Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Sedang Bepergian? Ini Panduan Salat Safar Sesuai Syariat

Sedang Bepergian? Ini Panduan Salat Safar Sesuai Syariat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Salat safar, atau salat bagi musafir, merupakan salah satu bentuk keringanan dalam ajaran Islam. Aturan tentang salat safar, termasuk jamak dan qashar, diberikan agar umat Islam tetap bisa menjaga ibadah meski sedang dalam perjalanan jauh. Konsep ini dijelaskan dalam Al-Qur’an serta dicontohkan langsung oleh Muhammad ketika melakukan perjalanan.

Dalam praktiknya, salat safar memberikan kemudahan yang sering belum dipahami secara utuh. Banyak orang hanya mengetahui tentang jamak dan qashar, padahal ada beberapa aturan lain yang jarang dibahas.

Padahal, aturan tersebut menunjukkan bahwa syariat Islam memiliki fleksibilitas agar ibadah tetap terjaga dalam berbagai kondisi kehidupan.

Keringanan Salat Qashar dalam Perjalanan

Pertama, Islam memberikan keringanan berupa salat qashar. Salat yang biasanya empat rakaat dapat dipendekkan menjadi dua rakaat ketika seseorang melakukan perjalanan jauh.

Dalil mengenai hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqashar salat.”
(QS. An-Nisa: 101)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa memendekkan salat ketika safar bukanlah pelanggaran. Sebaliknya, keringanan itu menjadi bentuk kemudahan yang diberikan Allah kepada manusia.

Para ulama menjelaskan bahwa salat yang dapat diqashar adalah Zuhur, Asar, dan Isya. Sementara itu, salat Subuh dan Magrib tetap dilaksanakan dengan jumlah rakaat seperti biasa.

Selain itu, sebagian ulama bahkan menilai qashar lebih utama dilakukan ketika seseorang benar-benar berada dalam perjalanan.

Jamak Salat: Menggabungkan Dua Waktu

Selain qashar, Islam juga memberikan kemudahan berupa jamak salat, yaitu menggabungkan dua salat dalam satu waktu.

Ada dua bentuk jamak yang dikenal dalam fikih:

Jamak Taqdim, yaitu menggabungkan salat pada waktu salat pertama

Jamak Ta’khir, yaitu menggabungkan salat pada waktu salat kedua

Contohnya, seseorang dapat menggabungkan salat Zuhur dengan Asar atau Magrib dengan Isya ketika dalam perjalanan.

Praktik ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Riwayat hadis dalam Sahih Bukhari menjelaskan bahwa Rasulullah menjamak salat ketika melakukan perjalanan jauh.

Karena itu, para ulama menyimpulkan bahwa jamak merupakan salah satu bentuk keringanan syariat bagi musafir.

Salat Sunnah yang Tetap Dijaga Saat Safar

Menariknya, tidak semua salat sunnah ditinggalkan ketika seseorang sedang dalam perjalanan. Dalam sejumlah riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi tetap menjaga beberapa salat sunnah meski sedang safar.

Di antaranya adalah salat sunnah sebelum Subuh dan salat Witir pada malam hari.

Kedua ibadah tersebut tetap dilakukan karena memiliki kedudukan penting dalam kehidupan spiritual seorang Muslim.

Sebaliknya, beberapa salat sunnah rawatib lainnya terkadang tidak dilakukan ketika safar. Hal ini menunjukkan bahwa syariat memberikan kelonggaran tanpa menghilangkan nilai ibadah itu sendiri.

Salat di Kendaraan dalam Kondisi Tertentu

Ada satu hal lain yang jarang diketahui banyak orang. Dalam kondisi tertentu, salat dapat dilakukan di atas kendaraan ketika perjalanan berlangsung.

Riwayat hadis menjelaskan bahwa Rasulullah pernah melakukan salat sunnah di atas tunggangan saat safar.

Riwayat tersebut juga tercatat dalam Sahih Bukhari. Dalam hadis itu dijelaskan bahwa Nabi melaksanakan salat sunnah di atas kendaraan dengan arah mengikuti perjalanan tunggangannya.

Baca juga: 3 Sayur Hemat Tapi Bikin Keluarga Lahap, Ini Resepnya

Namun demikian, untuk salat wajib, para ulama menganjurkan agar tetap dilaksanakan dengan berdiri dan menghadap kiblat apabila memungkinkan.

Hikmah Salat Safar dalam Islam

Salat safar memperlihatkan bahwa ajaran Islam memiliki prinsip kemudahan dalam menjalankan ibadah. Aturan ini memastikan bahwa perjalanan tidak menjadi penghalang bagi seorang Muslim untuk tetap menjaga salat.

Prinsip tersebut juga ditegaskan dalam firman Allah:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menunjukkan bahwa syariat Islam tidak dimaksudkan untuk memberatkan manusia. Sebaliknya, aturan ibadah dirancang agar tetap bisa dijalankan dalam berbagai situasi kehidupan, termasuk ketika seseorang berada dalam perjalanan jauh.

Karena itu, memahami aturan salat safar menjadi penting bagi setiap Muslim. Dengan pemahaman yang tepat, ibadah tetap dapat dijaga tanpa mengabaikan kondisi perjalanan yang sering kali melelahkan. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musda KNPI Tasikmalaya

    Tegang! Musda KNPI Tasikmalaya Jadi Ujian Soliditas Pemuda

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musda KNPI Tasikmalaya mendadak jadi sorotan. Bukan sekadar agenda rutin, forum ini berubah menjadi momen krusial yang menguji soliditas pemuda sekaligus menentukan arah organisasi ke depan. Musda KNPI Tasikmalaya, atau musyawarah pemuda daerah, kini berada di titik penting. Di satu sisi, forum ini diharapkan berjalan lebih lancar dibanding daerah lain. Namun […]

  • ilustrasi seorang muslim merenung sebelum berbicara sebagai bentuk menjaga lisan sesuai hadis Nabi

    Hadis Nabi tentang Menjaga Lisan: Nasihat yang Sering Dilupakan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua dosa bermula dari perbuatan. Sebagian justru berawal dari kata-kata. Karena itu, Rasulullah memberikan satu nasihat sederhana yang mampu menyelamatkan banyak orang. Beliau bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” Inilah salah satu hadis menjaga lisan yang paling sering dikutip oleh para […]

  • banjir Sumatra

    Banjir Sumatra 2025: DPR Tekan Menhut soal Data DAS dan Rehabilitasi

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Komisi IV DPR panggil Menhut bahas banjir Sumatra, pengelolaan DAS, dan evaluasi kebijakan pasca 303 korban. albadarpost.com, HUMANIORA – Air berwarna cokelat tua masih menggenangi desa-desa di Aceh dan Sumatera Barat. Di tepian sungai, batang kayu besar berserakan, tersangkut di jembatan darurat yang dibangun relawan. Di rumah pengungsian, keluarga yang kehilangan anggota tak banyak bicara. […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa di pagi hari dengan cahaya lembut sebagai simbol tanda rezeki menurut ulama sedang terbuka

    9 Tanda Rezeki Dibuka Menurut Ulama, Nomor 1 Paling Jarang Disadari

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada satu hal yang sering luput dari perhatian banyak orang. Tanda rezeki menurut ulama tidak selalu hadir dalam bentuk uang yang tiba-tiba bertambah atau usaha yang langsung besar. Justru, dalam banyak kajian para ulama, tanda rezeki dibuka sering muncul dalam bentuk yang sangat halus—bahkan kadang tidak dianggap sebagai rezeki sama sekali. Beberapa […]

  • hukuman korupsi

    Putusan MA Perberat Hukuman Korupsi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang memperberat hukuman pidana korupsi menjadi sembilan tahun penjara bukan sekadar koreksi yudisial. Ia menyentuh persoalan yang lebih luas: bagaimana negara menempatkan korupsi sebagai ancaman langsung terhadap hak publik. Di tengah meningkatnya tuntutan keadilan sosial, keputusan ini menjadi penanda arah kebijakan hukum pidana yang patut dibaca lebih dalam. Mahkamah […]

  • Polres Tasikmalaya menunjukkan barang bukti sepeda motor Honda Vario merah hasil curanmor yang berhasil ditemukan kembali.

    Motor Hilang 4 Bulan di Tasikmalaya Kembali, Pelakunya Bikin Kaget

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kisah motor curian kembali milik warga Kabupaten Tasikmalaya ini menyita perhatian banyak orang. Bukan hanya karena sepeda motor yang hilang selama empat bulan akhirnya berhasil ditemukan, tetapi juga karena pelaku pencurian diduga merupakan orang yang dikenal dekat oleh korban. Yang membuat cerita ini semakin unik, kendaraan yang sempat raib tersebut justru […]

expand_less