Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Sedang Bepergian? Ini Panduan Salat Safar Sesuai Syariat

Sedang Bepergian? Ini Panduan Salat Safar Sesuai Syariat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Salat safar, atau salat bagi musafir, merupakan salah satu bentuk keringanan dalam ajaran Islam. Aturan tentang salat safar, termasuk jamak dan qashar, diberikan agar umat Islam tetap bisa menjaga ibadah meski sedang dalam perjalanan jauh. Konsep ini dijelaskan dalam Al-Qur’an serta dicontohkan langsung oleh Muhammad ketika melakukan perjalanan.

Dalam praktiknya, salat safar memberikan kemudahan yang sering belum dipahami secara utuh. Banyak orang hanya mengetahui tentang jamak dan qashar, padahal ada beberapa aturan lain yang jarang dibahas.

Padahal, aturan tersebut menunjukkan bahwa syariat Islam memiliki fleksibilitas agar ibadah tetap terjaga dalam berbagai kondisi kehidupan.

Keringanan Salat Qashar dalam Perjalanan

Pertama, Islam memberikan keringanan berupa salat qashar. Salat yang biasanya empat rakaat dapat dipendekkan menjadi dua rakaat ketika seseorang melakukan perjalanan jauh.

Dalil mengenai hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqashar salat.”
(QS. An-Nisa: 101)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa memendekkan salat ketika safar bukanlah pelanggaran. Sebaliknya, keringanan itu menjadi bentuk kemudahan yang diberikan Allah kepada manusia.

Para ulama menjelaskan bahwa salat yang dapat diqashar adalah Zuhur, Asar, dan Isya. Sementara itu, salat Subuh dan Magrib tetap dilaksanakan dengan jumlah rakaat seperti biasa.

Selain itu, sebagian ulama bahkan menilai qashar lebih utama dilakukan ketika seseorang benar-benar berada dalam perjalanan.

Jamak Salat: Menggabungkan Dua Waktu

Selain qashar, Islam juga memberikan kemudahan berupa jamak salat, yaitu menggabungkan dua salat dalam satu waktu.

Ada dua bentuk jamak yang dikenal dalam fikih:

Jamak Taqdim, yaitu menggabungkan salat pada waktu salat pertama

Jamak Ta’khir, yaitu menggabungkan salat pada waktu salat kedua

Contohnya, seseorang dapat menggabungkan salat Zuhur dengan Asar atau Magrib dengan Isya ketika dalam perjalanan.

Praktik ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Riwayat hadis dalam Sahih Bukhari menjelaskan bahwa Rasulullah menjamak salat ketika melakukan perjalanan jauh.

Karena itu, para ulama menyimpulkan bahwa jamak merupakan salah satu bentuk keringanan syariat bagi musafir.

Salat Sunnah yang Tetap Dijaga Saat Safar

Menariknya, tidak semua salat sunnah ditinggalkan ketika seseorang sedang dalam perjalanan. Dalam sejumlah riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi tetap menjaga beberapa salat sunnah meski sedang safar.

Di antaranya adalah salat sunnah sebelum Subuh dan salat Witir pada malam hari.

Kedua ibadah tersebut tetap dilakukan karena memiliki kedudukan penting dalam kehidupan spiritual seorang Muslim.

Sebaliknya, beberapa salat sunnah rawatib lainnya terkadang tidak dilakukan ketika safar. Hal ini menunjukkan bahwa syariat memberikan kelonggaran tanpa menghilangkan nilai ibadah itu sendiri.

Salat di Kendaraan dalam Kondisi Tertentu

Ada satu hal lain yang jarang diketahui banyak orang. Dalam kondisi tertentu, salat dapat dilakukan di atas kendaraan ketika perjalanan berlangsung.

Riwayat hadis menjelaskan bahwa Rasulullah pernah melakukan salat sunnah di atas tunggangan saat safar.

Riwayat tersebut juga tercatat dalam Sahih Bukhari. Dalam hadis itu dijelaskan bahwa Nabi melaksanakan salat sunnah di atas kendaraan dengan arah mengikuti perjalanan tunggangannya.

Baca juga: 3 Sayur Hemat Tapi Bikin Keluarga Lahap, Ini Resepnya

Namun demikian, untuk salat wajib, para ulama menganjurkan agar tetap dilaksanakan dengan berdiri dan menghadap kiblat apabila memungkinkan.

Hikmah Salat Safar dalam Islam

Salat safar memperlihatkan bahwa ajaran Islam memiliki prinsip kemudahan dalam menjalankan ibadah. Aturan ini memastikan bahwa perjalanan tidak menjadi penghalang bagi seorang Muslim untuk tetap menjaga salat.

Prinsip tersebut juga ditegaskan dalam firman Allah:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menunjukkan bahwa syariat Islam tidak dimaksudkan untuk memberatkan manusia. Sebaliknya, aturan ibadah dirancang agar tetap bisa dijalankan dalam berbagai situasi kehidupan, termasuk ketika seseorang berada dalam perjalanan jauh.

Karena itu, memahami aturan salat safar menjadi penting bagi setiap Muslim. Dengan pemahaman yang tepat, ibadah tetap dapat dijaga tanpa mengabaikan kondisi perjalanan yang sering kali melelahkan. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • manuskrip kuno Indramayu

    Manuskrip Kuno Indramayu Ungkap Ramalan dan Harapan Pembangunan Daerah

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Manuskrip kuno Indramayu ungkap ramalan dan harapan pembangunan daerah, pesan leluhur yang tetap relevan hingga kini. albadarpost.com, CENDIKIA — Sebuah manuskrip kuno Indramayu yang diyakini ditulis langsung oleh pendiri sekaligus pemimpin pertama Kabupaten Indramayu, Raden Arya Wiralodra, kembali menjadi sorotan publik. Naskah bersejarah ini tidak hanya memuat catatan kehidupan di masa lalu, tetapi juga berisi […]

  • Rp 53 Miliar

    Pensiun Tetap Cuan, Rp 53 Miliar Hasil Korupsi Masuk Kantong

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan pemerasan izin tenaga kerja asing (TKA) yang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka fakta krusial: korupsi tidak berhenti ketika jabatan berakhir. Aliran dana Rp 53 miliar justru tetap berjalan meski salah satu tersangka telah pensiun dari aparatur sipil negara. Fakta ini menyingkap wajah lain korupsi birokrasi. Kejahatan tidak sekadar […]

  • manipulasi lelang

    Membongkar Wajah Korupsi di Balik Prosedur Lelang

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Perspektif Albadarpost: Manipulasi lelang dihukum berat, pembiaran sistem pengadaan kini dipertanyakan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang memperberat hukuman Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa seharusnya dibaca lebih dari sekadar vonis pidana. Ia adalah teguran keras terhadap praktik kotor yang selama ini dibiarkan tumbuh di jantung pengelolaan uang negara. Ketika manipulasi lelang diperlakukan sebagai “kesalahan teknis”, […]

  • kuota haji Cianjur

    Aturan Baru Kurangi Kuota Haji Cianjur 2026, Antrean Melonjak 26 Tahun

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Kuota haji Cianjur 2026 turun drastis jadi 59 orang setelah aturan baru distribusi kuota diberlakukan. albadarpost.com, HIKMAH – Penurunan kuota haji Cianjur untuk keberangkatan 2026 memicu kegelisahan besar di tingkat calon jemaah. Dari kuota sekitar 1.300 orang pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah itu kini menyusut tajam menjadi hanya 59 jemaah. Kebijakan baru pemerintah pusat mengenai distribusi […]

  • Bahaya Judi Online

    Bahaya Judi Online Mengintai Anak dan Petani, Kejaksaan RI Tingkatkan Edukasi Publik

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Kejaksaan RI soroti bahaya judi online pada anak dan petani, edukasi publik digencarkan. albadarpost.com, LENSA – Bahaya Judi Online kembali menjadi sorotan serius setelah Kejaksaan Agung mengungkap bahwa dampak praktik perjudian digital ini telah menjangkau lapisan masyarakat paling rentan, termasuk anak-anak sekolah dasar hingga petani di pedesaan. Fakta tersebut disampaikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]

  • Lensa: Membaca Fakta, Mengungkap Realita

    Lensa: Membaca Fakta, Mengungkap Realita

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com – LENSA. Rubrik Lensa di albadarpost.com adalah ruang yang menajamkan pandangan kita terhadap kenyataan. Nama “Lensa” dipilih karena kami percaya data, riset, dan angka bukanlah deretan simbol kaku, melainkan jendela untuk memahami realita sosial yang kerap disembunyikan. Melalui Lensa, kami ingin memperlihatkan apa yang sering tak terlihat: ketimpangan, kesenjangan, dan potret kehidupan rakyat yang […]

expand_less