Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Sedang Bepergian? Ini Panduan Salat Safar Sesuai Syariat

Sedang Bepergian? Ini Panduan Salat Safar Sesuai Syariat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Salat safar, atau salat bagi musafir, merupakan salah satu bentuk keringanan dalam ajaran Islam. Aturan tentang salat safar, termasuk jamak dan qashar, diberikan agar umat Islam tetap bisa menjaga ibadah meski sedang dalam perjalanan jauh. Konsep ini dijelaskan dalam Al-Qur’an serta dicontohkan langsung oleh Muhammad ketika melakukan perjalanan.

Dalam praktiknya, salat safar memberikan kemudahan yang sering belum dipahami secara utuh. Banyak orang hanya mengetahui tentang jamak dan qashar, padahal ada beberapa aturan lain yang jarang dibahas.

Padahal, aturan tersebut menunjukkan bahwa syariat Islam memiliki fleksibilitas agar ibadah tetap terjaga dalam berbagai kondisi kehidupan.

Keringanan Salat Qashar dalam Perjalanan

Pertama, Islam memberikan keringanan berupa salat qashar. Salat yang biasanya empat rakaat dapat dipendekkan menjadi dua rakaat ketika seseorang melakukan perjalanan jauh.

Dalil mengenai hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqashar salat.”
(QS. An-Nisa: 101)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa memendekkan salat ketika safar bukanlah pelanggaran. Sebaliknya, keringanan itu menjadi bentuk kemudahan yang diberikan Allah kepada manusia.

Para ulama menjelaskan bahwa salat yang dapat diqashar adalah Zuhur, Asar, dan Isya. Sementara itu, salat Subuh dan Magrib tetap dilaksanakan dengan jumlah rakaat seperti biasa.

Selain itu, sebagian ulama bahkan menilai qashar lebih utama dilakukan ketika seseorang benar-benar berada dalam perjalanan.

Jamak Salat: Menggabungkan Dua Waktu

Selain qashar, Islam juga memberikan kemudahan berupa jamak salat, yaitu menggabungkan dua salat dalam satu waktu.

Ada dua bentuk jamak yang dikenal dalam fikih:

Jamak Taqdim, yaitu menggabungkan salat pada waktu salat pertama

Jamak Ta’khir, yaitu menggabungkan salat pada waktu salat kedua

Contohnya, seseorang dapat menggabungkan salat Zuhur dengan Asar atau Magrib dengan Isya ketika dalam perjalanan.

Praktik ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Riwayat hadis dalam Sahih Bukhari menjelaskan bahwa Rasulullah menjamak salat ketika melakukan perjalanan jauh.

Karena itu, para ulama menyimpulkan bahwa jamak merupakan salah satu bentuk keringanan syariat bagi musafir.

Salat Sunnah yang Tetap Dijaga Saat Safar

Menariknya, tidak semua salat sunnah ditinggalkan ketika seseorang sedang dalam perjalanan. Dalam sejumlah riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi tetap menjaga beberapa salat sunnah meski sedang safar.

Di antaranya adalah salat sunnah sebelum Subuh dan salat Witir pada malam hari.

Kedua ibadah tersebut tetap dilakukan karena memiliki kedudukan penting dalam kehidupan spiritual seorang Muslim.

Sebaliknya, beberapa salat sunnah rawatib lainnya terkadang tidak dilakukan ketika safar. Hal ini menunjukkan bahwa syariat memberikan kelonggaran tanpa menghilangkan nilai ibadah itu sendiri.

Salat di Kendaraan dalam Kondisi Tertentu

Ada satu hal lain yang jarang diketahui banyak orang. Dalam kondisi tertentu, salat dapat dilakukan di atas kendaraan ketika perjalanan berlangsung.

Riwayat hadis menjelaskan bahwa Rasulullah pernah melakukan salat sunnah di atas tunggangan saat safar.

Riwayat tersebut juga tercatat dalam Sahih Bukhari. Dalam hadis itu dijelaskan bahwa Nabi melaksanakan salat sunnah di atas kendaraan dengan arah mengikuti perjalanan tunggangannya.

Baca juga: 3 Sayur Hemat Tapi Bikin Keluarga Lahap, Ini Resepnya

Namun demikian, untuk salat wajib, para ulama menganjurkan agar tetap dilaksanakan dengan berdiri dan menghadap kiblat apabila memungkinkan.

Hikmah Salat Safar dalam Islam

Salat safar memperlihatkan bahwa ajaran Islam memiliki prinsip kemudahan dalam menjalankan ibadah. Aturan ini memastikan bahwa perjalanan tidak menjadi penghalang bagi seorang Muslim untuk tetap menjaga salat.

Prinsip tersebut juga ditegaskan dalam firman Allah:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menunjukkan bahwa syariat Islam tidak dimaksudkan untuk memberatkan manusia. Sebaliknya, aturan ibadah dirancang agar tetap bisa dijalankan dalam berbagai situasi kehidupan, termasuk ketika seseorang berada dalam perjalanan jauh.

Karena itu, memahami aturan salat safar menjadi penting bagi setiap Muslim. Dengan pemahaman yang tepat, ibadah tetap dapat dijaga tanpa mengabaikan kondisi perjalanan yang sering kali melelahkan. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jembatan rusak

    Jembatan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Cianjur Masih Menyeberang Sungai Deras

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Jembatan rusak di Cianjur tak kunjung dibangun, warga terpaksa menyeberangi Sungai Cibuni dengan rakit setiap hari. albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga di perbatasan Kecamatan Cijati dan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kembali mempertaruhkan nyawa setiap hari. Akses vital antar-desa terputus karena jembatan rusak yang hancur sejak empat tahun lalu, memaksa mereka menyeberangi Sungai Cibuni menggunakan rakit kayu. […]

  • banjir tahunan

    Banjir Tahunan dan Laporan yang Selalu Rapi

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti anggaran drainase besar yang gagal menghentikan banjir tahunan dan dampaknya bagi publik. albadarpost.com, EDITORIAL – Setiap kali musim hujan datang, kota kembali menghadapi ujian yang tak pernah benar-benar berubah: banjir yang berulang. Air menggenang di lokasi yang sama, ruas jalan lumpuh, dan rutinitas warga terganggu. Padahal, dalam dokumen anggaran, belanja untuk drainase […]

  • penganiayaan kurir COD

    Penganiayaan Kurir COD di Bekasi: Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Kasus penganiayaan kurir COD di Bekasi berakhir. Pelaku menyerahkan diri dan dijerat Pasal 351 KUHP. albadarpost.com, LENSA. Kasus penganiayaan kurir COD di Bekasi akhirnya menemukan titik terang. Christian Kapau alias Kece, pelaku penganiayaan, memilih menyerahkan diri setelah sempat melarikan diri ke Tangerang. Polisi memastikan pelaku sudah berstatus tersangka dan dijerat Pasal 351 KUHP. Pelaku Penganiayaan […]

  • Kisah Salman Al-Farisi

    Dari Bangsawan ke Budak: Perjalanan Gila Salman Al-Farisi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ia tidak sedang mencari kekayaan. Ia juga tidak mengejar kekuasaan. Kisah Salman Al-Farisi mencari kebenaran justru dimulai dari kegelisahan yang jarang dimiliki banyak orang: keberanian mempertanyakan keyakinan sendiri. Dari Persia hingga Madinah, kisah Salman Al-Farisi menjadi simbol perjalanan iman, pencarian kebenaran sejati, dan pengorbanan tanpa batas. Apa yang membuat kisah ini mengguncang? […]

  • data pribadi guru online

    Hoaks Mengintai, Data Pribadi Guru Online Jadi Target

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Gelombang hoaks yang menyasar guru kembali menunjukkan wajah aslinya: bukan sekadar informasi palsu, tetapi ancaman serius terhadap data pribadi guru online. Dalam beberapa pekan terakhir, beredar tautan pendaftaran bantuan, seleksi PPPK, hingga program insentif yang mencatut nama lembaga pendidikan resmi. Di balik tampilan yang meyakinkan, hoaks ini menyimpan risiko kebocoran data yang […]

  • Mobil Daihatsu Sigra abu-abu terparkir di Jalan KHZ Mustofa Tasikmalaya saat polisi melakukan olah TKP penemuan jenazah anggota polisi.

    Fakta Baru! Pria Meninggal Dalam Mobil di KHZ Mustofa Seorang Polisi

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana pagi di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, mendadak berubah tegang pada Kamis, 30 April 2026. Warga yang sejak subuh penasaran dengan sebuah mobil Daihatsu Sigra abu-abu akhirnya dikejutkan fakta memilukan. Pria yang ditemukan meninggal di dalam mobil tersebut ternyata seorang anggota polisi aktif dari Polsek Langensari Kota Banjar. Korban diketahui […]

expand_less