Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Jangan Lewatkan, Ini Doa yang Dianjurkan Saat Meninggalkan Makkah

Jangan Lewatkan, Ini Doa yang Dianjurkan Saat Meninggalkan Makkah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 181
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ada banyak momen mengharukan dalam perjalanan haji. Namun bagi sebagian jamaah, salah satu yang paling berat justru terjadi ketika semua rangkaian ibadah hampir selesai.

Bukan saat wukuf di Arafah.

Bukan saat melempar jumrah.

Dan bukan pula saat tahallul.

Melainkan ketika tiba waktunya meninggalkan Kota Makkah setelah thawaf wada, atau thawaf perpisahan.

Di momen itulah banyak jamaah memperbanyak doa meninggalkan Makkah, memohon agar Allah menerima ibadah mereka dan mempertemukan kembali dengan Baitullah pada kesempatan yang akan datang.

Ketika Perpisahan dengan Ka’bah Menjadi Nyata

Secara fikih, thawaf wada merupakan ibadah penutup sebelum jamaah meninggalkan Kota Makkah.

Dari Abdullah bin Abbas ra., Rasulullah SAW bersabda:

“Manusia diperintahkan agar menjadikan akhir urusannya di Makkah adalah di Baitullah (thawaf), kecuali wanita haid yang diberi keringanan.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Namun di balik ketentuan fikih tersebut, ada suasana batin yang sulit dijelaskan.

Menjelang keberangkatan, sebagian jamaah terlihat berkali-kali menoleh ke arah Ka’bah.

Ada yang masih menggenggam paspor dan dokumen perjalanan di tangan kirinya, sementara tangan kanannya terus bergerak berdoa.

Sebagian lainnya berdiri beberapa saat di pelataran Masjidil Haram.

Mereka diam.

Tidak berbicara.

Tidak memotret.

Hanya memandangi Ka’bah yang perlahan akan ditinggalkan.

Doa yang Dianjurkan Saat Meninggalkan Makkah

Tidak ada doa wajib atau doa khusus yang secara eksplisit ditetapkan Rasulullah SAW saat meninggalkan Makkah.

Namun para ulama menganjurkan jamaah memperbanyak doa, istighfar, syukur, dan permohonan agar ibadah diterima Allah SWT.

Salah satu doa yang paling populer adalah:

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ هَذَا آخِرَ الْعَهْدِ بِبَيْتِكَ الْحَرَامِ

Allahumma la taj’al hadza akhiral ‘ahdi bibaitykal haram.

Artinya:

“Ya Allah, jangan jadikan ini sebagai pertemuan terakhirku dengan Rumah-Mu yang mulia.”

Doa ini sederhana.

Namun justru karena kesederhanaannya, banyak jamaah merasa sangat dekat dengannya.

Sebab tidak ada yang tahu apakah suatu hari nanti Allah akan kembali memanggil mereka ke Tanah Suci.

Doa Memohon Haji Mabrur

Selain itu, jamaah juga dianjurkan membaca:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجِّي حَجًّا مَبْرُورًا، وَسَعْيِي سَعْيًا مَشْكُورًا، وَذَنْبِي ذَنْبًا مَغْفُورًا

Artinya:

“Ya Allah, jadikan hajiku haji yang mabrur, sa’iku sa’i yang diterima, dan dosaku dosa yang Engkau ampuni.”

Doa tersebut mencerminkan harapan terbesar setiap jamaah.

Karena tujuan utama haji bukan sekadar sampai ke Makkah.

Melainkan pulang membawa ampunan dan perubahan diri.

Fragmen-Fragmen Kecil yang Sering Terlihat

Di sekitar Masjidil Haram, suasana menjelang kepulangan sering terasa sangat manusiawi.

Ada jamaah Indonesia yang saling meminta tolong mengambil foto terakhir dengan latar Ka’bah.

Ada yang melakukan panggilan video kepada keluarga di tanah air.

Dan ada pula yang sibuk mencari anggota rombongannya sambil sesekali menoleh ke arah menara Masjidil Haram.

Di sudut lain, terdengar percakapan dalam berbagai bahasa.

Bahasa Indonesia bercampur dengan Arab, Turki, Urdu, Melayu, hingga bahasa dari berbagai negara Afrika.

Mereka berbeda negara.

Namun hari itu mereka membawa doa yang hampir sama.

Semoga ibadah diterima.

Semoga dosa diampuni.

Dan semoga suatu hari bisa kembali lagi.

Yang Sesungguhnya Dibawa Pulang

Banyak orang pulang dari haji membawa air zamzam, sajadah, kurma, atau oleh-oleh lainnya.

Semua itu berharga.

Namun para ulama mengingatkan bahwa oleh-oleh terbesar dari Tanah Suci bukanlah barang yang bisa dimasukkan ke dalam koper.

Melainkan hati yang berubah.

Akhlak yang lebih baik.

Dan kesadaran bahwa hidup ini pada akhirnya adalah perjalanan menuju Allah.

Mungkin yang paling berat saat meninggalkan Makkah bukan mengangkat koper menuju bus atau bandara.

Melainkan ketika mata masih ingin memandang Ka’bah, sementara kaki sudah harus melangkah pergi.

Sebab Ka’bah akan tetap berdiri di tempatnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah: ketika pesawat mendarat kembali di tanah air, apakah hati yang pulang masih sama seperti saat pertama datang ke rumah Allah? (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi tradisi mudik Indonesia saat Lebaran dengan kendaraan memenuhi jalan raya menuju kampung halaman

    Asal Usul Mudik yang Jarang Dibahas, Ternyata Bukan Hanya Tradisi Lebaran

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Mudik Indonesia, tradisi pulang kampung saat Lebaran, sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap tahun jutaan orang melakukan perjalanan jauh untuk mudik ke kampung halaman. Namun, asal usul mudik Indonesia ternyata tidak hanya berkaitan dengan Idulfitri. Tradisi ini memiliki akar sejarah panjang yang jarang dibahas media, mulai dari budaya desa Nusantara […]

  • karedok sunda

    Karedok Sunda Kembali Viral, Ini Resep Rahasia yang Wajib Dicoba

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 229
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Karedok sunda kembali naik daun. Banyak orang kini mencari cara membuat karedok, resep karedok segar, hingga lalapan khas Sunda yang praktis namun sehat. Tren makanan alami tanpa proses memasak membuat hidangan ini kembali populer, terutama di media sosial. Selain itu, gaya hidup sehat mendorong masyarakat memilih menu berbasis sayuran mentah. Karedok menjadi […]

  • Santriwati Hilang Garut

    Berangkat ke Pesantren, Dua Santriwati asal Garut Tak Kunjung Tiba

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 251
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabar mengenai dua santriwati hilang asal Garut menjadi perhatian warga media sosial sejak Sabtu (23/5/2026). Informasi tentang santriwati hilang Garut tersebut menyebar luas melalui Facebook dan grup percakapan warga setelah keluarga membuat laporan resmi ke Polsek Bayongbong. Redaksi albadarpost.com telah melakukan klarifikasi langsung kepada pihak keluarga terkait kebenaran informasi tersebut. Selain […]

  • Ilustrasi aturan larangan ancaman penagihan OJK dan sanksi bagi debt collector yang melanggar etika penagihan di Indonesia

    OJK Serius: Sanksi Berat Bagi Debt Collector yang Langgar Etika

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 245
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya melindungi debitur dari praktik penagihan yang melanggar etika. Aturan dalam POJK 22 Tahun 2023 ini memberi payung hukum lebih kuat untuk menghukum debt collector dan pelaku jasa keuangan yang melakukan tindakan ancaman, intimidasi, atau perilaku tidak profesional saat menagih kredit. Aturan ini bukan sekadar aturan […]

  • Santri pesantren sedang mengkaji Kitab Safinatun Najah tentang hukum batal wudhu dan larangan menyentuh mushaf Al-Qur’an.

    Batal Wudhu Tapi Masih Pegang Al-Qur’an? Ini Penjelasan Safinah

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Safinatun Najah menjelaskan bahwa hadas kecil atau batal wudhu tidak hanya berkaitan dengan salat. Dalam fikih mazhab Syafi’i, ada beberapa aktivitas yang langsung menjadi terlarang ketika seseorang kehilangan wudhunya. Sebagian masyarakat memang hanya memahami bahwa batal wudhu membuat salat tidak sah. Padahal, kitab-kitab fikih klasik juga membahas hukum menyentuh mushaf, membawa Al-Qur’an, […]

  • pendidikan pesantren

    Wapres ke Cipasung Soroti Peran Strategis Pendidikan Pesantren

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pondok Pesantren Cipasung kembali menegaskan posisinya sebagai simpul penting kehidupan sosial dan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya. Hal itu tercermin dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke pesantren yang telah lama menjadi rujukan pendidikan keagamaan di wilayah Priangan Timur tersebut. Kunjungan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial […]

expand_less