Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Jembatan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Cianjur Masih Menyeberang Sungai Deras

Jembatan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Cianjur Masih Menyeberang Sungai Deras

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 216
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jembatan rusak di Cianjur tak kunjung dibangun, warga terpaksa menyeberangi Sungai Cibuni dengan rakit setiap hari.

albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga di perbatasan Kecamatan Cijati dan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kembali mempertaruhkan nyawa setiap hari. Akses vital antar-desa terputus karena jembatan rusak yang hancur sejak empat tahun lalu, memaksa mereka menyeberangi Sungai Cibuni menggunakan rakit kayu. Kondisi ini penting karena berdampak langsung pada keselamatan warga, akses pendidikan, hingga ekonomi lokal.

Sungai Cibuni yang lebarnya sekitar 125 meter menjadi satu-satunya jalur pendek yang bisa dilalui. Alternatif darat tersedia, tetapi jaraknya mencapai 10 kilometer dengan kontur berat. Karena itu, warga memilih risiko nyata daripada memutar jauh yang menghabiskan waktu dan biaya.


Warga Bergantung pada Rakit Sejak Jembatan Rusak Diterjang Banjir

Kerusakan jembatan rusak terjadi sejak banjir bandang menerjang kawasan tersebut pada 2020 dan kembali memperparah kondisi pada 2021. Sejak itu, jembatan tak pernah bisa difungsikan kembali. Pelajar, pedagang, hingga buruh harian kini mengandalkan rakit sederhana yang dioperasikan warga setempat.

Sella, siswi SMA yang setiap hari menyeberangi sungai, mengaku tak punya pilihan lain. Ia sudah tiga tahun menggunakan rakit karena akses darat terlalu jauh.
“Kalau harus muter, bisa 10 kilometer. Mending naik rakit saja, meskipun arusnya deras,” kata Sella.

Ia sering melepas sepatu agar seragamnya tak basah. Bila debit air meningkat, ia harus memutar jauh, membuat waktu tempuh semakin panjang. Pengalaman serupa dialami Atep, warga Kampung Parabon, yang setiap hari memapah sepeda motornya ke atas rakit untuk bekerja.
“Takut itu pasti. Tapi kami sudah terbiasa karena kebutuhan,” ujarnya.

Selain risiko jatuh, arus deras juga kerap membuat rakit oleng. Namun warga tetap berdesakan menyeberang, termasuk para pedagang yang membawa barang dagangan dan petani yang mengangkut hasil panen.


Aktivitas Pendidikan Terganggu, Ekonomi Tersendat

Dampak jembatan rusak paling terasa di dunia pendidikan. Wakil Kepala MA Bojong Jati, Edi Wahyu, menyebut banyak siswa terlambat bahkan tidak hadir ketika cuaca buruk.
“Kalau hujan dan sungai meluap, kami izinkan mereka tidak masuk sekolah karena risiko terlalu besar,” ucapnya.

Menurut Edi, jembatan tersebut adalah penghubung utama warga dari beberapa desa. Kerusakan terjadi ketika banjir besar menghantam pondasi jembatan, menumbangkan pohon, dan merusak lantai jembatan. Setelah itu, perbaikan tak pernah benar-benar berjalan.

Baca juga: Hujan Deras Picu Banjir Dayeuhkolot dan Ganggu Mobilitas Warga

Selain pendidikan, jalur ekonomi juga terdampak berat. Pedagang harus membayar warga penjaga rakit “seikhlasnya”, tetapi biaya itu tetap menjadi beban harian. Terlebih lagi, banyak yang membawa motor atau barang bawaan dalam jumlah besar.

Seiring waktu, kondisi ini memperlambat mobilitas dan meningkatkan biaya hidup. Para buruh pabrik harus berangkat lebih awal. Sementara petani sering menunda distribusi hasil tani ketika debit air naik.


Analisis dan Konteks

Fenomena ini menunjukkan kegagalan penanganan infrastruktur dasar di daerah rawan bencana. Empat tahun tanpa jembatan permanen memaksa warga mengelola risiko yang mestinya menjadi kewajiban negara untuk mitigasi. Sungai Cibuni memiliki karakteristik debit cepat naik, sehingga penggunaan rakit rentan kecelakaan.

Di sisi lain, pemerintah kabupaten dan provinsi belum memastikan progres pembangunan. Akses pendidikan yang terhambat dan biaya sosial yang terus meningkat semestinya menjadi alasan kuat untuk percepatan.

Warga di dua kecamatan kini menunggu langkah nyata pemerintah daerah dan pusat. Bagi mereka, jembatan bukan sekadar fasilitas, melainkan syarat keselamatan. Penundaan lebih lama hanya memperbesar potensi kecelakaan di jalur sungai yang deras itu.

Warga Cianjur bertahun-tahun bergantung pada rakit karena jembatan rusak tak diperbaiki. Akses pendidikan dan ekonomi terganggu, keselamatan terancam. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dunia Adalah Ujian

    Ibnu Athaillah: Dunia Tak Pernah Berjanji Membahagiakan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Dunia adalah ujian. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi banyak orang baru benar-benar memahaminya setelah kehilangan pekerjaan, gagal membangun usaha, ditinggal orang tercinta, atau menghadapi penyakit yang tak pernah mereka bayangkan. Saat musibah datang, sebagian orang bertanya, “Kenapa hidup saya begini?” Padahal, menurut Ibnu Athaillah dalam kitab Al-Hikam, hakikat dunia memang bukan tempat […]

  • Fakta Ka'bah

    Banyak yang Belum Tahu, Ini 7 Fakta Menarik tentang Ka’bah

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ka’bah atau Baitullah merupakan bangunan paling terkenal dalam sejarah Islam. Setiap hari, umat Islam di seluruh dunia menghadap ke arah Ka’bah saat melaksanakan salat. Namun di balik bangunan suci yang berdiri di tengah Masjidil Haram tersebut, tersimpan sejumlah fakta Ka’bah yang mengejutkan dan jarang diketahui banyak orang. Selain menjadi kiblat umat Islam, […]

  • tindak pidana korupsi

    ASN Indramayu Korupsi Bantuan PKBM

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus dugaan tindak pidana korupsi bantuan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Indramayu kembali menegaskan pentingnya akuntabilitas aparatur sipil negara. Seorang ASN aktif kini harus berhadapan dengan proses hukum setelah Kejaksaan menilai kewenangan formal yang dimilikinya tidak dijalankan sesuai prosedur. Kejaksaan Negeri Indramayu menegaskan bahwa status ASN tidak memberikan kekebalan […]

  • Distribusi makan bergizi gratis di sekolah dengan menu sehat untuk mendukung gizi anak Indonesia

    Fakta Mengejutkan! Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Sejak 2006

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL -Makan bergizi gratis selalu jadi perbincangan luas. Namun, fakta terbaru menunjukkan program makan bergizi gratis bukan kebijakan yang lahir tiba-tiba. Program gizi gratis ini sudah dirancang oleh Presiden Prabowo Subianto sejak 2006. Artinya, gagasan tersebut sudah berumur hampir dua dekade sebelum benar-benar dijalankan secara nasional. Menurut Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan […]

  • korban TPPO

    Pemkab Tasikmalaya Percepat Pemulangan Korban TPPO

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya ajukan pemulangan tujuh warga diduga korban TPPO di Kamboja dan perkuat pencegahan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan tujuh warganya diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Pemerintah daerah langsung mengajukan permohonan pemulangan dan berkoordinasi lintas instansi untuk memastikan perlindungan warga berjalan sesuai prosedur. Langkah cepat ini penting […]

  • Qarun dalam Al-Qur'an

    Bukan Karena Hartanya, Qarun Binasa Karena Kalimat Ini

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 227
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ketika membahas Qarun dalam Al-Qur’an, banyak orang langsung membayangkan sosok yang memiliki kekayaan melimpah lalu ditelan bumi. Gambaran itu memang benar. Namun jika dicermati lebih dalam, Al-Qur’an justru mengungkap sesuatu yang lebih penting. Qarun tidak binasa semata karena hartanya. Ia binasa karena cara berpikir yang membuatnya lupa kepada Allah. Pola pikir itu […]

expand_less