Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Identitas Misterius! Pria Ditemukan Tewas di Selokan Garut

Identitas Misterius! Pria Ditemukan Tewas di Selokan Garut

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH -Penemuan mayat di selokan Garut menggegerkan warga Kampung Salagedang, Desa Sukalilah, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jumat pagi, 1 Mei 2026. Sosok pria tanpa identitas awal itu ditemukan tergeletak di dalam saluran air saat warga memeriksa kondisi selokan yang selama ini kerap menjadi tempat pembuangan sampah.

Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian warga sekitar. Selain lokasi penemuan yang tidak biasa, polisi juga menemukan kartu identitas berbeda di tubuh korban. Temuan itu membuat proses identifikasi berlangsung lebih mendalam sebelum akhirnya aparat memastikan identitas korban.

Saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian pria tersebut.

Warga Awalnya Mengira Tumpukan Sampah

Suasana Kampung Salagedang mendadak berubah tegang ketika seorang warga melihat sesuatu mencurigakan di dalam selokan sekitar pukul 06.00 WIB.

Awalnya, saksi mengira benda tersebut hanyalah tumpukan sampah karena lokasi itu memang sering dipenuhi limbah rumah tangga.

Namun setelah diperiksa lebih dekat, warga justru menemukan tubuh seorang pria dalam kondisi tidak bergerak.

Penemuan itu langsung membuat warga panik dan berkerumun di sekitar lokasi.

Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif membenarkan kejadian tersebut. Polisi kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Polisi Temukan KTP dan SIM dengan Nama Berbeda

Saat petugas melakukan pemeriksaan awal, korban belum diketahui identitasnya.

Pria tersebut mengenakan:

  • kaos hitam lengan panjang,
  • celana panjang coklat,
  • dan sepatu.

Namun situasi menjadi semakin misterius ketika aparat menemukan dokumen identitas dengan nama berbeda di tubuh korban.

Polisi kemudian melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan identitas sebenarnya.

Setelah proses identifikasi berjalan, korban akhirnya diketahui bernama Asep Surahman, 42 tahun, warga Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Temuan identitas berbeda itu kini menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat guna mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Tidak Ada Tanda Kekerasan

Setelah proses evakuasi selesai, petugas membawa jenazah ke Puskesmas Kersamanah untuk pemeriksaan awal sebelum dirujuk ke RSUD Garut.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi belum menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

Meski demikian, aparat belum bisa menyimpulkan penyebab kematian sebelum hasil pemeriksaan medis keluar sepenuhnya.

Karena itu, polisi masih menunggu hasil lanjutan dari RSUD Garut sambil menelusuri kronologi terakhir korban.

Kapolsek Cibatu menegaskan proses penyelidikan terus berjalan untuk memastikan apakah korban meninggal karena faktor kesehatan, kecelakaan, atau kemungkinan lain.

Lokasi Penemuan Jadi Sorotan Warga

Penemuan jasad pria di dalam selokan membuat warga sekitar merasa khawatir.

Selain karena kejadian berlangsung saat pagi hari, lokasi penemuan juga berada di area yang cukup sering dilalui masyarakat.

Beberapa warga mengaku tidak mengenali korban dan baru mengetahui identitasnya setelah polisi melakukan pemeriksaan.

Sementara itu, aparat meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan selesai.

Polisi juga mengimbau warga yang mengetahui aktivitas korban sebelum kejadian agar segera memberikan informasi kepada petugas.

Misteri Kematian Masih Didalami Polisi

Hingga kini, penyebab kematian Asep Surahman masih menjadi tanda tanya.

Aparat terus mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri jejak perjalanan korban sebelum ditemukan di Kecamatan Cibatu.

Kasus penemuan mayat memang selalu memunculkan perhatian publik, terlebih ketika identitas korban sempat misterius dan ditemukan di lokasi yang tidak biasa.

Karena itu, penyelidikan polisi kini menjadi sorotan masyarakat yang menunggu kepastian penyebab kematian korban

Kadang sebuah pagi yang tenang bisa berubah mencekam hanya karena satu penemuan yang menyisakan banyak tanda tanya. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • radikalisme digital

    Eks Kepala Densus 88 Peringatkan Radikalisme Digital yang Bidik Remaja

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Eks Kepala Densus 88 mengingatkan radikalisme digital makin menyasar remaja dan menuntut pengawasan keluarga Radikalisme Digital Kian Masif, Mantan Kepala Densus 88 Ingatkan Ancaman pada Remaja albadarpost.com, HUMANIORA – Peringatan keras kembali muncul dari aparat keamanan mengenai peningkatan radikalisme digital yang kini menyasar kelompok usia paling rentan: remaja awal. Mantan Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror […]

  • UAS Madrasah Diniyah

    Saat Anak Lain Libur, Santri Diniyah Tasikmalaya Justru Sibuk Ujian

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Saat sebagian sekolah formal mulai memasuki suasana akhir semester dan aktivitas belajar berangsur lebih longgar, para peserta UAS Madrasah Diniyah di Kabupaten Tasikmalaya justru sedang menghadapi pekan yang padat. Santri diniyah masih duduk di ruang kelas, membuka lembar soal, dan mengulang hafalan yang telah mereka pelajari selama berbulan-bulan. Pemandangan itu terlihat pada […]

  • Hewan Kurban Tasik

    Jelang Idul Adha, Tasikmalaya Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya memperketat pengawasan hewan kurban Tasik menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sapi, kambing, dan domba yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat serta bebas dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Pemeriksaan dilakukan bersama oleh Pemkot Tasikmalaya, DKP3, Kejaksaan Negeri, […]

  • banjir Tasikmalaya

    Hujan Deras Picu Banjir di Tasikmalaya, Warga Minta Penanganan Serius

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Banjir Tasikmalaya kembali terjadi di Jalan HZ Musthofa setelah hujan deras. Warga desak pemerintah perbaiki drainase. albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir Tasikmalaya kembali terjadi setelah hujan deras mengguyur pada Kamis, 4 Desember 2025. Air setinggi paha orang dewasa menutup akses Jalan HZ Musthofa, tepatnya di Blok 187, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, sekitar pukul 11.00 siang. Kondisi […]

  • sambal bajak tahan lama dalam toples kaca tertutup rapat

    Rahasia Sambal Bajak Tahan Lama Tanpa Bahan Kimia

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Sambal bajak tahan lama sering menjadi incaran banyak ibu rumah tangga. Resep sambal bajak awet dan tidak cepat basi bahkan kerap dicari menjelang acara keluarga atau untuk stok mingguan. Namun, bagaimana cara membuat sambal bajak tahan lama tanpa pengawet buatan? Pertanyaan ini wajar muncul. Sebab, banyak orang ingin menikmati pedasnya sambal bajak […]

  • El Nino Indonesia

    BMKG: El Nino Indonesia Berpotensi Bertahan hingga 2027

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – El Nino Indonesia diprakirakan masih berlanjut hingga awal tahun 2027. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dipublikasikan melalui akun resmi Info BMKG, fenomena iklim tersebut memiliki peluang 75 persen mencapai kategori sangat kuat. Bersamaan dengan itu, musim kemarau 2026 diperkirakan mencapai puncaknya secara bertahap pada Juli hingga September […]

expand_less