Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Penuh Makna, Ini Doa Hari Lahir Pancasila yang Diamalkan Para Ulama

Penuh Makna, Ini Doa Hari Lahir Pancasila yang Diamalkan Para Ulama

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 190
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Setiap tanggal 1 Juni, masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebagian mengikuti upacara bendera, sebagian mengunggah ucapan di media sosial, dan sebagian lainnya menjalani hari seperti biasa. Namun di banyak pesantren, majelis taklim, dan lingkungan ulama Nusantara, doa Hari Lahir Pancasila tetap menjadi tradisi yang hidup hingga hari ini.

Pada pagi 1 Juni, sebagian orang mungkin baru menyadari Hari Lahir Pancasila setelah melihat kalender di ponsel mereka. Ada yang bersiap mengikuti upacara di sekolah atau kantor. Dan ada yang tetap berjualan di pasar. Ada pula yang memanfaatkan hari libur untuk berkumpul bersama keluarga.

Di tengah berbagai aktivitas itu, para ulama sejak dahulu memiliki satu kebiasaan yang sederhana namun bermakna: mendoakan negeri.

Karena bagi mereka, menjaga Indonesia tidak hanya dilakukan dengan pikiran dan tenaga, tetapi juga dengan doa yang tulus kepada Allah SWT.

Tradisi Ulama: Mencintai Negeri dengan Doa

Sejarah Indonesia mencatat bahwa ulama memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa. Mereka mengajar di pesantren, membimbing masyarakat, sekaligus ikut menjaga kemerdekaan dan persatuan.

Karena itu, banyak ulama memandang doa untuk Indonesia sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Allah SWT berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَلَا تَفَرَّقُوْا

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali Allah dan janganlah bercerai-berai.”
(QS. Ali Imran: 103)

Ayat tersebut sering dikaitkan dengan pentingnya menjaga persatuan. Nilai yang juga menjadi ruh Pancasila sejak pertama kali dirumuskan.

Doa Memohon Keamanan untuk Indonesia

Salah satu doa yang sering dibacakan para ulama adalah doa memohon keamanan dan ketenteraman negeri.

اللّٰهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا إِنْدُونِيْسِيَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ وَالْبَرَكَاتِ

Allahummaj’al baladanaa Indonesia baladan aaminan muthma’innan, warzuq ahlahu minats-tsamaraati wal barakaat.

Ya Allah, jadikan Indonesia negeri yang aman, tenteram, dan limpahkan keberkahan kepada penduduknya.

Doa tersebut sejalan dengan doa Nabi Ibrahim AS:

رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman.”
(QS. Ibrahim: 35)

Bagi ulama, keamanan bukan hanya soal tidak adanya konflik. Keamanan juga berarti masyarakat dapat beribadah dengan tenang, bekerja dengan nyaman, dan membesarkan anak-anak dalam suasana damai.

Doa untuk Persatuan Bangsa

Selain keamanan, persatuan juga menjadi tema yang sering muncul dalam doa para ulama.

اللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاجْمَعْنَا عَلَى الْحَقِّ وَالْخَيْرِ

Allahumma allif baina quluubinaa, wa ashlih dzaata baininaa, wajma’naa ‘alal haqqi wal khair.

Ya Allah, satukan hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, dan kumpulkan kami dalam kebenaran dan kebaikan.

Di beberapa pesantren, doa untuk Indonesia biasanya dibacakan setelah pengajian atau sebelum majelis ditutup. Jamaah mengamini dengan khidmat. Namun suasana tidak selalu sempurna dan formal.

Kadang ada anak-anak yang lebih sibuk memperhatikan teman-temannya. Ada pula yang sesekali menguap karena kelelahan setelah bermain. Pemandangan seperti itu justru membuat suasana majelis terasa alami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tidak Semua Orang Langsung Teringat Mendoakan Bangsa

Jujur saja, tidak semua orang langsung teringat untuk mendoakan Indonesia ketika Hari Lahir Pancasila tiba.

Banyak yang lebih dulu memikirkan pekerjaan yang belum selesai. Ada yang sedang menghitung biaya sekolah anak. Ada pula yang sibuk mencari nafkah untuk kebutuhan rumah tangga.

Itu manusiawi.

Namun para ulama mengajarkan bahwa doa tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang. Bahkan beberapa kalimat pendek yang dipanjatkan dengan ikhlas bisa menjadi bentuk cinta kepada negeri.

Doa untuk Pemimpin dan Generasi Muda

Doa lain yang juga sering dipanjatkan adalah doa untuk pemimpin dan generasi penerus bangsa.

اللّٰهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا لِلْعَدْلِ وَالْأَمَانَةِ

Ya Allah, bimbing para pemimpin kami agar berlaku adil dan amanah.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Sementara untuk generasi muda, banyak ulama memanjatkan doa agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan mencintai tanah airnya.

Di Era Digital, Doa Tetap Relevan

Hari ini, ucapan Hari Lahir Pancasila bisa muncul ratusan kali dalam sehari di media sosial. Sebagian dibaca sampai selesai. Sebagian lainnya hanya lewat sekilas di antara video hiburan, promosi, dan notifikasi yang terus berdatangan.

Namun ada perbedaan antara unggahan dan doa.

Unggahan mungkin berhenti di layar.

Sedangkan doa melanjutkan perjalanannya ke langit.

Karena itu, para ulama tidak pernah menganggap doa sebagai sesuatu yang kuno atau tertinggal zaman. Justru di tengah dunia yang semakin cepat bergerak, doa menjadi pengingat bahwa manusia tetap membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Doa yang Sederhana, Cinta yang Besar

Pada akhirnya, doa-doa yang biasa dibaca para ulama pada Hari Lahir Pancasila bukanlah doa yang rumit.

Kalimatnya sederhana.

Bacaannya singkat.

Namun maknanya sangat besar.

Di dalamnya ada harapan agar Indonesia tetap aman.

Ada harapan agar persatuan terus terjaga.

Dan ada harapan agar generasi mendatang mewarisi negeri yang lebih baik daripada hari ini.

Indonesia tidak hanya berdiri di atas pidato para pendiri bangsa dan perjuangan para pahlawan. Negeri ini juga tumbuh dari doa-doa sederhana yang dipanjatkan diam-diam oleh ulama, santri, dan rakyatnya. Karena itu, ketika Hari Lahir Pancasila tiba, mungkin hadiah paling indah untuk Indonesia bukan sekadar ucapan yang ramai, melainkan doa yang tulus agar negeri ini tetap bersatu, bermartabat, dan diberkahi hingga generasi-generasi berikutnya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMKM Ciamis

    Data UMKM Ciamis Bongkar Fakta: Peluang Besar Ada di Sektor Ini

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 244
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banyak orang mulai usaha di Ciamis. Namun, tidak semua tahu arah pasar yang sebenarnya. UMKM Ciamis, data usaha kecil, hingga statistik ekonomi lokal justru menunjukkan pola yang sama: sebagian besar pelaku usaha memilih sektor yang itu-itu saja. Di sinilah menariknya. UMKM Ciamis bukan sekadar angka, melainkan cerminan kebiasaan ekonomi masyarakat. Dari […]

  • Manuskrip Kuno Indramayu Ungkap Ramalan dan Harapan Pembangunan Daerah

    Manuskrip Kuno Indramayu Ungkap Ramalan dan Harapan Pembangunan Daerah

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Manuskrip kuno Indramayu ungkap ramalan dan harapan pembangunan daerah, pesan leluhur yang tetap relevan hingga kini. albadarpost.com, CENDIKIA — Sebuah manuskrip kuno Indramayu yang diyakini ditulis langsung oleh pendiri sekaligus pemimpin pertama Kabupaten Indramayu, Raden Arya Wiralodra, kembali menjadi sorotan publik. Naskah bersejarah ini tidak hanya memuat catatan kehidupan di masa lalu, tetapi juga berisi […]

  • Gedung Bank Syariah Indonesia Tasikmalaya sebagai simbol layanan publik perbankan yang dituntut transparansi informasi.

    Ketika Amanah Diuji di Bank BSI Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Dalam Islam, amanah bukan sekadar istilah etis. Ia adalah perjanjian antara manusia dan Allah. Setiap harta yang dikelola, terlebih yang bersumber dari dana publik, kelak akan dimintai hisab. Karena itu, lembaga keuangan syariah tidak cukup hanya berlabel “Islam”, tetapi wajib menjelmakan nilai-nilai Islam dalam praktik nyata. Peresmian gedung megah Bank Syariah Indonesia […]

  • Kantor Bank Jambi saat insiden peretasan siber yang menyebabkan saldo nasabah hilang

    Bank Jambi Kehilangan Saldo Nasabah, OJK Turun Tangan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Insiden peretasan siber mengguncang perbankan daerah setelah bank Jambi kehilangan saldo nasabah dalam dugaan pembobolan sistem digital. Kasus rekening nasabah Bank Jambi bobol dan saldo hilang itu memicu kekhawatiran publik, terutama karena kerugian terjadi secara nyata pada sejumlah rekening. Selain itu, dugaan serangan siber terhadap bank daerah tersebut langsung menjadi sorotan […]

  • pengantin pesanan

    KJRI Guangzhou Pulangkan Korban Pengantin Pesanan dan Dorong Penindakan TPPO

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    KJRI Guangzhou memulangkan korban pengantin pesanan dan mendorong penindakan kasus TPPO lintas negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Reni Rahmawati, Warga Negara Indonesia asal Sukabumi, akhirnya dipulangkan setelah menjadi korban praktik pengantin pesanan di China. Kepulangannya pada Selasa, 18 November 2025, menandai berakhirnya proses hukum perceraiannya dengan suami warga negara China. Kasus ini penting karena memperlihatkan kembali […]

  • Pancasila Citanduy

    Usai Upacara Pancasila, Wabup Tasikmalaya Pilih Turun ke Sungai Citanduy

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Banyak peringatan Hari Lahir Pancasila berakhir setelah upacara selesai. Namun di Kabupaten Tasikmalaya, peringatan tahun ini berlanjut ke tempat yang tidak biasa: tepian Sungai Citanduy. Usai mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Wakil Bupati Tasikmalaya bersama jajaran pejabat daerah langsung menuju Sungai Citanduy untuk melakukan penebaran benih ikan, Senin (1/6/2026). Kegiatan […]

expand_less