengaku pernah mendengar bahwa pada masa lalu material tersebut sempat disalahgunakan oleh sebagian orang. Pernyataan tersebut merupakan keterangan narasumber dan belum didukung data maupun dokumen resmi.
Menunggu Kepastian dari Instansi Berwenang
Hingga kini belum ada keputusan mengenai langkah penanganan material yang diduga berada di kawasan Tugu Koperasi.
BPBD menegaskan proses selanjutnya akan bergantung pada hasil koordinasi dengan pemilik aset, Pemerintah Kota Tasikmalaya, serta instansi teknis yang memiliki kewenangan menangani material berbahaya.
Di sisi lain, keberadaan material tersebut menjadi perhatian karena menyangkut aspek keselamatan masyarakat. Oleh sebab itu, kajian teknis menjadi langkah penting sebelum tindakan apa pun dilakukan.
Hingga artikel ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, pengelola aset Tugu Koperasi, serta PT Dahana terkait informasi yang berkembang mengenai dugaan material tersebut.
Keselamatan Publik Menjadi Prioritas
Penanganan material yang diduga berbahaya memerlukan kehati-hatian dan harus mengikuti standar keselamatan yang berlaku.
Karena itu, setiap informasi mengenai identitas maupun karakteristik material perlu menunggu hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara proses tersebut berlangsung, masyarakat diharapkan tidak mendekati lokasi ataupun melakukan tindakan yang dapat mengganggu proses identifikasi apabila nantinya dilakukan oleh tim teknis.
Di balik kolam tua yang tampak tenang, tersimpan pertanyaan yang belum terjawab. Kini publik menunggu bukan sekadar kepastian tentang jenis material itu, tetapi juga langkah nyata untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar