Jelang Idul Adha, Tasikmalaya Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rd. Diky Candranegara memeriksa kesehatan sapi kurban di lapak penjualan hewan Idul Adha Kota Tasikmalaya, Kamis (21/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya memperketat pengawasan hewan kurban Tasik menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sapi, kambing, dan domba yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat serta bebas dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).
Pemeriksaan dilakukan bersama oleh Pemkot Tasikmalaya, DKP3, Kejaksaan Negeri, Kodim 0612/Tasikmalaya, dan Polres Tasikmalaya Kota di sejumlah lapak pedagang hewan kurban, Kamis (21/5/2026).
Tim gabungan memeriksa kondisi fisik hewan, suhu tubuh, hingga tanda-tanda klinis penyakit. Selain itu, petugas juga mengecek Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) agar hewan yang dijual benar-benar layak kurban sesuai syariat dan standar kesehatan.
Dan pengawasan tahun ini terlihat jauh lebih ketat.
Pemkot Tasikmalaya Pastikan Hewan Kurban Aman
Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, turun langsung memantau pemeriksaan di lapangan. Ia menegaskan pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat merasa aman dan tenang saat membeli hewan kurban.
“Kami berharap pelaksanaan Idul Adha tahun ini berjalan lancar. Dari hasil pemeriksaan di beberapa lapak, tidak ditemukan hewan yang terjangkit PMK maupun LSD. Semua hewan dalam kondisi sehat dan layak kurban,” ujar Diky.
Menurutnya, pengawasan ini menjadi langkah penting karena kesehatan hewan kurban sangat berkaitan dengan keamanan pangan masyarakat.
Selain itu, Pemkot juga ingin menjaga kepercayaan masyarakat terhadap para pedagang hewan kurban lokal.
Tidak sedikit calon pembeli mulai mendatangi lapak sejak jauh hari sambil membandingkan kondisi sapi dan harga hewan kurban di beberapa lokasi berbeda.
Ada pula yang sengaja datang malam hari setelah pulang kerja hanya untuk memastikan hewan yang akan dibeli terlihat sehat dan aktif.
Stok Hewan Kurban Turun Hampir 50 Persen
Data sementara DKP3 Kota Tasikmalaya menunjukkan stok hewan kurban tahun ini mencapai:
- 1.532 ekor sapi,
- serta 340 ekor kambing dan domba.
Jumlah tersebut turun hampir 50 persen dibanding tahun 2025 lalu yang mencapai:
- 3.310 ekor sapi,
- dan 452 ekor kambing maupun domba.
Penurunan ini diduga dipengaruhi kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Meski begitu, pemerintah memperkirakan permintaan hewan kurban masih akan meningkat mendekati hari raya.
Karena tradisinya memang selalu begitu.
Belakangan, suasana menjelang Idul Adha mulai terasa di berbagai sudut Kota Tasikmalaya. Lapak hewan kurban perlahan semakin ramai. Anak-anak terlihat berhenti sejenak di pinggir jalan hanya untuk melihat sapi berukuran besar, sementara orang tua mulai berdiskusi soal harga dan rencana kurban keluarga tahun ini.
Kadang obrolannya sederhana.
Tetapi suasananya selalu khas menjelang Idul Adha.
Pemeriksaan Dilakukan Sejak Dua Pekan Lalu
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Tasikmalaya, Cecep Kustiawan, menjelaskan pemeriksaan sebenarnya sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir.
Tim dokter hewan mendatangi kandang peternak hingga lapak penjualan untuk memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat.
“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan semua hewan kurban sehat. Tidak ada indikasi PMK maupun LSD. Hewan yang lolos pemeriksaan kami beri tanda sehat berupa huruf S,” jelas Cecep.
Menurutnya, pengawasan akan terus dilakukan hingga hari pemotongan untuk mencegah masuknya hewan tanpa dokumen resmi kesehatan.
DKP3 juga meminta pedagang tidak mendatangkan hewan dari daerah yang memiliki riwayat kasus PMK maupun LSD tanpa pemeriksaan ketat.
RPH Disiapkan untuk Pemotongan Higienis
Selain pengawasan kesehatan hewan, Pemkot Tasikmalaya juga menyiapkan Rumah Potong Hewan (RPH) berstandar syariat dan higienitas.
Langkah ini dilakukan agar proses pemotongan berjalan aman, bersih, dan sesuai aturan kesehatan.
Pemerintah berharap masyarakat tidak hanya fokus pada ukuran atau harga hewan kurban, tetapi juga memperhatikan legalitas dan kesehatan hewan sebelum membeli.
Karena hewan sehat akan menentukan kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat nantinya.
Tidak sedikit warga hari ini mulai lebih teliti memeriksa telinga, mata, hingga gerakan hewan sebelum membeli.
Bahkan ada yang langsung menanyakan SKKH kepada pedagang sebelum mulai tawar-menawar harga.
Sinergi TNI, Polri, dan Pemkot Jaga Ketenangan Warga
Sinergi antara Pemkot Tasikmalaya, DKP3, TNI, Polri, dan Kejaksaan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga ketenangan masyarakat menjelang Idul Adha.
Pemerintah ingin memastikan tidak ada hewan sakit yang lolos ke pasar kurban.
“Ini ikhtiar bersama. Hewan sehat, kurban berkah, masyarakat aman,” tutup Diky.
Sebab bagi banyak keluarga, Idul Adha bukan hanya soal menyembelih hewan kurban.
Tetapi juga tentang memastikan setiap daging yang dibagikan benar-benar membawa rasa aman, sehat, dan berkah untuk sesama. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar