Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Jangan Lewatkan, Ini Doa yang Dianjurkan Saat Meninggalkan Makkah

Jangan Lewatkan, Ini Doa yang Dianjurkan Saat Meninggalkan Makkah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ada banyak momen mengharukan dalam perjalanan haji. Namun bagi sebagian jamaah, salah satu yang paling berat justru terjadi ketika semua rangkaian ibadah hampir selesai.

Bukan saat wukuf di Arafah.

Bukan saat melempar jumrah.

Dan bukan pula saat tahallul.

Melainkan ketika tiba waktunya meninggalkan Kota Makkah setelah thawaf wada, atau thawaf perpisahan.

Di momen itulah banyak jamaah memperbanyak doa meninggalkan Makkah, memohon agar Allah menerima ibadah mereka dan mempertemukan kembali dengan Baitullah pada kesempatan yang akan datang.

Ketika Perpisahan dengan Ka’bah Menjadi Nyata

Secara fikih, thawaf wada merupakan ibadah penutup sebelum jamaah meninggalkan Kota Makkah.

Dari Abdullah bin Abbas ra., Rasulullah SAW bersabda:

“Manusia diperintahkan agar menjadikan akhir urusannya di Makkah adalah di Baitullah (thawaf), kecuali wanita haid yang diberi keringanan.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Namun di balik ketentuan fikih tersebut, ada suasana batin yang sulit dijelaskan.

Menjelang keberangkatan, sebagian jamaah terlihat berkali-kali menoleh ke arah Ka’bah.

Ada yang masih menggenggam paspor dan dokumen perjalanan di tangan kirinya, sementara tangan kanannya terus bergerak berdoa.

Sebagian lainnya berdiri beberapa saat di pelataran Masjidil Haram.

Mereka diam.

Tidak berbicara.

Tidak memotret.

Hanya memandangi Ka’bah yang perlahan akan ditinggalkan.

Doa yang Dianjurkan Saat Meninggalkan Makkah

Tidak ada doa wajib atau doa khusus yang secara eksplisit ditetapkan Rasulullah SAW saat meninggalkan Makkah.

Namun para ulama menganjurkan jamaah memperbanyak doa, istighfar, syukur, dan permohonan agar ibadah diterima Allah SWT.

Salah satu doa yang paling populer adalah:

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ هَذَا آخِرَ الْعَهْدِ بِبَيْتِكَ الْحَرَامِ

Allahumma la taj’al hadza akhiral ‘ahdi bibaitykal haram.

Artinya:

“Ya Allah, jangan jadikan ini sebagai pertemuan terakhirku dengan Rumah-Mu yang mulia.”

Doa ini sederhana.

Namun justru karena kesederhanaannya, banyak jamaah merasa sangat dekat dengannya.

Sebab tidak ada yang tahu apakah suatu hari nanti Allah akan kembali memanggil mereka ke Tanah Suci.

Doa Memohon Haji Mabrur

Selain itu, jamaah juga dianjurkan membaca:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجِّي حَجًّا مَبْرُورًا، وَسَعْيِي سَعْيًا مَشْكُورًا، وَذَنْبِي ذَنْبًا مَغْفُورًا

Artinya:

“Ya Allah, jadikan hajiku haji yang mabrur, sa’iku sa’i yang diterima, dan dosaku dosa yang Engkau ampuni.”

Doa tersebut mencerminkan harapan terbesar setiap jamaah.

Karena tujuan utama haji bukan sekadar sampai ke Makkah.

Melainkan pulang membawa ampunan dan perubahan diri.

Fragmen-Fragmen Kecil yang Sering Terlihat

Di sekitar Masjidil Haram, suasana menjelang kepulangan sering terasa sangat manusiawi.

Ada jamaah Indonesia yang saling meminta tolong mengambil foto terakhir dengan latar Ka’bah.

Ada yang melakukan panggilan video kepada keluarga di tanah air.

Dan ada pula yang sibuk mencari anggota rombongannya sambil sesekali menoleh ke arah menara Masjidil Haram.

Di sudut lain, terdengar percakapan dalam berbagai bahasa.

Bahasa Indonesia bercampur dengan Arab, Turki, Urdu, Melayu, hingga bahasa dari berbagai negara Afrika.

Mereka berbeda negara.

Namun hari itu mereka membawa doa yang hampir sama.

Semoga ibadah diterima.

Semoga dosa diampuni.

Dan semoga suatu hari bisa kembali lagi.

Yang Sesungguhnya Dibawa Pulang

Banyak orang pulang dari haji membawa air zamzam, sajadah, kurma, atau oleh-oleh lainnya.

Semua itu berharga.

Namun para ulama mengingatkan bahwa oleh-oleh terbesar dari Tanah Suci bukanlah barang yang bisa dimasukkan ke dalam koper.

Melainkan hati yang berubah.

Akhlak yang lebih baik.

Dan kesadaran bahwa hidup ini pada akhirnya adalah perjalanan menuju Allah.

Mungkin yang paling berat saat meninggalkan Makkah bukan mengangkat koper menuju bus atau bandara.

Melainkan ketika mata masih ingin memandang Ka’bah, sementara kaki sudah harus melangkah pergi.

Sebab Ka’bah akan tetap berdiri di tempatnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah: ketika pesawat mendarat kembali di tanah air, apakah hati yang pulang masih sama seperti saat pertama datang ke rumah Allah? (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • solusi pascapanen singkong

    Solusi Pascapanen Singkong, Cerita Mahasiswa dan UMKM Desa

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Cuaca mendung kerap menjadi momok bagi pelaku UMKM olahan singkong di desa. Proses pengeringan yang bergantung pada sinar matahari sering terhenti, sementara kebutuhan produksi terus berjalan. Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turun langsung ke lapangan membawa solusi pascapanen singkong berbasis teknologi tepat guna. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, […]

  • bansos salah sasaran

    Data Bansos Lemah, DPRD Purworejo Tekan Validasi Penerima

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Video warga mengambil bansos dengan kendaraan mewah memicu desakan DPRD Purworejo untuk evaluasi data penerima. albadarpost.com, LENSA – Video warga mengambil bantuan sosial menggunakan motor gede dan mobil pribadi di Desa Kaliboto, Kecamatan Bener, Purworejo, memicu pertanyaan publik tentang akurasi data penerima bantuan. Insiden ini kembali menyoroti bansos salah sasaran yang berdampak langsung pada keluarga […]

  • Ilustrasi perjalanan hidup manusia dari lahir dalam kekosongan, menjalani kehidupan penuh ambisi dunia, hingga kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan amalnya

    Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, manusia akan mengingat satu kebenaran yang sering ia abaikan sepanjang hidupnya. Saat itu, tidak ada lagi suara pasar, tidak ada gemerlap dunia, dan tidak ada sorotan pencapaian. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri menghadap pertanyaan yang tak bisa dihindari. Manusia datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun. Ia lahir […]

  • pengadaan lahan Whoosh

    KPK Telusuri Modus Pengadaan Lahan Whoosh yang Rugikan Negara

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    KPK menyelidiki dugaan penjualan ulang aset negara dalam pengadaan lahan Whoosh dan potensi kerugian negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Komisi Pemberantasan Korupsi mulai menelusuri dugaan penyimpangan dalam pengadaan lahan Whoosh, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang dikerjakan pemerintah bersama konsorsium BUMN. Lembaga antirasuah menemukan indikasi bahwa negara membeli kembali tanah yang seharusnya masih berstatus milik negara. Jika […]

  • SKCK online

    Polri Terapkan SKCK Online, Warga Bebas Pilih Lokasi Pengambilan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Layanan SKCK online lewat Super Apps Polri memudahkan pengajuan tanpa mengikuti domisili dan akses lebih praktis. albadarpost.com, LENSA – Masyarakat kini tak lagi bergantung pada kantor polisi untuk mengurus SKCK online. Polri resmi menghadirkan layanan daring melalui aplikasi Super Apps Polri yang memungkinkan pengajuan dokumen secara mandiri dari ponsel. Kebijakan ini menjadi penting karena menekan […]

  • Ilustrasi simbolik tentang kewajiban nahi munkar, menggambarkan keberanian menegur kemungkaran sesuai hadis Nabi.

    Nahi Munkar: Iman atau Sekadar Status?

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Nahi Munkar bukan sekadar istilah khutbah Jumat. Nahi munkar, atau kewajiban mencegah kemungkaran, adalah perintah langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tegas, sistematis, dan tidak memberi ruang untuk pura-pura lupa. Namun, di zaman serba viral ini, kita lebih sibuk mengutuk daripada bertindak. Rasulullah bersabda: “مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، […]

expand_less